Articles

Found 37 Documents
Search

AN INVESTIGATION OF THE APPLICATION OF SERVQUAL IN THE ENHANCEMENT OF SERVICE QUALITY AMONG INTERNATIONAL POST- GRADUATE STUDENTS: COMPARING INDONESIA WITH MALAYSIA

Research Report - Social Science Vol 1 (2010)
Publisher : Research Report - Social Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universities strive to deliver high-quality service throughout its educational curriculum and its administrative process. In order to do so, universities must view students as their primary clients and seek to maximize their satisfaction with the level of university offered.Using SERVQUAL model, this research has an objective to investigate the performance of services delivered by universities to the international post-graduate students Indonesia. As part of joint research commitment with Malaysian scholars, findings of this research will be compared with their findings.This research uses paired T-test sample and regression analysis to test the hypotheses. Students did not too satisfy with the performance of non-faculty staff but they were quite satisfied with general and faculty performances.However, universities still have to improve their performances in order to deliver service excellences to their students.Keywords: Education, SERVQUAL, Service Excellences, Satisfaction.

AN INVESTIGATION OF THE APPLICATION OF SERVQUAL IN THE ENHANCEMENT OF SERVICE QUALITY AMONG INTERNATIONAL POST- GRADUATE STUDENTS: COMPARING INDONESIA WITH MALAYSIA

Research Report - Humanities and Social Science Vol 1 (2010)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.525 KB)

Abstract

Universities strive to deliver high-quality service throughout its educational curriculum and its administrative process. In order to do so, universities must view students as their primary clients and seek to maximize their satisfaction with the level of university offered.Using SERVQUAL model, this research has an objective to investigate the performance of services delivered by universities to the international post-graduate students Indonesia. As part of joint research commitment with Malaysian scholars, findings of this research will be compared with their findings.This research uses paired T-test sample and regression analysis to test the hypotheses. Students did not too satisfy with the performance of non-faculty staff but they were quite satisfied with general and faculty performances.However, universities still have to improve their performances in order to deliver service excellences to their students.Keywords: Education, SERVQUAL, Service Excellences, Satisfaction.

Pendidikan Akhlak oleh Orangtua terhadap Anaknya (Studi Kasus Pola Keluarga Sakinah Teladan) di Kalimantan Selatan

Jurnal Muadalah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Muadalah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the informal education which takes place at home, parents have the central role to consistently educate and shape their children to posses positive traits. To anticipate today’s development of information and global cultural flows, a matrix of family education which is affiliated to the construction of children’s good character becomes urgent. It is hoped that such matrix of family education can be the instrument to filter information and culture. The model ideal family taken as the study sample is the choosen model ideal family that has been selected to represent South Kalimantan in the national level from 2008 to 2012. The selected family is considered to be refresentatif and valid. The result of study points that: the model ideal family has performed a positive character education. It is proved by the fact that the parents have been successful to educate their children.Keywords: Model Ideal Family, character, parents.Dalam pendidikan informal dirumah tangga, yang sangat berperan mendidik akhlak anak-anak agar mempunyai kepribadian yang mulia dan berakhlakul karimah adalah orangtua, yang terdiri dari ayah dan ibu secara kontinu dan konsisten. Dalam mengantisifasi perkembangan informasi dan arus budaya global yang semakin maju dan berkembang sekarang ini, perlu suatu acuan pola pendidikan keluarga yang berapiliasi pada pembentukan akhlakul karimah pada anak, agar mereka dapat menjadikan pedoman hidup dan menjadi kannya sebagai alat pemilter budaya yang sedang berkembang, justeru itu sebagai pola pedoman yang dianggap intensif adalah keluarga sakinah teladan. Keluarga sakinah teladan yang dijadikan sampel kasus adalah keluarga sakinah teladan yang terpilih mewakili provinsi Kalimantan Selatan ke tingkat nasional dari tahun 2008 sampai tahun 2012, yang dianggap refresentatif dan valid. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa: Keluarga Sakinah Teladan telah mempunyai Pola Pendidikan Akhlak yang sangat positif. Hal dibuktikan atas keberhasilan orangtua mendidik anak-anaknya.Kata kunci: Keluarga Sakinah Teladan, akhlak, orangtua.

IDENTITAS BUDAYA MADURA

JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 11, No 1 (2007): MADUROLOGI 1
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taufiqurrahman   (Dosen tetap pada Jurusan Syari’ah Prodi Ahwal Al-Syahsiyah STAIN Pamekasan dan Pengapu Matakuliah Islam dan Budaya Madura)       Abstrak : Masyarakat Madura dikenal memiliki budaya yang khas, unik, stereotipikal, dan stigmatik. Identitas budayanya itu dianggap sebagai deskripsi dari generalisasi jatidiri individual maupun komunal etnik Madura dalam berperilaku dan berkehidupan. Kehidupan mereka di tempat asal maupun di perantauan kerapkali membawa dan senantiasa dipahami oleh komunitas etnik lain atas dasar identitas kolektifnya itu. Akibatnya, tidak jarang di antara mereka mendapat perlakuan sosial maupun kultural  secara fisik dan/atau psikis yang dirasakan kurang proporsional. Berbagai deskripsi perilaku absurd orang-orang Madura terbiasa diungkap dan ditampilkan  misalnya, dalam forum-forum pertemuan komunitas intelektual (well-educated) sehingga kian mengukuhkan generalisasi identitas mereka dalam nuansa tersubordinasi, terhegemonik, dan teralienasi dari “pentas budaya” berbagai etnik lainnya sebagai elemen pembentuk budaya nasional.Dalam konteks religiusitas, masyarakat Madura dikenal memegang kuat (memedomani) ajaran Islam dalam pola kehidupannya kendati pun menyisakan “dilema,” untuk menyebut adanya deviasi/kontradiksi antara ajaran Islam (formal dan substantif) dan pola perilaku sosiokultural dalam praksis keberagamaan mereka itu. Pengakuan bahwa Islam sebagai ajaran formal yang diyakini dan dipedomani dalam kehidupan individual etnik Madura itu ternyata tidak selalu menampakkan linieritas pada sikap, pendirian, dan pola perilaku mereka. Kata Kunci : Madura, etnografi,identitas, perilaku,

KUASA NEGARA DALAM PENETAPAN KURIKULUM PENDIDIKAN (Kasus Pembatalan KBK

JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak; Kurikulum tahun 2004 yang populer disebut dengan KBK tidak jadi diberlakukan padahal sudah diimplementasikan sejak dua tahun yang lalu dan berpijak pada landasan yuridis-operasionalya. Alasannya, menurut BSNP, KBK lebih sarat isi daripada kompetensi. Apakah pembatalan itu sebatas penyelarasan/penataan ulang, atau bentuk baru otoritarianisme-hegemonik struktural dalam praksis pendi-dikan? Artikel ini menyoroti sebab-musabab pembatalannya. Kata kunc; KBK, kurikulum 2006, BSNP, standar isi, standar kompetensi.  

TIPOLOGI PENGETAHUAN AGAMA MASYARAKAT MADURA (Studi Etnografik tentang Pemaknaan Keberislaman Orang Madura)

JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 21, No 1 (2014): Islam, Budaya, dan Pendidikan
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Artikel ini merupakan hasil penelitian etnografis-kualitatif dengan menggunakan framework of thinking dalam bidang Sosiologi Agama/Peradaban [Islam] untuk mengkaji tipologi pengetahuan agama pada dimensi pemaknaan keberislaman masyarakat Madura. Secara kultural, warga etnik Madura par excellence dipandang lekat dengan “pola perilaku” keberislaman namun secara sosiologis fenomena-kultural demikian tidak selalu menunjukkan garis-linieritas maupun integralitas dalam praksisnya. Karenanya, riset empirik ini relevan dilakukan untuk mengungkap dan mendeskripsikan akar-persoalan keberagamaan mereka pada dimensi pemaknaan ajaran Islam, simbol-simbol keagamaan Islam, dan perilaku keberislaman mereka. Melalui operasionalisasi desain riset etnografis dalam perspektif etnometodologis, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pemaknaan keberislaman masyarakat Madura tergambar dalam 3 tipologi pemahaman kultural atas ajaran Islam maupun praksisnya, yaitu (a) keberagamaan formalistik (pemaknaan skriptual-legalistik), (b) keberagamaan substansial (pemaknaan esensial-hakiki), dan (3) keberagamaan sekularistik (pemaknaan segregatif-individual). Temuan tipologis tersebut melahirkan rumusan teori substantif bahwa pengetahuan agama Islam dalam konteks pemaknaan keberislaman masyarakat Madura didasarkan pada orientasi hidup yang dianut. Temuan penelitian ini berimplikasi pada keniscayaan upaya rekonstruksi berupa pembacaan-ulang atas “klaim keberhasilan” penetrasi ajaran Islam ke dalam komunitas etnik Madura karena hingga sekarang warga Madura senantiasa dipersepsi dan bahkan digeneralisasi sebagai potret representasi dari entitas penganut ajaran Islam taat. Kata kunci: madura, pengetahuan agama, keberislaman, pemaknaan ajaran.

Breakfast Intake and Learning Concentration

Health Notions Vol 1, No 3 (2017): July-September
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.757 KB)

Abstract

The concentration of learning is the ability to focus the mind on learning activities that can be influenced by breakfast intake as well as hydration status. Based on preliminary study on 10 students, it was found that there were 7 students who did not have breakfast and 8 students chose to consume energy drinks and mixed drinks instead of consuming water when thirst which caused the body to dehydrate. This study aims to analyze the relationship between breakfast intake and hydration status with learning concentration of students in elementary school Pacar Keling 6 Surabaya city, in February 2017 with cross sectional design. The subjects of the study were students of class III, IV and V chosen by random. The result of the analysis using Chi square test showed that there was a correlation between the intake of breakfast with the study concentration (p-value = 0,048) and there was no correlation between the hydration status and the study concentration (p-value = 0,307). It can be concluded that students with poor breakfast intake have low learning concentrations, the effects caused by mild dehydration conditions only in mood (mood) not on concentration and hydration status can be determined by the type of food and beverages consumed. Keywords: Breakfast, Learning concentration, Students, Elementary school

Hubungan kebiasaan melewatkan sarapan dan Pemilihan jajanan dengan kejadian Wasting di Desa Sembung Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik

Amerta Nutrition Vol 2, No 3 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Wasting prevalence in Indonesia is never been decreased for years. Wasting caused by many factors such as skipping breakfast and inappropriate selection of snacks that contribute to children’s level of nutritional intake adequacy.Objectives: The purpose of this research was to analyze correlation between skipping breakfast and selection of snack among elementary school children. Method: This was an analytical observational research with case control design conducted in three elementary schools in Sembung Village, Gresik. The sample size was 22 students in each group, which taken using a simple random sampling technique at student of 3rd, 4th and 5th grade. Data was collected by interviewing the respondent with structured questionnaire. Nutritional status was classified with BMI/Age using WHO-MGRS standard. Association among variables were analyzed using Chi-Square test. (α=0.05). Result: The result showed that 68.2% respondent from cases used skipping breakfast while 27.3% respondent from control used to skip breakfast. 22.7% respondent in cases used to consume high nutritional value snack food while 72.7% respondent in control used to consume high nutritional value snack food. Chi-Square test showed there was an association between breakfast habits and the selection of snack with wasting (p=0.007; OR=5.714) (p=0.001; OR=9.067).Conclusion: Skipping breakfast habits and the selection of snack had a correlation with wasting incident in village children.ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi wasting di Indonesia tidak pernah mengalami penurunan yang signifikan selama tahun ke tahun. Kejadian wasting dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kebiasaan sarapan dan pemilihan makanan jajanan yang mampu berkontibusi terhadap tingkat kecukupan energi dan zat gizi anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan melewatkan sarapan dan kebiasan memilih jajanan makanan kejadian wasting pada anak sekolah dasar di pedesaan.Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain case control ini dilakukan di 3 sekolah dasar di Desa Sembung Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Besar sampel penelitian ini adalah 22 sampel untuk masing -masing kelompok yang berasal dari kelas III, IV dan V dan diambil secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara pada anak dengan kuisioner tersktutur. Klasifikasi berdasarkan pada nilai tabel z-score IMT/U WHO-MGRS.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square (α=0,05)Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,2% responden kelompok kasus, terbiasa melewatkan sarapan sedangkan 27,3% responden kelompok kontrol terbiasa melewatkan sarapan. 22,7% responden kelompok kasus terbiasa membeli makanan jajan bernilai gizi tinggi sedangkan 72,7% responden kelompok kontrol terbiasa membeli makanan jajan bernilai gizi tinggi. Hasil Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan sarapan dan pemilihan makanan jajanan dengan kejadian wasting (p= 0,007 OR: 5,714) (p= 0,001 OR: 9,067).Kesimpulan: Kebiasaan melewatkan sarapan dan pemilihan makanan jajanan berhubungan dengan kejadian wasting pada anak pedesaan.

IDENTITAS BUDAYA MADURA

KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman MADUROLOGI 1
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.64 KB)

Abstract

Taufiqurrahman   (Dosen tetap pada Jurusan Syari’ah Prodi Ahwal Al-Syahsiyah STAIN Pamekasan dan Pengapu Matakuliah Islam dan Budaya Madura)       Abstrak : Masyarakat Madura dikenal memiliki budaya yang khas, unik, stereotipikal, dan stigmatik. Identitas budayanya itu dianggap sebagai deskripsi dari generalisasi jatidiri individual maupun komunal etnik Madura dalam berperilaku dan berkehidupan. Kehidupan mereka di tempat asal maupun di perantauan kerapkali membawa dan senantiasa dipahami oleh komunitas etnik lain atas dasar identitas kolektifnya itu. Akibatnya, tidak jarang di antara mereka mendapat perlakuan sosial maupun kultural  secara fisik dan/atau psikis yang dirasakan kurang proporsional. Berbagai deskripsi perilaku absurd orang-orang Madura terbiasa diungkap dan ditampilkan  misalnya, dalam forum-forum pertemuan komunitas intelektual (well-educated) sehingga kian mengukuhkan generalisasi identitas mereka dalam nuansa tersubordinasi, terhegemonik, dan teralienasi dari “pentas budaya” berbagai etnik lainnya sebagai elemen pembentuk budaya nasional.Dalam konteks religiusitas, masyarakat Madura dikenal memegang kuat (memedomani) ajaran Islam dalam pola kehidupannya kendati pun menyisakan “dilema,” untuk menyebut adanya deviasi/kontradiksi antara ajaran Islam (formal dan substantif) dan pola perilaku sosiokultural dalam praksis keberagamaan mereka itu. Pengakuan bahwa Islam sebagai ajaran formal yang diyakini dan dipedomani dalam kehidupan individual etnik Madura itu ternyata tidak selalu menampakkan linieritas pada sikap, pendirian, dan pola perilaku mereka. Kata Kunci : Madura, etnografi,identitas, perilaku,

KOMPILASI HUKUM ISLAM (Suatu Formalisasi Syari’at Islam di Indonesia)

Al-Ihkam, Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : APHI (Islamic Law Researcher Association) & STAIN Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.229 KB)

Abstract

Terbit dan berlakunya Kompilasi Hukum Islam (KHI)sejak tahun 1991 di Indonesia merupakan indikasi nyatabahwa hukum Islam telah diakui keberadaannya sebagaihukum positif di negeri ini. Kondisi itu sesungguhnyaberarti bahwa secara formal sebagian syari’at (hukum)Islam diakomodasi keberlakuannya. Dalam konteks itulahdapat dinyatakan bahwa formalisasi Syari’at Islam diIndonesia dapat terwujud dan sama sekali bukanlahsesuatu yang terlarang untuk terus diupayakan, apalagiuntuk sekedar diwacanakan. Yang terpenting justruterletak pada terwujudnya kesadaran sekaligus dukungandari tiap individu muslim untuk memahami bahwa ajaranIslam merupakan ajaran tentang hidup dan kehidupanmanusia, dan bukan hanya sebatas bidang Perkawinan,Kewarisan, dan Perwakafan, sebagaimana yangditampakkan pada wilayah/muatan KHI.