p-Index From 2015 - 2020
11.545
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Prosiding KOMMIT Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Gorga Jurnal Seni Rupa Pembelajaran Matematika Jurnal Inovasi Pendidikan Paedagogia Jurnal Pendidikan Matematika SoLuSi ( Tersohor Luas dan Berisi ) Atom Indonesia Journal Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Gaung Informatika Journal of Education and Learning KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Abdimas Jurnal S2 Pendidikan Matematika YUSTISIA Jurnal Penelitian Hasil Hutan Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Riset Manajemen dan Akuntansi Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Journal of Mathematics and Mathematics Education AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Kelautan Tropis BERITA BIOLOGI Sari Pediatri Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Catharsis Eduarts: Journal of Arts Education The Journal of Educational Development Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture Jurnal Pembelajaran Matematika Jurnal ASPIKOM Indonesian Journal of Chemistry Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indonesian Aquaculture Journal Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Community Res Judicata Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Jurnal Jatiswara Jurnal Kesehatan Jurnal Salaka Sastra Indonesia Jurnal Source Ilmu Komunikasi
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences

Isolasi Bakteri Asam Laktat dari Usus Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dan Potensinya Sebagai Antivibrio Nursyirwani, Nursyirwani; Asmara, W.; Wahyuni, A.E.T.H.; Triyanto, Triyanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 16, No 2 (2011): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6578.33 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan menguji potensi antibakterial bakteri asam laktat dari ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) terhadap bakteri patogen Vibrio alginolyticus. Bakteri tersebut diisolasi dari usus ikan dengan metode sebarulas pada media agar MRS dan GYP+CaCO3. Koloni yang tumbuh diidentifikasi  berdasarkan  karakter  morfologi,  biokimia  dan  fisiologi.  Aktivitas  antibacterial  terhadap  V. alginolyticus diuji dengan metode difusi kertas cakram pada media Zobell 2216E lapis ganda, diameter zona jernih disekitar kertas cakram diukur dengan kaliper. Pada medium agar GYP+CaCO3 didapatkan 21 isolat yang menampakkan zona jernih disekitar koloninya. Dari karakteristik morfologi, biokimia dan fisiologi dari isolat-isolat tersebut semua isolat dapat dikategorikan kedalam genus Lactobacillus. Tetapi, dari uji aktivitas antivibrio hanya 20 isolat menunjukkan zona hambat yang berkisar dari 14,0-21,5 mm, dimana tiga isolat menunjukkan aktivitas tertinggi, yaitu berturut-turut isolat KSBU 12C, KSBU 13D dan KSBU 5Da.Kata kunci: Isolasi, bakteri asam laktat, antivibrio, Kerapu Macan The objectives of this research were to isolate and examine antibacterial potency of lactic acid bacteria from Tiger Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) against pathogen, Vibrio alginolyticus. The bacteria were isolated from the fish intestine by spread plate method on MRS and GYP+CaCO3  agar media. The grown colonies were identified based on morphological, biochemical and physiological characters. Antibacterial activity against V. alginolyticus was examined by the paper disc diffusion method on Zobell 2216E double layer agar, and clear zone diameter around the paper disc was measured by using caliper. Twenty one isolates  with  clear zone around the colonies were obtained from the GYP+CaCO3 agar. Morphological, biochemical and physiological characteristics of the colonies and cells indicated that all isolates might be categorized into Lactobacillus. However, there were only twenty isolates showed inhibition zones from 14.0-21.5 mm in antivibrio activity test, of which the highest activity was indicated by three isolates namely KSBU12C, KSBU 13D and KSBU 5Da, respectively. Key words: Isolation, lactic acid bacteria, antivibrio, Tiger grouper.
Properti Probiotik Isolat Bakteri Asam Laktat untuk Mengendalikan Pertumbuhan Vibrio alginolyticus pada Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Nursyirwani, Nursyirwani; Asmara, W.; Wahyuni, A.E.T.H.; Triyanto, Triyanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 16, No 3 (2011): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2984.048 KB)

Abstract

  Tujuan penelitian ini adalah untuk menyeleksi isolat bakteri asam laktat (BAL) yang telah diisolasi dari ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) berdasarkan toleransi terhadap pH dan bile salts, patogenisitas dan kemampuannya menekan pertumbuhan Vibrio alginolyticus pada uji ko-kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua puluh isolat BAL yang telah diuji antagonismenya terhadap V. alginolyticus pada penelitian terdahulu, dapat hidup pada pH rendah 3 dan tumbuh pada konsentrasi bile salts 0,5% kecuali isolat KSBU 13D.  Semua isolat tidak patogen terhadap ikan Kerapu Macan setelah diinfeksi BAL pada konsentrasi 107 cfu/ml secara intraperitoneal (IP). Pada uji ko-kultur, dari 6 isolat BAL yang dipilih, tiga isolat (KSBU 12C, KSBU 5Da, KSBU 9) berturut-turut mampu menekan pertumbuhan V. alginolyticus, dan penambahan konsentrasi BAL terbaik adalah 107 cfu/ml. Kata kunci: bakteri asam laktat, vibriosis,  patogenisitas, ko-kultur, kerapu macan The research objective was to select lactic acid bacteria which previously isolated from Tiger Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) based on pH and bile salts tolerances, pathogenicity test and ability to decrease the growth of Vibrio alginolyticus in co-culture test. The result shows that twenty isolates which had also been examined their antagonisms against V. alginolyticus previously, were able to survive relatively low pH  values 3 and able to survive at high bile salts concentrations 0.5% except KSBU 13D isolate.  All isolates were nonpathogenic to Tiger Grouper after being intraperitoneally infected with the lactic acid bacteria at concentration 107 cfu/ml. In co-culture test, V. alginolyticus was reduced significantly by three isolates (KSBU 12C, KSBU 5Da, KSBU 9) from 6 isolates selected, and the best additional bacterial concentration was  107 cfu/ml. Key words: lactic acid bacteria,  vibriosis,  pathogenicity,  kerapu macan
Effects Of pH, Temperature And Salinity In Growth And Organic Acid Production Of Lactic Acid Bacteria Isolated From Penaeid Shrimp Intestine Subagiyo, Subagiyo; Margino, Sebastian; Triyanto, Triyanto; Ari Setyati1,2, Wilis Ari
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 4 (2015): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.377 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.20.4.187-194

Abstract

Bakteri asam laktat telah lama dikembangkan sebagai probiotik. Penentuan kondisi lingkungan yang optimum untuk pertumbuhan sel serta asam organik memberikan gambaran aktivitas optimum untuk kinerja probiotik baik dalam sistem fisiologi inang maupun dalam sistem bioproses untuk produksi sel dan metabolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan (pH, suhu dan salinitas) terhadap pertumbuhan dan produksi total asam organik tiga isolat bakteri asam laktat yang telah diseleksi dari intestinum udang penaeid. Eksperimen menggunakan  medium deMan, Rogosa and Sharpe (MRS) cair. Perlakuan pH awal meliputi  nilai pH 4, 5 dan 6. Perlakuan suhu meliputi suhu 25, 30 dan 35OC serta perlakuan salinitas  meliputi salinitas 0,75 %, 1,5 % dan 3 %.  Setiap interval 6 jam dilakukan pengambilan sampel kultur bakteri dan penghitungan pertumbuhan berdasarkan perubahan optical density (pada panjang gelombang 600 nm) sedangkan produksi asam laktat dianalisis dengan metode titrimetrik menggunakan NaOH 1 N sebagai larutan titrasinya. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa suhu, pH awal dan salinitas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi asam organik. Nilai kondisi lingkungan terbaik untuk pertumbuhan dapat berbeda dengan nilai terbaik untuk produksi asam organic. Hal ini ditunjukan oleh nilai laju pertumbuhan dan produksi asam laktat tertinggi dari tiga isolat uji terjadi pada suhu, pH awal dan salinitas yang berbeda.  Isolat L12 tumbuh optimum pada suhu 30oC, pH awal 6 dan salinitas 0,75%. Isolat L14 tumbuh optimum pada suhu 30oC, pH awal 6 dan salinitas 1.5%. Isolat L 21 tumbuh optimum pada suhu 30 oC, pH awal 6 dan salinitas 1.5%. Kata kunci: bakteri asam laktat, suhu, pH, salinitas, asamorganik, pertumbuhan, Lactic acid bacteria are widely distributed in intestinal tracts of various animals where they live as normal flora.Strains of lactic acid bacteria are the most common microbes employed as probiotics, The optimum condition for growth are important to mass production and to determined parameters most suitable for growth. The effects of  temperature, pH and salinity on the growth and production of lactic acid from the three shrimp intestinal lactic acid bacteria isolates were conducted using bacth culture in a flask. These variables for growth were determined based on the growth curves and lactic acid production. Data from the flask batch experiment demonstrated that the best initial pH and temperature  for growth of isolat L12 ,L14 and L21 were found to be pH 6 and 30 OC.  Salinity (NaCl concentration) 0,75% were the best for growth of isolat L12. Salnity  1,5 % were best for growth of isolat L14 and L21. Key words : growth, temperature, pH, salinity, lactic aid bacteria
Growth kinetics and Protease Activity 36K Isolates Derived from Mangrove Ecosystem Sediment, Karimunjawa, Jepara (Kinetika Pertumbuhan dan Aktivitas Protease Isolat 36k Berasal dari Sedimen Ekosistem Mangrove, Karimunjawa, Jepara) Setyati, Wilis Ari; Martani, Erni; Triyanto, Triyanto; Zainuddin, Muhammad
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 3 (2015): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.88 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.20.3.163-169

Abstract

Budidaya perikanan laut dan payau menghasilkan sejumlah besar limbah organik yang dibuang ke lingkungan sekitarnya. Sebagian besar limbah organik ini berasal dari sisa pakan, dan feses. Faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi budidaya udang adalah munculnya penyakit dan penurunan kualitas air yang dikarenakan adanya akumulasi bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinetika pertumbuhan dan aktivitas protease bakteri sedimen mangrove dari Karimunjawa - Jepara yang berpotensi sebagai kandidat konsursium probiotik dengan kemampuan aktifitas bioremediasi. Pertumbuhan bakteri isolat 36K memiliki Fase lag (adaptasi) pada waktu kultivasi jam ke-0 hingga jam ke-4. Sedangkan pada jam ke-6 hingga jam ke-30,  isolat 36K  telah  memasuki fase logaritmik (eksponensial) yang dicirikan dengan adanya pertumbuhan yang siknifikan. Pada waktu pertumbuhan jam ke-30 diperoleh nilai OD sebesar 1,939±0,0125 dengan berat kering biomassa bakteri sebesar 1,325±0,043 mg.ml-1, laju pertumbuhan  spesifik (µ) sebesar 0,1446 jam-1, jumlah generasi 8,7609 dan waktu generasi 4,794 jam. Selanjutnya waktu pertumbuhan jam ke-36 hingga jam ke-42, sel isolat 36K  mengalami fase pertumbuhan yang relatif tetap yaitu memasuki fase stasioner. Berikutnya adalah fase kematin pada jam ke-42 hingga jam ke-48, terjadi penurunan laju pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan materi pertumbuhan seperti vitamin dan unsur mineral. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kadar protein diawal sampai akhir penelitian mengalami penurunan sebesar  97,365%. Nilai laju penurunan kadar protein di media kultur bakteri adalah 0,255±0,005 mg.ml-1jam-1. Produksi enzim protease isolat 36K  dilakukan  ketika  biakan berumur 2 jam hingga 6 jam dengan aktivitas optimum dicapai pada 6 jam masa inkubasi fase eksponensial pertumbuhan bakteri. Kata kunci: sedimen, mangrove, bioremediasi, pertumbuhan, protease  Marine and brackishwater culture produced large number of organic waste, mostly from leftover feed and faeces, which normally released to the nearby water system and becoming source of deseases and reducing water quality.  The study was aimed to determine the growth kinetics and protease activity of 36k isolate from mangrove sediment of Karimunjawa, Jepara which possibly developed into probiotic consortium candidate with bioremediation activity capability. The study was able to describe the growth kinetics and protease activity of 36k isolate which has lag phase (adaptation) on the 0 to the first 4 hours. Meanwhile from 6th to 30th hours isolate 36k entering logarithmic phase (exponential) characterized by significant growth. At the 30th hours period the OD value was 1,939±0,0125, bacterial biomass dry weight of   1,325±0,043 mg.ml-1, specific growth rate (µ) was 0,1446 hours, number of generation 8,7609 dan regeneration time of  4,794 hour. Between 36 to 42 hours the growth of  36k isolate cell was relatively no difference indicating the stationer phase has reached followed by mortality phase between the 42–48 hours where the growth rate was decline due to the limitation of growth material such as vitamins and minerals.  The result also show that protein consentration was significantly decline up to   97,365%. The reduction of of protein content was 0,255±0,005 mg.ml-1.hour-1. The production of enzyme in cultured bacteria was conducted between first 2–6 hours and reach the optimum activity by 6 hours incubation i.e. at the exponential growth phase. The substrate consumption by 36K bacteria isolate was indicated by the decline of reduced sugar with average rate of substrate consumption of 2,0557 g.g-1. Keywords: sediment, mangrove, bioremediasion, growth, protease
Co-Authors A. Isnansetyo, A. A.E.T.H. Wahyuni Abdul Muthalib Abidin Abidin Afi Tarmiawati Agus Cahyono Agus Nursalim, Agus Agustiar, Devie Ahmad, Hariyatunnisa ALIM ISNANSETYO Ambariyanto , Andriansyah, Rico Andrianus Andrianus, Andrianus Andriyani, Fanata Anik Rahmawati, Anik Anshor, Arrini Shabrina Anung Pujiyanto Ardiyawan, Ardiyawan Arief Taslihan Arief, Ahmad Fikri Arisianto, Arisianto Astri Charolina Azmi, Azmi Azmi, Ulya Zakaria Basri, Novysa Basuki, Umar Beniarso, Mundin Cahyana Amiruddin Ciswiyati, Dwi Endah Darfioes Basir Daya Agung Sarwono Desrina Desrina Desty Ratna Permatasari, Desty Ratna Dian Indriani Dimas A. Pamungkas Dini Siswani Mulia Dini, Tria Ayu Diniarti, Eka Drajad Sarwo Seto, Drajad Sarwo Duranta D. Kembaren, Duranta D. Dwiningtyas, Ratih Dyah Indriyani, Putri E. Sarmini Edi Irawan Eko Budiyanto, Ari Eko Budiyanto Ari Eko Sugiarto, Eko Endang Sarmini Enny Lestari Erik, Mohamad Erni Martani Ervia Yudiati FAJAR SETIAWAN Fatimah Azzahrah Fatmawati, Harlinda Fauziyah, Fuzi Afiza Finny Fitry Yani Fitriani Fitriani Gunadi Gunadi H. Syakuri, H. Habib Adjie Hadi, Muhammad Tesar Hambali Hambali Hariswari, Kadek Paramitha Hartono Hartono Henny Ekana Ch. Henny Ekana Chrisnawati Herimanto Herimanto Herlina Herlina Hidayati, Rahma Hotnida Junita Situmeang Ibnan Syarif, Muh. Imamudin, Kurniasih INDAH ISTIQOMAH Irfan D. Prijambada Islami, Hidayatul Istanto, Riza Iswidiarti, Sri JAKA WIDADA Jazuli, Jazuli Juraida, Irma K. H. Nitimulyo, K. H. Kadarisman Kadarisman Kamiso H. N., Kamiso H. KAMISO HANDOYO NITIMULYO Kartikasari, Aprilia KH, Abdul Aziz Kundharu Saddhono Kurniasih Kurniasih LANGKAH SEMBIRING Lantip Diat Prasojo Lelana, Dewi Barata Siswa Lestari, Fajar Sumi Lestari, Yeni Sri Lili Sholichah, Lili Ma'sum, Aziz Malarsih Malarsih, Malarsih Manik, Astri Marita Mardi Mardi Mardiyana Mardiyana Maria Ulfahmi, Cut Gesti Mariana, Zulfa masmidar, masmidar Mayang Pitaloka MIFTAKHUL JANNAH Mirwa, Tetty Muh. Ibnan Syarif, Muh. Ibnan Muhamad Aris Widodo Muhammad Murdjani Muhammad Zaini Muhammad Zainuddin Muhammmad Murdjani, Muhammmad Mujiyono Mujiyono Murti, Fahriza Murtiyoso, Onang Murwantoko Murwantoko Musa Pelu Namastra Probosunu Nina Yuliana Ningsih, Maya Nirmalasari Idha Wijaya Nisya, Hima Choirun Noer Kasanah, Noer Nur Fadhilah Nur Rokhmat Nursyirwani Nursyirwani Pangesti Aprilia, Dwi Pratiwinindya, Ratih Ayu Prayogo, Sugeng Purwanto Purwanto Putri Puspitasari R Sudradjat, R Rachmansyah Rachmansyah Raden Bagus Sugio Sumanta Rahmawati, Dwi Tyas Ratna Puspita, Ratna Retno Widaningroem REZA Adi ADI PRADANA Ria Azizah Tri Nuraini Rini Pramesti Risca Damayanti, Risca Risnawati, Ririn Riyadi Riyadi Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rukayah Rukayah Rumi, Jalaluddin S. Soenarjo Sabillah, Masayu Selly Safia, Rina Anggraeni Sahli, Zamahsjari Salu, Vega Ricky SANTI NURBAITI Sebastian Margino Senny Helmiati Sesung, Rusdiyanto Setiawan, Feri Setyaningrum, Heny Setyaningrum, Ikha Sulis Setyobudi Setyobudi Shanie, Arsan Shatrie, Dikry N Shatrie, Dikry Novel Siti Amirah Budiastuti Sri Hartati Sri Iswidayanti Sri Iswidayati Sri Lestari, Yeni Sri Rejeki Sriyono Sriyono Subagiyo Subagiyo Suharno Suharno Suherman Suherman Sumarwati Sumarwati Sumaryanto Florentinus, Totok Sunarhadijoso Soenarjo Sunarto Sunarto Suparti Suparti Suryanti Retna Sari, Dyah Sutarman Sutarman Sutrisno sutrisno Suyono Suyono Syafii Syafii syakir syakir Syarif, Muh Ibnan Tanjung, Dailami Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Totok Sumaryanto, Totok Triani Widyaningrum Udi Utomo Ulfah, Zulfia Umi Nur Sholikhah Utomo, Kasmidjo Budi W. Asmara W.Y. Rahman Wadiyo Wadiyo, Wadiyo Wahyuni, Arin Wardani, Anestia Widya Widaningtyas H, Adoniati Meyria Widya Noventari, Widya Wijaya, Dhimayu Ichtiara Wijaya, Mas Benny Wilis Ari Ari Setyati1,2, Wilis Ari Wilis Ari Setyati Windi Amelia, Windi Wira Rahman Wira Y. Rahman Wisnu Nurcahyo Wulandari, Tita Yana, Rahma Husna Yatman, Teguh Mulyanto Yosita, Riesa Yudha Trinoegraha Adiputra Yulaida, Ita Yulius Docang Casessar Yuniarti, Ivana Yustiningrum, Giantari Ega