Suryasatriya Trihandaru
Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

IDENTIFIKASI TELUR AYAM DARI INDUK MUDA DAN TUA MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI INFRAMERAH DEKAT Amalia, Riana; Trihandaru, Suryasatriya; Rondonuwu, Ferdy S
BERKALA FISIKA Vol 16, No 4 (2013): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.181 KB)

Abstract

One important factor in the hatching chicken eggs industry is hatchability of  the eggs. Conventionally, hatchability of the eggs is determined by the age of the hen. It is estimated thateggs which have high hatchability will produced from the hen which is aged between 25 to 55weeks. However, the age of the eggs hen is difficult to recognize from the egg itself, in particular ifthe identification needs to be done quickly and involving eggs in large quantities. This paperreports the identification of chicken egg from young and old hen using Near Infrared Spectroscopy(NIRS), followed by Principal Component Analysis (PCA). A total of 120 eggs with the amount of 60 eggs  that was taken from young hen (aged around 26 weeks) and the remaining 60 eggs thatwas taken from  old hen (aged arround 66 weeks) can be clearly distinguished by clusteringthrough PC1-PC2 diagram. Thus, this method can be used to identify  chicken eggs based on agehen.Keywords : Chicken Eggs, NIRS, PCA.
Identifikasi pH Larutan Antosianin Kol Merah (Brassica Oleracea Var.) terhadap Kinerja Prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Saputra, Ferri Rusady; Trihandaru, Suryasatriya; Sutresno, Adita
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.472 KB)

Abstract

Kol merah adalah salah satu bahan organik yang mengandung antosiani. Antosianin ini dapat dimanfaatkan sebagai dye dalam pembuatan prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) sebagai donor elektron. Pada artikel ini dilaporkan bahwa sel surya direndam dalam larutan ekstrak kol merah (Brassica Oleracea Var.) dengan variasi pH larutan yang berbeda-beda yaitu pada pH 1,5; 2,5; dan 3,5. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sel surya dengan perendaman larutan antosianin kol merah pH 3,5 memiliki hasil keluaran paling baik yaitu pada rangkaian terbuka diperoleh arus pendek (Isc) sebesar 56 μA, pada tegangan terbuka (Voc) diperoleh sebesar 250 mV dan besar rapat arus sebesar 24,89 μA/cm2 pada luasan 15 mm × 15 mm. Nilai efisiensi konversi selsurya mencapai 2,55 ×10−3%.
Kajian Metode Analisa Data Goal Seek (Microsoft Excel) untuk Penyelesaian Persamaan Schrödinger Dalam Menentukan Kuantisasi Energi Dibawah Pengaruh Potensial Lennard-Jones Kurniawan, Wahyu; Trihandaru, Suryasatriya; Pattiserlihun, Alvama
Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelesaian persamaan Schrödinger dengan berbagai model potensial merupakan konsep dasar yang harus dipahami dengan baik oleh mahasiswa ketika belajar mekanika kuantum. Hal ini sangat penting dilakukan dengan tujuan memberikan gambaran perilaku zarah dibawah pengaruh potensial tersebut dimana solusi pemecahannya berupa fungsi gelombang yang memuat informasi penting tentang perilaku gelombang yang ditunjukkan dengan energi terikatnya. Seperti penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, pada penelitian ini kasus yang ingin diteliti adalah model potensial Lennard-Jones dengan menggunakan metode analisa goal seek yang tersedia pada Microsoft excel. Persamaannya dijabarkan dengan metode Euler terlebih dahulu dan syarat batas ditentukan agar ketelitian hasil diperoleh. Agar perhitungan goal seek  dapat dilakukan maka harus diubah dari besaran fisis menjadi besaran yang tidak berdimensi dimana parameter tersebut adalah v yang didefinisikan sebagai  dan nilai    yang akan menunjukkan kuantisasi energi. Parameter v ini menunjukkan keklasikan suatu sistem. Hasil yang diperoleh adalah bahwa dengan memasukkan parameter kontrol nilai v tertentu, telah diperoleh beberapa keadaan energi dengan batas zkiri dan zkanan tertentu. Ketika masukan parameter v yang diberikan semakin besar keadaan energinya pun lebih rapat (ditunjukkan energy state yang diperoleh semakin banyak) dibandingkan bila masukan v-nya lebih kecil. Penelitian ini bermanfaat untuk menyederhanakan kasus potensial yang lebih rumit, dimana solusinya dapat diperoleh dengan mudah dan konsep kuantisasi energi akibat model potensial L-J dapat dipahami secara utuh. 
The Application of Nuclear Medicine Maslebu, Giner; Trihandaru, Suryasatriya
Indonesian Journal of Physics and Nuclear Applications Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.266 KB)

Abstract

Currently, the practice of nuclear medicine in modern countries comprises a large number of procedures. It is applied to study function of organs/body systems, to visualize, to characterize, and to quantify the functional state of lesions and for targeted radionuclide therapy. This overview presents all kinds of application in nuclear medicine services. Instrumentation and radioactive/radiolabeled substances are the basic components for application. Biotechnology contributes to the development and production of biomolecules used in radiopharmaceuticals. As a diagnostic modality, imaging depicts radioactivity distribution as a function of time. Hybrid imaging provides more precise localization and definition of le-sions as well as molecular imaging cross validation. Counting tests study invivoorgan functions externally or assess analytes in the biologic samples. Radiopharmaceutical therapy can be applied directly into the lesion or targeted systemically. Nanotechnology facilitates targeting and opens the development of bimodal techniques. In addition, neutron application contributes to the advancement of nuclear medicine services, such as neutron activation analysis, neutron teletherapy and neutron capture therapy.
Studi Awal Pengaruh Pemberian Asam Boron dan Penembakan Neutron terhadap cell fibroblast dan cell lineKanker Payudara Maslebu, Giner; Muninggar, Jodelin; S. Rondonuwu, Ferdy; Trihandaru, Suryasatriya; Widarto, Widarto; Sardjono, Yohannes
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang mendapatkan perhatian serius oleh peneliti dan praktisi di bidang kesehatan. Penyakit kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.Dari berbagai jenis kanker, kasus yang paling banyak terjadi pada kaum perempuan adalah kanker payudara. Teknik pengobatan kanker terus dikembangkan sehingga mampu secara selektif membunuh target sel kanker (cell targeting) dan memberikan efek yang minimal bagi sel sehat di sekitar target. Salah satu teknik pengobatan yang menjanjikan adalah Boron Neutron Captured Teraphy (BNCT). Dalam penelitian ini, sel fibroblast dan sel kanker payudara T47D dipanen pada sumuran setelah diinkubasi selama 16 jam, kemudian diberikan perlakuan  asam boron dengan dosis asam boron berjenjang 100 µM, 200 µM, 400 µM.Penembakan neutron diberikan dengan flux sebesar 1010 neutron/cm2s mengggunakan sumber neutron pada fasilitas reaktor Kartini PSTA-Batan terhadap kultur selselama 30 menit. Pada sel fibroblast tingkat kematian sel berkisar antara 2,5-21,212 % setelah pemberian asam Boron dan meningkat menjadi 24,242-71,424 % setelah penembakan neutron. Pada sel kanker payudara T47D tingkat kematian sel berkisar antara 26,761-48,76 % setelah pemberian asam Boron dan meningkat menjadi 36,585-56,25 % setelah penembakan neutron. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberian asam Boron dan penembakan Neutron terhadap tingkat kematian sel.
COORDINATION STATE AND AGGREGATION PROCESS OF BACTERIOCHLOROPHYLL A AND ITS DERIVATIVES : STUDY ON ACETONE-WATER AND METHANOL-WATER SOLVENTS Heriyanto, Heriyanto; Trihandaru, Suryasatriya; Limantara, Leenawaty
Indonesian Journal of Chemistry Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.772 KB)

Abstract

Research on bacteriochlorophyll (BChl) a and its derivatives had been conducted to determine the coordination state and the aggregation process in acetone-water and methanol-water. The results showed that there were mainly two absorption peaks in BChl a and its derivatives, namely: Qx and Qy that were very sensitive to coordination state and aggregation process. The coordination state of pigment could be determined based on Qx absorption peak that was influenced by solvents. In addition, the donor number (DN) and taft parameters (β and π*) from each sovents could also be used to determine the coordination state. One or two of axial coordination toward center metal of BChl a and its derivatives have to be filled by donor electron as a foreign nucleophile. Mg-BChl was exist as five-coordinate complexes in acetone but as six-coordinate complexes in methanol. Five-coordinate complexes of Zn-BChl was occurred either in acetone or methanol. Cu-BChl was exist as four-coordinate complexes in acetone but altered to five-coordinate complexes in methanol. The agregation process was influenced by the existence of water added in pigment solution. The order of Mg-BChl a and its derivatives abilities to form new aggregate in acetone-water and methanol-water, in regard of water-addition percentage was as follow: Cu-BChl > Zn-BChl > Mg-BChl. Methanol was the solvent that could form aggregate of Mg-BChl and its derivatives at lower water-addition percentage compared to acetone.   Keywords: aggregation, bacteriochlorophyll & its derivatives, coordination state.
Determination of Stevioside and Rebaudioside A in Stevia rebaudiana Bertoni Leaves Using near Infrared Spectroscopy and Multivariate Data Analysis Martono, Yohanes; Trihandaru, Suryasatriya; Rondonuwu, Ferdy Semuel
Indonesian Journal of Chemistry Vol 18, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.832 KB)

Abstract

Rebaudioside A and stevioside are abundant steviol glycoside contained in Stevia rebaudiana leaves. These components are widely used as a natural sweetener. The objective of this study was to develop rapid determination method of stevioside, and rebaudioside A in S. rebaudiana leaves using near infrared trans-reflectance spectroscopy (NIRS) combined with multivariate analysis. The reference method used was HPLC. A prediction model was developed using partial least square (PLS) regression. Calibration parameters were calculated based on a calibration set of various stevioside, rebaudioside A from 23 samples. Performance of PLS model was assessed in term of optimum determination coefficient (R2), and minimum root mean square error of cross-validation (RMSEV). Validation of PLS model was performed using cross-validation and leave one out calibration of PLS component. Rebaudioside A has well PLS model in wavenumber region of 4100–5100 cm-1, and stevioside determination using difference wavenumber region of 4760-5016 cm-1. PLS model for total (sum of stevioside and rebaudioside A content) was exploited in wavenumber region of 4568-4928 cm-1. NIRS in combination with multivariate data analysis of PLSR can be applied as a rapid method for determining rebaudioside A and the total amount of steviol glycosides in S. rebaudiana leaves.
Analisis Homogenitas Citra Ultrasonografi Berbasis Silicone Rubber Phantom dengan GLCM Fatimah, Siti; Maslebu, Giner; Trihandaru, Suryasatriya
Jurnal Fisika Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.257 KB)

Abstract

Uji homogenitas merupakan salah satu kontrol kualitas ultrasonografi (USG). Pelaksanaan kontrol kualitas USG  dibutuhkan modalitas yaitu phantom ultrasound. Telah dibuat phantom ultrasound sederhana dan murah berbahan dasar silikon rubber RTV (Room Temperature Vulcanitation)  tipe 52 dengan konsentrasi katalis 2% dan 5%. Analisis homogenitas citra dilakukan dengan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). Pada phantom dengan konsentrasi katalis 5% didapatkan densitas  dan pada phantom konsentrasi katalis 4% didapatkan densitas  dengan selisih densitas relatif 11,65%. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil semakin tinggi nilai gain yang digunakan maka homogenitas semakin rendah. Nilai homogenitas untuk phantom ultrasound dengan konsentrasi katalis 5% didapatkan 0.9945 dan phantom konsentrasi katalis 2% didapatkan nilai homogenitas 0.9940 dengan selisih homogenitas relatif 0.0543% yang menggambarkan nilai homogenitas yang tinggi untuk masing-masing phantom. Pada phantom dengan 2 densitas berbeda didapatkan nilai homogenitas 0.9881. Jika dibandingkan terhadap katalis 2%, maka selisih homogenitas relatifnya sebesar 0.648% dan terhadap katalis 5% sebesar 0.594%.
Analisis Efek Dosimetri dan Jarak dari Penggabungan Lapangan Foton 6 MV dan Lapangan Elektron 8 MeV pada Terapi Ca Mammae Famani, Silamai Tya Mariani; Maslebu, Giner; Trihandaru, Suryasatriya; Hidayatullah, Mohamad
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2070.627 KB)

Abstract

Penjumlahan dosis radiasi pada lapangan foton dan elektron menyebabkan terjadi kelebihan dosisi (hot spot) di sisi lapangan foton dan kekurangan dosis (cold spot) di sisi lapangan elektron. Untuk itu, penelitian mengenai pengaruh jarak (gap) lapangan foton dan elektron terhadap distribusi dosis radiasi telah dilakukan dengan melakukan pengukuran dan perhitungan dosis radiasi serap dengan analisis menggunakan Dose – Volume Histogram (DVH) pada tahap Treatment Planning System (TPS). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu water solid phantom yang dipindai dengan detektor PTW (2D Array) menggunakan CT Simulator.  Hasil pemindaian kemudian dikirim ke komputer TPS untuk dibuatkan variasi lapangan foton dan elektron dengan jarak antar lapangan 0 – 5 mm pada kedalaman tertentu dengan SSD 95 cm, 97,5 cm, 100 cm, 102,5 cm, dan 105 cm sehingga didapatkan distribusi dosis yang dapat dilihat pada DVH. Hasil analisis distribusi dosis pada DVH menunjukkan distribusi dosis yang menunjukkan keseragaman dosis antar dosis maksimum dan dosis minimum berturut-turut 7,5% dan -6,4% yaitu pada SSD 95 cm dan 97,5 cm dengan jarak (gap) antara lapangan foton dan elektron 3 mm. Namun secara klinis, SSD yang direkomendasikan untuk digunakan pada treatment, yaitu SSD 97,5 cm dengan jarak (gap) antar lapangan 3 mm. Hal ini menunjukkan bahwa jarak (gap) antara lapangan foton dan elektron mempengaruhi distribusi dosis berkas foton dan elektron.
Dekonvolusi Citra Hasil Pemindaian CT Simulator Berbasis Analisis Fungsi Respon Dua Dimensi (2D) anggriani, wendelina; Maslebu, Giner; Trihandaru, Suryasatriya
Jurnal Fisika FLUX Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.468 KB)

Abstract

ABSTRAK− Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai fungsi respon dua dimensi (2D) dan dekonvolusi citra hasil pemindaian CT Simulator berbasis fungsi respon dua dimensi (2D), serta membandingkan data nilai fungsi respon dari hasil citra pemindaian CT simulator (hasil scan) dan data hasil citra simulasi. Dalam penelitian ini digunakan pesawat CT Simulator 16 slice dan sampel phantom berbahan akrilik berjumlah 5 buah dengan rincian sebagai berikut: 4 buah phantom pembanding dan 1 buah phantom uji. Pemindaian menggunakan pesawat CT Simulator dilakukan pada kelima phantom dengan variasi  slice thickness 5 mm dan 10 mm. Penentuan nilai fungsi respon dua dimensi (2D) dilakukan dengan menggunakan teknik konvolusi (convolution). Untuk membalikkan efek konvolusi (convolution) pada data maka digunakan teknik dekonvolusi (deconvolution). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fungsi respon 2D dari phantom pembanding untuk slice thickness 5 mm dan 10 mm adalah 0.5xx dan 0.7xx – 0.8xx. Selain itu, didapatkan grafik fungsi respon dua dimensi (2D) menggunakan teknik dekonvolusi (deconvolution) untuk phantom pembanding dan phantom uji, serta hasil citra simulasi yang menunjukkan improfile yang baik terdapat pada sigma/???? 0.5 dan 2. Untuk itu, perbandingan data hasil citra simulasi terhadap citra hasil scan menghasilkan citra yang baik dikarenakan nilai fungsi respon hasil scan masih dalam rentang sigma 0.5xx dan 0.7xx – 0.8xx.