Articles
7
Documents
Uji Potensi Cendawan Endofit Beauveria bassiana terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.)

Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.111 KB)

Abstract

Peranan cendawan endofit dalam bidang pertanian banyak mendapat perhatian karena selain dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman, juga mempunyai kemampuan dalam memacu perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Salah satu cendawan endofit yang diuji dalam penelitian ini adalah Beauveria bassiana berasal dari isolat tanaman gandum, tanaman kopi, tanaman kakao dan cendawan Beauveria bassiana dari serangga walang sangit (Leptocorisa acuta). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kolonisasi cendawan endofit Beauveria bassiana dari isolat gandum, kakao, kopi dan serangga walang sangit terhadap benih dan bibit cabai, untuk mendapatkan waktu yang terbaik dalam memacu perkecambahan dan pertumbuhan bibit cabai melalui metode perendaman benih dengan suspensi Beauveria bassiana selama 2, 6 dan 10 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua isolat Beauveria bassiana mampu mengkolonisasi benih maupun bibit tanaman cabai dan Bb dari isolat gandum merupakan isolat yang terbaik memacu perkecambahan dan pertumbuhan bibit cabai dengan perendaman benih selama 6 jam.

Patogenitas cendawan entomopatogen Nomuraea rileyi (Farl.) Sams. terhadap hama Spodoptera exigua Hübner (Lepidoptera: Noctuidae)

Jurnal Entomologi Indonesia Vol 5, No 2 (2008): September
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.629 KB)

Abstract

The purpose of this research is to study the pathogenicity of Nomuraea rileyi (Farl.) Sams. to eggs and larvae of Spodoptera exigua Hübner (Lepidoptera: Noctuidae).The fungi were isolated from insect cadaver of S. exigua. Egg clusters and several instar larvae with different conidial concentrations (106 – 109 conidia/ml) were used in the experiment. The results of experiment showed that there was no effect of all concentrations of fungi on egg mortality. Mortality of S. exigua larvae was dependent on the instar and conidial concentration. Generally with increasing conidial concentrations, the mortality were also increasing.

Tanggap fungsional Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae) terhadap Aphis gossypii (Glover) (Homoptera: Aphididae) pada umur tanaman cabai berbeda

Jurnal Entomologi Indonesia Vol 9, No 1 (2012): April
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.961 KB)

Abstract

The lady beetle, Menochilus sexmaculatus is one of the biological control agents that can be used to control aphids. Presently, there is a lack of information about the effectiveness of this beetle to control aphids. The objective of this research was to study the functional response of M. sexmaculatus on Aphis gossypii at different ages of plants. All preys were exposed to one M. sexmaculatus adult for an hour at five different densities of aphids (10, 20, 30, 40, and 50 individuals) is four different ages of chilli plants (2,4,6, and 8 weeks). Data were analyzed by ANOVA and logistic regression to determine the type of functional response. The results showed that the ability of M. sexmaculatus to prey was not significant at 2 to 4 and 6 to 8 weeks old chilli plants. At 2 week old chilli plants M. sexmaculatus showed type I of functional response, while at 4, 6 and 8 weeks the functional response were type III.

PATOGENISITAS JAMUR ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana (DEUTEROMYCOTINA: HYPHOMYCETES) TERHADAP TELUR Crocidolomia pavonana (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE)

Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 11, No 1 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari patogenisitas jamur entomopatogen Beauveria bassiana(Bals.) Vuill. (Deuteromycotina: Hyphomycetes) yang diisolasi dari berbagai lokasi dan jenis inang diIndonesia terhadap telur Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Pyralidae). Pada percobaan inidigunakan kelompok telur dan 13 isolat B. bassiana, yaitu Bb-La1, Bb-La2, Bb-La3, Bb-La4, Bb-Hh1, Bb-Hh2, Bb-Cp, Bb-Thr, Bb-Sl, Bb-Nl, Bb-725, Bb-Cc, Bb-Rl. Aplikasi jamur dilakukan dengan caraperendaman kelompok telur C. Pavonana ke dalam suspensi konidia selama 60 detik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak ada pengaruh aplikasi seluruh isolat B. bassiana terhadap mortalitas telur, akantetapi beberapa larva instar I mati 3 hari setelah keluar dari telur. Mortalitas larva instar I maksimal 91.00%.Kata kunci: Beauveria bassiana, patogenesitas, isolat, telur Crocidolomia pavonana ABSTRACTThe purpose of this research was to study the pathogenicity of Beauveria bassiana (Bals.) Vuill.(Deuteromycotina: Hyphomycetes) originated from different geographical locations and host ranges inIndonesia to eggs of Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Pyralidae). Egg clusters and thirteenisolates, i.e., Bb-La1, Bb-La2, Bb-La3, Bb-La4, Bb-Hh1, Bb-Hh2, Bb-Cp, Bb-Thr, Bb-Sl, Bb-Nl, Bb-725,Bb-Cc, Bb-Rl were used in the experiment. Egg cluster directly inoculated with conidial suspensions usingdipping methods in 60 seconds. The results of experiment showed that there was no effect of all isolates onegg mortality, but that some first instar larvae died 3 days after eclosion. The maximum mortality of firstinstar larvae was 91.00%.Key words: Beauveria bassiana, pathogenicity, isolates, Crocidolomia pavonana eggs 

JPT : JURNAL PROTEKSI TANAMAN (JOURNAL OF PLANT PROTECTION) Vol 1 No 1 (2017): Pengendalian Hayati dan Insektisida Nabati
Publisher : Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Unand

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.636 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter fisiologi isolat B. bassiana yang berasal dari berbagai inang dan virulensinya terhadap Spodoptera litura. Lima isolat B. bassiana yang diuji diisolasi dari hama Leptocorisa oratorius (F.) dan Hypothenemus hampei (Ferr.), rizosfer tanaman bawang daun buah kakao dan batang gandum. Karakter fisiologi yang diamati adalah daya kecambah konidia, pertumbuhan koloni, dan sporulasi, Cendawan diperbanyak pada media SDAY dan uji virulensi dilakukan terhadap larva instar II S. litura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya kecambah konidia, pertumbuhan koloni dan sporulasi bervariasi antar isolat. Isolat B. bassiana yang diisolasi dari L. oratorius dan buah kakao memiliki karakter fisiologi yang lebih baik dibandingkan dengan isolat lain. Kedua isolat ini juga lebih virulen terhadap larva instar II S. litura dengan mortalitas sebesar 80 – 81,67%.

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PELATIHAN PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KAKAO DI KANAGARIAN CAMPAGO KABUPATEN PADANG PARIAMAN

BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 4: Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan metode pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kakao telah dilakukan di kelompok tani kakao Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupeten Padang Pariaman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani melalui peningkatkan pengetahuan petani kakao tentang budidaya serta hama dan penyakit   yang menyerang tanaman kakao. Kegiatan ini terdiri  dari sosialisasi, penyuluhan dan praktek lapang.  Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan terkait pengetahuan petani tentang budidaya dan hama dan penyakit pada tanaman kakao.   Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa:  (a). Tingkat hama dan penyakit pada perkebunan kakao di daerah ini cukup tinggi (55% dan 65%), (b). Petani kakao di nagari Campago belum melakukan budidaya tanaman kakao yang baik, dan (c). petani tidak memahami hama dan penyakit yang menyerang tanaman kakao mereka dan tidak memahami metode untuk mengendalikan hama dan penyakit.  Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya dan pengelolaan hama dan penyakit pada tanaman kakao.

Patogenisitas Beberapa Isolat Cendawan Entomopatogen Metarhizium spp. terhadap Telur Spodoptera litura Fabricius (Lepidoptera: Noctuidae)

Jurnal Entomologi Indonesia Vol 8, No 1 (2011): April
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.978 KB)

Abstract

Metarhizium spp. is one of the entomopathogenic fungus that can be used to control Spodoptera litura. The purpose of this research was to study the pathogenicity of Metarhizium spp. to Spodoptera litura eggs. The isolates were collected from rhizosphere of different crops i.e., cabbage, onion, leek and chili. The results showed that there was effect of all isolates on egg mortality. Mortality of S. litura eggs depend on the fungal isolates, ranged between 19.79%-75.70%. First instar larvae was also died 3 days after eclosion. The maximum mortality of first instar larvae was 58.65%. At a concentration of 108 conidia/ml, isolate Mt-kb had the highest virulence which caused higher mortality of eggs and first instar larvae.