Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum
Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Modifikasi Habitat Padi Varietas IR 64 dengan Aplikasi Trap Crop Menggunakan Serai Wangi (Andropogon nardus) Teerhadap Komposisi, Kelimpahan, dan Keanekaragaman Arthropoda Rofidah, Erna; Tjahjaningrum, Indah Trisnawati Dwi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.205 KB)

Abstract

Trap crop merupakan teknik yang digunakan untuk menarik serangga berpotensi hama agar tidak menyerang tanaman utama. Aplikasi menggunakan sereh wangi untuk modifikasi habitat pada lahan padi dapat mempengaruhi komposisi, kelimpahan dan keanekaragaman Arthropoda. Serai wangi ditanam 20 hari sebelum tanaman utama (padi varietas IR 64). Penelitian ini dilakukan di Pasuruan, Jawa Timur. Sampel diambil menggunakan sweep net pada fase padi vegetatif, reproduktif dan pemasakan dan menggunakan yellowpan trap pada fase padi reproduktif dan pemasakan. Sampling dilakukan dari Desember 2012 hingga Maret 2013. Tiap sampel diidentifikasi di laboratorium zoologi jurusan Biologi ITS.  Penelitian tentang keanekaragaman Arthropoda pada habitat yang berbeda dengan membandingkan kekayaan spesies berguna untuk mendeterminasikan indikator ekologi dari tiap habitat. Arthropoda yang tertangkap kemudian dibagi menjadi herbivor, dan musuh alami (parasitoid dan predator) dan detritivor Kemudian menghitung Indeks keanekaragaman menggunakan indeks Shannon Wiener (H’), Evenness (E) dan kesamaan speies (Imh). Komposisi taksa terutama Ordo Hymenoptera pada lahan trap crop dan Ordo Diptera pada lahan kontrol. Jika dilihat dari tiap fase pertumbuhan padi komposisi spesies terutama herbivora terpengaruh oleh adanya trap crop yaitu pada fase vegetatif dan reproduktif. Komposisi berdasarkan peran fungsional Arthropoda tidak berpengaruh terhadap aplikasi trap crop. Kelimpahan herbivora berpengaruh pada lahan trap crop dibandingkan lahan kontrol. Lahan dengan aplikasi trap crop menggunakan tanaman sereh wangi (Andropogon nardus) tidak terpengaruh terhadap nilai keanekaragaman jenis (H’) namun berpengaruh pada nilai kemerataan jenis (E) nilai Imh pada kedua lahan menunjukkan nilai kesamaan komunitas yang tinggi
Pengaruh Habitat Termodifikasi Menggunakan Serai Terhadap Serangga Herbivora dan Produktivitas Padi Varietas IR-64 di Desa Purwosari, Pasuruan Arofah, Siti; Tjahjaningrum, Indah Trisnawati Dwi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.755 KB)

Abstract

Jika fragmentasi terjadi pada ekosistem pertanian, yaitu monokultur yang luas menjadi pertanaman polikultur, fragmentasi dapat meningkatkan keanekaragaman serangga, terutama kelompok musuh alami. Oleh karena itu upaya konservasi seperti manajemen habitat lahan pertanian, menjadi sangat penting dilakukan untuk mempertahankan keberadaan musuh alami tersebut, sehingga keberadaan serangga herbivora yang berpotensi menjadi hama yang dapat menurunkan produktivitas padi dapat dikendalikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh habitat termodifikasi menggunakan serai terhadap serangga herbivora dan produktivitas padi varietas IR-64 di desa Purwosari, Pasuruan. Pengambilan sampel serangga dan pengukuran pertumbuhan padi dilakukan setiap 10 hari sekali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah modifikasi habitat menggunakan serai hanya berpengaruh terhadap serangga herbivora famili Alydidae (P=0.04) namun tidak berpengaruh nyata terhadap famili yang lainnya yang ditunjukkan dengan nilai P>0.05, serta tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produktivitas padi varietas IR-64 yaitu pada parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, jumlah bulir berisi dan jumlah bulir kosong memliki nilai P>0.05
Pengaruh Habitat Termodifikasi Lahan Padi Sawah (Oryza Sativa) Menggunakan Trap Crop terhadap Komposisi dan Tingkat Keanekaragaman Arthropoda Herbivora Najwa, Najwa; Tjahjaningrum, Indah Trisnawati Dwi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.459 KB)

Abstract

Arthropoda herbivora banyak ditemukan di berbagai habitat, termasuk ekosistem padi sawah. Arthropoda herbivora yang berpotensi hama dapat menimbulkan kerugian bagi para petani. Oleh karena itu digunakan modifikasi habitat pada ekosistem sawah dengan penggunaan trap crop berupa padi varietas ciherang membentuk perimeter mengelilingi main crop tanaman padi varietas IR-64 dan akan dibandingkan dengan lahan padi tanpa menggunakan modifikasi habitat. Kedua lahan pertanian tersebut memiliki perbedaan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengetahui  pengaruh habitat termodifikasi lahan padi sawah (oryza sativa) menggunakan trap crop terhadap perbedaan komposisi dan tingkat keanekaragaman arthropoda herbivora. Pengambilan sampel Arthropoda herbivora dilakukan menggunakan sweep net setiap 10 HST (Hari Setelah Tanam) sampai dengan panen disesuaikan dengan fase pertumbuhan padi. Komposisi taksa dari kedua lahan baik main crop maupun lahan dengan modifikasi habitat memiliki kehadiran beberapa taksa yang berbeda, dan dominansi peran yang berbeda setiap fase pertumbuhan padi. Berdasarkan indeks Shannon-wiener nilai keanekaragaman di kedua lahan pada setiap fase pertumbuhan padi adalah tergolong sedang. Indeks kesamaan komunitas Morishita Horn antara kedua lahan didapatkan nilai 0,75
Efektifitas Modifikasi Habitat Lahan Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Menggunakan Insectary Plant Helianthus annuus Terhadap Tingkat Kerusakan Daun Tembakau Sutego, Bambang; Tjahjaningrum, Indah Trisnawati Dwi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.237 KB)

Abstract

Serangga herbivora banyak ditemukan di berbagai habitat, termasuk di ekosistem lahan tembakau. Serangga herbivora sebagai hama dapat menimbulkan kerugian bagi petani tembakau, bahkan disetiap tahunnya mencapai 10-40%, sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas dan mutu tembakau. Modifikasi habitat yang dilakukan pada lahan tembakau yaitu dengan menggunakan insectary plant Helianthus annuus membentuk perimeter mengelilingi tanaman tembakau Nicotiana tabacum L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas modifikasi habitat lahan tembakau Nicotiana tabacum L. Menggunakan insectary plant Helianthus annuus terhadap tingkat kerusakan daun tembakau. Penelitian ini dilakukan di lahan tembakau Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur dan analisa sampel di laboratorium Zoologi Biologi FMIPA ITS. Alat-alat yang digunakan adalah Sweep Net, Yellow Pan Trap, kuas, pinset, botol sampel mikroskop dan lampu pemanas. Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serangga herbivor, chloroform, kapas dan alkohol 70%. Dari data pengambilan sampel kerusakan daun pada lahan penelitian, didapatkan rata-rata total dari ketiga data kerusakan daun, yakni daun tembakau pada lahan modifikasi, daun tembakau pada lahan kontrol dan daun Helianthus annuus secara berturut-turut adalah 28.660%, 50.831% dan 84.123%. Dari ketiga data kerusakan daun pada penelitian didapat kerusakan daun tembakau kontrol lebih tinggi 22.171% dari tembakau pada lahan modofikasi habitat. Hal ini menunjukkan bahwa modifikasi habitat lahan tembakau menggunakan insectary plant Helianthus annuus efektif menurunkan tingkat kerusakan daun pada tembakau.
Studi Laju Dekomposisi Serasah Pada Hutan Pinus di Kawasan Wisata Taman Safari Indonesia II Jawa Timur Kurnia Ayu Devianti, Ory; Tjahjaningrum, Indah Trisnawati Dwi; Trisnawati Dwi Tjahjaningrum, Indah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.434 KB)

Abstract

Dekomposisi serasah merupakan proses yang sangat penting dalam dinamika hara pada suatu ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju dekomposisi serasah pada hutan pinus di kawasan Wisata Taman Safari Indonesia II, Prigen Jawa Timur. Penanaman sampel serasah menggunakan Litterbag berdasarkan kecenderungan curah hujan. Periode I curah hujan cenderung tinggi dan Periode II cenderung rendah. Faktor lingkungan yang diukur meliputi faktor abiotik (suhu tanah, curah hujan) dan faktor kimia (kandungan lignin). Analisa data dengan uji statistik yaitu korelasi Pearson. Laju dekomposisi tertinggi terjadi pada periode I dengan kondisi curah hujan yang cenderung tinggi dibandingkan dengan periode II yang curah hujannya cenderung rendah. Berdasarkan uji yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa laju dekomposisi serasah pada hutan dominan pinus lebih dipengaruhi curah hujan (p= 0.749) dibandingkan dengan suhu (p= 0.506)  dan kandungan lignin.