Articles

Found 25 Documents
Search

PENGENDALIAN PERSEDIAAN MINYAK SAWIT DAN INTI SAWIT PADA PT PQR DENGAN MODEL ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ) Apriliyanti, Apriliyanti; Tulus, Tulus; Ariswoyo, Suwarno
Saintia Matematika Vol 1, No 1 (2013): Saintia Matematika
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Persediaan merupakan banyaknya barang yang disimpan untuk memenuhi permintaan pelanggan pada periode mendatang. Permintaan yang tidak menentu dapat mengakibatkan kekurangan atau kelebihan barang. Oleh karena itu, pengendalian persediaan sangat diperlukan. Pengendalian persediaan merupakan masalah utama pada manajemen perusahaan. Begitu juga pada PT PQR yang memproduksi Minyak Sawit dan Inti Sawit. Model EPQ sangat tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data jumlah produksi dan penyaluran serta jumlah biaya pengadaan dan penyimpanan. Data ini diperoleh dengan mengumpulkan data langsung dari perusahaan. Lalu data diolah menggunakan model EPQ. Hasil yang diperoleh adalah jumlah produksi optimal Minyak Sawit untuk tiap kali produksi sebesar 4.695.305,264 kg dengan interval waktu optimal 1,509 bulan dan biaya minimum persediaan Rp 16.727.843.344,500. Untuk Inti Sawit, jumlah produksi optimal untuk tiap kali produksi sebesar 974.878,956 kg dengan interval waktu optimal 1,702 bulan dan biaya minimum persediaan Rp 735.147.352,354.
MIGRABILITY OF ADDITIVE ( STEARAT ACID AND PALMITAT ACID) IN THE SOLID STATE OF POLYMER MN, Nasruddin; Wirjosentono, Basuki; Tulus, Tulus; Herawan, Tjahyono
Jurnal Dinamis No 5 (2009)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.509 KB)

Abstract

ABSTRACTPoly vinyl Chloride ( PVC) represent materials of thermoplastic as solid polymer conducted in the form of plastic sheet which not yet been mixed with something additive, while other film mixed with additive in the form of oleic acid and Palmitic Acid with comparison 10 : 1; 10 : 2; 10 : 3; and 10 : 4; tested migration testing by arranging in film and pressing between each of PVC and oleic acid, PVC and Palmitic Acid; after that they kept in a place that available and left araund 30 days, then the additive migration of oleic acid into PVC equal to 4.2035 % and the additive of Palmitic to PVC 5.8080 %. From the result obtained the amount of additive migration of oleic acid to is PVC smaller than the additive migration of Palmitic Acid to PVC. It also can be seen that effect of additive migration to solid polymer progressively increase (linearly compass with keeping time).Keyword : Polymer - PVC - Additive - Migration - Time.
ANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, PENDIDIKAN DAN PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI KAB/KOTA PROPINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2010–2011 Sinaga, Kristina Pestaria; Tulus, Tulus; Darnius, Open
Saintia Matematika Vol 1, No 3 (2013): Saintia Matematika
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.576 KB)

Abstract

Kemiskinan adalah salah satu penyakit ekonomi makro yang dihadapioleh Negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Propinsi Sumatera Utarabagian dari Negara Indonesia, juga menghadapi masalah yang tidak berbeda. Penelitian ini menganalisis pengaruh PDRB, pendidikan (jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan) dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kab/Kota Propinsi Sumatera Utara dengan menggunakan data tahun 2010–2011. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda berdasarkan metode Doolittle dipersingkat. Hasil analisis hubungan fungsional antara kemiskinan dengan 6 variabel prediktornya yaitu: Y = 0, 357 + 1, 5447X1 − 0, 321X2 − 0, 526X3 − 0, 640X4 + 0, 769X5 − 0, 088X6. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),pendidikan tamat universitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, pendidikan tamat SD, SLTP, SLTA berpengaruh negatif dan signifikan dalam menurunkan kemiskinan sedangkan berpengaruh positif dan variabel pengangguran berpengaruh negatif dan tidak signifikan dalam menurunkan kemiskinan di Kab/Kota Propinsi Sumatera Utara.
PREDIKSI KEBUTUHAN BERAS DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2013-2015 DENGAN METODE FUZZY REGRESI BERGANDA Pakpahan, Ristauli; Tulus, Tulus; Situmorang, Marihat
Saintia Matematika Vol 1, No 4 (2013): Saintia Matematika
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.891 KB)

Abstract

Kebutuhan beras masyarakat Sumatera Utara setiap tahun selaluberubah-ubah tergantung pada jumlah penduduk, jumlah produksi padi dan jumlah produksi beras. Penelitian ini menggunakan metode fuzzy regresi berganda untuk memprediksi kebutuhan beras masyarakat Sumatera Utara. Metode ini menggunakan 4 variabel, yaitu : jumlah penduduk (X1), jumlah produksi padi (X2), jumlah produksi beras (X3) dan jumlah kebutuhan beras (Y ). Nilai tegas diperoleh sebagai fungsi X, yaitu Y = F(X). Nilai Y bukan nilai eksak dengan toleransi error nilai Y cukup kecil sebagai fungsi dari X, sehingga dibuat suatu interval yang memuat semua data hasil regresi. Hasil perhitungan menunjukkan metode fuzzy regresi berganda dapat mengakomodasi jumlah prediksi kebutuhan beras masyarakat Sumatera Utara tahun 2013-2015.
GRUP MONOTHETIC TOPOLOGI DISKRIT PADA DUALITAS PONTRYAGIN Bali, Lukas Fagolo Dodo; Tulus, Tulus; Mardiningsih, Mardiningsih
Saintia Matematika Vol 1, No 6 (2013): Saintia Matematika
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.518 KB)

Abstract

Dalam teori grup topologi kompak lokal, grup yang memiliki subgrup si-klik yang padat menjadi hal yang sangat mendasar. Van Dantzig memperkenalkangrup dengan struktur tersebut sebagai grup monothetic. Dualitas Pontryagin meru-pakan homomorfisma kontinu antara grup topologi G dan grup lingkaran T, yakniHom(G, T), dan himpunan semua homomorfisma tersebut membentuk grup dual,disimbolkan b G, denganbG= { | : G ! T, kontinu }.Penelitian ini mengkaji struktur grup dual bilamana G adalah grup monothetic.Akan diperlihatkan G dan grup dualnya memiliki orde yang sama dan keduanyaisomorfik.
GRUP MONOTHETIC TOPOLOGI DISKRIT PADA DUALITAS PONTRYAGIN Bali, Lukas Fagolo Dodo; Tulus, Tulus; Mardiningsih, Mardiningsih
Saintia Matematika Vol 1, No 6 (2013): Saintia Matematika
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.518 KB)

Abstract

Dalam teori grup topologi kompak lokal, grup yang memiliki subgrup si-klik yang padat menjadi hal yang sangat mendasar. Van Dantzig memperkenalkangrup dengan struktur tersebut sebagai grup monothetic. Dualitas Pontryagin meru-pakan homomorfisma kontinu antara grup topologi G dan grup lingkaran T, yakniHom(G, T), dan himpunan semua homomorfisma tersebut membentuk grup dual,disimbolkan b G, denganbG= { | : G ! T, kontinu }.Penelitian ini mengkaji struktur grup dual bilamana G adalah grup monothetic.Akan diperlihatkan G dan grup dualnya memiliki orde yang sama dan keduanyaisomorfik.
Pengenalan Tingkat Kematangan Buah Pepaya Paya Rabo Menggunakan Pengolahan Citra Berdasarkan Warna RGB Dengan K-Means Clustering Eliyani, Eliyani; Tulus, Tulus; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.669 KB)

Abstract

Proses identifikasi buah-buahan secara tradisional mengalami banyak kendala akibat sifat manusia yang mempunyai kelemahan yang menyebabkan hasil yang diinginkan tidak efektif. Kemajuan teknologi komputer telah menyentuh dunia pertanian dari segi sebelum panen maupun pasca panen. Di sini timbul permasalahan bagaimana mengenali buah sehingga sesuai dengan kondisi nyata. Kondisi buah pepaya ditentukan oleh tingkat kematangan yang dilihat dari sisi warna pepaya. Klasifikasi yang lakukan oleh petani biasanya mengelompokkan pepaya dalam katagori muda, mengkal, dan masak penuh. Metode pengolahan citra mempunyai kemampuan untuk menganalisa kondisi kematangan pepaya dengan menggunakan nilai Red, Green, Blue (RGB) sebagai acuan. Penentuan klasifikasi dengan metode K-means clustering yang  menggunakan selisih jarak eucludian sebagai acuannya. Untuk hasil pada kelompok pepaya muda 60% berhasil dikenali sebagai pepaya muda, kelompok pepaya mengkal 90% berhasil dikenali sebagai masak mengkal sedangkan pada kelompok  pepaya penuh 100 % dikenali sebagai masak penuh. Sehingga dapat disimpulkan metode K-means Clustering hampir sama dengan proses klasifikasi oleh  petani yang sudah berpengalaman bertahun tahun.
KLASIFIKASI DAN PENINGKATAN KUALITAS CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM) Salahuddin, Salahuddin; Tulus, Tulus; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.334 KB)

Abstract

Sistem pengenalan sidik jari bertujuan untuk mengidentifikasi sidik jari seseorang sehingga dapat di kenali ciri unik dari orang tersebut. Hasil dari ekstraksi ciri sidik jari sangat bergantung pada kualitas dari citra sidik jari itu sendiri, seperti halnya kejelasan ridge structure pada citra sidik jari. Citra yang baik akan memiliki kontras yang baik dan dapat menggambarkan ridges dan valleys. Jenis sidik jari didefinisikan diantaranya: sidik jari berminyak yang memiliki piksel ridges cenderung sangat tebal, sidik jari kering yang memiliki ridges yang kasar pada tingkat lokal dan terdapat piksel putih/ valley yang banyak, serta sidik jari netral secara umum tidak memiliki sifat khusus seperti berminyak dan kering. Untuk mendapatkan citra yang baik pada citra sidik jari kering dilakukan ekstraksi garis tengahnya dan menghapus piksel putih/valley sehingga nilai ridge meningkat. Penelitian ini menggunakan metode FFT karena FFT merupakan salah satu algoritma yang dapat menghitung secara cepat dan mendukung dilakukan proses secara real time. Dengan metode FFT citra sidik jari dengan ridges yang terputus dianalisa dan dihitung probabilitasnya dari ridge frequency dan ridge orientation, setelah ditingkatkan kualitasnya dengan menggunakan FFT maka didapatkan peningkatan piksel ridge 97.52 % pada konstanta k=0,6. Dan Hasil Verifikasi Persentase Matching Sidik jari tertinggi pada nilai konstanta k=0,6 yaitu 54,29%.
PENINGKATAN UNJUK KERJA VERIFIKASI CITRA SIDIK JARI BERMINYAK BERDASARKAN MINUTIAE DENGAN METODE GABOR FILTER Munazzar, Sayed; Tulus, Tulus; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.83 KB)

Abstract

Sidik jari merupakan salah satu sistem biometrik yang banyak digunakan untuk pengenalan secara otomatis maupun pemeriksaan identitas dikarenakan sifat dari citra sidik jari yang uniqness dan tidak pernah berubah. Dengan menggunakan 56 sampel sidik jari dari 7 orang yang berbeda, verifikasi citra sidik jari berminyak berdasarkan minutiae bertujuan untuk mendapat nilai minutiae dari citra sidik jari yang maksimal sehingga citra sidik jari bisa didapatkan kecocokan paling tinggi. Hasil dari verifikasi citra sidik jari normal dengan citra sidik jari berminyak sebelum gabor menghasilkan kecocokan sebesar 15,54% sedangkan verifikasi citra sidik jari normal dengan citra sidik jari berminyak setelah gabor menghasilkan kecocokan sebesar 20,46% sehingga persentase kecocokan meningkat 5%.
DETEKSI FITUR WAJAH MANUSIA TANPA MARKER AKTIF MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) Muliyadi, Muliyadi; Tulus, Tulus; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.531 KB)

Abstract

Motion capture dengan menggunakan marker aktif yang ada saat ini membutuhkan perangkat dan pakaian khusus yang dipakai oleh aktor yang mengakibatkan aktor sulit untuk melakukan gerakan-gerakan yang kompleks. Hal ini kemungkinan ada bagian marker yang terlepas atau  tidak tertangkap oleh kamera sehingga mempengaruhi hasil capture. Dalam penelitian ini akan Menggunakan Metode Principal Component Analysis (PCA) untuk mendeteksi   fitur–fitur wajah yang meliputi alis, mata, hitung, mulut dan lengkungan wajah. tanpa menggunakan marker akan tetapi dengan menggunakan titik landmark pada setiap fitur-fitur wajah, yang nantinya dapat memberikan kontribusi pada bidang penelitian facial motion capture dan pada dunia animasi serta game development sehingga akan mempermudah para kreator dalam membuat animasi yang realistis sebagaimana gerakan aslinya atau alami dari Aktor tanpa menggunakan pakaian khusus atau marker.