Articles

PENGARUH TEMPERATUR PENGGANTIAN PELARUT TERHADAP HIDROFOBISITAS AEROGEL SILIKA Nafikah, Fifi; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aerogel silika telah disintesis dengan bahan dasar lumpur Lapindo. Sintesis aerogel silika dilakukan melalui beberapa tahapan yang diawali dengan mengekstrak silika yang ada dalam lumpur Lapindo kemudian endapan silika yang masih basah dicetak sehingga terbentuk gel silika. Gel silika selanjutnya direndam dalam metanol dan sebagai variasi adalah temperatur perendaman yakni pada temperatur ruang dan 50 oC, selanjutnya masing-masing gel dimodifikasi permukaannya dengan TMCS (trimethylchlorosilane) sebagai agen sililasi, kemudian  dikeringkan  pada tekanan ambien dengan temperatur 50 oC selama satu jam dan dilanjutkan pemanasan pada temperatur 200 oC selama satu jam. Aerogel silika yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer infra merah dan uji hidrofobisitas. Penggantian pelarut pada temperatur 50 oC menghasilkan aerogel yang lebih hidrofobik daripada aerogel yang diperoleh dari penggantian pelarut pada temperatur ruang berdasarkan spektra infra merah. Aerogel yang dihasilkan bersifat hidrofobik dan buram. Kata kunci: Aerogel silika, lumpur Lapindo, tekanan ambien, penggantian pelarut
PENGARUH PENAMBAHAN DOLOMIT TERHADAP KEKERASAN BAHAN BAKU PEMBUATAN KERAMIK DARI LUMPUR LAPINDO Hidayat, Rusdhi Nur; Tjahjanto, Rachmat Triandi; darjito, darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IonNa+ dan K+ dihilangkan dari lumpur Lapindo dengan cara ekstraksi menggunakan variasi pelarut akuades dan air PDAM. Variasi pelarut akuades dan air PDAM digunakan saat pembuatan HCl  untuk melarutkan dolomit. Variasi pelarut yang digunakan adalah 5, 10 dan 15% b/v untuk masing-masing pelarut air PDAM dan akuades. Proses ekstraksi ion Na+ dan K+ dilakukan bersamaan dengan proses penambahan ion Ca(II) dan Mg(II) dari dolomit kedalam lumpur Lapindo. Dolomit dilarutkan ke dalam HCl dengan variasi pelarut akuades dan pelarut air PDAM sehingga menghasilkan variasi larutan dolomit dalam HCl (DDH) dengan pelarut akuades dan air PDAM. Adanya kandungan Mg(II) yang lebih besar dari pada Na+ dan K+ dapat membantu koagulasi koloid saat proses ekstraksi. Konsentrasi larutan dolomit dalam HCl (DDH) yang  memberikan hasil paling baik didapatkan pada konsentrasi 15% DDH pada pelarut air PDAM. Dari hasil analisa sebelum dan sesudah ekstraksi, logam Ca(II) bertambah sebesar 17898 ppm.
SINTESIS AEROGEL SILIKA DARI LUMPUR LAPINDO DENGAN PENAMBAHAN TRIMETILKLOROSILAN (TMCS) Zaemi, Haris; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana cara sintesis aerogel silika dari lumpur Lapindo dengan metode pengeringan pada tekanan ruang. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio volume penambahan trimetilklorosilan (TMCS) sebagai agen pemodifikasi permukaan terhadap sifat fisik dan sifat kimia aerogel silika yang dihasilkan. Sintesis diawali dengan ekstraksi silika dari lumpur Lapindo yang sebelumnya telah dikalsinasi pada suhu 900 °C menggunakan NaOH 3 M. Hasil yang diperoleh berupa hidrogel silika, selanjutnya dicetak dan dikeringkan hingga didapat gel silika yang padat. Gel tersebut selanjutnya direndam dalam metanol dan campuran pelarut heksana:TMCS:metanol dengan rasio volume 1:1:1 masing-masing selama 24 jam. Kemudian gel dikeringkan pada suhu kamar selama 24 jam, suhu 50 °C selama dua jam, dan suhu 120 °C selama satu jam. Karakterisasi aerogel dilakukan dengan menganalisa morfologi aerogel, menganalisa gugus fungsi, menguji hidrofobitas, dan menguji sifat kelarutan. Semakin banyak penambahan TMCS maka volume pori semakin besar sehingga aerogel semakin rapuh. Analisa gugus fungsi menggunakan spektrofotometer IR menunjukkan bahwa permukaan aerogel silika berhasil dimodifikasi yaitu ditunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 848,62; 1379,01; dan 2962,46 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus Si-CH3. Rasio mol H2SiO3:TMCS yang menghasilkan sifat hidrofobitas pada aerogel adalah 1:0,82 dan 1:1,65. Kata kunci: aerogel silika, gel silika, lumpur Lapindo, pengeringan pada tekanan ruang, trimetilklosilan
VARIASI PROSEDUR PREPARASI GEL PADA SINTESIS AEROGEL SILIKA DARI LUMPUR LAPINDO Rosmawati, Angelina; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Prananto, Yuniar Ponco
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis aerogel silika dari lumpur Lapindo melalui metode sol gel dengan pengeringan pada tekanan ambien. Variasi prosedur preparasi gel dilakukan untuk memperoleh aerogel silika hidrofobik dengan bentuk optimal. Silika dari lumpur Lapindo yang telah diberi perlakuan awal diekstraksi menggunakan NaOH 3 M dan disaring. Filtrat dititrasi dengan HCl 1 M hingga pH 4. Dilakukan dua variasi prosedur dalam penelitian ini, yakni prosedur pertama (A), larutan pH 4 dicetak dalam syringe 20 mL, filtrat didekantasi dan endapan dicuci air suling hingga diperoleh endapan putih dalam volume 5 mL kemudian didiamkan, sedangkan prosedur kedua (B), larutan pH 4 didiamkan hingga terbentuk endapan yang dipisahkan dari filtratnya melalui penyaringan. Endapan dicuci dengan air suling, dicetak dalam syringe volume 5 mL, dan didiamkan hingga terbentuk hidrogel. Hidrogel direndam dalam metanol, dilanjutkan dalam campuran metanol, trimetilklorosilan (TMCS), dan heksana, serta diakhiri dalam heksana. Gel yang telah tersilalasi kemudian dikeringkan pada suhu 50 oC dan suhu 200 oC. Aerogel silika berhasil disintesis dari prosedur B dan dikarakterisasi melalui pengamatan visual, gravimetri, spektrofotometri IR, dan uji hidrofobisitas secara kualitatif. Aerogel silika yang dihasilkan berbentuk silinder dengan massa 0,1914 gram dan densitas teoritis 0,222 g/cm3, berwarna putih, opaque,  hidrofobik, dan lipofilik Kata kunci: aerogel silika, hidrogel, lumpur Lapindo, silika, sol gel
EKSTRAKSI SILIKA DALAM LUMPUR SIDOARJO MENGGUNAKAN METODE KONTINYU Fadli, Agus Farid; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi dan laju alir pelarut KOH yang digunakan untuk mengekstraksi silika dalam lumpur Sidoarjo. Kandungan silika merupakan mayor elemen di dalam lumpur Sidoarjo sehingga dapat digunakan sebagai sumber silika.Lumpur Sidoarjo dicuci menggunakan akuades dan direndam dalam larutan HCl 2 M untuk menghilangkan impuritas selain silika didalam lumpur Sidoarjo yang kemudian dikeringkan dengan temperatur 110 °C sebagai sampel. Untuk proses ekstraksi, KOH dialirkan dengan laju alir tertentu ke dalam fasa padat sampel lumpur Sidoarjo sehingga didapatkan larutan kalium silikat yang kemudian dikondisikan dalam suasana asam sampai pH 4 membentuk endapan amorf silika. Konsentrasi larutan KOH yang digunakan sebesar 1, 3, 5, 7, dan 10 M sedangkan laju alir yang digunakan sebesar 2, 4, dan 6 mL/menit. Dari hasil penelitian, didapatkan konsentrasi KOH maksimum sebesar 10 M dan laju alir maksimum sebesar 2mL/menit dengan jumlah silika yang terekstrak sebesar 1,8052 g.Kata kunci: laju alir, lumpur Sidoarjo, silika
OZONISASI EMAS DALAM LARUTAN NaCl Sensustania, Herinda; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Purwonughroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of research about gold ozonation in NaCl solution are to determine whether gold in NaCl solution can be oxidized by ozone. In addition to know the effect of pH NaCl solution to gold ozonation. In this studied gold was ozonized for four hours at different pH of the solution. The result of this research shows that gold can be oxidized to Au3+ on the conditions used. Based on the results, it can be concluded that pH of the NaCl solution having an effect on gold ozonation. The maximum gold oxidation was occured in NaCl solution 3 M at pH 0.   Keywords: ozonation, gold, oxidation, sodium chloride, pH
PENGARUH pH DAN WAKTU KONTAK PADA ADSORPSI Ni(II) MENGGUNAKAN ADSORBEN KITIN TERFOSFORILASI DARI LIMBAH CANGKANG BEKICOT (Achatina fulica) Ardhi, Tunjung Nourman Sasono; Darjito, Darjito; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kitin sebagai adsorben untuk limbah logam berat telah banyak dilakukan. Kitin dipilih karena ketersediaanya yang melimpah di alam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum melalui variasi pH dan waktu kontak. Adsorben kitin diperoleh dari hasil isolasi limbah cangkang bekicot melalui proses deproteinasi dan demineralisasi. Proses fosforilasi dilakukan dengan menambahkan asam fosfat dan natrium bifosfat pada kitin. Hasil adsorpsi Ni(II) oleh kitin terfosforilasi dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Penelitian dilakukan dengan variasi pH 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 serta variasi waktu kontak 40, 60, 80, 100, 120, dan 150 menit. Adsorpsi ion Ni(II) secara maksimum diperoleh pada pH 5 dan waktu kontak selama 80 menit dengan jumlah Ni(II) teradsorpsi sebesar 9,21 mg/g. Kata kunci: adsorpsi, fosforilasi, kitin, Ni(II).
STUDI PENGARUH KONSENTRASI HCl DAN WAKTU AGING (PEMATANGAN GEL) TERHADAP SINTESIS SILIKA XEROGEL BERBAHAN DASAR PASIR KUARSA BANGKA Meirawati, Dian; Wardhani, Sri; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthesis and characterization of silica-based xerogel Bangka quartz sand has been done through the sol-gel method. Synthesis is done with the first is the manufacture of sodium silicate precursor and then the addition of HCl to pH 1 and the addition of 1M NaOH to pH 7 for sol formation, Aging then performed gel (gel aging) as a polymerization reaction completion. HCl concentration and aging time are used respectively - were 0.5, 1 and 2 M then 12, 18 and 24 hours. Gel that had formed was washed with distilled water and printed in the syringe then dried in an oven for 18 hours at a temperature of 80 0C. Based on the test results the surface area of ​​the methylene blue is the optimum condition in 0.5 M HCl and aging time of 12 hours. The surface area of ​​the silica xerogel is  9.060 m2g-1. Characterization by FTIR showed wide uptake in wave numbers 3468.84 cm-1 is the OH groups of Si-OH and Si-O of Si-O-Si in the wave number 1080.06 cm-1. XRD results produce is amorphous silica xerogel.   Keywords: Sol-gel, Sodium silicate, xerogel.
STUDI AKTIVASI ARANG DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN PENGOZONAN Anggarini, Dita; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang pembuatan arang aktif dari tempurung kelapa dengan pengozonan telah dilakukan. Arang hasil aktivasi dengan pengozonan kemudian dibandingkan kualitasnya dengan arang aktif hasil aktivasi ZnCl2. Arang dari tempurung kelapa dikarbonisasi pada temperatur 600 ºC selama dua jam. Arang diaktivasi menggunakan ZnCl2 selama satu jam pada temperatur 550 ºC dan pengozonan dengan variasi waktu 0, 20, 40 dan 60 menit. Arang hasil aktivasi dibandingkan daya adsorpsinya terhadap senyawa iodin, metilen biru dan metil jingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif yang diaktivasi dengan ZnCl2 memiliki daya adsorpsi yang lebih baik terhadap senyawa iodin, metilen biru dan metil jingga daripada arang aktif yang diaktivasi dengan pengozonan. Namun, semakin panjang waktu pengozonan arang aktif yang dihasilkan memiliki daya adsorpsi terhadap metilen biru dan metil jingga yang semakin baik Kata kunci: adsorpsi, arang aktif, ozonisasi, tempurung kelapa. ABStract Research of activated carbon from coconut shell by ozonisation was conducted. The results compared with activated carbon by ZnCl2. Carbon was made from coconut shell by carbonated at 600 oC for 2 hours. Furthermore, carbon was activated by ZnCl2 for 1 hour at 550 ºC and activated by ozone with time varied from  0, 20, 40 and 60 minutes. The adsorption of activated carbon towards iodine, methylen blue and methyl orange was compared. The results showed that activation by ZnCl2 had a better adsorption process towards iodine, methylene blue and methyl orange than ozonated activated carbon. However, the longer ozonisation time produce activated carbon which had a better adsorption of methylene blue and methyl orange Key words: adsorption, activated carbon, coconut shell, ozonisation
Kajian Teoritis Interaksi TiO2-Zeolit Menggunakan Metode Semiempiris MNDO, AM1, dan PM3 Rendrahadi, Randhy Dwi; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Utomo, Edi Priyo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TiO2-zeolit telah berkembang menjadi fotokatalis yang efisien dalam proses fotodegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang terjadi saat TiO2 diimpregnasikan ke dalam zeolit melalui perhitungan energi tunggal secara komputasi. Metode semiempiris yang digunakan dalam penelitian ini adalah MNDO, AM1, dan PM3. Perhitungan energi tunggal struktur zeolit dilakukan dengan perangkat lunak Orca. Struktur TiO2 (rutile) disisipkan di atas permukaan struktur zeolit dengan dua orientasi. Kajian teoritis interaksi TiO2-zeolit menunjukkan orientasi xz TiO2 menghasilkan energi yang lebih rendah.