Articles

Found 5 Documents
Search

EKSPERIMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN TTW DAN TPS DI SMPN PACITAN ., Maryono; Tisngati, Urip
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 3, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2 x 3. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I di Kabupaten Pacitan semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011. Pengujian hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan frekuensi sel tak sama, dengan taraf signifikan 5%. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat, yaitu: uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett dan hasilnya adalah normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) hasil belajar siswa dengan strategi Think-Talk-Write (TTW) lebih baik daripada strategi Think-Pair- Share (TPS); 2) hasil belajar matematika siswa dengan aktivitas tinggi lebih baik daripada aktivitas sedang, hasil belajar dengan aktivitas sedang lebih baik daripada aktivitas rendah, dan hasil belajar dengan aktivitas tinggi lebih baik daripada aktivitas rendah; 3) Aktivitas belajar siswa tinggi, hasil belajar dengan strategi TTW, lebih baik daripada strategi TPS; 4) Aktivitas belajar siswa sedang, hasil belajar dengan strategi TTW lebih baik, daripada strategi TPS; 5) Aktivitas belajar siswa rendah, hasil belajar matematika siswa dengan strategi TTW lebih baik, daripada strategi TPS.Kata kunci: Pembelajaran Matematika, TTW, TPS dan Aktivitas.
ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA STKIP PGRI PACITAN PADA MATAKULIAH TEORI BILANGAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Tisngati, Urip; Irawan, Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 4, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Pacitan, tahun 2012. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek adalah purposive sampling. Identifikasi terjadinya miskonsepsi dilakukan dengan menggunakan teknik Certainly of Response Index (CRI) yang dikembangkan oleh Saleem Hasan. Sedangkan identifikasi gaya belajar mahasiswa dilakukan dengan menggunakan angket gaya belajar mahasiswa. Analisis data hasil penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi gaya belajar subyek penelitian adalah 75% mahasiswa mempunyai gaya belajar visual, 19% dengan gaya belajar kinestetik, dan 6% auditorial. Proporsi miskonsepsi didominasi sub pokok bahasan kekongruenan (88%), selanjutnya ciri-ciri habis dibagi (47%), pengkongruenan linier (44%), dan persamaan linier diophantus sebesar 40%. Mahasiswa dengan gaya belajar auditorial lebih banyak mengalami miskonsepsi pada materi kekongruenan (80 %), demikian juga pada gaya belajar visual (90%), dan kinestetik (82%). Sedangkan pada materi ciri-ciri habis dibagi, pengkongruenan linier, dan persamaan linier diophantus, berturut-turut untuk gaya belajar auditorial (60%, 60%, 40%), gaya belajar visual (54%, 45%, 43%), dan gaya belajar kinestetik (18%, 35%, 29. Miskonsepsi pada mahasiswa dengan semua gaya belajar lebih banyak disebabkan reasoning yang tidak lengkap atau salah dan simplifikasi. Kemampuan pada mahasiswa juga penyebab miskonsepsi pada gaya belajar visual dan kinestetik, sedangkan intuisi yang salah menjadi salah satu penyebab miskonsepsi pada gaya belajar auditorial dan kinestetik. Kata Kunci: miskonsepsi, gaya belajar dan teori bilangan.
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN POLA ASUH ORANG TUA PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR Tisngati, urip; Meifiani, Nely Indra
DERIVAT Vol 1, No 2 (2014): Derivat Vol. 1, No. 2, Desember 2014
Publisher : DERIVAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat ex-post facto. instrumen yang digunakan untuk Pengumpulan data terdiri dari kuesioner dan tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tidak terdapat pengaruh secara bersama-sama kepercayaan diri dan pola asuh orang tua pada mata kuliah teori bilangan terhadap prestasi belajar Matematika; 2) Terdapat pengaruh kepercayaan diri pada mata kuliah teori bilangan terhadap prestasi belajar Matematika.Kata Kunci: kepercayaan diri, pola asuh orang tua, prestasi belajar matematika
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP DI PKBM BERDASARKAN MODEL GRINDLE Tisngati, Urip; Martini, Martini; Iriani, Siska
Jurnal Humaniora Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini difokuskan pada pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup di PKBM Sido Maju dan PKBM Sedyo Langgeng di Pacitan dengan mengamati beberapa fenomena atau fakta sosial yang terjadi yang sekaligus menjadi pedoman wawancara di lapangan sesuai teori Grindle, yang meliputi derajad perubahan yang diinginkan serta pelaksana program. Jenis data adalah data primer dan data sekunder. Informan penelitian adalah pengelola, tutor, dan warga belajar. Data diambil saat kegiatan pelatihan berbasis peningkatan kecakapan hidup pada bulan April sampai dengan Mei 2015. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive dan prosesnya secara snow ball. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisa data meliputi reduksi data, penyajian (display) data, menafsirkan data, menyimpulkan data dan verifikasi, meningkatkan keabsahan hasil baru kemudian menarasikan hasil data. Temuan penelitian Pertama, terkait Derajad Perubahan Yang Diinginkan, (a) upaya menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, perilaku dan wawasan kecakapan hidup dua PKBM yang dipilih sebagai sumber data, visi misi dan tujuannya sudah secara jelas memasukkan konsep pendidikan kecakapan hidup sebagai kebijakan yang diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari atau dalam tiap minggu. PKBM telah menerapkan pendekatan komprehensif, yaitu penanaman nilai-nilai Pendidikan Kecakapan Hidup sebagai mata pelajaran tersendiri, termuat dalam kurikulum sekolah. (b) upaya meningkatkan mutu sumberdaya manusia sebagai pelaksana Pendidikan Kecakapan Hidup. Berdasarkan data dokumentasi, PKBM menyiapkan SDM berupa tutor yang mampu memfasilitasi peserta didik cakap memenuhi kecakapan hidup. Kedua, Pelaksana Program. (a) pelaksana kebijakan Pendidikan Kecakapan Hidup di PKBM adalah dari unsur pengelola, tutor, dan warga belajar. Penyelenggaraan PKBM bersifat mandiri. pelaksana program memiliki tanggungjawab penuh untuk mewujudkan apa yang menjadi visi misi dan tujuan PKBM sebagai pelaksana pendidikan luar sekolah. (b). Penaanggung jawab program adalah pengelola dan tutor. Pengelola dan tutor mampu mewujudkan kompetensi pengajaran, sosial, dan kepribadian dengan dedikatif.
Proses Berpikir Reflektif Mahasiswa Dalam Pemecahan Masalah Pada Materi Himpunan Ditinjau Dari Gaya Kognitif Berdasarkan Langkah Polya Tisngati, Urip
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 8 No 2 (2015): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe the process of reflective thinking in solving the problem of mathematic education students on the material terms of the set viewed from cognitive styles. This research is classified in the qualitative descriptive study with the case study method. The subjects in this study were students of mathematic education STKIP PGRI Pacitan in the first semester of academic year 2014/2015. The determination of the subject is by using purposive sampling, which is based on field independent and field dependent of cognitive styles. The research data taken from the test results of subjects works and interviews of subjects. Test of the credibility of the data is done by time triangulation. The data analysis technique is qualitative descriptive by Miles and Huberman. The results showed that student with field independent cognitive styles more active using reflective thinking processes than student with field dependent cognitive styles.