Udjang Tholib
State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Raffles Views on Islam in Indonesia and Abdullah Bin Abdul Kadirs Observation on The British Colonialists Tholib, Udjang
Buletin Al-Turas Vol 5, No 8 (1999): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/al-turas.v5i8.4357

Abstract

Dalam bentuk scan
Proses Islamisasi pada tiga Abad Perama Hijriyah Tholib, Udjang
Buletin Al-Turas Vol 2, No 5 (1996): Buletin Al-Turas
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v2i5.6762

Abstract

proses masuk islam pada masa tiga abad pertama hijiryah adalah berbedadengan memeluk agama lain karena dalam islam tidak ada upacara khususyang bisa disamakan dengan pembaptisan. kata Aslama  yang artinya, ia menyerah diri kepada Allah, digunakan untuk menerangkan bahwa seseorangtelah menjadi muslim. tetapi kata itu tidak menunjukan sejauh mana tindakan penyerahan tersebut terealisasi. menurut ajaran islam. memeluk agama Islam sudah dianggap sah atau sempurna apabila seseorangmengucapkan dua kalimah shahadah (pengakuan akan keesaan Tuhan dan NabiMuhammad adalah utusanNya). proses perpindahan agama ini tidak tergantungkepada seseorang seperti pendeta karena Islam tidak mempunyai Institusi kependetaan. nampaknya proses masuk Islam pada tiga abad pertama Hijriyahtidak mempunyai prosedur formal atau suatu indikator yang bisa dicatatoleh para sejarawan Muslim. Selain itu, tidak ada sumber-sumber lokal yang kontemporer  pada masa awal tersebarnya agama islam. hal ini merupakansalah satu kesulitan untuk menelusuri sejarah masuknya pengikut agama-agama lain ke dalam Islam
Mengapa Khalifah Al-Mansur Mendirikan Kota Baghdad Tholib, Udjang
Buletin Al-Turas Vol 2, No 4 (1996): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v2i4.6870

Abstract

Setelah menduduki singgasana kekhalifahan, khalifah Abbasiyah yang pertama Abu al-Abbas al-Saffah  meninggalkan Kufah dan tinggal pada suatu tempat yang yang berhadapan dengan istana Ibn HUbayra di mana ia mendirikan  di mana ia mendirikan sebuah kota dan menamakannya al-hashimiyah (untuk mengenang nenek moyangnya Hashim n. Abd Manaf atau untuk mengenang Abu Hashim yang menyerahkan kepemimpinan kepada Abbasiyah). sebelum mendirikan Hasmiyyah ia sebenranya telah mulai mendirikan kota di sekitar istana Ibn Hubayra, tetapi kemudian pembangunan itu ditinggalkan karena penduduknya tetap memanggil kota tersebut dengan nama pendirinya yang pertama gubernur Umayyah yang terakhir di Iraq, Yazid b. Hubayra. Pada tahun 134H/ 752 M al saffah sekali lagi pindah dan mndirikan ibu kotanya dekat al- Anbar, bekas kota Persia Firuz Sabur, tetapi ia meninggal sebelum menyelesaikan pembangunannya.
AL-QADIR'S ROLE IN THE SUNNITE RESTORATION THOLIB, UDJANG
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.623 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1637

Abstract

During al-Qadir's reign, the political power was in the hands of the the Buwayhid's amir al-umara', Baha' al-Dawla. The latter was the strong supporter of the Shi'ites who flourished during this time. Realizing that he only held the religious power and wishing to be a champion of the Sunnites, the caliph embarked on a famous endeavor which can be called as the Sunnite Restoration. With this he tried to counter the increasing ascendancy of the Shi'ites and existing influence of the Mu'tazilites and Ash'arites. He took  up  a  leadership  of  politico-religious  party   against   the   Shi'ite, Mu'tazilite and Ash'arite movements. In addition, he issued the Risala al­ Qadiriyya (Al-Qadir's Epistle), containing the Sunnite creed based on the ideas of the Hanbalite scholars. The main issues he dealt in the Risala al­ Qadiriyya were the unity and absolute power of Allah, the uncreatedness of the Kalam (Word of Allah), Allah's real attributes and the acknowledgement of the excellence of the Khulafaur Rashidin according to the chronological enumeration. Finally, the Muslims should not discredit the companions of the Prophets.