Articles
6
Documents
Analisis Cluster Psikografis Konsumen Kediri Town Square

JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.863 KB)

Abstract

Perkembangan pusat perbelanjaan yang semakin pesat di kota Kediri menimbulkan adanya persaingan usaha, sehingga dibutuhkan strategi pemasaran seperti segmentasi konsumen pada komponen demografis dan psikografis. Dalam statistika, komponen-komponen tersebut dapat dinyatakan sebagai variabel. Untuk meringkas data dengan banyak variabel, akan digunakan analisis cluster dengan metode k-means cluster. Data yang digunakan adalah data hasil penyebaran kuisioner kepada konsumen Kediri Town Square. Analisis cluster akan dilakukan pada komponen psikografis konsumen Kediri Town Square. Metode sampling yang digunakan adalah systematic random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 103 responden. Analisis cluster menghasilkan empat segmen yaitu segmen yang dicirikan oleh konsumen yang lebih mempertimbangkan kualitas karena kualitas bagi mereka adalah nomer satu, segmen yang dicirikan oleh konsumen yang setia dengan merek, segmen yang tidak mempermasalahkan harga, dan segmen yang impulsive yaitu konsumen yang suka membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya.

META ANALYTIC STRUCTURAL EQUATION MODELING (MASEM) PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DERAJAT KESEHATAN DI JAWA TIMUR

Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Matematika 2014
Publisher : Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan statistika, generalisasi terhadap populasi tidak hanya dilakukan berdasarkan hasil satu temuan saja, akan tetapi didasarkan pada sintesis beberapa hasil temuan dan sering disebut sebagai meta analisis. Pada umumnya meta-analisis melibatkan ukuran tunggal seperti standardized mean difference antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan atau koefisien korelasi pearson (r) antara dua hasil. Saat ini, perkembangan menarik telah ditunjukkan dalam melakukan sintesis matriks korelasi yang dijelaskan dengan path analysis atau teknik structural equation modeling (SEM). Sebagaimana diketahui bahwa SEM merupakan sekumpulan teknik-teknik statistika yang memungkinkan pengujian sebuah model yang dibangun antara variabel endogen dengan variabel eksogen, dimana masing-masing variabel dapat berbentuk laten atau konstruk yang dibangun dari variabel manifes atau indikator. Gabungan meta-analisis dan structural equation modeling (SEM) sering disebut dengan meta-analytic structural equation modeling (MASEM). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan meta-analytic structural equation modeling (MASEM) pada faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan di Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data skunder dari dinas kesehatan kabupaten/kota dalam profil kesehatan kabupaten/kota di Jawa Timur 2013. Variabel laten endogen yang digunakan adalah derajat kesehatan dengan 5 indikator, sedangkan variabel eksogen yaitu lingkungan dengan 3 indikator, perilaku masyarakat dengan 3 indikator dan pelayanan masyarakat dengan 2 indikator. Dalam penelitian ini akan digunakan meta analytic structural equation modeling (MASEM) dengan pendekatan generalized least square (GLS). Hasil MASEM menunjukkan bahwa lingkungan berpengaruh signifikan terhadap derajat kesehatan pada alfa 0.1 dengan koefisien -0.054978, perilaku masyarakat berpengaruh signifikan terhadap derajat kesehatan pada alfa 0.01 dengan koefisien -0.122969 dan pelayanan kesehatan juga berpengaruh signifikan terhadap derajat kesehatan pada alfa 0.01 dengan koefisien -0.099819.

PERGESERAN IDENTIFIKASI DAN REPRESENTASI SOSIAL (STUDI ATAS MENGUATNYA IDENTIFIKASI ADAT DI INDONESIA)

Forum Ilmu Sosial Vol 39, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper tries to show a shift in social identification Indonesia afterdecentralization. Identification of Indonesian society is no longer sufficientmenggunakaan read only religious or ideological basis. Post-New Ordersocial identification back to the community is the identification of a localbasis, is considered pure, and genuine. Using the case of emerging andstrengthening indigenous movement and the basis of social identificationthat is attached to it, this paper finds that indigenous movement as a politicalmovement managed to emerge and be recognized. But sentiment was used by indigenous local elite to gain importance in the local political arena. This sentiment is also a mechanism of exclusion inkulsi and other groups outside themselves relating to their rights to the resources in the area. Not infrequently he is a source of social tension. Decentralization and the emergence of social identity, citizenship melokal shows an increasinglyserious problem.

ANALISA PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN SIMPANG PATUNG LEMBUSWANA PADA STA. 0+000 – 3+000 KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISA KOMPONEN 03-1732-1989-F

KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Prasarana transportasi mempunyai peran yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, baik untuk kebutuhan pendistribusian barang atau jasa. Ketersediaan  prasarana yang baik berpengaruh terhadap tingkat pelayanan transportasi dapat dilihat dari tingkat keamanan dan kenyamanan berkendara, namun dengan tingginya tingkat pertumbuhan lalu lintas berdampak pada kepadatan lalu lintas yang mengurangi kenyamanan berkendara.            Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan survey lapangan yang menghasilkan titik-titik kerusakan jalan saluran yang belum tersedia pada ruas jalan simpang patung lembuswana-tenggarong seberang (L2) serta data-data penunjang seperti LHR . Pengumpulan data sekunder yang berupa peta lokasi, data CBR, data curah hujan dan  teori-teori lain yang berasal dari buku-buku dan internet yang menyangkut tentang pelapis tambahan (overlay) dan petunjuk desain drainase permukaan jalan.Dari penelitian ini didapatkan pelapis tambahan ruas jalan simpang patung lembuswana-tenggarong seberang (L2) serta ukuran dimensi saluran berbentuk trapesium dengan dimensi “ d = 55 cm, b = 100 cm” dan tinggi jagaan d = 52 cm.Kata Kunci : lapisan pekerasan lentur, Desain Saluran Permukaan Jalan.

Pemodelan Derajat Kesehatan Menggunakan Structural Equation Modeling di Kabupaten Kediri

J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 10 No 2 (2017): Jstatistika
Publisher : J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.683 KB)

Abstract

Situasi derajat kesehatan di Kabupaten Kediri pada tahun 2015 menunjukkan bahwa kedudukan Akngka Kematian Ibu (AKI) sama dengan angka tahun sebelumnya, sedangkan kondisi Angka Kematian Bayi (AKB) cenderung menurun dibandingkan dengan tahun 2013. Derajat kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi merupakan variabel laten yang membutuhkan indikator untuk mengukurnya, sehingga memerlukan metode analisis multivariate yang mengakomodir hubungan antar variabel laten yaitu structural equation modeling (SEM). SEM-PLS dapat digunakan ukuran sampel yang kecil, dan tidak mengharuskan berdistribusi multivariate normal. Penelitian ini menggunakan data skunder yang diambil dari dinas kesehatan Kabupaten Kediri yang terangkum dalam profil kesehatan Kabupaten Kediri tahun 2015, kemudian diolah menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan, perilaku masyarakat, dan pelayanan kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan.

LAND GRABBING DAN POTENSI INTERNAL DISPLACEMENT PERSONS (IDP) DALAM MERAUKE INTEGRATED FOOD AND ENERGY ESTATE (MIFEE) DI PAPUA

BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan No 37 (2013): BHUMI
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.629 KB)

Abstract

This article discussed the possible impact of land grabbing practice toward the emergence of internal displacementperson taken a close look to MIFEE project in papua. employed the concept of acumulation by dispossesion, it was found that themajor scale farming development kept a serious impact toward the emergence of internal displacement person. they are oneswhose land, forest and other aource of living had been taken away. The MIFEE had cause a socio-cultural gap between farmingmechanism and mode of production of the local people, a massice demographical change, economic polarisation, power politicsmarginalization. with a big number of problems in IDP as a result of dispossesion practice, the IDP is directed toward group thatgot an effect of development expansion rather than those who suffer from disaster. in the context of human right, the MIFEE wasa great potention for the occurance of a violation toward the local people’s right.Keywords: Land Grabbing, Internal Displacement Persons, Accumulation, MIFFEE