Articles

Produksi Bahan Kering dan Kecernaan In Sacco Rumput Benggala (Panicum maximum Jacq ) yang Dipupuk Garam Dapur dan Nitrogen Ubaidillah, Ubaidillah; suryadi, suryadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XI No. 1 Februari 2008
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The aim of this study was to investigate  the influence of table salt and nitrogen fertilizer on dry matter  production  and  in  sacco  digestibility of guinea  grass  (Panicum  Maximum JACQ).  The  research had been conducted in field and at barn.  The study was done in two phases, the dry matter production of guinea grass  and test of the guinea grass digestibility. Completed bifactorial treatments  of table  salt (0; 15 and 30 g NaCl) and nitrogen fertilizer  (0; 7,36 and 14,72 g N) were studied in the experiment using block  randomized  design  with  three  replications.  Table  salt  solution  was  poured  to  the  soil  surface  10 days  after  planting.  The  test  of guinea  grass  digestibility  was  by  using  nylonbag  on  thr  rumen  catle fistula. The result of the experiment showed that the used of table salt, nitrogen fertilizer and interaction between table  salt with nitrogen fertilizer were not significantly influence (P > 0,05) on the dry matter production,  the  digestibility  dry  matter,    organic  matter  and  crude  fiber  of  theguinea  grass.  The digestibility of crude protein of guinea grass was not significantly affected (P > 0,05) by addition of table salt, but the highly significantly  affected  (P < 0,01) by addition of  nitrogen fertilizer.
SURAT DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW (ANALISIS TEMATIK ATAS SURAT-SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA PARA RAJA) Ubaidillah, Ubaidillah
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 13 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.885 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v13i1.487

Abstract

This paper aims to find the themes of propagation of Islam Prophet Muhammad in the early spread of Islam that can be used uswah h}asanah by preachers in Indonesia in spreading Islam in accordance with the present context. Letters were used as the data in this study are the letters sent by the Prophet Muhammad to the king superpower in the Roman and Persian kings and their little under the authority of the king of the superpower. The letters are including in these types of letter are ten letters. Stanton thematic theory which states that the theme (theme) is contained in the meaning of a story, become the basic theory in this study. In addition, there is also a theme in the study of the distribution of known theme with theme of major and minor themes. In analyzing the data, before entering the core analysis, the author uses the method of analysis and match with sub-method translational match. In this case, the letters of the Prophet Muhammad first translated into Indonesian, after it analyzed according issues to be answered. The findings of this thematic analysis form the major theme of “propagation of Islam” whose content is tailored to the circumstances of the king recipients. Of the major themes, there are minor themes are used to support the universality of the major themes of these letters, they are: dakwah must be by the name of God, pray forsalvation only to Muslims, Jesus is not the son of God, all the religions of Semitic is unity of God (tawhid), religion God recognized only Islam, and Islam is tolerant religion. Tulisan ini bertujuan untuk mencari tema-tema dakwah Islam Nabi Muhammad pada awal penyebaran Islam yang dapat dijadikan uswah h}asanah oleh para da’i di Indonesia dalam menyebarkan agama Islam yang sesuai dengan konteks kekinian. Surat yang dijadikan data pada penelitian ini adalah surat-surat yang dikirim oleh Nabi Muhammad kepada para raja adidaya di Romawi dan Persi beserta raja-raja kecil yang berada di bawah kekuasaan kedua raja adidaya tersebut. Yang temasuk dalam jenis surat ini sejumlah sepuluh pucuk surat. Teori tematik Stanton dan Kenny yang menyatakan bahwa tema (theme) adalah makna yang dikandung sebuah cerita, menjadi landasan teori dalam penelitian ini. Selain itu, terdapat pula pembagian tema yang dalam kajian tema dikenal dengan tema mayor dan tema minor. Dalam menganalisis data, sebelum masuk pada analisis inti, penulis menggunakan metode analisis padan dengan submetode padan translasional. Dalam hal ini, surat-surat Nabi Muhammad tersebut diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia, setelah itu dianalisis sesuai permasalahan yang ingin dijawab. Temuan dari analisis tematik ini berupa tema mayor tentang “dakwah Islam” yang isinya disesuaikan dengan keadaan para raja penerima surat. Dari tema mayor tersebut, terdapat tema-tema minor yang digunakan untuk mendukung keuniversalan tema mayor surat-surat tersebut, yaitu berdakwah harus karena Allah, mendoakan keselamatan hanya untuk muslim, Nabi Isa bukananak Tuhan, seluruh ajaran agama semitik adalah pengesaan Allah, agama yang diakui Allah hanya Islam, dan Islam agama yang toleran.
KOMPOSISI ZAT GIZI MAKANAN SIAP SANTAP ASAL BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA: BAGIAN II Slamet, Dewi Sabita; Komari, Komari; Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 12 (1989)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/2007

Abstract

Telah dianalisis komposisi zat gizi makanan siap santap yang terdiri dari berbagai macam ayam goreng bagian dada, paha dan sayap dari produk/resep luar negeri (Church Texas, Kentucky dan Pioneer), dan produk/resep dalam negeri (Kalasan, Mbok Berek, Pasundan dan Sukabumi). Makanan siap santap lainnya yang dianalisis komposisi zat gizinya adalah masakan/resep khas didaerah dan telah dikenal di berbagai tempat di Indonesia (abon daging, rendang daging, bandeng presto, gurame asam manis, lele pencok, ikan mas pepes, ikan mujair acar kuning dan teri blado). Bahan yang diteliti diperoleh/dibeli di tempat-tempat yang khusus menjual makanan tersebut atau restoran-restoran. Analisis meliputi prosumate, mineral dan vitamin. Hasil analisis komposisi zat gizi berbagai ayam goreng menunjukkan bahwa kadar protein ayam goreng (bagian dada, paha dan sayap produk luar dan dalam negeri tidak jauh berbeda, antara 31.04% - 39.22%; kadar lemak antara 9.02- 20.64%,· zat besi antara 3.0-7.5 mg% dan niasin antara 4.7 -10 mg%. Abon daging yang dibeli dari pasar tinggi kadar serat kasamya, mungkin karena ditambahkan bahan lain. Kandungan zat besi rendang cukup tinggi, mungkin karena kontaminasi dari alat masak. Karotin total yang terdapat dalam rendang, gurame asam manis, mujair acar kuning agaknya berasal dari bumbu yang ditambahkan sementara kadar karotin total lele pencok berasal dari ikan itu sendiri. Kadar kalsium bandeng presto, ikan mas pepes dan teri blado cukup tinggi bila seluruh bagian ikan tersebut dimakan.
KOMPOSISI ZAT GIZI MAKANAN SIAP SANTAP DARI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA: BAGIAN I Slamet, Dewi Sabita; Komari, Komari; Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan JILID 11 (1988)
Publisher : Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/1986

Abstract

Telah dianalisis komposisi zat gizi 10 macam soto dan 12 macam sayuran siap santap asal beberapa daerah di Indonesia. Bahan-bahan untuk penelitian, sebagian dibeli dari pedagang atau restoran yang menjual masakan tersebut, lainnya dibuat sendiri di laboratorium sesuai dengan resep masakan tersebut. Analisis meliputi "proximate", mineral dan vitamin. Per porsi, kandungan energi soto berkisar antara 495 kalori (soto Padang) sampai 152 kalori (soto Kudus), protein berkisar antara 23 gram (soto Padang) sampai 4,7 gram (soto Betawi), besi antara 13,3 miligram (soto Madura) sampai 3,6 miligram (soto Betawi), karoten total antara 3134 mikrogram (soto Banjar) sampai 63 mikrogram (soto Pemalang). Untuk sayuran siap santap, kandungan energi tertinggi dalam gulai pakis (672 kal), terendah dalam sayur asem (119); protein tertinggi dalam brongkos (54.2 g), terendah dalam sayur asem (2.9 g); besi tertinggi dalam botok lamtoro (58.8 mg), terendah dalam sayur sop; karoten total tertinggi dalam gulai pakis (46069 ug), terendah dalam gudeg (642 ug).
Analisis Pengaruh Laporan Hasil Pemeriksaan, Diskresi Akrual Dan Tingkatan Akrual Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Rohman, Abdul; Daud, Rochmawaty; Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Profita: Komunikasi Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol 11, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Mercu Buana, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/profita.2018.v11.03.009

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan berbagai reformasi baik dari sisi tata kelola keuangan, sumberdaya manusia dan organisasi. Reformasi tata kelola keuangan dimulai diterbitkannya berbagai macam undang-undang tentang pengelolaan keuangan pemerintah. Undang-udangan tentang sistem perencanaan, pengelolan keuangan, perbendaharaan, sistem pemeriksanaan keuangan dan sistem pengendalian intern pemerintah telah diterbitkan dan dilaksanakan. Pemerintah telah berupaya sedemikian rupa untuk terus menerus melakukan perubahan secara gradual.Salah satu reformasi yang sangat penting adalah tatakelola keuangan. Unsur tatakelola keuangan yang saat ini menjadi sangat penting dan menjadi perhatian banyak pihak adalah bidang pelaporan atau akuntansi. Pemerintah telah menyusun regulasi dan kebijakan terkait dengan akuntansi. Kebijakan yang diambil pemerintah baik untuk pemerintah pusat maupun daerah adalah basis akuntansi dalam perlakuan akuntansi. Basis akuntansi yang telah diterapkan di Indonesai telah mengalami berbagai macam perubahan. Perubahan mulai dari kas, kas menuju akrual hingga akrual. Pada penelitian sebelum kami telah meneliti tingkatan akrual dan diskresi akrual.Tingkatan akrual yang terjadi pada pemerintah daerah ternyata berbeda-beda. Hal ini terjadi karena diskresi yang diterapkan beragam. Diskresi akrual memiliki pengaruh pada pencapaian sisa labih atau sisa kurang perhitungan anggaran. Hal ini merupakan hasil penelitian yang kami laksanakan sebelumnya. Untuk itu kami merasa perlu melanjutkan penelitian tersebut dengan menggabungkan antara variabel tingkatan akrual, diskresi akrual serta variabel baru yang laporan hasil audit. Dengan ketiga variabel kami akan menguji hubungan ketiganya terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.Dengan menggunakan panel data kami menguji data laporan keuangan peerintah daerah di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintahan terdiri dari Provinsi, Kabupaten dan Kota. Hasil penelitian menujukkan pola hubungan yang berbeda antara satu variabel dependen dan variabel independen. Terdapat variabel yang memiliki hubungan yang positif dan ada juga yang memiliki hubungan yang negatif.Dengan adanya hasil ini diharapkan dapat digunakan oleh manajemen Pemerintah Daerah dalam menerapkan sistem akuntansi yang berbasis akrual.
Lagu “ABC (Ada Banyak Cara)” Karya Trio Bimbo Dalam Analisis Wacana Michel Foucault Ubaidillah, Ubaidillah
Sosiologi Reflektif Vol 6, No 2 (2012): Islam dan Gerakan Sosial
Publisher : Sosiologi Reflektif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

of Indonesia nowadays. Lyric of a song “ABC (Ada Banyak Cara)” by Trio Bimbo that becomes the focus of study in this paper is interesting to be studied, considering the Trio Bimbo is famous musicians who focused on religious themes, voicing out his heart in criticizing the government. The discourse theory of Michel Foucault,in which his discourse of language is closely related to who is in power in the region, is used to analyze this song.The result founds that the discourse of language in the ABC song is representation the mercy of the people, in this case represented by Trio Bimbo sound, such as naikkan gaji sendiri, duduk sidang terus mimpi, jaksa hakim wiraswasta, and other discordant expressions that criticize the government. Trio Bimbo does not hesitate to cast his criticism of the government by voicing the discourse of language which is considered as a direct criticism, without the subtle innuendo. If this happens in the Orde Baru era, the discourse of language must be prohibited by the government, because they were in power at that time. However, after the fall of Orde Baru, resime people have the power to create their own linguistic discourse.
Design of Thermal Conductivity Apparatus Base on Transient-state Radial Cylinder Method Argo, Bambang Dwi; A. Nugroho, Wahyunanto; B. Pristya, Yoes; Ubaidillah, Ubaidillah
International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18517/ijaseit.3.2.310

Abstract

Thermal properties i.e. thermal conductivity (k) of agricultural products provide critical information and data for the design and manufacture of equipment and machines for their processing. Literature generally abounds in information on wide and common agricultural products but lack on some locally grown products. The aim of the present study was to design and construct the thermal conductivity apparatus embedded with controlled temperature system and equipped with record system supported with personal computer as data processor. The apparatus designed based on transient-state radial cylinder method, consist of three main parts i.e. measurement chamber, controls panel and data acquisition processor. Measurement chamber was cylinder equipped by radially sixteen node of thermocouple with controlled temperature heater on center cylinder axis. It was placed in temperature controlled box generated by air flow system to eliminate the effect of surrounding temperature outside chamber. Controls panel functioned as link bridge and control unit that connect the measurement chamber to data acquisition processor. It consists of some electronic circuit e.g. analog to digital converter (ADC) to control and acquire data from some thermocouple and sensors. Personal computer as data acquisition processor embedded with software developed with Borland Delphi. Developed software featured with calibrating, recording, calculating mode and displaying all obtained data graphically. Testing procedure was conducted with empty and filled chamber condition to adjust and calibrate data captured by thermocouples and sensors and displayed on personal computer, compared with actual condition. After some adjustment and calibration, all system was well functioned. The outcomes were in good agreements with thermal conductivity (k) of agricultural products reported in the literatures.Keywords—
Pengaruh Konsentrasi Giberelin (GA3) Terhadap Nilai Nutrisi Calopogonium caeruleum Asra, Revis; Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XV No. 2 November 2012
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research was conducted  to reveal the effect of the Gibberellins concentration  (GA3) on the content of crude protein (CP), acid detergent fiber (ADF) and neutral detergent fiber (NDF) of Calopogonium caeruleum. The design of experiment was the Completely Randomized Design (CRD) in factorial arrangement. The first factors were the concentrations of GA3 namely 0, 100, 200, 300, 400 and 500 ppm, for G0,G1, G2, G3, G4, and G5 respectively and the second factors were the soaking time at 6, 12 and 24 h, for T1, T2 and T3 respectively. Each treatment has three replications. The results showed that there were not significant (P< 0.05) effect of the concentration of GA3 on the content of CP, ADF and NDF of Calopogonium caeruleum
Studi Sistem Drainase Kali Tutup Barat Kabupaten Gresik Berbasis Konservasi Untuk Penanganan Genangan Ubaidillah, Ubaidillah; Bisri, M.; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.572 KB)

Abstract

Gresik city growth, accompanied by the increase of population, urbanization and industrial development poses a considerable impact on the hydrological cycle and reduces the absorption region, resulting in flooding. Floodprone area is around market of the city. The issues raised in the field can be analyzed and poses conditions of the existing drainage system of Kali Tutup Barat Gresik as well as the handling based conservation using Bozem and injection wells. The study results found that the drainage system of Kali Tutup Barat Gresik is unable to cope with puddle. Of the available land, the bozem capacity can accommodate puddle discharge of 4.444 m3, while the injection wells at 706,5 m3.Key words: Population density, drainage, bozem, injection wells
Kerja Sama Antardaerah di Era Otonomi: Belajar dari Keunikan Pawonsari Ubaidillah, Ubaidillah; Yunus, Muhammad
Jurnal Kebijakan Ekonomi Vol 1, No 1 (2005): Agustus
Publisher : Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.365 KB) | DOI: 10.21002/jke.v1i1.9

Abstract

Kerja sama antardaerah menjadi isu penting di era otonomi daerah di tengah egoisme daerah yang justru muncul sebagai respon atas desentralisasi. Egoisme daerah bahkan telah melahirkan sejumlah konflik antar daerah yang berbatasan langsung. Pacitan, Wonogiri dan Gunung Kidul, tiga kabupaten yang relatif tertinggal di bagian selatan Pulau Jawa justru mampu merintis kerja sama yang diberi nama "Pawonsari" Diawali dengan keinginan kuat tiga bupati untuk membuat nota kesepahaman yang kemudian menjadi landasan kerja sama operasional (KSO), kerja sama disusun dan dilaksanakan. Sekretariat bersama dibentuk dan ditempatkan secara bergiliran dengan pembiayaan bersama tiga kabupaten yang terlibat. Dukungan politis juga datang dari legislatif dengan dikeluarkannya keputusan DPRD tiga kabupaten. Sumber permasalahan bersama yaitu keamanan dan air bersih justru menjadi sektor utama yang dikerjasamakan. Masyarakat dilibatkan tidak hanya pada pelaksanaan tapi juga pada penyusunan KSO. Sampai tahun 2004, sudah empat KSO yang dilaksanakan dan empat KSO lain telah selesai dibuat. Meski tetap dalam kerangka Pawonsari, kerja sama yang dibangun dapat hanya melibatkan dua dari tiga kabupaten anggota Pawonsari. Kerja sama ketiga kabupaten di sektor air bersih telah mendatangkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui proyek pipanisasi senilai 5 milyar rupiah. Pelayanan publik di bidang kesehatan dan pendidikan juga telah menjadi jauh lebih baik. Kelembagaan kerja sama dibuat lentur dan KSO dirancang untuk melayani kebutuhan masyarakat. Keberhasilan membangun kerja sama Pawonsari ini membuktikan bahwa kerja sama sangat mungkin dibangun walau daerah-daerah yang melakukan kerja sama bukan merupakan daerah kaya dan terletak jauh dari ibukota provinsi. Keinginan kuat untuk maju membuat kerja sama menjadi sangat mungkin bagi Pawonsari.