Linda Tondobala
Jurusan Arsitektur, FT-USRAT

Published : 52 Documents
Articles

FLOATING PARK SEBAGAI PENUNJANG WATERFRONT CITY DAN SOLUSI TERHADAP KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM WILAYAH PERKOTAAN Fransz, Jerry M.; Tondobala, Linda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 1, No 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No 1. Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.405 KB)

Abstract

ABSTRAK Karya tulis ini bertujuan untuk mempelajari mengenai Floating Park dalam fungsinya sebagai lahan tambahan untuk taman publik. Penyajian masalah berkaitan dengan konsep waterfront, penyediaan Ruang Terbuka Hijau, serta solusinya berupa taman publik pada struktur terapung. Dalam pembahasannya menyajikan mengenai sistem struktur, persyaratan berkaitan dengan lingkungan dan berbagai fasilitas yang direncanakan. Penyajian data diperoleh dari hasil studi literatur. Dari keseluruhan penulisan diperoleh hasil bahwa Floating Park dapat menjadi sebuah solusi alternatif bagi penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk area perkotaan. Solusi tersebut khusus memperhatikan aspek struktural dan lingkungan air sebagai konteks, sesuai dengan kondisi yang beragam di lapangan. Selain itu juga memperhatikan ketersediaan fasilitas penunjang mengingat fungsinya sebagai taman publik. Kata Kunci: RTH Publik, Floating Park, Waterfront
RUMAH MODE DI MANADO - Skin and Bones Fashion: Weaving in Architecture Syafriyani, S; Tondobala, Linda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 1, No 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No. 2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dunia mode berkembang sesuai dengan tuntutan zaman, teknologi yang semakin canggih, masyarakat yang moderen sehingga mode merupakan suatu aspek yang penting di seluruh dunia. Kota Manado memiliki potensi dalam dunia mode karena kemampuan masyarakat Manado yang fashionable, kondisi lingkungan sekitar yang kondusif dan dari segi bisnis banyaknya pertokoan mode yang menawarkan produk-produk baik dalam maupun luar negeri, memberikan peluang yang sangat baik pada devisa kota Manado Namun Belum adanya fasilitas mode yang lengkap, menggabungkan kegiatan komersial, pendidikan dan hiburan pagelaran busana. Sehingga memunculkan ide perancangan Rumah Mode Di Manado. Kehadiran Rumah Mode Di Manado ini tidak hanya terbatas dari fungsi kegiatan yang ada melainkan dibutuhkan suatu bangunan yang dapat mencerminkan identitas dunia mode. Berangkat dari keterkaitan antara bangunan dengan fungsi pewadahannya maka tema yang diambil adalah Skin And Bones Fashion: Weaving In Architecture. Dimana, tenun dalam dunia mode yang merupakan teknik dalam menciptakan suatu kain yang kemudian dirubah menjadi sebuah pakaian akan  diterapkan pada perancangan Rumah Mode Di Manado. Rumah Mode dirancang dengan menggunakan teknik tenun dan pola tenun. Sehingga pada akhirnya, hasil perancangan bangunan ini akan berkarakteristik dan memiliki seni yang tinggi.   Kata Kunci : Mode, Rumah Mode, Tenun
LANDASAN PEMAHAMAN ”GREEN ARCHITECTURE” UNTUK PENDIDIKAN ARSITEKTUR Poedjowibowo, Djajeng; Tondobala, Linda
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.11 KB)

Abstract

AbstrakPada dasarnya, perkuliahan Arsitektur Lingkungan mensinergikan materi sub arsitektur dan lintas disiplin untuk mendukung tercapainya rancangan yang optimal dan bernuansa berkelanjutan dengan meminimalisir : pencemaran, perusakan, dan pemborosan sumberdaya.Selama ini kurikulum pendidikan arsitektur masih menempatkan konteks perkuliahan arsitektur lingkungan dalam porsi yang tidak signifikan dalam sudut pandang jumlah SKS maupun isi materi. Sementara itu, dalam kondisi sekarang (dan masa depan) kebutuhan akan pemahaman arsitektur ramah lingkungan, sudah semakin kompleks dan membutuhkan perhatian yang sangat memadai, khususnya pada calon arsitek. Berbagai permasalahan lingkungan hidup dunia seperti “global warming”, urban heat island, air bersih, persampahan, maupun pencemaran domestik lainnya, membutuhkan pemecahan dengan peran penting para arsitek.Tulisan ini memaparkan usulan komposisi mata kuliah terkait arsitektur lingkungan terhadap mata kuliah lainnya. Komposisi tersebut dihasilkan melalui kajian dengan dua pendekatan. Pendekatan pertama berupa uji struktur kurikulum pada kasus di Jurusan Arsitektur, Universitas Sam Ratulangi. Pendekatan kedua melalui penyebaran kuesioner yang dievaluasi secara statistik. Kuesioner ditujukan kepada mahasiswa, user, profesional arsitek yang berdomisili di Sulawesi Utara.Ternyata dalam hasil uji kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar user, mahasiswa maupun para praktisi belum memahami dengan baik mengenai arsitektur hijau yang sebenarnya akan menjadi tuntutan arsitektur masa depan.Kata kunci : silabus, kompetensi, arsitektur hijau
ARSITEKTUR TEPI AIR Tangkuman, Dwi Juwita; Tondobala, Linda
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1788.593 KB)

Abstract

ABSTRAKDasar pemikiran makalah ini yaitu semakin berkembangnya konsep pengembangan Kota Tepi Air yang sudah banyak diadopsi oleh banyak Negara didunia.Kawasan tepi air (waterfront) merupakan bagian elemen fisik kota yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi suatu kawasan yang hidup (livable) dan tempat berkumpul masyarakat. Dalam perkembangannya Konsep Waterfront di beberapa Negara didunia memiliki konsep yang cenderung sama.Pengembangan waterfront seharusnya mampu di olah secara optimal untuk menonjolkan potensi serta karakteristk daerah masing-masing. Untuk menghadirkan konsep pengembangan yang efektif dan fungsional, maka perlu dikendalikan dengan mempertimbangkan aspek baik dari segi fisik maupn non fisik. Dengan penekanan terhadap Apek Lingkungan Maupun Fungsi. Aspek-aspek pertimbangan diperoleh berdasarkan studi literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa dalam pengembangan waterfront penting untuk mengharmoniskan antara kota/lahan dan air agar keduanya dapat berperan timbal balik. Hubungan timbal balik antara keduanya dapat mewujudkan suatu lingkungan yang tertata dengan baik juga menghadirkan fungsi-fungsi yang mewadahi kegiatan dalam kawasan tepi air secara lebih efektif dan fungsional.Kata Kunci : arsitektur, tepi air
ANIMASI DALAM TECHNO PARK Wowor, Marcovani; Tondobala, Linda
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.286 KB)

Abstract

Sekarang ini teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat, sehingga sering muncul pepatah “orang yang tidak mengerti teknologi adalah orang yang ketinggalan zaman”. Salah satu teknologi komputer yang populer dan terus berkembang saat ini adalah teknologi animasi. Animasi sendiri sebenarnya merupakan ciptaan manusia yang bersifat menghibur sekaligus mendidik bagi manusia dimana biasanya dituangkan dalam bentuk gambar yang terlihat seperti hidup dan memiliki karakter  sendiri yang mudah diserap/dimengerti anak-anak, karena sasaran utama dari animasi sendiri pada awalnya adalah anak-anak. Baru kemudian berkembang meluas ke semua kalangan. Dalam perkembangannya animasi mulai digunakan dalam dunia arsitektur terutama untuk kepentingan mempresentasikan hasil perancangan dengan menggunakan program komputer seperti autoCAD, 3D max, skechup, archiCAD dll. Seiring  dengan perkembangan teknologi pada bangunan maka animasi tidak hanya digunakan untuk presentasi hasil rancangan  saja tapi mulai diterapkan nyata pada bangunan. Hal tersebut biasanya  untuk menarik minat masyarakat mengunjungi bangunan tersebut. Contohnya adalah pembuatan gambar-gambar animasi sebagai pengganti cat dinding bangunan untuk menarik minat pengunjung, penggunaan hologram atau  karakter animasi tertentu  pada bangunan, dibuatnya bangunan theme park dan area bermain atau pendidikan  yang menyajikan animasi seperti simulasi 3d, robot ataupun hologram animasi. Dan yang mulai berkembang dan populer saat ini adalah techno park. Techno park sendiri mirip dengan theme park hanya bedanya  techno park menggunakan teknologi lebih futuristik dan tidak hanya diperuntukan untuk hiburan atau pendidikan tetapi lebih luas lagi techno park mencakup kedua fungsi untuk pendidikan dan hiburan. Pada makalah ini materi yang akan diangkat adalah penggunaan/penerapan animasi dalam techno park itu sendiri. Kata kunci: Animasi, Teknologi, Theme Park
KELAYAKAN PUSAT KOTA MANADO SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA Tondobala, Linda
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.308 KB)

Abstract

Manado, kota yang sudah berusia 387 tahun memiliki sejarah yang panjang dalam perkembangan kota. Keragaman warisan sejarah, budaya, nilai dan pola hidup masyarakat serta kepercayaannya, tercermin dalam wujud fisik kota. Dari segi historis Pusat Kota Manado bertumbuh di sekitar daerah pelabuhan lama, adalah lokasi yang menjadi embrio pertumbuhan kota Manado. Di kawasan ini peradaban kota terbentuk. Peninggalan sejarah berupa artefak (bangunan, arsitektur, prasarana fisik dan benda fisik lainnya) merupakan aset wisata yang memberikan ciri Pusat Kota Manado. Pusat Kota Manado,sebagai historic city, diperkaya oleh lokasinya yang berada di pesisir pantai dan sungai sehingga memiliki daya tarik lingkungan alami. Sayangnya potensi alami dan peninggalan peradaban kota belum ditunjang oleh infrastruktur yang memadai dan elemen perancangan kota. Demikian pula, obyek wisata yang ada belum kompak membentuk unity citra/identitas pusat kota. Urban heritage di pusat kota masih bersifat statis. Artefak sejarah, budaya dan kondisi/ekspresi sosial mayarakat tidak dikembangkan secara integratip dan saling melengkapi/memperkuat. Padahal artefak yang ada jika ditunjang oleh kondisi kawasan yang dinamis akan “menghidupkan kawasan” (tercipta animasi urban) dan menarik wisatawan untuk melakukan aktivitas pariwisata. Kata kunci : Pusat Kota Manado, wisata sejarah, wisata alam, wisata kota, destinasi pariwisata
PEMAHAMAN TENTANG KAWASAN RAWAN BENCANA DAN TINJAUAN TERHADAP KEBIJAKAN DAN PERATURAN TERKAIT Tondobala, Linda
SABUA Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti telah diketahui bersama bahwaberbagai daerah di Sulawesi merupakan wilayahyang sangat rentan terhadap aspek kebencanaan,dikarenakan kondisi geografis dan geologiwilayah. Pulau Sulawesi memiliki topografiyang sangat bervariasi dan cenderung curam.Wilayah Sulawesi dikepung oleh lempengEurasia dan lempeng Indo-Australia. Sewaktuwaktulempeng ini akan bergeser patahmenimbulkan gempa bumi. Selanjutnya jikaterjadi tumbukan antar lempeng tektonik dapatmenghasilkan tsunami. Catatan dari DirektoratVulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(DVMBG) Departemen Energi dan SumberDaya Mineral menunjukan bahwa ada 28wilayah di Indonesia yang dinyatakan rawangempa dan tsunami. Di antaranya Sulut, Sultengdan Sulsel.
PENDEKATAN UNTUK MENENTUKAN KAWASAN RAWAN BENCANA DI PULAU SULAWESI Tondobala, Linda
SABUA Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8478.356 KB)

Abstract

Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007disebutkan bahwa Bencana alam adalahbencana yang diakibatkan oleh peristiwaatau serangkaian peristiwa yang disebabkanoleh alam antara lain berupa gempa bumi,tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan,angin topan, dan tanah longsor. Oleh karenaitu pada pada bagian metodologi ini akandifokuskan pada bagaimana caramengidentifikasi bencana alam yang mungkinterjadi di suatu daerah yang dalam penelitian iniadalah Pulau Sulawesi. Bencana alam padadasarnya adalah gejala atau proses alam yangterjadi akibat upaya alam mengembalikankeseimbangan ekosistem yang terganggu baikoleh proses alam itu sendiri ataupun akibat ulahmanusia dala memanfaatkan sumber daya alam.
KLINIK ORTOPEDI DAN FISIOTERAPI DI MANADO (REFLEKSI METODE FISIOTERAPI DALAM ARSITEKTUR) Hakim, Teguh R; Tondobala, Linda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No. 2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3026.296 KB)

Abstract

ABSTRAK Klinik Ortopedi dan Fisioterapi adalah sebuah fasilitas kesehatan khusus yang lebih menekankan pelayanan masalah kesehatan tulang serta rehabilitasi penyembuhan gangguan tulang dengan metode fisioterapi ortodentik. Beberapa tahun belakangan ini isu tentang gangguan tulang khususnya osteoporosis mulai hangat diperbincangan mengingat osteoporosis merupakan ganguan pada tulang yang tidak bisa diobati. Manado sendiri sebagai kota yang mulai berkembang sangat pesat dengan masalah-masalah yang bermunculan dan berdampak buruk bagi aspek kesehatan. Masalah pola hidup yang tidak sehat, kesadaran akan baiknya jalan kaki, tingkat kecelakaan yang meningkat, serta kebiasaan olahraga yang masih kurang memberikan peluang terjadinya masalah-masalah tulang yang lambat laun akan berakibat fatal. Klinik ortopedi dan fisioterapi sangat diperlukan sebagai fasilitas kesehatan yang mewadahi penyembuhan khusus tulang dan penanganan rehabilitasinya. Kehadiran klinik ortopedi dan fisioterapi direncanakan untuk membantu pembagian layanan kesehatan di Kota Manado agar konsentrasi pelayanan tidak terpusat di Rumah Sakit Pusat Kandou Manado. Dengan menggunakan pendekatan desain berupa tema perancangan dengan “Refleksi Metode Fisioterapi Dalam Arsitektur” yaitu pengaplikasian metode Fisioterapi dalam ruang, bentuk, pola sirkulasi dan tatanan ruang luar yang diharapkan dapat membeikan warna tersendiri dalam pelayanan  kesehatan di Manado.   Kata kunci : Ortopedi, Fisioterapi, Refleksi
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Banapon, Faisal; Tondobala, Linda; Poli, Hanny; Rengkung, Michael
SABUA Vol 5, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.696 KB)

Abstract

Tingkat pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh pada volume sampah yang merupakan hasil aktifitas penduduk. Besarnya sampah yang dihasilkan dalam suatu daerah tertentu sebanding dengan jumlah penduduk, jenis aktifitas yang beragam, dan tingkat konsumsi penduduk tersebut terhadap barang material. Setiap harinnya kota Manado dengan jumlah penduduk 410.481 tersebut, menghasilkan sampah dalam volume yang cukup besar  ± 2.000 m­­3 dari berbagai aktifitas kota Manado seperti rumah tinggal atau permukiman, pasar modern dan pasar tradisional, sekolah, perkantoran dan industri. Berangkat dari hal itu menjadi penting untuk dilakukan penelitian dan penelitian tersebut, dilakukan pada kecamatan Wenang karena merupakan salah satu dari beberapa kecamatan di kota Manado yang menjadi pusat kegiatan ekonomi, merupakan wilayah padat permukiman serta penduduk yang cukup tinggi, dan penggunaan lahan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan persampahan di kecamatan Wenang. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang lebih mengutamakan pada masalah, proses dan makna/persepsi. Untuk menganalisis data digunakan analisis Distribusi Frekuensi (perhitungan statistik sederhana misalnya jumlah, selisih dan prosentase data). Analisis digunakan untuk mengetahui variabel yang diteliti yaitu untuk mengatahui pengelolaan persampahan di kecamatan Wenang. Hasil dari analisis dipaparkan secara deskriptif.
Co-Authors . Sangkertadi Alfonse F. V. Rambing, Alfonse F. V. Anggreny Purukan Bambulu, Virgin Juliet Bleskadit, Myron L. Brian Erfino Wattimena, Brian Erfino Christie L. Ciputra Christo Andrizen Sumaraw, Christo Andrizen Christy Mamasung, Christy Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Damopolii, Darlene Djajeng Poedjowibowo Dwi Juwita Tangkuman Esli D Takumansang Faisal Banapon Faizah Mastutie Fela Warouw Filipus, Theodorus Frans, Aurina J. Hanny Poli Hendrik S. Suriandjo Jerry M. Fransz Joseph, Alfa A. Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kalude, Desty R. R. Lakat, Ricky Laloma, Indriana Lalujan, Tirza Gloria Lawene, Chilfy Lewina Leidy M. Rompas M. M Rengkung Magdalena, Enggrila D. Marcovani Wowor Mariani R.G.O Sakul Medica P. Tahalea, Medica P. Michael M Rengkung, Michael M Michael M. Rengkung Michael Rengkung Moh Yushar Fadhly, Moh Yushar Nua, Wahyudi Septantio O. H. A Rogi Pattiasina, Melinda Kimberley Pierre H Gosal, Pierre H Pingkan P. Egam, Pingkan P. Pollo, Joel Yermia Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Rieneke L Sela, Rieneke L Rieneke L. E. Sela S Syafriyani Serin, Wilem Shelen Prisci Liem Siridaeng, Holy V. Siti Humairah Sonny Tilaar Stefanus T Tanod Steward Rahantoknam, Steward Sungkar, Iqbal L Surbakti, Anugra Prasetyo La'lang Suryadi Supardjo, Suryadi Syafrini, Reny Tarumingkeng, Francis Andreas Teguh R Hakim Tilaar, Sonny S Verry Lahamendu, Verry Vially, Christian V. Vicky H Makarau, Vicky H Wardono, Surakanti S. Watung, Christania H.T. Westplat, Muhammad Jusnardi Hardyan Windy Mononimbar Winsensius S. P. Raco Yulianti .