Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) dan Penambatan Molekul Senyawa Turunan Benzamida sebagai Inhibitor Alosterik Mitogen Enhanced Kinase (MEK) Arba, Muhammad; Ruslin, Ruslin; Nursan, Nursan; Maulidiyah, Maulidiyah; Tjahjono, Daryono Hadi
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Syarif Hidayatullah State Islamic Uni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v4i1.7454

Abstract

Jalur sinyal protein kinase Ras-Raf-MEK-ERK adalah salah satu target penting dalam penemuan obat antikanker. Senyawa turunan benzamida diketahui berpotensi sebagai inhibitor alosterik Mitogen Enhanced Kinase (MEK). Pada penelitian ini dilakukan studi hubungan kuantitatif stuktur dan aktivitas (HKSA) dan penambatan molekul pada 30 senyawa turunan benzamida sebagai inhibitor alosterik MEK untuk mendapatkan senyawa baru turunan benzamida yang lebih poten sebagai inhibitor alosterik MEK. Perhitungan 13 deskriptor molekul yang mewakili parameter sterik, hidrofobik dan elektronik dilakukan dengan perangkat lunak MOE 2009.10, sedangkan analisis regresi multi linear dengan SPSS 19.0 digunakan untuk mencari hubungan antara variabel bebas (deksriptor molekul) dengan variabel terikat (aktivitas penghambatan senyawa pada MEK). Model HKSA terbaik yang diperoleh adalah pIC50 = 14.229 ? 0.00001(AM1_E) + 0.043(ASA_H) + 33.609(Glob) ? 0.648(Log S) ? 0.047(Vol) dengan kriteria statistik R=0.965; R2=0.931; Fhitung/ Ftabel= 17.693, dan q2 = 0.8897. Desain senyawa baru dilakukan menggunakan model HKSA tervalidasi dan diperoleh 2 senyawa baru turunan benzamida, C1, dan C2, yang memiliki aktivitas lebih baik dari senyawa induk. Studi penambatan molekul menunjukkan bahwa kedua senyawa baru tersebut mampu berinteraksi pada sisi alosterik protein MEK melalui ikatan hidrogen dan ikatan van der Waals dengan residu-residu asam amino krusial protein MEK. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kedua senyawa baru yang didesain dapat ditindaklanjuti pada studi penemuan obat yang menargetkan MEK pada sisi alosterik.DOI:http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v4i1.7454
KAJIAN DOCKING DAN PREDIKSI BEBERAPA ASPEK FARMAKOKINETIKA DESAIN MOLEKUL TURUNAN KUININ SEBAGAI UPAYA MENEMUKAN KANDIDAT SENYAWA ANTIMALARIA YANG BARU Kartasasmita, Rahmana Emran; Anugrah, Rina; Tjahjono, Daryono Hadi
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v3i1.91

Abstract

ABSTRAK Kuinin merupakan obat antimalaria dengan t½ eliminasi yang panjang, mencapai 11-18 jam, serta memiliki berbagai efek samping yang cukup berat. Dikaitkan dengan struktur dan sifat fisikokimianya, hal tersebut dapat disebabkan tingginya lipofilisitas kuinin dan metabolitnya serta kemungkinan afinitas senyawa tersebut terhadap reseptor tertentu, di luar target kerja pada plasmodium. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain turunan kuinin yang memiliki aktivitas antimalaria setara atau lebih baik dari kuinin dengan efek samping yang lebih ringan menggunakan metode molecular modeling, terkhususnya kajian docking antara ligan dengan target. Desain turunan kuinin dilakukan melalui substitusi atom hidrogen pada cincin kuinolin dengan gugus fungsi polar, mencakup gugus -OH, -COOH, dan -SO3H. Ferriprotoporfirin IX digunakan sebagai target kerja antimalaria dan reseptor muskarinik M2 sebagai target kerja lain yang diperkirakan menyebabkan efek samping. Beberapa aspek farmakokinetika desain turunan kuinin yang diperoleh diprediksi secara kualitatif menggunakan aturan Lipinski, dan secara kuantitatif menggunakan program PreADMET, terdiri dari parameter absorpsi, distribusi serta reabsorpsi di ginjal. Telah diperoleh 4 desain senyawa turunan kuinin yang potensial yaitu kuinin tersubstitusi -OH pada atom C7’, kuinin tersubtitusi -COOH pada atom C5’ dan -OH pada atom C6’, kuinin tersubtitusi –SO3H pada atom C8’ serta kuinin tersubtitusi -SO3H pada atom C8’ dan -OH pada atom C6’. Kata kunci   :  antimalaria, docking, ferriprotoporfirin IX, kuinin. ABSTRACT Quinine is an antimalarial drug with a long elimination half-life (t ½), about 11-18 hours and variuos severe side effects. Considering the structure and physico-chemical properties of quinine, those side effects and toxicities might be related with high lipophilicity of quinine and its metabolites and their probable affinities on certain receptor in addition to work target in plasmodium. This study aims to obtain designs of quinine derivatives having equivalent or better antimalarial activities with lesser side effects applying molecular modeling method, especially docking study between ligand and target. Quinine derivatives were designed by substitution of hydrogen atoms of different positions in the quinoline ring with three different polar functional groups, including –OH, -COOH, and -SO3H. Ferriprotoporphyrin IX was chosen as work target in plasmodium, while M2 muscarinic receptor was used as additional work target predicted to be responsible for side effects. Pharmacokinetic aspects of quinine derivatives designs were qualitatively predicted by Lipinski’s rules of five and quantitatively by online PreADMET program, including absorption, distribution, and reabsorption in kidney. 4 compound designs were obtained and predicted to be potential candidates, including quinine substituted with -OH at C7 atom, quinine substituted with –COOH at C5’ and –OH at C6’ atoms, quinine substituted with –SO3H at C8’ and quinine substituted with -SO3H at C8’ and –OH at C6’ atoms. Key words   : antimalarial drug, docking, ferriprotoporphyrin IX, lipophilicity
DEVELOPING METHOD OF DIFFERENTIAL PULSE POLAROGRAPHIC FOR ANALYSIS OF CHLORAMPHENICOL RESIDUE IN MILK Tjahjono, Daryono Hadi; Musadad, Amir; K, Septy Mariana
Indonesian Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.095 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21872

Abstract

A differential pulse polarographic method for a quantitative analysis of chloramphenicol residue in milk had been developed. Result showed that the method using dropping mercury electrode as working electrode, Ag/AgCl electrode as reference electrode, and platinum electrode as auxiliary electrode with an acetic buffer solution of pH 4.7 as supporting electrolyte had a recovery for chloramphenicol of (96.88 ± 3.17)% with a detection limit of 0,027 µg/mL, a quantitation limit of 0,089 µg/mL, and a determination limit of 0,010 µg/mL.   Keywords: differential pulse polarography, residue, chloramphenicol, milk
Formulasi Mikroemulsi Glukosamin Hidroklorida Hayati, Rima; Darijanto, Sasanti Tarini; Tjahjono, Daryono Hadi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glukosamin hidroklorida (glukosamin HCl) merupakan senyawa yang sudah populer sebagai suplemen untuk mengurangi rasa nyeri dan kerusakan sendi pada penderita osteoarthritis. Namun terdapat beberapa faktor yang menjadi tantangan dalam pengembangan sediaan glukosamin, yaitu dosis yang besar untuk diabsorpsi secara perkutan serta masalah stabilitas glukosamin di dalam air yang mudah sekali membentuk maillard product. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mikroemulsi glukosamin HCl untuk penggunaan transdermal sehingga permeabilitas terhadap stratum korneum meningkat dan stabilitas sediaan lebih baik. Dalam penelitian ini glukosamin HCl dikembangkan dalam bentuk mikroemulsi M/A dan diperoleh formula optimum dengan komposisi glukosamin HCl 15%, isopropil miristat 4,2%, Tween 80 22,70%, isopropil alkohol 5,70%, natrium metabisulfit 0,10%, aquadeion 52,30%. Uji karakterisasi menunjukkan mikroemulsi memenuhi persyaratan secara organoleptis, viskositas, serta ukuran globul. Mikroemulsi stabil pada uji sentrifugasi. Sementara uji kadar dengan menggunakan metode KCKT diperoleh hasil 14,9%.
HOMOLOGY MODELING EPITOP ISOCITRATE DEHYDROGENASE TIPE 1 (R132H) MENGGUNAKAN MODELLER, I-TASSER DAN (PS)2 UNTUK VAKSIN GLIOMA Yeni, Yeni; Tjahjono, Daryono Hadi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v4i1.189

Abstract

Glioma is a type of primary malignant brain tumor. The presence of gliomas can be characterized by a mutation R132H of isocitrate dehydrogenase type 1 (IDH1). IDH1 (R132H) contains specific immunogenic epitopes to the tumor. It is appropriate to be used as a gliomas vaccine. Therefore, it was necessary to do homology modeling for IDH1 (R132H) epitopes. TMHMM, MEMSAT-SVM and MEMSAT3 were used to predict transmembrane topology of IDH1 (R132H). Analysis of IDH1 (R132H) epitopes was performed using NetMHCII and IEDB®. The antigenicity of epitopes were predicted using VaxiJen to obtained 91 epitopes. Homology modeling using Modeller, I-TASSER  and (PS)2 was established for the epitopes that have probability as tumor antigen. The results of homology modeling of IDH1 (R132H) epitopes were validated by MolProbity, ProSA-web dan QMEAN. A 3D stucture model of the epitopes was selected from three models from the homology modeling based on the validation results. Refinement was established on the epitopes using GalaxyRefine and GROMACS for energy minimization.
Uji Mekanisme Kerja Antibakteri Senyawa 1,5-difuril-1,4-pentadien-3-on ANALOG Kurkumin terhadap Beberapa Bakteri Dwiningsih, Dwiningsih; Nopiyanti, Vivin; Rahmawati, Ismi; Wibowo, Marlia Singgih; Tjahjono, Daryono Hadi
Jurnal Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.946 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.259

Abstract

Senyawa monokarbonil analog kurkumin yang sudah berhasil disintesis yaitu senyawa 1,5-difuril-1,4-pentadien-3-on, mempunyai aktivitas sebagai antioksidan, anti inflamasi dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerja senyawa analog kurkumin 1,5-difuril-1,4-pentadien-3-on terhadap bakteri Klebsiella pneumonia ATCC 10031, Shigella dysenteriae ATCC 9361, Pseudomonas aeruginosaATCC 27853 dan Bacillus subtilis ATCC 6633 yang teraktif. Senyawa 1,5-difuril-1,4-pentadien-3-on merupakan hasil sintesis yang dinyatakan murni dan memiliki hasil elusidasi struktur yang sesuai. Senyawa hasil sintesis diuji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi dengan pelarut DMSO serta kontrol positif amoksilin dilanjutkan dengan metode dilusi. Senyawa 1,5-difuril-1,4-pentadien-3- on dibuat dengan konsentrasi 1500 ppm. Suspensi bakteri disetarakan dengan Mc Farlan 0,5. Hasil aktivitas dengan metode dilusi ditentukan hasil KBM (Konsentrasi Bunuh Minimal) untuk dilakukan kajian mekanisme kerja dengan melihat kebocoran membran dan rusaknya dinding sel bakteri. Hasil menunjukkan senyawa 1,5-difuril-1,4-pentadien-3-on memiliki aktivitas terhadap bakteri K. pneumonia ATCC 10031, S. dysenteriae ATCC 9361, P. aeruginosa ATCC 27853 dan B.subtilis ATCC 6633 dengan diameter daya hambat rata-rata berturutan adalah 16mm; 18,6mm; 21,2mm dan 19mm. Senyawa1,5-difuril-1,4-pentadien-3-on merupakan senyawa teraktif terhadap bakteri P. aeruginosa ATCC 27853. Uji aktivitas antibakteri dilanjutkan dengan metode dilusi untuk mendapatkan nilai KBM (Konsentrasi Bunuh Minimal). Hasil KBM senyawa 1,5-difuril-1,4-pentadien-3-on adalah 187,5 ppm. Uji mekanisme kerja dilakukan dengan pengujian kebocoran membran dan kerusakan dinding sel yang dilihat dengan AAS. Hasil menunjukkan adanya kerusakan dinding sel bakteri karena terjadinya peningkatan konsentrasi Mg2+ pada perlakuan.