Articles

Found 13 Documents
Search

EVALUASI PENEBARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI WADUK DARMA, JAWA BARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Boer, Mennofatria; Affandi, Ridwan; Muchsin, Ismudi; Soedarma, Dedi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.705 KB)

Abstract

Evaluasi keberhasilan penebaran udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Waduk Darma yang memiliki luas genangan 400 ha telah dilaksanakan berdasarkan penebaran dari April 2002 sampai Maret 2003. Udang galah yang ditangkap dengan jaring lempar mencapai 57 - 624 ind/bulan atau sama dengan 1.3 - 35.0 kg/bulan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penarikan contoh acak berlapis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan di Waduk Darma baik fisika maupun kimia mendukung pertumbuhan udang galah. Pada kondisi tersebut laju pertumbuhan udang galah cukup tinggi dengan koefisien pertumbuhan K antara 0.88 - 1.59 dan L∞ sama dengan 36.2 cm untuk jantan, K antara 0.87 - 1.55 dan L∞ sama dengan 25.9 cm untuk betina. Kondisi makanan yang tersedia cukup untuk pertumbuhan. Interaksi dengan komunitas ikan lainnya relatif rendah. Keberhasilan penebaran mencapai 10.5% dengan laju eksploitasi antara 0.06 sampai 0.80.Kata kunci: Macrobrachium rosenbergii, penebaran, pertumbuhan, penangkapan, waduk.
Distribution and Habitat Karakteristics of Shrimp Juvenile in Segara Anakan Lagoon Purnamaningtyas, Sri Endah; Tjahjo, Didik Wahju Hendro
Journal Omni-Akuatika Vol 14, No 1 (2018): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.141 KB)

Abstract

Shrimp is a wealth of fishery resources are abundant and has a high economic value in Laguna Segara lagoon. So the existence and habitat of life from larvae to adult need attention to maintain the survival of shrimp. Therefore, the purpose of this research is to know the distribution of abundance and characteristics of shrimp juvenile habitat in Segara Anakan lagoon. Sampling is done 3 times (June, August and October 2013), with 9 stations Observation station. The results showed that the abundance of shrimp based on the amount in Segara Anakan lagoon was dominated by Metapenaeus elegans (205-8723 ind./1000 m2), whereas the abundance of  M. ensis, F merguensis, P. semisulcatus and P. monodon relatively low had the same habitat , ie waters with high fertility and relatively low salinity, relatively high pH. Found in Motean observation station, Muara Dua, Kleces and Majingklak. Harpiosquilla annandalei (0-330 ind/1000 m2), P. monodon (0-238 ind/1000 m2), and Acetes sp (0.1-5.196 ind/1000 m2) sounded a lot of water habitat that contain BOT and high zooplankton abundance. Thus the shrimp Harpiosquilla annandalei, P. monodon, and Acetes sp are found in Tritih observation stations, and are quite commonly found in Kleces observation stations. Keywords: abundance, habitat preferences, juvenile shrimp, Segara Anakan Lagoon
EVALUASI PENEBARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI WADUK DARMA, JAWA BARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Boer, Mennofatria; Affandi, Ridwan; Muchsin, Ismudi; Soedarma, Dedi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.705 KB)

Abstract

Evaluasi keberhasilan penebaran udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Waduk Darma yang memiliki luas genangan 400 ha telah dilaksanakan berdasarkan penebaran dari April 2002 sampai Maret 2003. Udang galah yang ditangkap dengan jaring lempar mencapai 57 - 624 ind/bulan atau sama dengan 1.3 - 35.0 kg/bulan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penarikan contoh acak berlapis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan di Waduk Darma baik fisika maupun kimia mendukung pertumbuhan udang galah. Pada kondisi tersebut laju pertumbuhan udang galah cukup tinggi dengan koefisien pertumbuhan K antara 0.88 - 1.59 dan L∞ sama dengan 36.2 cm untuk jantan, K antara 0.87 - 1.55 dan L∞ sama dengan 25.9 cm untuk betina. Kondisi makanan yang tersedia cukup untuk pertumbuhan. Interaksi dengan komunitas ikan lainnya relatif rendah. Keberhasilan penebaran mencapai 10.5% dengan laju eksploitasi antara 0.06 sampai 0.80.Kata kunci: Macrobrachium rosenbergii, penebaran, pertumbuhan, penangkapan, waduk.
CORAL REEF REHABILITATION IN THE SALEH BAY WEST NUSA TENGGARA Hartati, Sri Turni; Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Awwaluddin, Awwaluddin
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 17, No 1 (2011): (June 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5623.743 KB)

Abstract

The covering area damages noted up to the year of 2000 for the Western Saleh Bays coral reefs were ranged from 48.24-66.37%.
PERTUMBUHAN, MORTALITAS, DAN PENANGKAPAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) YANG DIINTRODUKSIKAN DI WADUK DARMA, JAWA BARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Kartamihardja, Endi Setiadi; Koeshendrajana, Sonny; Satria, Hendra
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Darma dengan luas 400 ha merupakan perairan waduk dengan tingkat kesuburan yang tinggi sehingga waduk tersebut sangat potensial untuk pengembangan perikanan tangkap Penebaran udang galah (Macrobrachium roserbergii) dl Waduk Darma dilakukan untuk memanfaatkan kesuburan perairan yang tersedia.
EVALUASIKEBERHASILANPENEBARANIKANBANDENG(Chanos chanos) DIWADUK IR. H. DJUANDA Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Purnamaningtyas, Sri Endah; Kartamihardja, Endi Setiadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 4 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.111 KB)

Abstract

Waduk Ir. H. Djuanda mempunyai potensi pengembangan budi daya ikan yang tinggi, dan pertumbuhan budi daya tersebut berkembang sangat pesat. Perkembangan yang pesat tersebut sangat berdampak pada penurunan kualitas air dan mendorong peningkatan kelimpahan plankton yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pemerintah melakukan penebaran ikan bandeng (Chanos chanos) pada bulan Juli sampai Agustus 2008 sebanyak 2.116.000 ekor benih dalam upaya menanggulangi kelimpahan plankton yang tinggi dan sekaligus meningkatkan produksi ikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan penebaran ikan bandeng di Waduk Ir. H. Djuanda, Purwakarta, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan setiap bulan pada periode bulan Juli 2008 sampai Januari2009. Pengamatan dilakukan denganmetode teratifikasi dengan enamtitik stasiun pengamatan. Evaluasi keberhasilan penebaran ikan bandeng dievaluasi kemampuan memanfaatkan kelimpahan plankton, pertumbuhannya, dan dapat tertangkap kembali.Hasil analisis kebiasaanmakan, ikan bandeng mempunyai kemampuan yang tinggimemanfaatkan kelimpahan plankton di perairan tersebut, dan ikan ini mempunyai laju pertumbuhan yang sangat cepat (K=3.381 dengan L”=45 cm). Ikan bandeng ini dapat tertangkap kembali oleh nelayan setempat pada bulan September 2008 sampai Pebuari 2009 dan juga secara tidak langsung mampu memperbaiki kualitas perairanWaduk Ir. H. Djuanda. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan dampak penebaran ikan bandeng untuk memperbaiki kualitas perairan dan peningkatan kesejahteraan nelayan, maka perlu dilanjutkan penelitian strategi penebaran ikan bandeng dan penguatan kelembagaan nelayan yang ada. Ir. H. Djuanda Reservoir has high potency in developing of fish culture, that the growth has developed very fast. The fast growth of fish culture affected the degradation of water quality and push increasing of plankton abundance. Therefore, government conduct stocking of bandeng on July until August 2008 as much 2,116,000 individual as on effort of overcoming of plankton bloom and increasing of fish production. The aim of this study is to evaluate the successfulness of fish stocking of bandeng (Chanos chanos) in Ir. H. Djuanda Reservoir, Purwakarta, and West Java. The research was conducted every month at period of July 2008 until January 2009. Observation was done by sampling stratification method at 6 point of observation station. Evaluation of successfulness fish stocking base on the ability using of plankton, the growth and percentage of recaptured. The result should that bandeng have high ability inusing of plankton in waters as a feed (97.8%), and this fish had high growth rate (K=3.381 and L”=45 cm). This fish could be recaptured by local fisherman in September 2008 until February 2009. Beside, this bandeng stocking indirectly have been able to improve waters quality of Ir. H. Djuanda Reservoir. Therefore, the effort of increasing impact of bandeng stocking improved waters quality and improvement of fisherman prosperity, thus require to be continued of bandeng stocking and reinforcement institute of local fisherman.
KAJIANBIOLIMNOLOGI PERAIRANDI SITUCILEUNCA, BANDUNGJAWABARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Purnamaningtyas, Sri Endah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.526 KB)

Abstract

Perairan Situ Cileunca terletak di Kabupaten Bandung Selatan, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan peternakkan sapi perah yang berkembang sangat pesat diKecamatan Pengalengan sehingga menghasilkan limbah organik yang dibuang ke sungai dan akhirnya masuk ke Situ Cileunca. Hal tersebut mendorong terjadinya kerusakan habitat dan mempengaruhi keanekaragaman hayati perairan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui aspek biolimnologi dan beberapa aspek biologi beberapa jenis ikan dominan di Situ Cileunca. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli, Agustus, dan Oktober 2009. Hasil pengamatan menunjukkan kecerahan perairan Situ Cileunca bekisar antara 0,5- 0,8 m, oksigen terlarut sangat rendah (0,78-5,98 mg/l), ortofosfat relatif tinggi (0,028-0,469mg/l), dan kelimpahan fitoplankton tinggi (279.668-2.169.938 sel/l). Perairan ini dapat digolongkan mempunyai kesuburan eutrofikhipertrofik. Berdasarkan atas biomasa fitoplankton, Situ Cileunca mempunyai potensi sumber daya ikan berkisarantara 714-1.000 kg/ha. Jenis ikan yang ditemukan selama penelitian 11 jenis. Berdasarkan atas kebiasaanmakannyaikan betutu (Oxyeleotris marmorata), golsom (Aequidens golsom), dan lele (Clarias batrachus) termasuk golonganikan karnivora, dan ikan mas (Cyprinus carpio) dan beunteur (Puntius binotatus) yang termasuk ikan herbivora. Di Situ Cileunca, kelimpahan pakan yang tersedia sangat tinggi tetapi jumlah ikan yangmemanfaatkan rendah, sehingga sumber daya pakan yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, Situ Cileunca perlu mengembangan culture based fisheries dengan penebaran jenis ikan pemakan plankton. Situ Cileunca waters located in South Bandung Regency, West Java Province. Activities of the dairy farm that growing very rapidly in the District of Pengalengan resulting organic wastes discharged into rivers and into Situ Cileunca. It encourages the occurrence of damage or degradation of habitat and affecting aquatic biodiversity. This study aims to determine the aspects of biolimnologies and some aspects of the biology of some fish species predominant in Situ Cileunca. The study was conducted in July, August, and October 2009. The observations showed that waters at Situ Cileunca transparancy range between 0.5-0.8m, dissolved oxygen is very low (0.78-5.98mg/l), orthophosphate relatively high (0.028-0.469 mg/l) and high phytoplankton abundance (279,668-2,169,938 cells/l). These waters can be classified into eutrophic-hypertrophic waters. Based on phytoplankton biomass, Situ Cileunca fish resources have the potential ranges between 714-1,000 kg/ha. Species of fish found during the study as many as 11 species. Based on the food habits of marbled gudgeon (Oxyeleotrismarmorata), red devil (Aequidens golsom), and walking catfish (Clarias batrachus) grouped as carnivorous fish. On the otherhand common carp (Cyprinus carpio), and spotted barb (Puntius binotatus) classified as herbivorous fish. In Situ Cileunca, abundance of food available is very high but the amount of fish that use is still low, so the available feed resource has not been used optimally.Therefore, to develop culture based fisheries Situ Cileunca need to be stocked with plankton feeder species.
KAJIAN KUALITAS AIR DALAM EVALUASI PENGEMBANGAN PERIKANAN DI WADUK IR. H. DJUANDA, JAWA BARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Purnamaningtyas, Sri Endah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.426 KB)

Abstract

Budi daya ikan di Waduk Ir. H. Djuanda (A=8.300 ha, Zmax=95 m, dan Z=36,5 m) berkembang sangat pesat, sehingga berdampak pada penurunan kualitas air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas air bagi kepentingan perikanan dan mengidentifikasi sumber tekanan tertinggi di Waduk Ir. H. Djuanda. Pengambilan data dilakukan setiap bulan dan tahun 2004 sampai dengan 2006. Pengamatan kualitas air dilakukan dengan metode pengambilan contoh air secara horisontal dan vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber utama degradasi kualitas air adalah bahan organik yang berasal dari Waduk Cirata. Distribusi vertikal oksigen terlarut di perairan menunjukkan ada stratifikasi dengan kedalaman epilimnion yang sangat tipis. Berdasarkan pada analisis kandungan fosfat dan nitrogen, waduk ini telah mengalami perubahan dari eutrofik (tahun 2004) menjadi hipereutrofik (tahun 2005 dan 2006). Degradasi tersebut cenderung meningkat seiring dengan peningkatan jumlah unit karamba jaring apung yang dikembangkan di Waduk Cirata dan Waduk Ir. H. Djuanda. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan budi daya dalam karamba jaring apung telah melampaui daya dukung dan cenderung mencemari perairan. Upaya mengatasi degredasi tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu 1) mengurangi usaha budi daya ikan dalam karamba jaring apung di Waduk Ir. H. Djuanda dan Cirata dan 2) menebarkan jenis ikan yang mampu memanfaatkan plankton secara efektif. Development of fish culture in Ir. H. Djuanda Reservoir has been expanded very fast, so it might cause the degradation of water qualities. The aims to evaluated water quality for fisheries purpose and identify the primary pressure source in Ir. H. Djuanda Reservoir. The data were collected every month during year of 2004 to 2006. Water sampling was done by vertical and horizontal. The result indicates that the primary source degradation of water qualities was organic materials from Cirata Reservoir. Stratification of dissolved oxygen in the water column indicates with very thin epilimnion layer. Based on phosphate and N-compuonds analysis, Ir. H. Djuanda Reservoir was changed from eutrophic in year 2004 to hipereutrophic in year 2005 and 2006. The degradation tends to increase with developing floating cage unit numbers in Cirata and Ir. H. Djuanda Reservoir. This condition shows that the development of fish culture in floating cage seems have be over the carry capacity of reservoir and tend to spread the pollution in the water. It effort suggest that the would two ways, i.e. 1) decrease of fish culture activities using be done refering floating cages in Ir. H. Djuanda and Cirata Reservoir and 2) stocking of fish species which are capable to utilized the plankton effectively.
BIOLIMNOLOGI DAN POTENSI PRODUKSI IKAN DI PERAIRAN WADUK DARMA, JAWA BARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini produksi ikan dari Waduk Darma cenderung menurun, walaupun telah dilakukan penebaran ikan. Untuk mengeiahui penyebab turunnya produksi ikan tersebut, perlu dilakukan pengkajian biolimnologi perairan Waduk Darma. Penelitian menggunakan metode survai dengan pengambilan contoh (sampling) berstrata. Variabel yang diamati meliputi kualitas perairan (suhu air, kecerahan, total padatan terlarut, pH, oksigen terlarut, alkalinitas, karbon dioksida bebas, produktivitas primer) dan biologi populasi ikan (komposisijenis ikan, keragaman jenis kebiasaan makan ikan)
ASPEK BIOLOGI, SEBARAN, DAN DAERAH ASUHAN UDANG Metapenaeus dobsoni (MIERS, 1878) DI PERAIRAN ACEH TIMUR Hedianto, Dimas Angga; Suryandari, Astri; Tjahjo, Didik Wahju Hendro
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 3 (2017): (September 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.288 KB)

Abstract

Udang Metapenaeus dobsoni (Miers 1878) atau dikenal sebagai udang halus/kapur merupakan jenis udang penaeid yang dominan tertangkap di pesisir perairan Aceh Timur. Penelitian yang dilaksanakan pada April dan September tahun 2014-2015 serta April 2016 di perairan Aceh Timur bertujuan untuk mengkaji beberapa aspek biologi, kepadatan stok dan sebarannya, serta menduga daerah asuhan udang Metapenaeus dobsoni yang berguna sebagai bahan masukan untuk pengelolaannya. Aspek biologi udang yang dianalisis meliputi hubungan panjang-berat, kebiasaan makanan, dan ukuran pertama kali matang gonad (Lm50). Pengambilan sampel untuk mengetahui sebaran Metapenaeus dobsoni dilakukan menggunakan metode sapuan dengan alat tangkap mini beam trawl di 25 stasiun yang mewakili daerah estuaria, sungai, dan pesisir. Udang Metapenaeus dobsoni memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif dengan tingkat trofik sebagai detritivora. Ukuran pertama kali matang gonad dicapai pada ukuran panjang karapas 1,3 cm. Udang Metapenaeus dobsoni tergolong udang kosmopolit dan euryhaline, sehingga menyebar secara luas di sepanjang perairan Aceh Timur. Kepadatan stok udang Metapenaeus dobsoni pada fase juvenil dan udang muda banyak ditemukan di daerah sungai yang ditumbuhi mangrove dengan salinitas di dasar perairan yang relatif rendah dan substrat dominan berupa lumpur (fraksi debu dan liat). Di daerah muara (kuala) dan pesisir dengan substrat dominan pasir dan salinitas cukup tinggi banyak ditemukan udang pada fase muda hingga dewasa. Daerah asuhan utama udang Metapenaeus dobsoni terdapat di Kuala Arakundo.Metapenaeus dobsoni (Miers 1878) shrimp, locally called “udang halus/kapur”, is a dominant penaeid shrimp caught in the coastal waters of East Aceh. The research was conducted in April and September of 2014-2015 and April 2016 in East Aceh waters aims to assess some biological aspects, distribution, stock density, and nursery ground of the shrimp management. Analysis on biological aspects include length-weight relationship, food habits, and carapace length at first maturity (Lm50). Sampling to determine distribution of the species was based on swept area method using mini beam trawl. Total 25 sampling sites selected representing estuary, river, and coastal area, respectively. Metapenaeus dobsoni has negative allometric growth pattern with trophic level as detritivore. Size at first maturity the carapace length of 1.3 cm. Stock density of Metapenaeus dobsoni in the juvenile and adolescent phase commonly found in mangroves-covered river area with relatively low salinity at the bottom waters and have mud as dominant substrate (fraction of silt and clay). The adolescent to adult phase found in the estuary (river mouth) and coastal area with sand as dominant substrate and high salinity waters. The main nursery grounds of Metapenaeus dobsoni found in Kuala Arakundo.