Articles

Found 21 Documents
Search

IMPLEMENTASI INDUKSI MAGNET MELALUI EKSPERIMEN SEDERHANA UNTUK MEMUDAHKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG TERJADINYA MEDAN PUTAR PADA MESIN LISTRIK 2 PHASA DI SEKOLAH KEJURUAN Suseno, Jarot; Toifur, Moh.
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 5 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.461 KB)

Abstract

Telah dilakukan eksperimen untuk menentukan hubungan antarabeda fase (cos q) dan kecepatan putar (w) dari rangkaian listrik tertutup AC untuk menjelaskan kepada siswa tentang terjadinya medan putar pada mesin listrik 2 phasa. Penentuan beda fase dilakukan dengan memvariasi nilai kapasitas kapasitor (C) dalam rangkaian serta mengamati kecepatan putar jarum kompas yang diletakkan di antara dua pasang kumparan yang saling berhadapan. Beda fasediamati dengan menghubungkan rangkaian dengan layar CRO (Osiloskop) sedangkan periode putar dapat diamati dengan meletakkan sensor LDR yang disinari dengan sinar LASER dan dihubungkan dengan komputer melalui interface labpro dan software program logger pro 3.8.3. Dari eksperimen dan data eksperimen, maka disimpulkan, pertama dengan panduan prosedur eksperimen, siswa dengan mudah dapat memahami rangkaian sederhana tentang terjadinya medan putar pada listrik AC. Kedua dengan merubah nilai C pada rangkaian siswa dapat mengamati adanya perubahan kecepatan putar jarum kompas. Dan ketiga pada data eksperimen nilai C = 1 mF starting jarum kompas sulit dilakukan karena sudutfase (q) mulai mengalami penurunan dimulai sudut88,95°dengan kecepatan putar jarum kompas 6718,53 rad/s. Hal inidisebabkan sudut tersebut menurun mendekati fase yang sama antara lilitan utama (Lu) dan lilitan bantu( Lb). Sedangkan pada C = 100 mF starting jarum kompas mulai mudah dilakukan karena dengan sudut fase (q) sebesar 36,99°kecepatan putar jarum kompas sebesar 10236,73 rad/s. Karena pada nilai kapasitor C = 100 mF sudut fase mulai mengalami naik sampai sudut 90°. Kata kunci :Induksi Magnet, Medan Putar, Listrik Dua Phasa.
UJI SIFAT MAGNETIK PASIR PANTAI MELALUI PENENTUAN PERMEABILITAS RELATIF MENGGUNAKAN LOGGER PRO Lusiyana, Ayu; Toifur, Moh.; Rohman, Fatkhur
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan  penelitian  permeabilitas relatif pasir di beberapa pantai wilayah Yogyakarta, sebagai sampel digunakan pasir Pantai Depok, pasir Pantai Parangtritis dan pasir Pantai Parangkusumo.  Penelitian  tersebut  didasari  pada  dugaan bahwa pada pasir pantai terkandung bijih besi yang dapat terinduksi oleh medan magnet. Penelitian dilakukan dengan memasukkan sampel pasir pantai ke dalam rongga kumparan solenoida agar termagnetisasi saat dialiri arus listrik. Pembangkitan medan magnet dilakukan dengan memvariasikan tegangan mulai dari 1.5 V sampai dengan 9 V. Pengambilan data medan magnet dan arus dilakukan secara langsung menggunakan interface Logger pro untuk selanjutnya dilakukan analisis  regresi linier menggunakan perangkat lunak MS.Excel.  Besarnya permeabilitas ditentukan melalui slope grafik. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai permeabilitas eksperimen udara adalah (6,430±0,006)×10 -7 TmA-1 , nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Depok (25,216±0,007)×10 -7 TmA-1,  nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Parangkusumo (20,478±0,006)×10 -7 TmA-1dan nilai permeabilitas eksperimen pasir Pantai Parangtritis (19,042±4,692)×10 -7 TmA-1. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan  nilai permeabilitas relatif dari pasir pantai Depok, pantai Parangtritis, dan pantai Parangkusumo berturut-turut adalah   dan . Hasil penelitian  menunjukan tingkatan nilai permeabilitas relatif  dari pasir pantai Depok lebih tinggi dari pasir pantai yang lainnya sehingga pasir pantai Depok diketahui memiliki kandungan bijih besi yang lebih banyak daripada pasir pantai Parangtritis dan Parangkusumo.
Optimasi Diameter dan Panjang Kawat Koil Sebagai Kandidat Sensor Suhu Semen Sapi Berbasis RTD-C Indratno, Toni Kus; Toifur, Moh.
Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi diameter dan panjang kawat koil sebagai sensor suhu rendah berbasis Resistance Temperature Detector Coils (RTD-C) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan diameter dan panjang kawat koil yang paling optimal dalam merespons perubahan suhu lingkungan sehingga dapat diaplikasikan sebagai sensor suhu pada kontainer semen sapi. Dalam penelitian ini digunakan 15 sampel yang terdiri dari tiga jenis diameter kawat yang berbeda, 0,1; 0,2; dan 0,3 mm. Masing-masing diameter dibuat lima jenis sampel dengan panjang kawat divariasi dari 175 cm sampai dengan 875 cm. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa hubungan kenaikan suhu dengan tegangan pada rangkaian berbentuk polinomial orde dua (kuadratik). Hasil pencocokan data memperlihatkan bahwa semua sampel sensor dapat merespons perubahan suhu lingkungan dengan baik. Sampel yang paling baik digunakan adalah sampel dengan kawat berdiameter 0,2 mm dan panjang 700 cm. Sampel inilah yang dijadikan sebagai kandidat sensor suhu semen sapi. Kata kunci: RTD, koil, suhu rendah.
IMPLEMENTASI TEORI DISTRIBUSI PROBABILITAS GAUSSIAN PADA KUALITAS RANGKAIAN PENYEARAH GELOMBANG PENUH Rosdianto, Haris; Toifur, Moh.
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 2 No 1 (2017): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 2 Nomor 1, April 2017
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.021.12

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan probabilitas distribusi Gaussian untuk membantu menentukan kualitas rangkaian penyearah gelombang penuh. Sebagai sampel digunakan dioda IN4002 dan IN4007 yang dihubungkan secara seri dengan tahanan 1.200 ohm. Rangkain dipasok dengan power supply 15 volt AC berfrekuensi 50 Hz. Data tegangan output diode dicuplik dengan bantuan sensor tegangan loggerpro pada setiap 5 detik sampai diperoleh 5000 data. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan fitting data menurut distribusi probabilitas normal Gaussian. Kualitas penyearah ditentukan dari nilai simpangan baku yang kecil. Dari penelitian menunjukkan bahwa dioda 1N4002 mempunyai kualitas lebih baik sebagai komponen penyerah gelombang penuh dengan simpangan baku 0,39 %. Selain itu dari eksperimen ini dapat dihasilkan buku petunjuk praktikum yang layak digunakan untuk praktikum mahasiswa. Kata-kata kunci: kualitas penyearah gelombang penuh, dioda, distribusi normal Gaussian. Abstract The objective of the research is employing Gaussian Distribution Probability to assist determination of quality of full wave rectifier circuit. Two diodes 1N4002 and 1N4007 were used as samples. The diodes were connected to resistor 1,200 ohm. The device was connected to 15 volt AC power supply with frequency of 15 Hz. Data were logged from diodes using loggerpro voltage sensor on each of 5 seconds up to 5000 data. Data was analyzed by fitting according to the Gaussian normal probability. The quality of device was determined from the lowest deviation standard. From the results show that diode 1N4002 have the best quality as an electronic component of full wave rectifier that have standard deviation of 0.39. Furthermore, from this research could be resulted a module of experiment that reliable if it is used as guidance book for experiment of students. Keywords: full-wave rectifier quality, diode, Gaussian normal distribution.
PENGARUH MEDAN DEPOSISI PADA STRUKTUR MIKRO, RESISTANSI DAN NISBAH MR LAPISAN TIPIS NiemYANG DISIAPKAN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING Toifur, Moh.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: Oktober 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.581 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5200

Abstract

PENGARUH MEDAN DEPOSISI PADA STRUKTUR MIKRO, RESISTANSI DAN NISBAH MR LAPISAN TIPIS NiemYANG DISIAPKAN DENGAN DC MAGNETRON SPUTTERING. Telah dibuat lapisan tipis Ni80Fe20 pada suhu substrat 200°C berbantuan medan deposisi 600 gauss. Penelitian bertujuan untuk mengamati pengaruh medan deposisi terhadap struktur atom lapisan, resistansi dan efek MR. Dari spektrum. XRD dinyatakan bahwa lapisan berstruktur kristal dengan puncak-puncak difraksi pada sudut 37,45°, 43,4° dan 44,75° dan bersesuaian dengan unsur Fe2O3, NiFe dan NiO. Penambahan B menjadikan ukuran butir cenderung berkurang. Dari uji resistansi dengan probe 4 titik diperoleh resistansi maksimum sebesar l7407,04 ohm yang bersesuaian dengan medan deposisi 0 gauss, hal mana menunjukkan spin-spin elektron lapisan memiliki struktur paling acak. Sedangkan dari uji MR pada medan H = 0 — IS gauss diperoleh medan jenu-h (Hs) semua lapisan l2,5 gauss yang menunjukkan lapisan termasuk jenis soft magnetic. Nisbah MR terbesar 10,23 % yang bersesuaian dengan medan B = 0 gauss sedangkan nisbah MR terkecil 0,9 l % bersesuaian dengan medan B = 300 gauss. Lapisan yang pertama sesuai untuk sensor medan magnet berstruktur lapisan tunggal sedangkan lapisan yang kedua sesuai untuk membuat sensor medan magnet berstruktur multilapis.
PENGARUH WAKTU DEPOSISI PADA TEBAL LAPISAN, STRUKTUR MIKRO, RESISTIVITAS KEPING LAPISAN TIPIS CU/NI HASIL DEPOSISI DENGAN TEKNIK ELEKTROPLATING TOIFUR, MOH.; A, NURAMALIA; O, OKIMUSTAVA; SUKARELAWAN, IRMA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 02 (2017): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1606.485 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v7i02.16132

Abstract

Telah dibuat lapisan tipis Cu/Ni pada variasi waktu deposisi Ni dengan metode elektroplating. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu deposisi terhadap tebal lapisan Ni, struktur mikro, dan resistivitas lapisan. Sebagai elektroda digunakan pelat nikel dan tembaga, sedangkan larutan elektrolit dibuat dari paduan NiSO4 75g, NiCl2 10g , H3BO3 7,5g, dan H2O 250 ml. Deposisi dilakukan pada tegangan 1,5 volt, jarak antar elektroda 4 cm, dan suhu 60°C. Waktu deposisi divariasi dari 1 menit sampai 5 menit. Karakterisasi sampel dilakukan dengan memotret tampang permukaan Ni dan tampang lintang Cu/Ni menggunakan foto SEM,  analisis kandungan unsurnya menggunakan EDS untuk sampel hasil deposisi 1 menit dan 5 menit, karakterisasi struktur mikro dengan XRD, tebal lapisan Ni dengan perhitungan, serta resistivitas keping dilakukan dengan alat probe empat titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tebal lapisan Ni sebanding dengan waktu deposisi Ni. Dari foto SEM pada permukaan lapisan Ni terlihat bahwa sampel hasil deposisi Ni selama 1 menit belum menampakkan adanya butir-butir Ni sedangkan pada sampel hasil deposisi Ni selama 5 menit telah menampakkan butir-butir Ni. Dari analisis menggunakan EDS diperoleh bahwa pada lapisan Cu/Ni mengandung elemen Ni dan Cu serta senyawa NiO dan CuO dengan kadar Ni sebanding dengan waktu deposisi Ni. Dari analisis struktur mikro menggunakan XRD diperoleh beberapa fasa yaitu Cu, Ni, dan NiO berstruktur kristal sedangkan fasa CuO berstruktur amorf. Dari nilai resistivitas keping, semakin lama waktu deposisi resistivitas keping semakin berkurang.
OPTIMALISASI DIAMETER KAWAT UNTUK KOMPONEN SENSOR SUHU RENDAH BERBASIS SUSEPTIBILITAS WIDYASARI, HALLEYNA; TOIFUR, MOH.
Faktor Exacta Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.14 KB) | DOI: 10.30998/faktorexacta.v9i2.787

Abstract

Research has been carried out low-temperature sensors based magnetic susceptibility. The study was conducted in order to obtain the most appropriate wire diameter to be used as a low temperature sensor. As the sample used three solenoid with a wire diameter of 0.10 mm; 0.15 mm; and 0.20 mm. Experiments performed using the room temperature was varied from 157K until 253K. Data collection was performed on the multimaster current, the magnetic field induced by the gaussmeter, medium temperature with a digital thermocouple. Medium magnetic susceptibility values obtained by linear regression of data electric current and magnetic induction. Based on the analysis of the data it can be concluded solenoid with a wire diameter of 0.15 mm is most suitable solenoid is used as a temperature sensor cold. This sensor has a degree of linearity better and more sensitive than other sensors. Equation-temperature circuit followed by I is the current and T the temperature of the medium.
NISBAH GMR SUPERKISI Ag/NiFe/Ag/NiFe Toifur, Moh.; Prayoto, Prayoto; Abraha, Kamsul; Ridwan, Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.541 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4915

Abstract

NISBAH GMR SUPERKISI Ag/NiFe/Ag/NiFe. Telah dibuat sistem multilapisan berstruktur Ag/NiFe/Ag/NiFe dengan mesin sputtering dc pada variasi waktu deposisi Ag(2) dari 2 menit sampai dengan 10 menit dengan tujuan untuk memperoleh multilapisan dengan nisbah GMR terbesar akibat sumbangan GMR yang berasal dari antiferromagnetic coupling antara spin-spin lapisan NiFe( 1) dan NiFe(2). Karakterisasi yang dilakukan meliputi keadaan morfologi lapisan, sifat magnetik dari bahan lapisan, strukturmikro serta resistansi dibawah pengaruh medan magnet luar (Hext). Hasil penelitian menunjukkan multilapisan dengan waktu deposisi Ag(2) = 8 menit memiliki nisbah GMR terbesar yaitu 67,74% atau 11,2 kali lebih besar dari efek MR lapisan tunggal NiFe dan telah mendekati perkiraan Pool bahwa efek GMR 4 lapis sekitar 75%. Lapisan ini memiliki remanen magnet (Mr) dan medan koersif(Hc) yang kecil. Sementara itu pemakaian lapisan penyangga Ag(ll1) semakin memperkokoh struktur atom paduan NiFe (lll) yang ditumbuhkan di atasnya.
KETEBALAN DAN NILAI RESITIVITAS LAPISAN TIPIS Cu/Ni/Cu/Ni HASIL PENUMBUHAN DENGAN METODE ELEKTROPLATING PADA VARIASI TEGANGAN DEPOSISI (V) Fiqry, Rizalul; Toifur, Moh.; Khusnani, Azmi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, penggunaan dan pemanfaatan teknologi sensor ditemukan hampir di semua bidang. Pengembangan teknologi sensor juga masif dilakukan, baik di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, militer, maupun teknik sipil. Salah satu sensor yang juga dikembangkan adalah sensor suhu rendah. Riset untuk mencari varian sensor suhu rendah tersebut juga telah banyak dilakukan. Begitu juga dengan penelitian yang akan dilakukan ini.Penelitian yang dilakukan ini, dihajadkan untuk menambah varian bahan dasar yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sensor suhu rendah. Multilapisan yang tersusun dari logam tembaga (Cu) dan nikel (Ni) diharapkan mampu identik dengan RTD  yang berbahan dasar platina (Pt). Dari penelitian penelitian sebelumnya, diketahui lapisan tipis Cu/Ni memiliki tingkat kepekaan terhadap suhu yang masih rendah. Kemudian, dengan menjadikan sampel berupa lapisan multilayer, diketahui dapat meningkatkan kepekaan lapisan terhadap suhu rendah. Sehingga, penelitian ini akan memfokuskan pada pembuatan multilapisan Cu/Ni/Cu/Ni menggunakan metode elekroplating dengan memvariasi waktu dan tegangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengatahui ketebalan lapisan dan nilai resitivitas setiap lapisan.Dari analisis data, diperoleh keseimpulan; (1) peningkatan tegangan, linier dengan peningkatan ketebalan lapisan; (2) Pada pelapisan Ni terhadap Cu, Cu terhadap Cu/Ni dengan kosentrasi, waktu dan suhu yang sama menunjukkan nilai resitivitas dengan nilai yang hampir sama. Hal itu menujukkan lapisan yang terbentuk homogen;dan (3) pada pelapisan Ni terhadap Cu/Ni/Cu dengan variasi tegangan, menujukan peningkatan nilai resitivitas.Kata kunci: RTD, resitivitas,multilapisan,Cu/Ni/Cu/Ni, electroplating.
EFEK RESISTANSI DAN GMR DARI PERMALLOY (Ni80Fe20) YANG DIDEPOSISIKAN PADA SUBSRAT GELAS DENGAN VARIASI SUHU Toifur, Moh.; Sugiyanto, Sugiyanto; Sujatmoko, Sujatmoko; Wibowo, Tono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 1: OKTOBER 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.475 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2000.2.1.4905

Abstract

EFEK RESISTANSI DAN GMR DARI PERMALLOY (Ni80Fe20) YANG DIDEPOSISIKAN PADA SUBSRAT GELAS DENGAN VARIASI SUHU. Telah dilakukan deposisi permalloy (Ni80Fe20) di atas subsrat gelas dengann variasi suhu subsrat yang bertujuan untuk megetahui perngaruhnya pada resistansi dan efek GMR lapisan. Pelapisan dilakukan dengan mesin dc sputtering yang dilengkapi dengan pengatur tekanan vakum, tekanan gas sputtering serta pengendali suhu. Sebagai sputtering gas-nya digunakan gas argon. Karakterisasi resistansi dilakukan dengan metoda probe empat titik dibawah pengaruh medan magnet luar yang diatur dari 0 sampai 150 gauss. Dari hasil analisis komposisi unsur deposit menggnakan XRF diketahui bahwa deposit mengandung unsur Ni dan Fe yang sama dengan unsur-unsur target dengan perbandingan 4:1. Dari uji resistansi dibawah pengaruh medan magnet diperoleh hasil bahwa suhu substrat memberikan pengaruh terhadap resistansi dan efek GMR lapisan tipis permalloy hal mana sangat terkait dengan profil struktur mikro substrat serta adanya defek kristal dan impuritas, namun medan magnetisasi tidak memberi pengaruh pada kedua parameter tersebut. Nilai resistansi terbesar adalah (104739,00±1,04) 10-3 ohm yang diperoleh pada suhu deposisi 400oC sedang efek GMR terbesar adalah 0,304% diperoleh pada suhu deposisi 300oC hal mana sesuai dengan lapisan tipis temuan Pool yaitu 0.3%.