Articles

Found 7 Documents
Search

INTEGRASI HUKUM PAJAK DAN ZAKAT DI INDONESIA - Telaah terhadap Pemikiran Masdar Farid Mas’udi Triantini, Zusiana Elly
AL-AHKAM Volume 23, Nomor 2, Oktober 2013
Publisher : AL-AHKAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masdar Farid Mas’udi terkenal sebagai ulama ekletik yang menghasilkan ijtihad-ijtihad syar’i yang banyak menjadi bahan perbincangan di kalangan pemikir Islam di Indonesia. Wacana integrasi zakat dan pajak memang bukan hal baru, namun secara substansial pemikirannya dapat dijadikan sebagai pertimbangan terhadap kebijakan-kebijakan zakat dan pajak di Indonesia, bahkan menjadi pencerahan pemahaman Islam substansial di Indonesia. Pemikirannya untuk mengintegrasikan zakat dan pajak menimbulkan kontroversi dan pertanyaan yang cukup beragam, bahkan terkesan ganjil karena seolah menyatukan dua hal yang secara substansi dan kegunaannya berbeda. Namun, jika memahami pemikiran Masdar secara menyeluruh baik dari sisi materi maupun metode ijtihadnya, akan terlihat bahwa sejatinya pemikiran Masdar tentang integrasi penyatuan pajak dan zakat secara substansial, dapat menjadi solusi problem pelaksanaan zakat dan pajak bagi umat Islam di Indonesia. Selanjutnya tulisan ini akan memaparkan pemikiran, metode dan formulasi konsep zakat dan pajak Masdar Farid Mas’udi.***Masdar Farid Masudi is famous as an eclectic scholar who produces Islamic thought (ijtihad), which is becomes a subject of conversation among thinkers of Islam in Indonesia. The discourse of zakat and tax integration actually is not something new, but substantially, his thoughts can be used as a consideration of zakat and tax policies in Indonesia, and even become enlightened understanding of Islamic substance in Indonesia. His thoughts on integration of zakat and tax caused controversy and quite diverse questions. This even seems “strange” because he wanted to unite two things that are different substantially and usefulness. However, if we understand his thought more comprehensively  both its content and his method of ijtihad, it would seem that his real thinking about tax and zakat unification substantially, can be a problem solution of zakat and tax implementation for Muslims in Indonesia. This paper will present ideas, methods and the formulations of zakat and tax’s concept of Masdar Farid Masudi.***Keywords: zakat, pajak, maqāṣid al-sharī’ah, manajemen zakat
MENAKAR KONTEKSTUALISASI KONSEP JILBAB DALAM ISLAM Tahir, Masnun; Triantini, Zusiana Elly
QAWWAM Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : PSGA-LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perbincangan tentang jilbab memang tidak pernah berhenti. Seolah mengalami metamorfosis, jilbab di Indonesia berkembang setahap demi setahap. Metamorfosis jilbab di Indonesia ini tidak terlepas dari beberapa hal yang mempengaruhinya antara lain: budaya, tafsir agama, kultur sosial ekonomi dan trend globalisasi. Di Indonesia, jilbab seringkali disamaartikan dengan hijab. Pengertian umum yang berlaku saat ini mengenai hijab adalah pakaian muslimah; kerudung (simple headscarf); atau pakaian longgar yang tak tembus cahaya. Sedangkan ketika berbicara mengenai jilbab, seseorang biasanya mengacu kepada kerudung yang diikatkan pada kepala, dan biasanya dikenakan perempuan muslimah.  Oleh karena itu, tulisan ini dihadirkan tidak hendak memerintahkan perempuan menggunakan jilbab, dan melepaskan jilbab, namun, tulisan ini hendak menegaskan bahwa Jilbab adalah budaya yang telah menjadi ketentuan hukum pada saat itu, dengan kondisi yang lain dengan saat ini, oleh karena pada asalnya adalah sebuah budaya, maka keberadaannya selalu dinamis sesuai dengan ruang dan waktu
INTEGRASI HUKUM PAJAK DAN ZAKAT DI INDONESIA Telaah terhadap Pemikiran Masdar Farid Mas’udi Triantini, Zusiana Elly
Al-Ahkam Volume 23, Nomor 2, Oktober, 2013
Publisher : faculty of Shariah and Law, State Islamic University (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ahkam.2013.23.2.22

Abstract

Masdar Farid Masudi is famous as an eclectic scholar who produces Islamic thought (ijtihad), which is becomes a subject of conversation among thinkers of Islam in Indonesia. The discourse of zakat and tax integration actually is not something new, but substantially, his thoughts can be used as a consideration of zakat and tax policies in Indonesia, and even become enlightened understanding of Islamic substance in Indonesia. His thoughts on integration of zakat and tax caused controversy and quite diverse questions. This even seems “strange” because he wanted to unite two things that are different substantially and usefulness. However, if we understand his thought more comprehensively both its content and his method of ijtihad, it would seem that his real thinking about tax and zakat unification substantially, can be a problem solution of zakat and tax implementation for Muslims in Indonesia. This paper will present ideas, methods and the formulations of zakat and tax’s concept of Masdar Farid Masudi.
Use of Charitable Alms (Zakat) by Incumbent Candidates in Regional Elections in Indonesia (Two Case Studies) Triantini, Zusiana Elly; Masnun, Masnun
PCD Journal Vol 6, No 1 (2018): Post-Clientelistics Elections
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/pcd.31791

Abstract

This article seeks to expose incumbents tendencies and strategies in using charitable alms (zakat) in regional elections in two areas. Strategies identified include determining binding regulations regarding the use of zakat money, as well as the positioning of persons considered loyal and strategic to incumbents within the leadership structures of zakat institutions. Meanwhile, incumbents worked to integrate and interconnect government programmes with local zakat distribution agencies and attracting public sympathies through the sharing of zakat funds. Incumbents benefit from their power and legitimacy, and can thus easily use zakat funds as an economic resource for gathering the support of zakat recipients (mustahiq[1]). With their power and legitimacy, incumbents are able to claim credit and thus enjoy greater popularity in their re-election campaigns. This power and legitimacy, as well as its benefits, are managed strategically and intelligently to avoid giving the impression of illegality and ease social acceptance. The findings of this research are opposite to those of Samantha May; where May has found that state dominance and control of zakat has met widespread resistance, this research has found that state dominance and control of zakat has not only been well-received by society, but has also had implications for politicians role in zakat management and distribution. This research, conducted through observation and interviews with zakat distributors/recipients, indicates how clientelism is formed through the government zakat distribution agency (Badan Amil Zakat, Zakat Distribution Agency), the structural/instrumental approaches used by incumbents, and the response of zakat recipients. This article takes two elections in two regions as case studies: Kulon Progo in the 2017 regional election and Magelang Regency in the 2013 regional election.
REINTERPRETASI TRADISI MERARIQ (KAWIN LARI) SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK ADAT (STUDI PEMIKIRAN TOKOH AGAMA DAN TOKOH ADAT DI NTB) Triantini, Zusiana Elly; Amilia, Fatma; Samsudin, Samsudin
istinbath Vol 16 No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Syariah UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.87 KB)

Abstract

Abstrak Tulisan ini hendak megungkap tentang berbagai konflik yang lahir dari proses tradisi merariq di Lombok Nusa Tenggara Barat. Dimulai dari menjabarkan proses atau tahapan tradisi merariq, dan menariknya atau mengkaitkannya dengan sistem sosial masyarakat Sasak dan kemudian melihat beberapa konflik yang lahir dari tradisi tersebut. dalam proses penyusunannya tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dengan tokoh adat dan tokoh agama (Islam) di Lombok serta mengumpulkan data lain dengan observasi. Pandangan tokoh agama dan tokoh adat terhadap konflik yang lahir tersebutlah yang akan menjadi kacamata untuk melihat peluang reinterpretasi terhadap tradisi menariq ini. Interpretasi tersebut kemudian dikaji menggunakan kerangka maqasid asy syariah dan resolusi konflik sebagai sebuah tawaran akademik. Abstract   This paper explores various conflicts arising from the traditional marital elopement (merariq) in Lombok, West Nusa Tenggara. This qualitative research collects the data through observation and interviews with community and religious leaders. The discussion starts with the explanation of the procedure of traditional marital elopement and then looks at its social system that causes conflict in it. The community and religious leaders’ views are thus used as an analytical tool to perceive such conflicts. Their reinterpretation of merariq is important to present because they are leaders in their respective community. The theory of maqashid al-syariah is finally used to examine such reinterpretation to find and offer a new academic solution to the conflicts
PERKEMBANGAN PENGELOLAAN ZAKAT DI INDONESIA Triantini, Zusiana Elly
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pengelolaan dan pendayagunaan zakat di Indonesia, keberadaannya di antara kepastian yang tak berujung. Meski pemerintah memiliki keinginan yang cukup kuat untuk melakukan formalisasi zakat di Indonesia, namun formalisasi tersebut terus berkembang dan mengalami perbaikan dari waktu-ke waktu. Di satu sisi, ini dapat dikatakan sebagai wujud kepedulian negara terhadap semangat zakat dalam Islam. Namun di sisi lain, regulasi yang dikeluarkan pemerintah tentang zakat menjadikan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang dibentuk oleh pemerintah. Tulisan ini mengkaji tentang perkembangan zakat di Indonesia, terutama rentetan sejarah politik pengelolaan dan pendayagunaan zakat di Indonesia dari masa ke masa.
Meta Konsep Kekuasaan dan Demokrasi Dalam Kajian Teori Politik Triantini, Zusiana Elly
Politea : Jurnal Politik Islam Vol 2 No 2 (2019): Wacana Baru Politik Islam dalam Konteks Keindonesiaan dan Global
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengupas tentang bagaimana konsep kekuasaan dikaji oleh para pemikir seperti; Foucault, Mills, Duhl, namun juga tidak kalah menarik tulisan ini ingin menyajikan sedikit perbandingan dengan pemikiran politik Islam Ibnu Kholdun dan AL Mawardi yang juga mendeskripsikan konsep politik dan power dengan rujukan term teologis. Menjadi penting memahami konsep kekuasaan dari dua belahan peradaban dunia tersebut, apalagi dalam konteks melihat politik di Indonesia. Mengapa demikian? Karena Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim, meskipun bukan negara Islam namun pemikiran Islam banyak di konsumsi oleh masyarakat maupun politisi di Indonesia. Sehingga menghadirkan dua wajah peradaban yang melahirkan pemikiran tentang kekuasaan dan demokrasi menjadi penting untuk diketengahkan.