Articles

Found 7 Documents
Search

Mekanisme Ketahanan Terinduksi oleh Plant Growth Promotting Rhizobacteria (PGPR) pada Tanaman Cabai Terinfeksi Cucumber Mosaik Virus (CMV) Taufik, M; Rahman, A; Wahab, A; Hidayat, S H
Jurnal Hortikultura Vol 20, No 3 (2010): September 2010
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dapat digunakan untuk menekan insiden penyakitmelalui mekanisme induksi ketahanan secara sistemik atau menghasilkan hormon tumbuh. Tujuan penelitian adalahmengetahui mekanisme ketahanan terinduksi pada tanaman cabai yang terinfeksi cucumber mosaik virus (CMV)dengan mengukur akumulasi asam salisilat (SA) dan peroksidase, deteksi CMV dengan teknik RT-PCR, dan analisispola protein tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dapat mereduksi insiden penyakit padatanaman yang terinfeksi CMV. Aplikasi PGPR secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabaidan mengurangi insiden penyakit meskipun terinfeksi oleh CMV. Campuran isolat PG 01 dan BG 25 menghasilkanpertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Insiden penyakit yang ditunjukkanpada cabai yang diberi perlakuan campuran PG 01 dan BG 25 serta isolat BG 25 yang diberikan secara tunggalmencapai 8,33%, sementara insidensi penyakit pada cabai yang diberi isolat PG 01 secara tunggal mencapai 16,67%.Akumulasi SA dan peroksidase terjadi lebih tinggi pada tanaman cabai yang diaplikasi dengan PGPR. Teknik PCRmenggunakan primer spesifik berhasil mengamplifikasi genom CMV. Pola pita protein total tanaman yang diuji tidakberbeda dengan kontrol.ABSTRACT. Taufik, M., A. Rahman, A. Wahab, and S.H. Hidayat. 2010. Induced Resistant Mechanism byPlant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) on Pepper Plants Infected By Cucumber Mosaic Virus (CMV).Plant growth promoting rhizobacteria can suppress disease intensity through systematical induction resistance or yieldhormone of growth regulator. The purpose of this research was to determine the mechanism of induced resistance CMVinfected chilli plants by measureing accumulate salicylated acid (SA), peroxidase (reverse transcriptase-polymerasechain reaction) (RT-PCR) and banding patterns of plant protein. The results showed that the application of PGPR canreduce of disease incidence pepper plants that was infected by CMV. Application PGPR can significantly improveplant growth and reduce the occurence of CMV infection symptoms. Mixture of isolates PG 01 and BG 25 gave betterresponse of plant growth compared to other treatments. The occurence of the disease on infected chilli plants treatedwith isolates mixture of PG 01 and BG 25, and single isolate of BG 25 was 8.33%, while the application of singleisolate of PG 01 caused the desease intensity up to 16.67%. The accumulation of salicylates acid and peroxydasewas higher in the chilli plants applied by PGPR. The technique of RT-PCR was able to detect CMV using spesificprimers. No difference of total protein band patterns between tested plants and control.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM ANTARA MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG Bilqis, Bilqis; Syachruroji, A; Taufik, M
Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar (JPSD) UNTIRTA
Publisher : Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.873 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa, hasil belajar siswa dengan model apa yang lebih tinggi, dan aktivitas siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas V pada materi peristiwa alam di Indonesia. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Panancangan 3 Kota Serang tahun ajaran 2015/2016. Pada penelitian ini, kelas V B sebagai kelas eksperimen dan kelas V A sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh dari uji inferensial terhadap hipotesis. Dari hasil uji beda nilai kedua kelas pada taraf signifikan = 0,05 diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,94 > 2,000 maka H0 ditolak Ha diterima. Peneliti juga melakukan uji pihak kanan diperoleh diperoleh thitung > ttabel yaitu 2.94 > 1,167 maka H0 ditolak Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan model Problem Based Learning dengan yang menggunakan model pembelajaran langsung serta hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan model Problem Based Learning lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung. Dilihat dari persentase hasil observasi aktivitas siswa secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat baik, baik dan cukup sehingg dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Kata Kunci :  Model Problem Based Learning, Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar Kognitif  Abstract. This research is aimed to find out the differences of study result, study result with any model higher, and the activity of students in the learning process by using a model of Problem Based Learning on the subjects of Natural Sciences class V on the material nature of events in Indonesia. This method used was quasi-experiments conducted on students of class V SDN Panancangan 3 Serang city 2015/2016 school year. In this study, class V B as an experimental class and class V A as the control class. The results were obtained from the inferential test of the hypothesis. From the results of different test values of both classes at significant level = 0.05 obtained thitung > ttabel is 2,94 > 2.000 then H0 is rejected Ha accepted. Investigators also obtained the right to test the obtained thitung > ttabel is 2,94 > 1.167 then H0 is rejected Ha accepted. Then can be concludid that study result towards the students of subject of natural class use the model of problem based learning and the model of direct learning is different significant and study result of students who used the model of Problem Based Learning is higher than students who used the model of direct learning l. Judging from the percentage of student activity observation as a whole possesses the criteria very well, good and enough so that it can be concluded that students in the experimental class were actively involved in the learning process. Keywords : Problem Based Learning, Direct Learning, Cognitive Learning
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATA PELAJARAN IPS PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR Hakim, Zerri Rahman; Taufik, M; Mujiwati, Siti
Jurnal Lensa Pendas Vol 4 No 1 (2019): Februari (2019)
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.602 KB)

Abstract

This study aims to determine the problem solving ability of learners using Problem Based Learning model (PBL) with learners using Direct learning model. The type of research used is quasi experiments in the form of non equivalent control group design, sampling is done by using purposive sampling technique. The selected sample is the IVA class as the treated experimental class and IVB as the untreated control class. Based on pretest data processing, the mean value of experimental class students is 29.5 while control class is 23.5. After learning, both classes are given posttest. Based on the data processing posttest obtained average results of problem solving ability of learners on subjects IPS experimental class of 69 while the control class 42.25 from the results of the difference test average. To test the hypothesis used inferential test. Based on the results of right-side test obtained t-count = 7.10 and t-table = 1.674. The result of this research can be concluded that the problem solving ability of students in IPS subject using Problem Based Learning (PBL) model is better than students using Direct Learning Model
KESELAMATAN TENAGA KERJA DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA (Perspektif Islam, UDHR, dan Hukum Positif) Misranto, Misranto; Taufik, M
Yurispruden Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/yur.v1i2.1021

Abstract

Salah satu hak yang dimiliki oleh tenaga kerja adalah hak atas keselamatan. Hak atas keselamatan ini menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan atau diimplementasikan oleh  perusahaan. Perusahaan mempunyai kewajiban yang bersifat asasi untuk menegakkan kepentingan yang bersifat asasi pula. Sayangnya, kepentingan yang bersifar asasi ini kurang menjadi perhatian serius di kalangan pengusahaa atau perusahaan. Tidak sedikit ditemukan kasus-kasus pelanggaran terhadap hak tenaga kerja ini. Banyak tenaga kerja yang tidak mendapatkan perlindungan keselamatannya saat menjalankan kerjanya. Perusahaan yang demikian ini dapat dikategorikan melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.Kata Kunci:  tenaga kerja,  perusahaan, hak atas keselamatan 
HAK INFORMASI ATAS BENCANA ALAM DALAM KAJIAN HAK ASASI MANUSIA ., Mariyadi; Taufik, M
Yurispruden Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/yur.v1i1.733

Abstract

Kasus bencana alam di Indonesia termasuk yang tergolong sering. Problem yang mengikuti bencana alam adalah hak-hak korban. Para birokrat Indonesia seringkali mengabaikan hak korban, sehingga kondisi korban yang berada dalam keprihatinan menjadi lebih memprihatinkan lagi akibat pengabaian yang dilakukan para birokrat. Dalam ranah inilah, birokrat bencana layak diposisikan melakukan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia (korban bencana). Hal ini bisa terjadi diantaranya disebabkan hak informasi atas bencana tidak cepat dan cermat disampaikan oleh birokrat.Kata kunci: hak asasi manusia, bencana, birokrasi, hak atas informasi
Permainan Ular Tangga Sebagai Media Edukasi Seksualitas Remaja Edi, Edi; Taufik, M
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4280

Abstract

The age of adolescence is a period of transition from children to adulthood, where at this time there is a process of development and change both physically, emotionally and intellectually which is experienced as preparation for entering adulthood.  The lack of understanding of sexuality information directed will cause adolescents to take high risk actions for their own health.  One method that can be applied is sexuality education using the snake ladder game. One method that can be applied is sexuality education using the snake ladder game. The purpose of this study was to determine the effectiveness through the game of snakes and ladders as an educational media for adolescent sexuality in Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya Madrasah Ulya. This research is a quantitative research with pre-experimental design with one group pre and post test design approach. The number of samples are 120 respondents.  The sampling technique is purposive sampling.  Data were obtained using a questionnaire and analyzed by paired t test.  The results of the study showed that it was increasing in knowledge and attitudes towards the results of statistical analysis of knowledge which obtained a value of p = 0,000 <0,05.  As for the results of the attitude statistical analysis the value of p = 0,000 <0,05 was obtained. There is a significant relationship between the knowledge and attitudes of students with snake ladder sexuality media in Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya Madrasah Ulya.  Thus the snake ladder game can be used as an effective health education tool in changing knowledge and attitudesUsia remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa, dimana pada masa ini terjadi proses perkembangan dan perubahan baik fisik, emosional maupun intelektual yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Kurangnya pemahaman informasi seksualitas yang terarah maka akan menyebabkan remaja untuk melakukan tindakan berisiko bagi kesehatan mereka sendiri semakin meningkat. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah edukasi seksualitas menggunakan permainan ular tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas melalui permainan ular tangga sebagai media edukasi seksusalitas remaja di Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pre dan post test design. Jumlah sampel yaitu 120 responden. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap hasil analisis statistik terhadap pegetahuan yang diperoleh nilai p = 0,000 <0,05. Sedangkan untuk hasil analisis statistik sikap diperoleh nilai p = 0,000 <0,05. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap siswa dengan media ular tangga seksualitas di Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya. Dengan demikian permaian ular tangga dapat digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan efektif dalam perubahan pengetahuan dan sikap
Kekuatan Lelah Baja Karbon dengan Lasan Alur Ganda V dan U Susanto, Herdi; Ali, Syurkarni; Taufik, M; Yulitda, Firman
Jurnal Mekanova Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MEKANOVA
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The case studies in the field, especially in the districts of Aceh Barat, if the shaft has been used fracture, then largely reconnected by means of welded, through welding without considering the type of groove welds suitable for welded joints pivot, so that its power will be lower and the life of the shaft becomes shorter. This study aims to determine the type of groove welds suitable for metal welding carbon steels are used and sold in the market town of Meulaboh, and estimate the maximum load permitted to work on the shaft so that the expected life of the shaft becomes longer, and see the pattern of fractures that occur on the surface shaft. Testing is done for 3 specimens a double groove welds V, 3 specimens double groove U and without welds 6 specimens in accordance with ASTM E-466. The results showed that specimens with a double weld groove U have a better fatigue strength compared with the double-groove weld V. fatigue limit (endurance limit) 85.83 MPa carbon steel. The pattern of the specimen surface faulting on the double U groove weld area deformed by the signs of the beach (beach mark) towards the center of the surface of the specimen (weld center) fracture pattern on the specimen surface area double V groove welds undergo large deformations on the outskirts of surface spesimen. Keywords : double-groove weld V, double-groove weld U, S-N Curve, Endurance limit, fracture pattern