Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Training Inquiry Terhadap Hasil Belajar Pada Pokok Bahasan Kalor Siswa SMP Negeri 9 Palu Trisno, Trisno; Kendek, Yusuf; Pasaribu, Marungkil
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.033 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan hasil belajar  antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Training Inquiry dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan kalor siswa  SMP Negeri 9 Palu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian non equivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas VII I sebagai kelas eksperimen dan kelas VII H sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Training Inquiry dengan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan kalor siswa SMP Negeri 9 Palu yang ditunjukkan oleh uji hipotesis yang menggunakan uji-t dua pihak. Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai thitung sebesar 4,28 dan ttabel pada taraf signifikan 5% dan dk = 59 adalah 2,001 sehingga thitung > ttabel. Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Training Inquiry terhadap hasil belajar pada pokok bahasan kalor siswa SMP Negeri 9 Palu. Kata Kunci:  Model Pembelajaran Training Inquiry, Hasil Belajar
METODE SELF-ASSESSMENT SEBAGAI METODE ALTERNATIF DALAM MELAKUKAN EVALUASI BELAJAR MAHASISWA Trisno, Trisno
Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra
Publisher : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.548 KB)

Abstract

Abstrak Artikel ini berdasar pada penelitian yang bertujuan untuk membuat  pembelajar menilai sendiri hasil karangan mereka dengan menggunakan metode self-assessment.  Hal ini dilakukan untuk memberi kepastian dan keyakinan bahwa metode ini bisa diterapkan di dunia pendidikan. Penelitian yang dilakukan adalah dengan mengkorelasikan antara nilai writing  yang diberikan pengajar (teacher assessment) dengan self -assessement. Dari analisa data, ditemukan bahwa pembelajar yang menilai tinggi dengan metode self-assessment juga mendapatkan nilai tinggi dari pengajar  (teacher assessment) sehingga hipotesa dari penelitian ini diterima. Itu artinya bahwa reliabilitas self assessment saat diterapkan di kelas masih bisa diterima, sehingga pengajar bisa melatih para mahasiswa melakukan  self-assessment untuk mengetahui kemampuan diri mereka sendiri, terutama dalam bidang kecakapan menulis. Penemuan dari penelitian ini penemuan dari penelitian ini bisa meyakinkan pengajar yang hingga saat ini masih meragukan reliabilitas dari metode self-assessemnt ini. Pada awal tahun 1900-an, penilaian hasil belajar dilakukan secara ekstensif untuk mengukur kemampuan  dan kecerdasan pembelajar, namun hal ini tidak dilakukan untuk membantu proses pembelajaran dan kemajuan mereka menjadi lebih baik (Becker & Shute, 2010:5). Tetapi jika pada abad ini tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan self-assessment di mana pembelajar mengevaluasi kinerja mereka sendiri. Brown, (2004:251)  mengatakan bahwa semua kecakapan (skills) bisa diukur dengan mengunakan tes tradisional, meskipun (2004:252) mengakui bahwa evaluasi alternatif seperti self assessment bisa berakibat kotraproduktif karena akan menimbulkan implikasi baru dan berbeda jika dibandingkan dengan model evaluasi belajar yang sudah ada atau teacher assessement. Kata kunci: self-assessment, teacher-assessment, writing
METODE SELF-ASSESSMENT SEBAGAI METODE ALTERNATIF DALAM MELAKUKAN EVALUASI BELAJAR MAHASISWA Trisno, Trisno
JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA Vol 1 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.548 KB)

Abstract

Abstrak Artikel ini berdasar pada penelitian yang bertujuan untuk membuat  pembelajar menilai sendiri hasil karangan mereka dengan menggunakan metode self-assessment.  Hal ini dilakukan untuk memberi kepastian dan keyakinan bahwa metode ini bisa diterapkan di dunia pendidikan. Penelitian yang dilakukan adalah dengan mengkorelasikan antara nilai writing  yang diberikan pengajar (teacher assessment) dengan self -assessement. Dari analisa data, ditemukan bahwa pembelajar yang menilai tinggi dengan metode self-assessment juga mendapatkan nilai tinggi dari pengajar  (teacher assessment) sehingga hipotesa dari penelitian ini diterima. Itu artinya bahwa reliabilitas self assessment saat diterapkan di kelas masih bisa diterima, sehingga pengajar bisa melatih para mahasiswa melakukan  self-assessment untuk mengetahui kemampuan diri mereka sendiri, terutama dalam bidang kecakapan menulis. Penemuan dari penelitian ini penemuan dari penelitian ini bisa meyakinkan pengajar yang hingga saat ini masih meragukan reliabilitas dari metode self-assessemnt ini. Pada awal tahun 1900-an, penilaian hasil belajar dilakukan secara ekstensif untuk mengukur kemampuan  dan kecerdasan pembelajar, namun hal ini tidak dilakukan untuk membantu proses pembelajaran dan kemajuan mereka menjadi lebih baik (Becker & Shute, 2010:5). Tetapi jika pada abad ini tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan self-assessment di mana pembelajar mengevaluasi kinerja mereka sendiri. Brown, (2004:251)  mengatakan bahwa semua kecakapan (skills) bisa diukur dengan mengunakan tes tradisional, meskipun (2004:252) mengakui bahwa evaluasi alternatif seperti self assessment bisa berakibat kotraproduktif karena akan menimbulkan implikasi baru dan berbeda jika dibandingkan dengan model evaluasi belajar yang sudah ada atau teacher assessement. Kata kunci: self-assessment, teacher-assessment, writing
The Effect 0f Problem Solving Method on Motivation and Learning Mathematic Results of Class V Sdn 29 Saok Laweh Kabupaten Solok Trisno, Trisno; Amini, Risda; Irdamurni, Irdamurni
International Journal of Educational Dynamics Vol 1 No 1 (2018): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.561 KB)

Abstract

The learning process in the classroom is still dominated by conventional teaching, teachers was seldom to invite and provide opportunities for students to interact, collaborating or cooperating with their classmates. This problem like this can give an impression to students that math lessons are boring and scary. The purpose of this research is to get information about the effect of student learning outcomes who teach by using problem solving methods with the motivation of students who teach by using conventional methods in learning mathematics in class V SDN 29 Saok Laweh Kabupaten Solok. The design of the research is quasy experiment. The population is all fifth grade students that consist of 2 classes with 48 people. Sampling was gathered by random sampling technique. The research data was collected using the initial ability test and final ability test. The results of the research that found the learning outcomes of students who teach by using problem solving methods had better that students’ learning motivation learning outcomes who teach by using conventional methods with a tcount is 1.984 greater than ttable that found 4.72 with a real level of α = 0.05. Calculation results in the table using the Ftest can found  Fcount are 4.258. Furthermore,  Ftable is found 4.11. It can be concluded that there are differences in students’ learning outcomes who teach by using problem solving methods with students’ learning outcomes who teach by using conventional methods. It means that there are differences in motivation of students teach using problem solving methods with motivation of students who teach by using conventional methods in learning mathematics in Class V SD Negeri 29 Saok Laweh Kecamatan Kubung.
INVOLVING TECHNOLOGY IN THE TEACHING AND LEARNING MATHEMATICS trisno, trisno
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.282 KB)

Abstract

This study proposes a way to involve technology in the area of teaching mathematics. The technology tool is Geogebra4, which is computer software in the teaching and learning mathematics. This technology emphasizes on the use of multiple representations of mathematical concepts by computer software. The objective is to make students consider the representation of mathematical concepts and help them to enjoy studying mathematics. From that thought, hopefully student understanding will improve and their mathematical achievement will increase. The result of this study is five lesson plans for teaching and learning integral using Geogebra
Penutupan dengan Asbes Dapat Memperbaiki Sifat Mekanik dari Sambungan Baja dengan Las Busur Listrik Trisno, Trisno; Sulaiman, A.; Wirjosumarto, H.
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 11, No 3 (1978)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.78 KB)

Abstract

Ringkasan. Sifat-sifat mekanik yang penting dari sambungan las adalah kekuatan dan keuletan. Kedua sifat ini dapat diuji dengan pengujian tarik, pengujian takik dan pengujian kekerasan. Kedua sifat utama tersebut sangat tergantung dari perlakuan lanjut yang dikenakan pada sambungan yang dimaksud. Di dalam penelitian ini dibandingkan pengaruh dari tiga perlakuan lanjut terhadap kedua sifat mekanik tersebut di atas pada sambungan las baja dengan busur listrik. Ketiga perlakuan lanjut yang dimaksud adalah: (a) tanpa perlakuan apa-apa, (b) dipanaskan dalam tungku pada temperature 650’C selama setengah jam dan diikuti dengan pendinginan di dalam tungu dan (c) ditutup dengan asbes segera setelah selesai pengelasan lapisan las yang terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan dengan asbes menghasilkan sifat-sifat mekanik yang lebih baik dari pada pengelasan yang tidak diikuti dengan perlakuan apa-apa, walaupun belum menyamai hasil dari pengelasan yang mendapat perlakuan lanjut dengan pemanasan di dalam tungku. Abstract. The important mechanical properties in welding technology are strength and ductility of the welded joint. These two properties can be examined through tensile testing, impact testing and hardness testing. It has been known that those two properties are influenced by the post treatment imposed to the welded joint. In this work, those properties were studied on electric arc welded joints of steel plates which have undergone three different post treatments. The three treatments are: (a) without post treatment,  (b) heated in the furnace at 650° C for half an hour followed by furnace cooling and (c) covering the weld with asbest immediately after the last pass of welding process. Results of the study shows that covering the weld with asbests produces better mechanical properties than that without treatment, eventhough  it is still inferior compared to the one which has been heated in the furnace. Due to the incomplexity and uncostly of the asbest-covered post treatment, it is necessary to study further the development of this treatment process for practical use.
Perencanaan strategis sistem informasi menggunakan Enterprise Architecture Planning pada PT. Karya Cipta Buana Sentosa Maumere Robo, Salahudin; Trisno, Trisno; Sunardi, Sunardi; Santosa, Santosa
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 4, No 1 (2018): January-June
Publisher : Prodi Sistem Informasi - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.973 KB)

Abstract

Teknologi informasi semakin lama semakin maju dan setiap saat selalu ada perkembangannya yang berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Salah satu diantaranya adalah aspek perekonomian yang berdampak positif bagi perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan berusaha untuk menerapkan teknologi informasi dengan tujuan meningkatkan efektifitas dalam proses bisnis, agar perusahan mampu memberikan nilai tambah yaitu berupa keunggulan dalam persaingan bisnis. Enterprise Architecture Planning (EAP) merupakan suatu metode pendekatan dalam perencanaan kualitas data yang berorientasi pada kebutuhan bisnis, perencanaan ini terdiri dari arsitektur data, aplikasi dan infrastruktur teknologi. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan proses bisnis perusahaan agar berjalan lebih efektif. Pemodelan bisnis yang digunakan pada penelitian menggunakan analisis value chain. Penggunaan value chain untuk mengetahui jenis-jenis kegiatan serta aktifitas yang ada dalam perusahaan, usulan atau rekomendasi sistem informasi tersebut ditunjukan untuk manager perusahaan terkait sesuai dengan visinya. Hasil dari penelitian ini untuk meningkatkan penyelarasan bisnis dan teknologi informasi pada perusahaan. Information technology is getting more advanced and always have a developing affects to various aspects of life. One of them is the aspect of economy that positively impacts the company. As the results, each company attempts to apply the information technology to improve the effectiveness in the business processing, so that company can give the added value such as the predominance in business competition. Enterprise Architecture Planning or EAP is a method of data quality planning approach that is oriented to business needs consisting of data architecture, application and technology infrastructure. The purpose of this study is to produce business processes of the company to run it more effectively. Business modeling that applied in this research is value chain analysis. The used of value chain is to know the type of activities that exist within the company. The proposed information system is addressed to the manager of related company in accordance with its vision.  
Image forgery detection using error level analysis and deep learning Sudiatmika, Ida Bagus Kresna; Rahman, Fathur; Trisno, Trisno; Suyoto, Suyoto
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 17, No 2: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.417 KB)

Abstract

Many images are spread in the virtual world of social media. With the many editing software that allows so there is no doubt that many forgery images. By forensic the image using Error Level Analysis to find out the compression ratio between the original image and the fake image, because the original image compression and fake images are different. In addition to knowing whether the image is genuine or fake can analyze the metadata of the image, but the possibility of metadata can be changed. In this case the authors apply Deep Learning to recognize images of manipulations through the dataset of a fake image and original images via Error Level Analysis on each image and supporting parameters for error rate analysis. The result of our experiment is that we get the best accuracy of training 92.2% and 88.46% validation by going through 100 epoch.
Pengaruh Model Pembelajaran Training Inquiry Terhadap Hasil Belajar Pada Pokok Bahasan Kalor Siswa SMP Negeri 9 Palu Trisno, Trisno; Kendek, Yusuf; Pasaribu, Marungkil
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.033 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan hasil belajar  antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Training Inquiry dengan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan kalor siswa  SMP Negeri 9 Palu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian non equivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas VII I sebagai kelas eksperimen dan kelas VII H sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Training Inquiry dengan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan kalor siswa SMP Negeri 9 Palu yang ditunjukkan oleh uji hipotesis yang menggunakan uji-t dua pihak. Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai thitung sebesar 4,28 dan ttabel pada taraf signifikan 5% dan dk = 59 adalah 2,001 sehingga thitung > ttabel. Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Training Inquiry terhadap hasil belajar pada pokok bahasan kalor siswa SMP Negeri 9 Palu. Kata Kunci:  Model Pembelajaran Training Inquiry, Hasil Belajar