Agus Trianto
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang, Indonesia. 50275 Laboratorium Natural Product, UPT Lab Terpadu, Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang,Indonesia. 50275

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

Skrining Bahan Anti Kanker pada Berbagai Jenis Sponge dan Gorgonian Terhadap L1210 Cell Line Trianto, Agus; Ambariyanto, Ambariyanto; Murwani, Retno
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 3 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah evolusi yang panjang pada biota laut menyebabkan biota laut mempunyai keanekaragaman molekul yang sangat tinggi. Potensi biota laut tersebut sebagai sumber obat anti kanker menjadi objek penelitianpenting dalam tahun-tahun terakhir. Bahan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sponge dan gorgonian yang dikoleksi dari perairan Jepara pada kedalaman 1-3 m dan di perairan Labuhan Bajo, Florespada kedalaman 3-38 m. Sampling dilakukan dengan Skin diving dan SCUBA diving. Sampel kemudian diekstrak dengan metanol. Selanjutnya ekstrak diujikan terhadap sel kanker leukemia (L-1210 cell line) dengankonsentrasi 0, 1, 5 dan 10 ppm. Uji dilakukan pada media RPMI lengkap dan penghitungan daya hambat dilakukan dengan metoda direct counting. Ekstrak yang diperoleh dari sponge dan gorgonian berkisar antara 0,55 – 24,7% dari berat kering atau 0,36-7,34% dari berat basahnya. Seluruh ekstrak dari sampel-sampel mampu menghambat pertumbuhan L1210 cell line dan layak untuk pemurnian lanjut. Ekstrak metanol tiga jenis sponge (Xestospongia sp2 dan Phyllospongia sp1 dan UP8) dan fraksi etil asetat dari ekstrak gorgonian I. hippuris mempunyai IC-50 < 3 mg/mL, ekstrak metanol dari delapan jenis sponge (Agelas nakamurai, Ircina ramosa, A06, Phyllospongia lamellosa , Phyllospongia sp, UP9, Calispongia sp dan Fascaplynopsis sp) mempunyai IC-50 < 5 mg/mL, dan ekstrak metanol dari lima jenis sponge (Hyrtios erecta, Xestospongia sp, Cladocroce sp, Oceanapia cf. Amboiensis dan Haliclona sp.) dan fraksi air dari ekstrak gorgonian I. Hippuris mempunyai IC-50 < 10 mg mL Satu sponge Xestospongia sp 1 mengandung ekstrak yang mempunyai IC - 50 > 10 mg/mL.Kata kunci : Sponge, Gorgonian, L-1210, sel kanker, IC-50The long history of the evolution of marine organisms has made these organisms as a source of high molecular diversity. In search of a new anti cancer drugs, these organisms has become an intense object of research.Sponges and the gorgonian were colllected from Jepara and Labuan Bajo-Flores water on a depth of 1-3 m and 3-38 m repectively by Skin and SCUBA diving. The samples were extracted with methanol. Theextract were assayed against cancer cell (L-1210 cell line) with tested concentration range of 0, 1, 5 and 10 ppm. The cell line was cultured in complete RPMI media and growth inhibition was measured by directcounting. Methanol extract of sponges and gorgonian yielded approximately 0.55 – 24.7 % dry weight or 0,36 – 7.34 % wet basis. All methanol extract of the samples could inhibit the growth of L1210 cell line and is potential for further purification. Methanol extract from 3 species of sponges (Xestospongia sp2 dan Phyllospongia sp1 and UP8) and one ethyl acetate fraction of I. hippuris had IC-50 value < 3 mg/mL. Methanol extract of 8 species of sponges (Agelas nakamurai, Ircina ramosa, A06, Phyllospongia lamellosa, Phyllospongia sp, UP9, Calispongia sp dan Fascaplynopsis sp) had IC-50 < 5 mg/mL, methanol extract of 5 species of sponges (Hyrtios erecta, Xestospongia sp, Cladocroce sp, Oceanapia cf. Amboiensis and Haliclona sp.) and one water extract of I. hippuris had IC-50 < 10 mg mL. Methanol extract of one species of sponge (Xestospongia sp 1) had IC-50 > 10 mg/mL.Key words : Sponge, Gorgonian, L-1210, Cancer cell, IC-50
Uji Toksisitas Ekstrak Gorgonian Isis hippuris Terhadap Nauplius Artemia salina Trianto, Agus; HAS, Yan Yan; Ambariyanto, Ambariyanto; Murwani, Retno
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 9, No 2 (2004): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa jenis organisme laut merupakan sumber alam yang potensial untuk bahan obat. Salah satu sumber daya laut yang cukup potensial untuk dapat dimanfaatkan adalah gorgonian Isis hippuris. Hewan ini hidup di ekosistem terumbu karang tersebar di perairan dangkal dan jernih terutama di pertengahan dasar karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas toksisitas ekstrak gorgonian Isis hippuris terhadap nauplius Artemia salina, mengetahui LC50 -24 jam fraksi toksik dan mengidentifikasi senyawa yang berperan dalam toksisitas. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Ekplorasi dan Bioteknologi Ilmu Kelautan UNDIP, Teluk Awur Jepara. Hasil penelitian menunjukan perlakuan ekstrak gorgonian I. hippuris fraksi etil asetat terhadap nauplius A. salina dari 12 fraksi KKT diperoleh 5 fraksi KKT yang toksik. Berdasarkan analisa probit diketahui fraksi KKT 9 memiliki aktivitas toksik terbaik dengan nilai LC 50-24 jam sebesar 16,98 ppm. Hasil identifikasi dengan GC/MS diperoleh golongan senyawa-senyawa Hidrokarbon dan Asam lemak yaituNaphthalene, Xylane, Phenylacetonitrile, 1,2 Benzenedicarboxylic dan senyawa turunan phenol.Kata kunci: Isis hippuris, Artemia salina, toksisitas, BSLT.Several marine organisms are known to have bioactive substances which are very potential for drugs materials. One of this organism is gorgonian, Isis hippuris which live in coral reef ecosystems. The objective of this study is to investigate I. hippuris extract toxicity to nauplius of brine shrimp Artemia salina. This was done by calculating LC50-24 h and followed by identifying its compound. This study was done at Exploration and Biotechnology Laboratory, Marine Science department. UNDIP, Awur Bay, Jepara. The results showed that from 12 ethyl acetate fraction open column chromatography, 5 of them were toxic. Based on Probit analysisit was found that fraction 9 was the best fraction which gave LC50-24 h 16,98 ppm. Based on GC/MS results there are several compound found i.e. hydrocarbon, lipid acid (napthalene, xylane, phenylacetonitrile, 1,2benzenedicarxulic) and phenol derived compound.Key words : Isis hippuris , Artemia salina, toxicity, BSLT
Produksi Pigmen dan Identifikasi Kapang Penghasilnya Menggunakan Pendekatan DNA Barcoding Sibero, Mada Triandala; Tarman, Kustiariyah; Radjasa, Ocky Karna; Sabdono, Agus; Trianto, Agus; Bachtiarini, Tiara Ulfa
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21454

Abstract

Kapang endofit laut diketahui sebagai sumber berbagai senyawa bioaktif yang berguna bagi kesehatan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya membuktikan bahwa kapang endofit isolat RS3 asal tanaman pesisir Hydnophytum formicarum asal Sorong menghasilkan pigmen hitam dengan potensi sebagai fotoprotektor namun pada penelitian tersebut tidak memiliki data mengenai produksi pigmen serta identifikasi kapang penghasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produksi pigmen hitam asal kapang RS3 dan identifikasi kapang RS3 melalui pendekatan DNA barcoding. Kapang RS3 dikultivasi selama 30 hari menggunakan sistem statis dan sistem shaking. DNA barcoding pada identifikasi kapangRS3 menggunakan primer universal ITS1 dan ITS4 untuk mengamplifikasi wilayah internal transcribed spacer (ITS) yang menjadi conserve region pada kingdom fungi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapang RS3 yang dikultivasi menggunakan sistem shaking mulai memproduksi pigmen pada hari-6 dan mencapai produksi tertinggi pada hari ke-18 (2,42±0,03 mg/L) sedangkan pada kultivasi sistem statis rendemen pigmen terbesar dihasilkan pada hari ke-30 (2,88±0,21 mg/L). Berdasarkan hasil analsis ITS rDNA diketahui bahwa kapang endofit RS3 memiliki 99% kemiripan dengan Annulohypoxylon stygium. Kapang ini telah didaftarkan di GeneBank denga nomer akses  MG605083.1.
Pengaruh Hym-248 Terhadap Metamorfosis Planula Karang Acropora spp Di Pulau Sambangan, Kepulauan Karimunjawa Afriandi, Andi; Trianto, Agus; Wijayanti, Diah Permata
Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research
Publisher : Journal of Marine Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multispecies synchronous spawning of scleractinian corals was first documented on Great Barrier Reef, Australia in the early 1980s. Settlement as the next stage of planulae’s life plays an important role in the persistence of coral colony. HYM-248 is one type of peptide synthesis, which has been shown to make Acropora spp planulae metamorphosed. This study aims to determine the influence of Hym-248 on Acropora spp planulae’s metamorphosed. The method is a eksperimental laboratoris, Slick is collected from Sambangan Island, Karimunjawa Archipelago when spawning occurs simultaneously in March. Provision of Hym-248 administered in 5 different doses, namely: 5x10-7; 1x10-6; 2x10-6; 5x10-6; 1x10-5 M and one control treatment without peptide. The results showed, Hym-248 was able to accele metamorphosis and attachment of planulae from the slick. Planulae started metamorphosis after 8 hours of treatment 1x10-6 M concentration. All of which planulae are in Iwaki wells that contained of Hym-248 are metamorphosed and even to stick. On control treatment only changes shape into an oval until the end of the observation time.
Pengaruh Pemberian Tetraselmis chuii dan Skeletonema costatum Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Profil Asam Lemak Tidak Jenuh Pada Kerang TOTOK Polymesoda erosa Hendartono, Nugroho; Trianto, Agus; Supriyantini, Endang
Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research
Publisher : Journal of Marine Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted to determine the effect of various combinations of natural feed T. chuii and S. costatum to the appearance of unsaturated fatty acids Totok clams P. erosa. Implications of the results of this study can be used as the basis in effort Totok clams seed supply in the cultivation of shellfish. Species used in this study Totok sized clams 4-5 cm obtained from the waters around the island Gombol Segara Anakan, Cilacap. The vessel used is a aquarium size of 30 x 30 x 30 cm with 2 individuals/ aquarium with 2 L volumes of media. The method used is an experimental laboratory with a completely randomized design, two factors, there treatments and there replication. Influence of mixture T1 : T. chuii 36 x 104 sel / mL and S. costatum 9 x 104 sel / mL; T2 : T. chuii 27 x 104 sel / mL and S. costatum 18 x 104 sel / mL; T3 : T. chuii 18 x 104 sel / mL and S. costatum 27 x 104 sel / mL. The feed is given once for there months. Measurement of unsaturated fatty acid content using GC-MS method. The results showed that feeding a mixture of T. chuii and S. costatum and maintenance time of real influence (P <0.05) on levels of unsaturated fatty acids Totok P.erosa shells. Formulation of feed mixture with chuii 27 x 104 sel / mL and S. costatum 18 x 104 sel / mL to give better results than the other feed.
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus cereus Nimah, Shofiatun; Trianto, Agus
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan dan bioteknologi hasil perikanan
Publisher : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Holothuria scabra merupakan salah satu organisme yang berpotensi sebagai sumber bahan antibakteri alami. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi ekstrak H. scabra sebagai antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus serta pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak terhadap kedua bakteri tersebut. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan berbagai konsentrasi (150 g/ml, 300 g/ml, dan 450 g/ml) dan uji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif pada H. scabra. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak H. scabra terbaik adalah ekstrak etil asetat. Ekstrak etil asetat mempunyai daya hambat tertinggi terhadap bakteri P. Aeruginosa sebesar 6±0 mm, sedangkan terhadap B.cereus sebesar 2,3±0,58 mm pada konsentrasi 450 g/ml. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan senyawa saponin, alkaloid, steroid dan triterpenoid dalam ekstrak.
Laju Pertumbuhan dan Kelulushidupan Transplan Spons Amphimedon sp. (Growth and Survival of Sponge Amphimedon sp. Transplants) Trianto, Agus; Nissa, Radisya N; Wijayanti, Diah Permata; Rifai, Azis; Ismunarti, Dwi Haryo; ., Destio
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 18, No 4 (2013): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spons adalah salah satu sumber bahan hayati laut yang potensial. spons Amphimedon sp. terbukti memiliki potensi sebagai senyawa bioaktif anti kanker. Namun, pemanfaatan spons dari alam akan memberikan dampak yang buruk terhadap lingkungan, khususnya populasi organisme tersebut. Melalui budidaya spons dapat diaplikasikan untuk menyediakan bahan bioaktif dalam jumlah yang cukup secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan spons Amphimedon sp. yang dibudidayakan melalui transplantasi secara in situ di perairan Pulau Panjang, Jepara, Jawa Tengah. Spons ditransplantasikan pada perairan laut dengan jarak 6 m dan 1 m dari dasar, dengan 2 ukuran awal eksplan (3cm x 3cm x 1,5cm dan 6cm x 6cm x 1,5cm). Laju pertumbuhan dihitung berdasarkan pertambahan volume eksplan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran awal eksplan memberikan pengaruh yang nyata terhadap laju pertumbuhan. Sebaliknya, perbedaan kedalaman tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap laju pertumbuhan spons. Laju pertumbuhan eksplan spons Amphimedon sp berkisar 3,01±1,60 cm3.hari-1 sampai dengan 3,43±1,08 cm3.hari-1. Kelulushidupan eksplan spons mencapai 100%. Hasil ini menegaskan bahwa untuk usaha budidaya spons sebaiknya menggunakan ukuran awal eksplan besar. Disamping itu perairan Pulau Panjang terbukti memiliki perairan yang sesuai untuk budidaya spons. Kata kunci: akuakultur, eksplan, spons, bahan bioaktif  Sponge is known as important marine natural product sources. Sponge Amphimedon sp. has been proven to have anticancer substances. However, direct exploitation of sponge from nature will give a bad impact to the marine environment. Sponge aquaculture can be applied for sufficiently and sustainably supply of bioactive compounds. In order to obtain data on growth and survival rates of transplanted sponge Amphimedon sp. in Panjang Island-Jepara waters, this in situ research was conducted. The sponges were explanted  at 6 m and 1 m above the sea floor with two initial approximate size (3cm x 3cm x 1.5cm and 6cm x 6cm x 1.5cm). The growth rate was indicated by volumetric increment. The results showed that initial explants size gave a significant effect on the growth rates of the sponge. On the other hand, two different depths of culture did not give significant effect. The explant growth rates range from 3.01±1.60 cm3.day-1 to  3.43±1.08 cm3.day-1. Survival rate of the sponge during the experiment was 100%. This result confirms that for the cultivation of sponges should use larger explants initial size. It also suggests that Panjang Island water has proven suitable for sponges cultivation activities. Keywords: aquaculture, explant, sponges, bioactive substance
STUDI KORELASI NILAI SUHU PERMUKAAN LAUT DARI CITRA SATELIT AQUA MODIS MULTITEMPORAL DAN CORAL BLEACHING DI PERAIRAN PULAU BIAWAK, KABUPATEN INDRAMAYU Nuary, Aldi Nuary; Trianto, Agus; Dwi Suryoputro, Agus Anugroho
Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem terumbu karang di Perairan Pulau Biawak masih dalam kategori baik. Namun, perubahan iklim global yang terjadi dewasa ini telah menyebabkan peningkatan suhu terutama suhu permukaan laut. Hal tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup terumbu karang, dalam hal ini fenomena coral bleaching. Coral bleaching terjadi akibat stress yang dialami hewan karang terhadap perubahan suhu sebesar 1-2 oC dalam kurun waktu minimal empat minggu. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan kekuatan hubungan antara perubahan nilai suhu permukaan laut yang diperoleh dari pengolahan citra satelit Aqua MODIS multitemporal level 3 dengan persentase coral bleaching di Perairan Pulau Biawak yang diukur dengan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi perubahan suhu drastis pada bulan Februari-Maret tahun 2009 sebesar 2,27 oC dan bulan Januari-Februari 2013 sebesar 2,22 oC. 5 dari 12 stasiun pengamatan ekosistem terumbu karang mengalami pemutihan sekitar 0,13-3,63%. Nilai persentase tersebut masuk kedalam kategori pemutihan tidak parah. Lifeform ACB merupakan jenis lifeform karang yang umumnya mengalami pemutihan dengan persentase keseluruhan mencapai 3,13%. Analisa regresi tunggal antara suhu permukaan laut dan coral bleaching menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara keduanya ditunjukkan dengan nilai r sebesar 0,038. Oleh karena itu, coral bleaching di Perairan Pulau Biawak khususnya pada saat penelitian yakni bulan April 2013 dapat terjadi karena adanya faktor lain penyebab bleaching selain suhu permukaan laut
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL RUMPUT LAUT COKLAT (Turbinaria conoides dan Sargassum cristaefolium) YANG DIKOLEKSI DARI PANTAI RANCABUAYA GARUT JAWA BARAT Rohimat, Rohimat; Widowati, Ita; Trianto, Agus
Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut coklat memiliki potensi sebagai antioksidan alami.  Penelitian ini menggunakan Turbinaria conoides dan Sargassum cristaefolium yang diekstraksi menggunakan metanol untuk mengetahui golongan pigmen dan aktivtias peredaman radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhidrazyl).  Golongan pigmen dianalisis menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 200-800 nm,  aktivitas peredaman radikal bebas DPPH mengikuti metode Blois (1958) yang digunakan oleh Vijayabaskar dan Shiyamala (2012). Hasil analisis spektrofotometer ekstrak T. conoides dan S. cristaefolium  diperoleh panjang gelombang puncak 416 dan 411 nm yang diidentifikasi sebagai karotenoid, 618 dan 619 nm adalah phycocyanin, serta 665 dan 661 nm yang diidentifikasi sebagai klorofil.  Ekstrak T. conoides menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai  IC50 = 220 ppm dan S. cristaefolium memiliki nilai IC50 = 1603 ppm namun keduanya masih tergolong agen antioksidan lemah (IC50 > 200 ppm).
Kajian Kesesuaian Ekosistem Terumbu Buatan Biorock Sebagai Zona Wisata Diving Dan Snorkeling Di Pantai Pemuteran, Bali Ikhsani, Nugraha Ridho; Trianto, Agus; Irwani, Irwani
977-2407769
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

buatanBiorock sebagai zona wisata diving dan snorkelingdi Pantai Pemuteran, Bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan matriks kesesuaian wisata diving dan snorkelingoleh Yulianda (2007) meliputi persentase luasan tutupan karang, kecepatan arus, kedalaman terumbu karang, kecerahan perairan, jumlah lifeform karang dan jumlah spesies ikan. Data pendukung yang digunakan dalam kegiatan peneltian ini yaitu parameter kimia-fisika perairan, meliputi: suhu, salinitas, derajat keasaman and data meteorologi meliputi: curah hujan, kecepatan angin, dan gelombang. Hasil dari penelitian menunjukkan persen tutupan karang yang didapat adalah 66,7 %, 50,6 %, 43,92 %, dan 47,35 %. Data jumlah life form yang didata adalah 5, 7, 6, dan 7. Data jumlah spesies ikan yang didata adalah 9 spesies, 13 spesies, 34 spesies, dan 43 spesies Tingkat kecerahan perairan yang diperoleh adalah 100 %, 100 %, 58 %, dan 93 %. Data kecepatan arus yang diperoleh adalah 6,28 cm/detik, 8,58 cm/detik, 22,4 cm/detik, dan 1,58 cm/detik. Data kedalaman terumbu karang yang diperoleh adalah 3 meter, 8 meter, 10 meter, dan 7 meter. ekosistem terumbu karang pada lokasi Biorock termasuk kategori S2 (sesuai) dengan skor pada stasiun 1, 2, 3, dan 4 adalah 2,95; 2,95; 2,58; 2,91. Berdasarkan hasil perhitungan dari Indeks Kesesuaian Wisata untuk kegiatan diving dan snorkeling, seluruh stasiun penelitian mendapatkan skor 2,5 -3,25. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Pantai Pemuteran masih tergolong kategori Sesuai (S2) untuk kegiatan diving dan snorkeling.