Articles

Found 14 Documents
Search

PELAYANAN PASAR HARJODAKSINO DI KAWASAN PERBATASAN KOTA SURAKARTA DAN KABUPATEN SUKOHARJO Ulya, Himmatul; Wahyono, Hadi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 1, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.1.2.96-107

Abstract

Kawasan perbatasan merupakan kawasan permeabel yang mudah terpengaruh oleh kewenangan,  kebijakan, dan kepentingan dari dua atau lebih kawasan perbatasan. Dalam hal ini  termasuk  tentang pelayanan sarana publik. Pemanfaatan sarana publik lintas batas dapat terjadi karena berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Demikian juga fenomena yang terjadi di Pasar Harjodaksino yang terletak di kawasan perbatasan Kota Surakarta dengan Kabupaten Sukoharjo. Pedagang yang berjualan di Pasar Harjodaksino tidak hanya berasal dari Kota Surakarta saja, tetapi juga dari Kabupaten Sukoharjo, khususnya Kecamatan Grogol. Untuk itu, fenomena tersebut sangat menarik untuk diteliti lebih jauh. Berdasarkan uraian tersebut, dirumuskan pertanyaan penelitian yaitu bagaimana pelayanan Pasar Harjodaksino di kawasan perbatasan kota dan mengapa terjadi pelayanan lintas batas. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  pelayanan Pasar Harjodaksino yang terletak di kawasan perbatasan tersebut. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan strategi penelitian analisis studi kasus, sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara. Selanjutnya informasi tersebut dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi (content) dan dilanjutkan dengan analisis tematik. Kesimpulan dari temuan penelitian di atas adalah Pasar Harjodaksino yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surakarta merupakan pasar lintas daerah yang melayani Kota Surakarta dan sekitarnya karena didukung oleh sifat pengelolaan yang permisif, sarana prasarana yang memadai, dan akses yang mudah.
PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA BERMOTIVASI BELAJAR TINGGI BERDASARKAN IDEAL PROBLEM SOLVING Ulya, Himmatul
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.507 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.561

Abstract

?Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika perlu dikaji guru. Keberagaman tingkat motivasi belajar siswa menyebabkan pembelajaran di kelas belum terlaksana maksimal, sehingga mempengaruhi proses pemecahan masalah matematikanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa bermotivasi belajar tinggi. Motivasi belajar ditentukan menggunakan angket. Subjek penelitian ini adalah dua siswa yang memiliki motivasi tinggi. Siswa diberi tes pemecahan masalah dan diwawancarai untuk memperoleh keabsahan data. Kemampuan pemecahan masalah subjek penelitian tergolong baik. Sebagian besar indikator pemecahan masalah dapat dipenuhi dengan baik. Subjek dapat mengidentifikasi masalah tetapi belum mampu menuliskan informasi esensial secara ringkas. Subjek dapat mendefinisikan tujuan dengan menuliskan hal yang ditanyakan. Subjek dapat menggali solusi dengan menuliskan rencana pemecahan masalah serta rumus yang digunakan. Subjek dapat melaksanakan strategi sampai dengan mengkomunikasikan simpulan tetapi menemui kendala untuk menuliskan penyelesaian dalam bahasa matematika. Subjek belum mampu melakukan pengecekan hasil pemecahan masalah dan belum mampu menyusun penyelesaian dengan langkah yang berbeda.
Pembelajaran etnomatematika untuk menurunkan kecemasan matematika Ulya, Himmatul; Rahayu, Ratri
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.327 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i2.295

Abstract

Rendahnya kemampuan matematika peserta didik menyebabkan munculnya sikap ketidaksenangan terhadap matematika, dan sebaliknya. Ketidaksenangan tersebut akan memunculkan rasa takut dan cemas ketika belajar matematika. Kecemasan matematika juga dapat muncul karena proses pembelajaran matematika yang kurang menyenangkan. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui apakah rata-rata kecemasan matematika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran probing-prompting bernuansa etnomatematika lebih rendah dari rata-rata kecemasan matematika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran ekspositori dan (2) mengetahui penurunan kecemasan matematika peserta didik yang mengikuti pembelajaran probing-prompting bernuansa etnomatematika. Penelitian ini mengacu pada nonequivalent control group design yang merupakan bentuk desain dari kuasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD NU Nawa Kartika Kudus pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan pemberian angket untuk mengukur kecemasan matematika peserta didik. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji perbedaan rata-rata (uji t) dan uji gain untuk mengetahui penurunan kecemasan matematika peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kecemasan matematika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran probing-prompting bernuansa etnomatematika lebih rendah dari rata-rata kecemasan matematika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran ekspositori dan kecemasan matematika peserta didik yang mengikuti pembelajaran probing-prompting bernuansa etnomatematika mengalami penurunan sebesar 48% dengan kategori sedang.
HUBUNGAN GAYA KOGNITIF DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Ulya, Himmatul
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.984 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i2.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kognitif siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP 2 Kudus kelas VIII tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan secara random dengan instrumen Group Embedded Figure Test (GEFT) untuk menentukan gaya kognitif dan soal pemecahan masalah untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi antara gaya kognitif dengan kemampuan pemecahan masalah siswa (r_XY ) sebesar 0,624 yang berarti bahwa terdapat hubungan positif dalam taraf tinggi antara gaya kognitif siswa dengan kemampuan pemecahan masalah siswa. Nilai koefisien determinasi 0,390 menunjukkan bahwa sebesar 39% kemampuan pemecahan masalah siswa dipengaruhi oleh gaya kognitif melalui hubungan linier sedangkan 61% dipengaruhi oleh faktor lain selain gaya kognitif.
Uji Kelayakan Perangkat Pembelajaran Open-Ended Berbasis Etnomatematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Ulya, Himmatul; Rahayu, Ratri
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 2 No 2 (2018): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medives.v2i2.645

Abstract

Pembelajaran matematika yang terjadi selama ini belum memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan representasi matematisnya. Kemampuan representasi matematis siswa dapat ditinjau dari berbagai dimensi, salah satunya yaitu gaya kognitif. Gaya kognitif mempengaruhi siswa dalam memahami materi dan permasalahan. Selain itu, disposisi matematis sebagai salah satu kompetensi sosial juga perlu dikembangkan agar siswa gigih dalam menyelesaikan masalah, menyukai matematika, dan dapat belajar dengan penuh tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran open-ended berbasis etnomatematika ditinjau dari gaya kognitif siswa untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis dan disposisi matematis siswa yang layak digunakan. Berdasarkan uji validitas yang dilakukan oleh ahli, diperoleh nilai silabus yaitu 3,63, RPP sebesar 3,71, modul sebesar 3,74, ADM sebesar 3,86, TRM sebesar 3,83, dan pedoman wawancara sebesar 3,80. Seluruh perangkat pembelajaran dan instrumen tes termasuk pada kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut maka disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran open-ended berbasis etnomatematika ditinjau dari gaya kognitif siswa valid digunakan untuk meningkatkan kemampuan representasi dan disposisi matematis siswa. Kata kunci: disposisi matematis, gaya kognitif, open-ended, perangkat pembelajaran, representasi matematis. ABSTRACT Mathematics learning so far has not facilitated students to develop their mathematical representation ability. The students mathematical representation ability can be reviewed from various dimensions, one of them is cognitive style. Cognitive style affects the students in understanding the material and the problems. Moreover, mathematical disposition as one of social competence also needs to be developed so the students persevere in solving problems, like mathematics, and can learn with full of responsibility. The purpose of this study was to develop an open-ended learning instrumens based on ethnomatematics in terms of students cognitive style to improve mathematical representation and mathematical disposition of students which are eligible to use. Based on validity test conducted by the expert, the values of obtained syllabus, lesson plan, module, ADM, TRM, and interview guidance respectively are 3.63, 3.71, 3.74, 3.86, 3.83, and 3.80. All of learning and test instrumens included on very good criteria. Based on these results, the open-ended learning instrumens based on ethnomatematics in terms of the cognitive style of students valid to be used to improve students mathematical representation and disposition. Keywords: mathematical disposition, cognitive style, open-ended, learning instrumens, mathematical representation.
KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH ABAD 21: SEBUAH TINJAUAN TEORETIS Hidayat, Rais; Dyah M, Vicihayu; Ulya, Himmatul
JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Vol 4, No 1 (2019): JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.813 KB) | DOI: 10.34125/kp.v4i1.394

Abstract

The purpose of this study was to determine the competencies that principals must have in the 21st Century. Writing this article uses the literature review method, is there a qualitative descriptive data analysis technique by looking for theoretical references relevant to the cases or problems found. Based on the results of the analysis, the conclusions that answer the problem of this research are (1) the principal is someone who is given the task of leading a school, (2) the intended leadership is the ability to influence organizational resources to move to follow orders to achieve goals (4) effective principal's leadership in terms of entrepreneurial leadership, exemplary, intelligent, and democratic, (4) the 21st century is the era of technological advances in the fields of information, communication, and transportation, (5) the characteristics the 21st century which are available access anytime, faster computing, and communication that can be done from anywhere and anywhere, (6) Competencies that principals must have to face the 21st century, namely dimensions of personality, managerial, entrepreneurial, supervision, and social competence.
Penyusunan Skenario Pembelajaran Inovatif sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika bagi Guru di SD 4 Karangbener Kudus Ulya, Himmatul; Rahayu, Ratri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i1.2134

Abstract

Permasalahan mitra guru di SD 4 Karangbener Kudus adalah kurangnya pengetahuan guru mengenai model-model pembelajaran matematika inovatif untuk menyusun skenario pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Ada pula guru yang sudah mempunyai sedikit pengetahuan mengenai pembelajaran inovatif, tetapi masih terkendala dalam implementasinya. Guru-guru di SD 4 Karangbener Kudus membutuhkan pengetahuan tentang inovasi pembelajaran matematika SD yang berorientasi pada implementasi skenario pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan kepada guru SD 4 Karangbener Kudus mengenai model-model pembelajaran inovatif untuk menyusun dan mengimplementasikan penyusunan skenario pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan cara memberikan pelatihan interaktif dan pendampingan. Hal ini menimbulkan interaksi dua arah sehingga guru SD 4 Karangbener Kudus memiliki kesempatan untuk saling bertukar ide, pikiran, pendapat, dan pengalamannya. Pelaksanaan pendampingan penyusunan skenario pembelajaran inovatif sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika bagi guru SD 4 Karangbener Kudus berlangsung dalam beberapa tahapan, antara lain: perencanaan, pelaksanaan, follow up, pemaparan dan diskusi, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah guru di SD 4 Karangbener Kudus mampu merencanakan, menyusun, dan memaparkan skenario pembelajaran matematika inovatif dan menyenangkan.
PEMBELAJARAN TREFFINGER BERBANTUAN PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Ulya, Himmatul; Rahayu, Ratri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.694 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v6i1.773

Abstract

Mathematics learning in SD 1 Bae Kudus could not make students fun in learning yet. Mathematics learning was still centered on the teacher so that students had not had the opportunities to convey their mathematical ideas either orally or written. This caused the students’ mathematical communication ability were low. The goals of this study were: (1) to determine whether the mathematical communication ability of students through the application of treffinger learning using a traditional game of congklak on multiplication material reach the completeness learning and (2) to determine the quality improvement of students’ mathematical communication ability who joined treffinger learning using a traditional game of congklak on multiplication material. This study was an experimental research with one-group pretest-posttest design. The research implemented on 2nd grade ini SD 1 Bae Kudus in multiplication material. The techniques of data collection used was test to measure mathematical communication ability of students. The techniques of data analysis in the study included the analysis of data to determine the completeness learning and to analyze the improvement students’ mathematical communication ability. The results of study showed that through the application of treffinger learning using a traditional game of congklak, then (1) mathematical communication ability of students reach the completeness learning, either individually and classical and (2) students’ mathematical communication ability had increased in the medium category by 65%.
Pengembangan Media Story Telling Berbasis Montase Sederhana Sebagai Suplemen Bahan Ajar Tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup Kelas IV Sekolah Dasar Ulya, Himmatul; Rofian, Rofian
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v4i2.12166

Abstract

The background that encourage of this study is the lack of thematic learning media involving student creativity and supporting school literacy activities as a source of student learning materials. The purpose of the study to determine the feasibility of a simple story-based media story telling as a supplement of teaching materials theme of Care Against 4th grade elementary school. The type of research used is Research and Development (RnD) with Borg and Gall thinking model. Data analysis techniques used descriptive qualitative and quantitative descriptive. The feasibility result based on data analysis by experts obtained the average percentage of 92.46% for media feasibility and 91.31% for the feasibility of learning materials. The acquisition of teacher response to media acceptance obtained percentage in SD Negeri Mranggen 01 equal to 95,58%, SD Negeri Mranggen 02 equal to 88,25% and SD Negeri Mranggen 04 got percentage equal to 91,17% Result questionnaire student response learn 90,64% Elementary School of Mranggen 01, 93.21% in SD Negeri Mranggen 02 and 85.36% in SD Negeri Mranggen 04. Media story telling simple montage based as a supplement teaching materials subject to the theme of living beings have met the criteria very well and deserve to be used in learning process
Application of Problem Based Learning Assisted By QR Code to Improve Mathematical Problem-Solving Ability of Elementary Teacher Education Students Santoso, Santoso; Ulya, Himmatul; Rahayu, Ratri
Indonesian Journal of Mathematics Education Vol 2, No 1 (2019): Indonesian Journal of Mathematics Education
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijome.v2i1.1221

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Problem Based Learning (PBL) assisted by QR code on students’ mathematical problem solving ability. This experimental research was carried out on students of the Elementary School Teacher Education Study ProgramUniversitas Muria Kudus in the mathematical concept course in the academic year of 2016/2017. The ability to solve mathematical problems is measured by tests. Data analysis techniques used include t-test and proportion test. The results of this study are: 1) the mathematical problem solving ability of students who learn through PBL assisted by QR code is better than the mathematical problem solving ability of students who learn through Direct Instruction learning; 2) the mathematical problem solving ability of students who are taught with PBL assisted by QR code have reached the minimum completeness criteria (MCC) and 3) the proportion of students taught with PBL assisted by QR code that has reached the MCC is better than the proportion of students studying through Direct Instruction learning that have met the minimum completeness criteria (MCC). Thus, the lecturer can develop PBL assisted by QR code to create interesting learning so that students are enthusiastic about the learning, which will have a positive effect on their mathematical problem solving ability.