Hans Tumaliang
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

Optimalisasi Penjadwalan Pembangkit Listrik di Sistem Sorong Mariang, Yulianto; Patras, Lily S.; Tuegeh, Maickel; Tumaliang, Hans
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.86 KB)

Abstract

Pada pembangkit listrik di sistem Sorong, totalkapasitas terpasang pembangkit termal yaitu : 40.375 MW, yangterdiri dari PLTD Klasaman, PLTD Arar, PLTMG Arar, danPLTD Sewa. Biaya bahan bakar untuk pembangkit termal dalammemproduksi daya listrik untuk memenuhi beban sistem masihrelatif mahal.Untuk mengurangi biaya bahan bakar makapenjadwalan optimal unit pembangkit termal pada sistemSorong perlu dilakukan. Permasalahan yang menyangkutpenjadwalan terdiri dari dua masalah yang saling berhubunganyaitu Economic dispatch digunakan untuk membagi daya yangharus dibangkitkan oleh masing-masing pembangkit darisejumlah pembangkit yang ada untuk memenuhi kebutuhanbeban sistem yang bertujuan untuk mendapatkan total biayabahan bakar yang optimal. Masalah lainnya adalah Unitcommitment yang menentukan jadwal (schedule) on/offpembangkit untuk dapat memenuhi kebutuhan beban.Penjadwalan beban untuk masing-masing unitpembangkit dapat diperoleh dengan menggunakan metodedaftar prioritas dalam menyelesaikan permasalahan unitcommitment. Metode daftar prioritas dalam menyelesaikanpermasalahan unit commitment memberikan hasil yang lebihoptimal dibandingan dengan total biaya yang dikeluarkan olehPT.PLN (Persero) Wilayah Papua Barat Cabang Sorong. Totalbiaya yang dihasilkan dari metode daftar prioritas sebesarRp.469,073,373.8403 adapun biaya pembangkit dari PT. PLN(Persero) Wilayah Papua Barat Cabang Sorong sebesar Rp.513,837,361.8395 dengan demikian ada penghematan sebesar Rp.44,763,987.9992.
Koordinasi Setting Relai Jarak Pada Transmisi 150 kV PLTU 2 SULUT 2 x 25 MW Semuel, Nopransi; Tumaliang, Hans; Patras, Lily; Pakiding, Marthinus
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.621 KB)

Abstract

Saat ini daerah Sulawesi Utara berkembang dengancepat. Perkembangan ini harus diiringi dengan penambahandaya listrik yang ada pada sistem Minahasa. Oleh karena itudibangun beberapa pusat pembangkit tenaga listrik salahsatunya adalah PLTU 2 SULUT dengan kapasitas 2 x 25 MW.Agar supplai daya dari PLTU 2 SULUT tetap stabil, maka salahsatu yang harus diperhatikan adalah proteksi pada salurantransmisi. Saluran transmisi yang terhubung dengan PembangkitListrik Tenaga Uap (PLTU) 2 SULUT adalah Gardu Induk (GI)Lopana, kemudian dari Lopana terdapat beberapa cabang yaituGI Kawangkoan dan Gas Insulated Substation (GIS) Teling.Proteksi utama pada saluran transmisi adalah relaijarak. Agar tidak terjadi tumpang tindih (Overlapping) antarazona proteksi maka setting relai jarak perlu dikoordinasikandengan zona proteksi relai jarak yang lain. Zona 1 relai jarakpada PLTU adalah saluran transmisi antara GI PLTU dan GILopana, Zona 2 adalah saluran transmisi antara GI Lopana danGI Kawangkoaan, dan Zona 3 adalah GI Kawangkoan dan GIPembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong I &II. Sedangkan untuk GIS Teling Zona 1 adalah antara GISTeling dengan GI Lopana, Zona 2 adalah antara GI Lopana danGI PLTU.Dari hasil perhitungan setting relai jarak pada PLTUadalah sebagai berikut : Zona 1 = 2.984 Ð 79.3030 (Ohm), Zona2= 4.4220 Ð 79.30 (Ohm), Zona 3 = 8.041 Ð 74.302 (Ohm). untukzona 1 dan zona 2 sesuai dengan kondisi lapangan, sedangkanuntuk zona 3 tidak sama tapi perbedaannya hasil kecil.Sedangkan untuk GIS Teling diperoleh nilai setting sebagaiberikut : Zona = 7.209 Ð 74.621 (Ohm), Zona 2 = 9.562Ð 75.7740(Ohm) dan Zona 3 = 10.739 Ð 76.1620 (Ohm).
Pemrograman Perhitungan Termis Kabel Bawah Tanah 20 kV Menggunakan Program Visual Basic 6.0 Walangare, Fitriani A.Y.; Patras, Lily S.; Tumaliang, Hans; Nelwan, A. F.
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.606 KB)

Abstract

Kabel bawah tanah merupakan satu atau beberapa kawat yang diisolasikan sehingga tahan terhadap tegangan tertentu dan terpisah antara satu penghantar dengan penghantar lainnya, maupun antara penghantar dengan tanah sehingga dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh garam serta bahan kimia yang berada dalam tanah. Penggunaan kabel bawah tanah memakan biaya cukup besar dalam pemasangan, pemeliharaan dan ketika terjadi gangguan. Walaupun begitu, kabel bawah tanah tetap saja sangat diminati oleh pengguna di daerah perkotaan karena memberikan beberapa keuntungan yaitu memberi keindahan untuk daerah sekitar karena tidak nampak di permukaan tanah, tidak mudah terjadi gangguan oleh cuaca dan memberikan keamanan untuk orang-orang sekitar. Salah satu masalah yang dapat menimbulkan gangguan dan rusaknya kabel bawah tanah adalah kenaikan temperatur atau pemanasan yang timbul akibat arus yang mengalir di dalam kabel. untuk itu perlu di lakukan perhitungan termis untuk mengetahui besar kenaikan temperatur pada kabel bawah tanah tersebut. Untuk mempermudah dalam perhitungan termis, maka perhitungan termis dirancang dalam suatu perangkat lunak Visual Basic 6.0. Perangkat lunak Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer yang dapat membantu dalam membuat berbagai macam program komputer khususnya yang menggunakan sistem operasi windows atau berbasiskan grafis. Berdasarkan hasil perhitungan termis yang dirancang dengan perangkat lunak Visual Basic inilah nantinya akan diketahui kenaikan temperatur dalam kabel dan komponen kabel berbahan logam dan kuat hantar arus kabel. Hasil perhitungan termis tersebut dapat digunakan sebagai acuan atau tolak ukur dalam penggunaan kabel bawah tanah. Kata Kunci: Kabel bawah tanah, kenaikan temperatur, perhitungan termis, Visual Basic
Sistem Pengaturan Kecepatan Motor Ac Satu Fasa Dengan Menggunakan Thyristor Salu, Denny S.T.; Lisi, Fielman; Tumaliang, Hans; Patras, Lily S.
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.814 KB)

Abstract

Kontrol kecepatan motor yang dikembangkan mampu memberikan beberapa kondisi operasi motor, masing-masing memberikan harga maksimum yang berbeda-beda dari laju output motor. Dengan menggunakan regulator kecepatan motor dalam pengontrolan secara simultan maka dilakukan pengontrolan laju kecepatan dari suatu proses pengontrolan kecepatan secara kaskade. Sistem pengontrolan simultan ini diimplementasikan oleh suatu komponen triac yang berfungsi untuk memilih kondisi operasi motor sehingga memberikan laju aliran putaran motor yang sesuai dengan kebutuhan proses. Dalam penelitian menunjukkan bahwa penambahan regulator kecepatan motor penggerak sehingga membentuk sistem pengontrolan simultan dari kecepatan motor dapat menghasilkan unjuk kerja sistem pengontrolan simultan dari kecepatannya sedapat menghasilkan unjuk kerja sistem pengontrolan yang lebih baik dibangdingkan pengontrolan yang hanya menggunakan pengontroloan dengan kecepatan tanpa diubah-ubah. Rangkaian sistem pengontrolan kecepatan motor ac dengan menggunakan thyristor dapat digunakan sebagai pengatur kecepaatan motor secara universal. Semakin besar tegangan yang dinaikkan, besar arus juga semakin besar, dan sebaliknya semakin kecil tegangan yang diberikan maka semakin kecil pula arus yang mengalir sehingga arus lonjakan dapat dihindari.   Kata Kunci : matlab, motor induksi satu fasa, pengatur  kecepatan motor, thyristor.
Perencanaan Sistem Distribusi 20 KV Siau Tahun 2020 Janis, Vinny; Tuegeh, Maickel; Lisi, Fielman; Tumaliang, Hans
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.68 KB)

Abstract

Ketersediaan energi listrik yang memadai memicu perkembangan pembangunan daerah baik dari sektor rumah tangga, sosial, layanan publik, bisnis maupun industri, sehingga mendorong perkembangan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu daerah. Tugas akhir ini bertujuan untuk meramalkan kebutuhan tenaga listrik masyarakat Tahun 2012 – 2020 untuk Siau dan merencanakan sistem distribusi Siau pada tahun 2020. Data yang dibutuhkan antara lain Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah penduduk, Jumlah pelanggan per sektor, Jumlah konsumsi, daya terpasang tenaga listrik per sektor tarif dan beban puncak serta beberapa data pendukung lain. Pengolahan data untuk peramalan kebutuhan tenaga listrik menggunakan DKL 3.02. Hasil peramalan pada ahun 2012 – 2020 pada sektor rumah tangga untuk jumlah pelanggan pertumbuhan rata – rata setiap tahunya adalah 3.1%, sektor bisnis 1.5%, sektor publik 5.7% dan industri 0%. Untuk beban terpasang tahun 2012-2020 pertumbuhan rata-rata pada sektor rumah tangga adalah 2.8%, sektor bisnis 1.5%, sektor publik 5.6% dan sektor industri 0%. Untuk konsumsi energi listrik tahun 2012-2020 pertumbuhan rata-rata pada sektor rumah tangga adalah 25%, sektor bisnis 40.7 %, sektor publik 31.4% dan sektor industri 0%. Sedangkan untuk beban puncak tahun 2012-2020 pertumbuhan rata-rata sebesar 25.5%. Sebelum diadakan penambahan peralatan atau sistem distribusi baru di Siau, tentu saja harus diketahui terlebih dahulu wilayah mana yang akan menjadi sasaran lokasi perencanaan. Karena Siau merupakan letak ibukota kabupaten yang baru mekar, kemungkinan besar pembangunan diberbagai sektor akan terus dilakukan, misalnya pembangunan kantor, lapangan udara, pusat perdagangan, dan sebagainya. Banyak juga perkampungan yang jumlah penduduknya sudah lumayan banyak tapi belum bisa menikmati listrik. Dalam hal ini PLN sudah merencanakan akan terus berusaha agar seluruh wilayah di Siau sudah bisa dilayani listrik.   Kata Kunci: DKL 3.02, perencanaan distribusi, sistem distribusi, tenaga listrik.
Pengaruh Penggunaan PE dan Tree guard pada Jaringan Distribusi Primer 20 kV Kolondam, Halvy; Tumaliang, Hans; Tuegeh, Maickel; Patras, Lily S.
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.552 KB)

Abstract

Abstact— Disruption at 20 kV primary distribution network many times caused by tree branches touching the wires three channels. One alternative solution that is applied is the use of PE and Tree guard. The final task was made in order to know the influence of the use of PE and Tree guard at 20 kV primary distribution network. To determine the effect breakdown voltage testing, insulation resistance testing, reliability analysis based on reliability indices SAIDI and SAIFI in SL4 Sario feeders, and economical calculations before and after use. Based on the test results and calculations, PE and Tree Guard has a value of breakdown voltage and insulation resistance good because it has a value that exceeds the standard. In addition, the value of SAIDI and SAIFI feeders SL4 Sario decreased after the use of PE, it means increased reliability. And also for the calculation of economical use of PE before and after the use of PE in SL4 Sario feeder losses decreased after the use of PE. Key words: 20 kV primary distribution network , PE, Polyetilene ,Tree guard. Abstrak—Gangguan pada jaringan distribusi primer 20 kV banyak kali disebabkan karena sentuhan dahan pohon pada kabel tiga jalur. Salah satu solusi alternatif yang diterapkan adalah penggunaan PE (Polyetilene) dan Tree guard. Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan mengetahui pengaruh penggunaan PE dan Tree guard pada jaringan distribusi primer 20 kV. Untuk mengetahui pengaruhnya dilakukan pengujian tegangan tembus, pengujian tahanan isolasi, analisa keandalan berdasarkan indeks keandalan SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan SAIFI (System Average Interruption Duration Index) pada penyulang SL4 Sario, dan perhitungan ekonomis sebelum dan sesudah penggunaannya. Berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan, PE dan Tree guard memiliki nilai tegangan tembus dan tahanan isolasi yang baik karena memiliki nilai yang melebihi standart. Selain itu, nilai SAIDI dan SAIFI penyulang SL4 Sario mengalami penurunan sesudah penggunaan PE, itu artinya keandalan mengalami peningkatan. Dan juga untuk hasil perhitungan ekonomis sebelum penggunaan PE dan setelah penggunaan PE pada penyulang SL4 Sario terjadi penurunan kerugian setelah penggunaan PE. Kata Kunci:           Jaringan Distribusi Primer 20 kV, PE,  Polyetilene, Tree guard.
OPTIMALISASI PEMBANGKIT LISTRIK MIKROHIDRO (PLTMH) BOROKO TUMALIANG, HANS
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.407 KB)

Abstract

Optimalisasi PLTMH, Analisa dilakukan dengan menggunakan metode Hidrologi JMOCK dan NRECA, untukmenentukan debit rencana /debit Andalan dan juga debit banjir yang berpengaruh terhadap rencana pengembanganPLTMH, debit Rencana/ Andalan adalah debit yang dapat digunakan sebagai kapasitas debit yang optimal untukPLTMH yang secara kontinuitas dapat diharapkan tidak berubah, dari analisa yang dilakukan debit rencana / andalanyaitu: 4m3/det dengan Head Optimal yang ditentukan dari pengukuran Elevasi yaitu pada Head = 50 meter. Sehinggadari kondisi ini dapat dihitung kapasitas minimal PLTMH adalah 880 kW dan Optimal Pada 2 x 800 kW.
Analisa Pertumbuhan Beban Terhadap Ketersediaan Energi Listrik di Sistem Kelistrikan Sulawesi Selatan Putra, Chandra P.; Tuegeh, Maickel; Tumaliang, Hans; Patras, Lily S.
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.025 KB)

Abstract

Abstrack-- In the electrical system the forecast strategy on load growth and power supply is needed , since the need of the electrical energy will growth continuously each year. The population growth and economic factors of a region are believed to be the triggering factors to increasing consumption of electrical energy in the area. These conditions must be anticipated as early as possible so that the availability of electrical energy can be provided in sufficient quantity. This final project aims to scheme the number of customer electrical energy, electrical energy needs, the production of electric energy and peak load, in South Sulawesi 2013 to 2017 by using the software LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System). Furthermore, determine the schedule when supplementary generation capacity of electric energy supply shortage based on  the projected results, and examine potential sources of primary energy in South Sulawesi. The results of the schemed amount of electricity customers in South Sulawesi is constantly increasing from  2013 - 2017, with average growth is 6.12 percent per year, the increasing of customer is 1,566,389.75 in 2013 to 1,986,773.15 in 2017, the average consumption growth of electrical energy during the period by 12.95 percent per year, with a total consumption in 2017 amounted to 6,513,880.42 MWh. Projected production of electric energy is also increased according to the increase in electrical energy consumption with average growth 13.1 percent per year or a total of 7,336,253.33 MWh in 2017. Results of peak load growth projected average is 12.98 percent per year, the total electric energy needs in 2017 amounted to 1,323.02 MW. Based on a projection of the electrical energy needs in South Sulawesi for 2013 - 2017, to be able to fulfill electrical energy needs in 2017, the planned generator capacity expansion scheduled to be done gradually from 2014 to 2016, with the plan to increase generating capacity to 330 MW. South Sulawesi has a lot of potential primary energy that can be used as an alternative power plant development, including: water energy that can be harnessed into reach 1,835.8 MW hydro and micro power of 68.84 MW, natural gas reserves amounted to 377.3 BSCF measured, measured reserves of coal with 5.2 million tons and geothermal capacity reaches 1,950 MW. Key words :    Electrical energy, Electrical energy needs, LEAP, The availability of electrical energy, Potential primary energy Abstrak-- Dalam sistem kelistrikan strategi perkiraan pertumbuhan beban dan penyediaan daya sangat dibutuhkan, dikarenakan kebutuhan masyarakat akan energi listrik terus bertumbuh setiap tahunnya. Disamping pertumbuhan penduduk, faktor ekonomi suatu daerah juga diyakini sebagai salah satu faktor pemicu meningkatnya konsumsi energi listrik di daerah tersebut. Kondisi ini tentunya harus diantisipasi sedini mungkin agar ketersediaan energi listrik dapat tersedia dalam jumlah yang cukup. Tugas akhir ini bertujuan untuk memproyeksikan jumlah pelanggan energi listrik, kebutuhan energi listrik, produksi energi listrik dan beban puncak, di Sulawesi Selatan tahun 2013 sampai tahun 2017 menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System). Selain itu, akan ditentukan jadwal penambahan kapasitas pembangkit bila terjadi kekurangan pasokan energi listrik sesuai dengan hasil proyeksi, serta mengkaji potensi sumber energi primer yang ada di Sulawesi Selatan. Hasil proyeksi jumlah pelanggan energi listrik di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan dari tahun 2013 – 2017 , dengan pertumbuhan rata – rata sebesar 6.12 persen per tahun atau meningkat dari 1,566,389.75 pelanggan pada tahun 2013 menjadi 1,986,773.15 pelanggan pada tahun 2017, pertumbuhan rata – rata konsumsi energi listrik selama periode tersebut sebesar 12.95 persen per tahun dengan total konsumsi pada tahun 2017 sebesar 6,513,880.42 MWh. Proyeksi produksi energi listrik juga meningkat sesuai dengan peningkatan konsumsi energi listrik dengan pertumbuhan rata – rata 13.1 persen per tahun atau sebesar 7,336,253.33 MWh pada tahun 2017. Hasil proyeksi beban puncak bertumbuh rata – rata 12.98 persen per tahun, dengan total kebutuhan energi listrik pada tahun 2017 sebesar 1,323.02 MW. Berdasarkan hasil proyeksi kebutuhan energi listrik Sulawesi Selatan tahun 2013 – 2017, untuk dapat memenuhi kebutuhan energi listrik sampai tahun 2017, maka direncanakan penambahan kapasitas pembangkit dijadwalkan dilakukan secara bertahap dari tahun 2014 sampai tahun 2016, dengan rencana penambahan kapasitas pembangkit sebesar 330 MW. Provinsi Sulawesi Selatan memiliki banyak potensi energi primer yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengembangan pembangkit listrik, diantaranya: energi air yang dapat dimanfaatkan menjadi PLTA mencapai 1,835.8 MW dan PLTM sebesar 68.84 MW, gas alam dengan cadangan terukur sebesar 377.3 BSCF, batu bara dengan cadangan terukur 5.2 juta ton dan panas bumi dengan kapasitas mencapai 1,950 MW.   Kata Kunci : Energi listrik, Kebutuhan energi listrik, Ketersediaan energi listrik, LEAP, Potensi energi primer
Analisa Stabilitas Transien Untuk Menentukan Waktu Pemutusan Kritis (Critical Clearing Time) Pada Jaringan Transmisi 70 kV PLTA Tanggari II-GI Sawangan Dengan Menggunakan Program Matlab Pongtiku, James A.; Tuegeh, Maickel; Tumaliang, Hans
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.819 KB)

Abstract

Abstract - An electric power system is connected through theinterconnected transmission network is not free frominterference. The existence of disturbance can cause instability .Instability can affect change in the system , such as a change involtage and frequency of the system . Sudden severe disorder thatis common in systems such as short circuit , conductor rupture ,and increased loading can cause loss of synchronization . Itstretcher requires transient stability analysis that helps todetermine the time setting on / off relay protection and circuitbreaker disconnection time critical . In this thesis aims todetermine the critical clearing time in the event of disruption ofthree phase on the electrical system of PLTA Tanggari II - GISawangan . Therefore , simulation using matlab programtermination critical in determining the appropriate time toanticipate system instability.Keywords : Critical Clearing Time, Disturbance, MatlabPrograms, Transient Stability,Abstrak - Suatu sistem tenaga listrik yang dihubungkansecara terinterkoneksi melalui jaringan transmisi tidak lepasdari adanya gangguan. Adanya gangguan yang terjadi dapatmenimbulkan ketidakstabilan. Ketidakstabilan dapatmempengaruhi perubahan pada sistem, berupa perubahanpada tegangan dan frekuensi sistem. Gangguan berat yangbersifat mendadak pada sistem yang sering terjadi sepertihubung singkat, putusnya penghantar, dan meningkatnyapembebanan dapat menyebabkan hilangnya sinkronisasi. Halterebut memerlukan analisa stabilitas transien yang membantuuntuk menentukan setting waktu on/off relai proteksi , danwaktu pemutusan kritis circuit breaker. Pada tugas akhir inibertujuan untuk mengetahui waktu pemutusan kritis (CriticalClearing Time) pada saat terjadi gangguan tiga phasa (3 phasefault) pada sistem kelistrikan PLTA Tanggari II - GISawangan. Oleh karena itu, dilakukan simulasi denganmenggunakan program matlab dalam menentukan waktupemutusan kritis yang tepat untuk mengantisipasi terjadinyaketidakstabilan sistem.Kata Kunci : Gangguan, Kestabilan Transien, ProgamMatlab, Waktu Pemutusan Kritis
Kajian Perencanaan Energi Listrik di Wilayah Kabupaten Sorong Menggunakan Perangkat Lunak LEAP Tampubolon, Eric H.; Tumaliang, Hans; Rumbayan, Meita S.
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.334 KB)

Abstract

Abstract Act No. 30 Year 2009 on Electricity in Chapter VI mandate that local goverments must develop the General Plan of Regional Electricity. This study aims to predict the level of consumption (demand) of electricity in 2013 to 2020 per sector tariffs for Sorong regency. Additionally it also calculated the amount of electrical energy customers Sorong regency and elasticity. The data needed include PLN data about the number of customers and consumption of energy in each sector 2007-2012 period, Gross Domestic Product data (GDP) of Sorong regency, as well as some other data that support. Processing of the data to predict the level of consumption of electrical energy using software LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System). Demand is calculated based on the amount of activity and the amount of electrical energy consumption of electrical energy consumption per activity (energy intensity). In 2013 as the base year calculation. The results obtained from the electrical energy demand forecast in 2012-2030 showed a positive number that is increased from 2.5 MW to 38.1 MW. The rate of growth - average is 17,4% annually. This research expected to provide input for the local Goverment of Sorong District in the energy policy in particulary and regional development planning in general.  Keyword : electricity, energy elasticity, energy intensity, LEAP  Abstrak Undang – undang No. 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan dalam Bab VI pasal 7 mengamanatkan bahwa Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksikan besarnya tingkat konsumsi (permintaan) energi listrik tahun 2013 hingga 2020 per sektor tarif untuk Kabupaten Sorong. Selain itu dihitung pula jumlah pelanggan energi listrik Kabupaten Sorong dan elastisitas. Data – data yang diperlukan antara lain data PLN tentang jumlah pelanggan dan konsumsi energinya di masing – masing sektor periode 2007-2012, data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sorong, serta beberapa data lainnya yang mendukung. Pengolahan data untuk memprediksi tingkat konsumsi energi listrik menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System). Permintaan dihitung berdasarkan besarnya aktivitas pemakaian energi listrik dan besarnya pemakaian energi listrik per aktivitas (intensitas energi). Tahun 2013 sebagai tahun dasar perhitungan. Hasil yang diperoleh dari prediksi permintaan energi listrik pada tahun 2013-2030 menunjukkan angka yang positif yaitu meningkat dari 2,5 MW menjadi 38,1  MW. Pertumbuhan rata – rata setiap tahunnya adalah 15,9 %. Dari penelitian ini dihasilkan gambaran dan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Sorong dalam pengambilan kebijakan bidang energi pada khususnya dan perencanaan pembangunan kewilayahan pada umumnya..  Kata kunci :energi listrik, elastisitas energi, intensitas energi, LEAP