Kusmiyati Tjahjono
Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

Artemisia annua Leaf Extract Increases GLUT-4 Expression in Type 2 Diabetes Mellitus Rat Kartikadewi, Arum; Prasetyo, Awal; Budipradigdo, Lisyani; Nugroho, Heri; Tjahjono, Kusmiyati; Lelono, Arthur
The Indonesian Biomedical Journal Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v11i1.531

Abstract

BACKGROUND: The depletion of glucose transporter 4 (GLUT-4) affects blood glucose level in the type 2 diabetes mellitus (T2DM) patient. Herbals supplementation such as Artemisia annua is known to posses an antidiabetic potency, but its effect on long term glucose control marker, glicated hemoglobin (HbA1C) and muscle GLUT-4 expression still has not been investigated.METHODS: Twenty Wistar rats were divided into four groups (five rats per group). The C1 group was consist of healthy control rats and C2 group was consist of diabetic control rats. Diabetic condition was induced by giving high lard fat diet for 28 days, followed with 30 mg/kgBW of Streptozotocin injection at the 29th day. Meanwhile, T1 and T2 group were consist of diabetic rats, which were supplemented with 50 mg/kgBW and 100 mg/kgBW of Artemisia annua leaf extract, respectively. GLUT-4 expression and HbA1C level were measured at the 14th day post-treatment.RESULTS: The GLUT-4 was expressed 1.8 and two times higher in T1 and T2 group, respectively, compared to C2 group. Meanwhile, HbA1C level in C2 group was two times higher than C1 group (11.95±2.52 compared to 5.61±2.69, p<0.01). Further, the administration of 100 mg/ kgBW Artemisia annua extract caused a slight reduction of HbA1C (11.95±2.52 compared to 8.18±3.53, p>0.05)CONCLUSION: Muscle cell’s GLUT-4 in T1 and T2 group was expressed increasingly and significantly different compared to the C2 group. HbA1C level in T2 was slightly reduced although no significant different compared to C2 group.KEYWORDS: Artemisia annua, GLUT-4, HbA1C, type 2 diabetes mellitus
PENGARUH PEMBERIAN ASAM LEMAK TRANS TERHADAP JUMLAH SEL DARAH PUTIH TIKUS SPRAGUE DAWLEY Pratama, Jefri; Tjahjono, Kusmiyati; Hardian, Hardian
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang : Suatu kondisi dimana sumsum tulang memproduksi sedikit sel darah putih disebut dengan leukopenia. Penyebab di Indonesia kemungkinan disebabkan oleh adanya tren perubahan gaya hidup, terutama pola makan barat yang mengandung tinggi kalori dan lemak bahkan juga tinggi asam lemak trans. Selain itu masyarakat juga banyak mengkonsumsi makanan goreng-gorengan (deep frying) yang mengandung tinggi asam lemak trans.Tujuan : Membuktikan pengaruh pemberian asam lemak trans terhadap jumlah sel darah putih tikus Sprague Dawley.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain Randomized Control Group Pretest and Posttest Design. Subjek penelitian adalah 21 ekor tikus Sprague Dawley jantan berumur 8 minggu. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberi pakan standar, kelompok perlakuan 1 yang diberi pakan dengan asam lemak trans 5%, dan kelompok perlakuan 2 yang diberi pakan dengan asam lemak trans 10% selama 8 minggu. Masing-masing kelompok diambil darahnya sebelum dan sesudah perlakuan untuk diukur jumlah sel darah putihnya. Uji statistik yang digunakan adalah uji paired t-test, uji Wilcoxon dan uji independent t-test.Hasil : Didapatkan perbedaan selisih jumlah sel darah putih pada kelompok perlakuan 1 yang lebih rendah secara tidak bermakna (p=0,6) dibandingkan kelompok kontrol. Hal yang sama pada kelompok perlakuan 2 (p=0,5). Perbedaan selisih jumlah sel darah putih pada kelompok perlakuan 2 juga lebih rendah secara tidak bermakna (p=0,3) dibandingkan dengan kelompok perlakuan 1.Kesimpulan : Terjadi penurunan selisih jumlah sel darah putih yang tidak bermakna pada tikus Sprague Dawley setelah mendapatkan pemberian asam lemak trans.Kata Kunci : asam lemak trans, sel darah putih, leukopenia, tikus Sprague Dawley.
PENGARUH PEMBERIAN ASAM LEMAK TRANS TERHADAP JUMLAH SEL DARAH MERAH TIKUS SPRAGUE DAWLEY Hardanto, Gery Rifano; Tjahjono, Kusmiyati; Hardian, Hardian
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan suatu gejala akibat menurunnya jumlah sel darah merah yang dapat disebabkan oleh konsumsi makanan cepat saji yang mengandung asam lemak trans. Asupan asam lemak trans memicu terjadinya respon inflamasi sistemik sehingga dapat menurunkan jumlah sel darah merah.Tujuan : Membuktikan pengaruh pemberian asam lemak trans terhadap jumlah sel darah merah tikus Sprague Dawley.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain Randomized Control Group Pretest and Posttest Design. Subjek penelitian adalah 21 ekor tikus Sprague Dawley jantan usia 8 minggu. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol diberi pakan standar, kelompok perlakuan 1 diberi pakan dengan kadar asam lemak trans 5%, dan kelompok perlakuan 2 diberi pakan dengan kadar asam lemak trans 10% selama 8 minggu. Masing-masing kelompok diambil darahnya sebelum dan sesudah intervensi untuk diukur jumlah sel darah merahnya. Uji statistik yang digunakan adalah uji t-berpasangan dan uji t-tidak berpasangan.Hasil : Didapatkan perbedaan selisih jumlah sel darah merah pada kelompok yang diberi asam lemak trans 5% dan 10% yang lebih rendah secara tidak bermakna (p&gt;0,05) dibandingkan kelompok kontrol. Perbedaan selisih jumlah sel darah merah kelompok yang diberi asam lemak trans 10% juga lebih rendah secara tidak bermakna (p&gt;0,05) dibandingkan kelompok yang diberi asam lemak trans 5%.Kesimpulan : Terjadi penurunan selisih jumlah sel darah merah yang tidak bermakna pada tikus Sprague Dawley setelah mendapatkan pemberian asam lemak trans.Kata Kunci : Asam lemak trans, sel darah merah, anemia, tikus Sprague Dawley.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA LINN.) TERHADAP KADAR ASAM URAT TIKUS SPRAGUE DAWLEY DISLIPIDEMIA Arsyiyanti, Cut; Syauqy, Ahmad; Tjahjono, Kusmiyati
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.265 KB)

Abstract

Latar Belakang : Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang jika jumlahnya berlebih dapat memicu berbagai macam penyakit diantaranya gout. Biji pepaya mengandung zat fitokimia seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat menormalkan kadar profil lipid dan menurunkan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus biji pepaya terhadap kadar asam urat pada tikus dislipidemia. Metode: Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan pre-post test randomized control group design terhadap 24 ekor tikus Sprague Dawley dislipidemia yang kemudian dibagi secara acak dalam 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan pakan standar, kontrol positif yang diberikan pakan standar dan tinggi lemak, serta dua kelompok perlakuan yang diberikan pakan standar, tinggi lemak dan jus biji pepaya dengan dosis 400 mg dan 800 mg selama 30 hari. Kadar Asam urat diperiksa dengan metode Spektrofotometri. Data di analisis dengan uji Paired t-test dan Anova serta uji LSD pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Perubahan kadar asam urat kelompok kontrol negatif, k ontrol positif dan perlakuan 400 mg dan 800 mg secara berturut-turut adalah -11,21 (p=0,352), 18,91 (p=0,360), -30,43 (p=0,024), dan -16,67(p=0,127). Perubahan kadar asam urat antar kelompok dengan uji Anova menunjukkan signifikansi sebesar 0,017. dilanjutkan uji Post-Hoc antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan dosis 400 mg dan 800 mg menunjukkan signifikansi berturut-turut 0,003 dan 0,019. Simpulan: Pemberian jus biji pepaya selama 30 hari pada dosis 400 mg/ekor/hari efektif menurunkan kadar asam urat pada tikus dislipidemia.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA LINN.) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS SPRAGUE DAWLY DISLIPIDEMIA Meirindasari, Neny; Murwani R, Hesti; Tjahjono, Kusmiyati
Journal of Nutrition College Vol 2, No 3 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.431 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di dunia. Salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular adalah dislipidemia yaitu abnormalitas profil lipid dalam darah. Pengendalian kadar kolesterol yang tepat dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Pengendalian kadar kolesterol dapat dilakukan dengan mengonsumsi pangan fungsional yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol salah satunya adalah biji pepaya. Biji pepaya mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi dalam menurunkan kadar kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh jus biji pepaya terhadap kadar kolesterol total pada tikus dislipidemia.Metode: Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan pre-post test randomized control group design terhadap 28 ekor tikus Sprague Dawly dislipidemia yang kemudian dibagi secara acak dalam 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan pakan standar, kontrol positif yang diberikan pakan standar dan tinggi kolesterol, serta dua kelompok perlakuan yang diberikan pakan standar, tinggi kolesterol dan jus biji pepaya dengan dosis 400 mg dan 800 mg selama 30 hari. Kadar kolesterol total diperiksa dengan metode spektrofotometri. Data dianalisis dengan uji Paired t-test dan Anova serta uji Post-Hoc dengan LSD pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Perubahan kadar kolesterol total kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan perlakuan 400 mg dan 800 mg secara berturut-turut adalah 12,15% (p=0,178), 16,33% (p=0,192), -10,64% (p=0,221), and -6,53% (p=0,536). Perbedaan perubahan kadar kolesterol total antar kelompok dengan uji Anova menunjukkan signifikansi sebesar 0,241.Simpulan: Pemberian jus biji pepaya selama 30 hari pada dosis 400 mg/ekor/hari paling efektif menurunkan kadar kolesterol total pada tikus dislipidemia.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) DAN SIMVASTATIN TERHADAP KADAR KOLESTEROL HDL TIKUS SPRAGUE - DAWLEY DENGAN PAKAN TINGGI LEMAK Adipratama, Inge Kurniawati; Tjahjono, Kusmiyati; Setyawati, Amalia Nugetsiana
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 3, No 1 (2014): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai oleh peningkatan atau penurunan fraksi lipid plasma, salah satu kelainan adalah penurunan kadar HDL. Ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) menurut penelitian terdahulu mengandungan xanthone diperkirakan dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL. Terapi farmakologis yang digunakan untuk dislipidemia adalah simvastatin. Penelitian mengenai kombinasi keduanya terhadap kadar kolesterol HDL belum pernah dilakukan.Tujuan Melihat perbedaan efektivitas ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) dengan simvastatin terhadap peningkatan kadar kolesterol HDL.Metode Penelitian Eksperimental Post Test Only Control Group Design. Sampel 35 tikus Sprague dawley jantan dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), dan kelompok tikus yang mendapat terapi ekstrak kulit manggis dosis 400 mg/kgBB/hari (P1), simvastatin dosis 0,18 mg/200 gBB/hari (P2), ekstrak kulit manggis dosis 400 mg/kgBB/hari ditambah simvastatin dosis 0,18 mg/200 gBB/hari (P3). Tikus diinduksi dengan pakan tinggi lemak (kecuali K1) dalam 4 minggu, kemudian kolesterol HDL untuk kelompok kontrol diukur. Setelah 4 minggu, tikus dalam kelompok P1, P2, P3 diberikan pakan standar dan terapi selama 4 minggu kemudian, setelah itu dilakukan pengukuran kadar kolesterol HDL.Hasil Rata rata kadar kolesterol HDL Kelompok K1 28,19, kelompok K2 29,36, Kelompok P1 24,33, Kelompok P2 30,51, Kelompok P3 24,09. Pada uji One way Anova diperoleh tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,310)Kesimpulan Ekstrak kulit manggis dan kombinasi ekstrak kulit manggis dan simvastatin menurunkan kadar kolesterol HDL dan simvastatin meningkatkan kadar kolesterol HDL tikus Sprague dawley setelah induksi pakan tinggi lemak.
Pengaruh pemberian ekstrak daun Alfalfa (Medicago sativa) terhadap profil lipid dan kadar malondialdehida tikus hiperkolesterolemia Darni, Joyeti; Tjahjono, Kusmiyati; Sofro, Muchlis Achsan Udji
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 13, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.712 KB) | DOI: 10.22146/ijcn.22750

Abstract

Background: Hypercholesterolemic as an indicator of cardiovascular disease is a major cause of morbidity and mortality in the world. Increased oxidative stress in hypercholesterolemic triggers lipid peroxidation effect directly on the cell membrane damage and initiate various diseases. The use of natural materials with relatively few side effects is an hypercholesterolemic management alternative. Experimental studies showed that Alfalfa leaf extract had an effective antioxidant activity.Objective: To determine the effect of Alfalfa leaf extract on serum lipids and malondialdehyde (MDA) level of hypercholesterolemic rats.Method: Pre-posttest randomized control group used twenty-eight male Sprague-Dawley rats were randomly divided into four groups, hypercholesterolemic without treatment (control), hypercholesterolemic with extract at dose 20 mg/200 g/d (X1), dose 40 mg/200 g/d (X2), dose 60 mg/200 g/d (X3) for 21 days after the rats got hypercholesterolemic. Serum lipid was measured by CHOD-PAP method and level of MDA plasma was measured by TBARS method. A hypothesis test was analyzed by One Way ANOVA continued by Post hoc LSD test.Results: Alfalfa extract significant decrease in serum total cholesterol (114.18±3.0 mg/dl; p<0.001). LDL cholesterol level was the lowest in group X3 (45.26±6.03 mg/dL; p<0.001), and triglycerides level was the lowest in group X3 (77.33±2.69 mg/dL; p<0.001). There were no differences in MDA plasma level was the lowest in the group X3 (2.07±0.09 nmol/ml; p<0.001) and a significant increase in serum HDL cholesterol (43.21±7.80 mg/dL; p<0.001).Conclusion: The treatment of Alfalfa (Medicago sativa) leaf extract gives an effect of lower total cholesterol, LDL cholesterol, triglycerides, MDA and gives an effect higher HDL cholesterol.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN SIMVASTATIN TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL TIKUS SPRAGUE-DAWLEY DENGAN PAKAN TINGGI LEMAK Indra, Lidwina Prillya; Tjahjono, Kusmiyati; Setyawati, Amalia
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 3, No 1 (2014): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar belakang: Dislipidemia timbul karena adanya kelainan metabolisme lipid, salah satunya ditandai dengan adanya peningkatan kadar kolesterol LDL. Dislipidemia dapat memicu terbentuknya aterosklerosis dan meningkatkan faktor resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan stroke. Pengunaan simvastatin dapat diberikan untuk memperbaiki kadar profil lipid. Namun penggunaan medikamentosa dapat menimbulkan efek samping. Xanthone yang terdapat pada kulit manggis (Garcinia mangostana L.) dapat meningkatkan jumlah reseptor LDL sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) dan simvastatin terhadap kadar kolesterol LDL serum pada tikus Sprague-Dawley dengan pakan tinggi lemak.Metode: Penelitian ini berjenis true experimental dengan rancangan post test randomized controlled group design. Sampel sebanyak 35 ekor tikus Sprague-Dawley dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok K1 yang hanya diberi pakan standar, kelompok K2 yang hanya diberi pakan tinggi lemak, kelompok P1 yang diberi 400mg/kgBB ekstrak kulit manggis, kelompok P2 yang diberi 0,18 mg/200gBB simvastatin, dan kelompok P3 yang diberi kombinasi dari ekstrak kulit manggis dan simvastatin. Pemberian pakan tinggi lemak diberikan selama 4 minggu dilanjutkan dengan pemberian pakan standar ditambah dengan ekstrak kulit manggis dan simvastatin pada 4 minggu berikutnya. Perhitungan kadar kolesterol LDL dengan metode CHOD-PAP kemudian dilakukan uji analisis menggunakan One Way ANOVA dan Post Hoc.Hasil: Uji Post Hoc menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p&lt;0,05) kadar kolesterol LDL pada kelompok K2-P1 dan K2-P3, sedangkan pada K2-P2 didapatkan perbedaan tidak bermakna (p=0,12).Simpulan: Ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) dan simvastatin dapat menurunkan kadar LDL pada tikus yang diberi pakan tinggi lemak.
PENGARUH EKSTRAK DAUN DEWA (GYNURA DIVARICATA) TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT (STUDI EKSPERIMENTAL PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY BETINA MODEL KANKER PAYUDARA) Christina, Imantika; Setyawati, Amallia N.; Tjahjono, Kusmiyati
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.397 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hepar memiliki peran penting dalam proses metabolisme dan detoksifikasi setiap obat dan bahan-bahan asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga rawan untuk mengalami kerusakan. Kerusakan jaringan hepar dapat dideteksi dengan pemeriksaan enzim SGOT dan SGPT. Salah satu penyebab kerusakan jaringan hepar adalah obat-obatan herbal, seperti daun dewa (Gynura divaricata), yang sering digunakan sebagai terapi kanker payudara, namun daun dewa mengandung senyawa hepatotoksik dan karsinogenik yaitu pyrrolizidne alkaloid.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh ekstrak daun dewa (Gynura divaricata) terhadap kadar SGOT dan SGPT tikus Sprague Dawley betina model kanker payudara.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan desain post test only control group design pada tikus. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok, yaitu satu kelompok kontrol negatif (K1) yang tidak diberikan induksi kanker payudara maupun ekstrak daun dewa, satu kelompok kontrol positif (K2) yang merupakan tikus model kanker payudara, dan satu kelompok perlakuan (KP) yang merupakan tikus model kanker payudara yang diberikan ekstrak daun dewa sebesar 750mg/kgBB/hari.Hasil : Terdapat pengaruh yang signifikan dari kanker payudara terhadap kadar SGOT dan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kadar SGPT, dibuktikan dengan kelompok kontrol positif yang didapatkan peningkatan kadar SGOT sebesar 39,19% &amp; kadar SGPT sebesar 11,80% apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Pada kelompok perlakuan, terjadi peningkatan kadar SGOT yang signifikan sebesar 25,35% dan peningkatan tidak signifikan terhadap kadar SGPT sebesar 8,13% dibandingkan dengan kelompok kontrol positif.Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun dewa dengan dosis 750mg/kgBB/hari selama 14 hari meningkatkan kadar SGOT dan SGPT pada kelompok perlakuan.
JUS BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) DAPAT MENURUNKAN SKOR ATHEROGENIC INDEX OF PLASMA Anugrah, Riva Mustika; Tjahjono, Kusmiyati; Kartasurya, Martha Irene
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.311 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2017.12.1.17-22

Abstract

Objective of this research was to investigate the effect of red guava juices (Psidium guajava L) on score Atherogenic Index of Plasma (AIP) on toll collectors. Experimental studies with randomized pre-post control group design. Subjects were selected by clustered random sampling. Subjects is Fourthy toll collectors in Semarang. The treatment group received 250 ml red guava juice for 21 days while the control group did not. Measurement of  score AIP  with log(Triglyceride (Test GPO) & High Density Lipoprotein (HDL) (CHOD-PAP)) before and after study, food intake was measured by 3 x 24 recall hours. Data analysis by paired t-test & independent t-test, Wilcoxon & Mann Whitney test  general linear model. The effect of red guava juice to AIP scores was not significant before controlled by age, level of carbohydrate intake and initial conditions(p>0.05). Multivariate analysis showed that the effect of red guava juice to AIP score was significant after controlled by age, carbohydrate intake and initial conditions (p<0.05).