Taslimah Taslimah
Laboratorium Kimia Anorganik, Kimia MIPA UNDIP

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Keasaman Medium dan Imobilisasi Gugus Organik pada Karakter Silika Gel dari Abu Sekam Padi Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.946 KB)

Abstract

Silica gel is well known as a material that may be used as adsorbent, host matrix for catalyst, etc. Hence, synthesis of silica gel from rice hull ash has been done by evaluation of the effect of medium acidity and organic group immobilized in the snythesis of silica gel.Synthesis of silica gel was done by adding sodium silicate solution from rice hull ash to hydrochloric acid until pH 3, 5 and 7. Immobilization of thiol group and amino group in silica was done by adding 3-mercaptopropyltrimethoxysilane or 3-aminopropyl-trimethoxysilane to sodium silicate solution and hydrochloride acid solution until pH: 7. The products were characterized by X-ray deffractometer and FTIR Spectroscopy.Results showed that porousitas of silica increased with increasing medium acidity ( decreasing pH medium).Immobilization thiol or amino group in silica added a functional group on silica but did not destroy primary structure of silica gel.Key Words: Silica Gel, Rice Hull Ash, 3-mercaptopropyltrimethoxysilane, 3-aminopropyl-trimethoxysilane.
Adsorpsi Kadmium(II) pada Bahan Hibrida Tiol-Silika dari Abu Sekam Padi Sriyanti, Sriyanti; Azmiyawati, Choiril; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.097 KB)

Abstract

Bahan hibrida tiol-silika telah dibuat dengan mengimobilisasikan 3-merkapto-propiltrimetoksisilan ke dalam silika melalui metode sol-gel. 3-Merkaptopropil-trimetoksisilan ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, kemudian diasamkan dengan HCl 6M hingga pH: 7. Larutan natrium silikat dihasilkan dari ekstraksi abu sekam padi dengan larutan natrium hidroksida mendidih. Model isoterm adsorpsi Langmuir digunakan untuk memperkirakan kapasitas dan energi adsorpsi kadmium(II). Dilakukan pula adsorpsi pada berbagai pH untuk mendapatkan kondisi yang sesuai untuk adsorpsi selektif ion logam yang dipelajari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cd(II) teradsorpsi lebih tinggi pada bahan hibrida tiol-silika (SG-MPTS) dibandingkan pada silika gel tanpa gugus tiol dengan kapasitas adsorpsi berturut-turut (b: 0,0208 mol/g) dan (b = 0,0156 mol/g) . Dari energi adsorpsi yang terlibat (25, 545 kJ/mol dan 27,422 kJ/mol), adsorpsi Cd(II) pada kedua adsorben dapat dikategorikan sebagai adsorpsi kimia. Untuk kedua adsorben, adsorpsi Cd(II) paling efektif pada 3<pH<8.
Sintesis dan Karakterisasi porous carbon dari Sukrosa dengan Menggunakan Asam Sulfat dan Asam Nitrat Istiqomah, Istiqomah; Pardoyo, Pardoyo; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porous carbon merupakan suatu material serbaguna karena mempunyai luas permukaan yang besar dan porositas yang tinggi. porous carbon dapat dibuat dari berbagai zat yang memiliki susunan senyawa hidrokarbon seperti karbohidrat, batang kayu atau zat yang mengandung senyawa hidrokarbon lainnya dengan pemanasan temperatur tinggi serta proses aktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh porous carbon dari sukrosa serta menentukan karakteristik produk yang diperoleh. Produk sintesis dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR, X-Ray diffraction dan surface area analyzer. porous carbon yang diperoleh dari penggunaan asam nitrat meningkat luas permukaan dan volume pori berturut-turut sebesar 24%dan 25% relatif terhadap porous carbon yang dibuat dengan menggunakan asam sulfat. Adanya perlakuan kalsinasi, porous carbon yang dibuat dengan asam sulfat juga meningkatkan luas permukaan dan volume pori berturut-turut sebesar 97% dan 98%. porous carbon yang diperoleh dapat digunakan sebagai adsorben minyak goreng sisa pakai. porous carbon yang dibuat menggunakan asam nitrat mempunyai daya pemucatan terhadap minyak sisa pakai yang lebih tinggi daripada porous carbon yang lain.
Sintesis Bahan Hibrida Amino-Silika dari Abu Sekam Padi Melalui Proses Sol-Gel Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.573 KB)

Abstract

Silika dengan imobilisasi gugus amino dengan bahan dasar abu sekam padi telah dibuat melaluiproses sol-gel. Sebagai perbandingan, dibuat pula silika gel tanpa gugus organik.Larutan mendidih natriumsilikat (1,5 N) ditambahkan pada abu sekam padi, kemudian filtratnya dipisahkan sebagai larutan natriumsilikat. Selanjutnya , kedua filtrat digunakan untuk sintesis silika gel dengan dan tanpa gugus organik. 3-Aminopropiltrimetoksisilan (APTS) ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, dilanjutkan denganpenambahan asam klorida perlahan-lahan sampai pH 7 dan pH 3. Gel yang terbentuk diperam selama 18jam dengan temperatur 80oC, dicuci dengan air kemudian dikeringkan pada temperatur 80oC selama 9 jam.Silika gel dibuat dengan cara yang sama. Kedua produk dikarakterisasi dengan FTIR dan XRD, serta diujikemampuan adsorpsinya terhadap logam Ni(II). Hasil menunjukkan bahwa silika gel hasil mempunyai polayang sama dengan silika Kiesel Gel 60 dari Merck, baik spektra FTIR maupun defraktogram XRDnya,sedangkan bahan hibrida amino-silika mempunyai puncak-puncak serapan yang menunjukkan adanyagugus amin (-NH2) dan rantai alifatik (-CH2-) di samping kesamaan pola dengan silika standar. Dalam ujiadsorpsi, amino-silika mengadsorpsi Ni(II) lebih tinggi dibanding silika gel dengan kapasitas adsorpsimasing-masing 0, 106 mol/g adsorben dan 0,0088 mol/g adsorben.
Pengaruh Jenis Mineral Lempung terhadap Kualitas Genteng Keramik Taslimah, Taslimah; Wibisono, Roy; Sriyanti, Sriyanti; Hastuti, Rum
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2002): Volume 5 Issue 2 Year 2002
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian jenis mineral dan komposisi kimia bahan baku genteng Soka Kebumen dan Mateseh Kendal serta uji sifat fisik genteng dari bahan baku tersebut. Analisis dilakukan dengan metoda difraksi sinar-X dan spektrofotometer serapan atom, uji sifat fisik genteng meliputi susut kering, susut bakar, kuat tekan dan peresapan air. Disimpulkan bahwa lempung Soka Kebumen terdiri dari monmorionit, kaolinit, anortit dan kwarsa sedang lempung Mateseh Kendal terdiri dari haloisit dan anortit. Jenis mineral lempung yang berbeda menghasilkan kualitas genteng yang berbeda. Genteng Soka Kebumen dengan campuran pasir kualitasnya paling baik.
Evaluasi Model Langmuir-Hinshelwood untuk Kinetika Adsorpsi Besi(III) pada 2-Merkaptobenzotiazol-Zeolit Alam Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2004): Volume 7 Issue 2 Year 2004
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dibuat adsorben dengan mengimpregnasikan 2-merkaptobenzotiazol pada padatan pendukung zeolit alam yang sebelumnya telah dilapisi polistirena. Adsorben yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk mengadsorpsi besi (III) dalam medium air. Sebelum impregnasi zeolit diberi perlakuan fisikokimia, meliputi pemanasan 80 0C dalam campuran KMnO4 dengan H2SO4; KMnO4 dengan HCl dan KMnO4 dengan H2SO4, dilanjutkan dengan HCl. Kajian kinetika dilakukan dengan variasi waktu kontak terhadap banyaknya besi (III) yang teradsorpsi menggunakan metode batch. Model kinetika Langmuir-Hinshelwood digunakan untuk mengesti-masi besarnya konstanta laju, dan perubahan energi bebas adsorpsi. Sebagai evaluasi digunakan model kinetika adsorpsi melalui dua proses, cepat dan lambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan awal KMnO4-H2SO4-HCl pada zeolit alam dapat dinyatakan sebagai cara paling efektif untuk menurunkan aluminium (dealu-minasi). Data adsorpsi ion besi (III) pada adsorben yang dibuat dari zeolit alam dengan perlakuan awal tersebut menunjukkan besi (III) teradsorpsi paling lambat baik dengan model Langmuir-Hinshelwood (k1=0,39x10-2 menit-1) maupun model adsorpsi dua proses (laju cepat (kc)= 3,66x10-2 menit-1, laju lambat (kl)= 0,106 menit-1). Dari data energi bebas, besi(III) teradsorpsi secara fisik.
Pengaruh Perlakuan Hidrotermal terhadap Komposisi Mineral Penyusun Zeolit Alam Taslimah, Taslimah; Prayitno, Tono Eko; Muharam, Salih; Sumardjo, Damin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2004): Volume 7 Issue 2 Year 2004
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.488 KB)

Abstract

Telah dilakukan modifikasi zeolit dengan perlakuan hidrotermal. Modifikasi zeolit dilakukan dengan pencucian asam, selanjutnya mencampurkan larutan tetrametilammonium bromida ke dalam zeolit kemudian dipanaskan pada 200 ºC dalam autoklaf selama 48 jam dengan pengadukan berkala selama 5 menit per jam, dik-eringkan pada 120 ºC selanjutnya dikalsinasi pada suhu 500 ºC selama 5,5 jam. Karakterisasi hasil dilakukan dengan difraktometer sinar-X. Disimpulkan bahwa adanya perlakuan hidrotermal merubah komposisi mineral zeolit, klinoptilolit berkurang 11,62 %, mordenit meningkat 18,37 % serta meningkatkan kristalinitas kedua min-eral tersebut.
Pemerangkapan Garam Ammonium Sulfat dalam Zeolit Taslimah, Taslimah; Muharam, Salih; Sumardjo, Damin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 6, No 2 (2003): Volume 6 Issue 2 Year 2003
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.117 KB)

Abstract

Modifikasi zeolit alam menjadi material penyimpan hara telah dilakukan dengan cara impreknasi basah. Impreknasi dilakukan dengan merendam zeolit dalam larutan ammonium sulfat pada konsentrasi 13,2% - 39,6%(b/v) dengan selang 6,6%. Kalsinasi zeolit hasil dilakukan pada suhu 250C selama 4 jam, karakterisasi hasil dilakukan engan menggunakan difraktometer sinar-X dan spektrofotometer infra merah.Disimpulkan bahwa molekul ammonium sulfat terperangkap dalam zeolit dalam bentuk (NH4)2Ca(SO4)2. Perlakuan kalsinasi pada 250C selama 4 jam tidak merubah struktur zeolit.
Sintesis dan Karakterisasi Katalis Pd/Ce/Zeolit Taslimah, Taslimah; Prayitno, Tono Eko; Sumardjo, Damin; Anwar, Chairil
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 7, No 3 (2004): Volume 7 Issue 3 Year 2004
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.123 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis katalis Pd/Ce/Zeolit, sintesis dilakukan dengan cara impregnasi larutan garam palladium dan serium pada zeolit , kalsinasi dilakukan pada suhu 600 ºC dengan dialiri N2 selama 4 jam kemudian O2 selama 1 jam selanjutnya direduksi dengan H2 pada 900 ºC selama 5 jam. Karakterisasi katalis dilakukan dengan menggunakan difraktometer sinar-X dan uji katalitik dilakukan terhadap umpan gas CO, banyaknya CO yang terkonversi ditentukan dengan kromatografi gas. Disimpulkan bahwa spesies logam yang terbentuk adalah Pd(0), PdO, PdO2, Ce2O3,dan Ce6O11. Katalis Pd/Ce/zeolit pada konsentrasi Ce 3 % adalah yang terbaik mempunyai ukuran partikel PdO/ Ce2O3 279,09/263,69 dengan kemampuan konversi terhadap gas CO 78,789 % pada suhu 700 ºC.
Pemanfaatan Limbah Penyulingan Bunga Kenanga sebagai Kompos dan Pengaruh Penambahan Zeolit terhadap Ketersediaan Nitrogen Tanah Sriatun, Sriatun; Hartutik, Sri; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2009): Volume 12 Issue 1 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.682 KB)

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan limbah distilasi bunga kenanga sebagai kompos dan pengaruh penambahan zeolit terhadap ketersediaan nitrogen di dalam tanah telah dilakukan. Pembuatan kompos dilakukan dengan metode penumpukan. Dilakukan tiga variasi perlakuan terhadap penyulingan limbah kenanga, yaitu (1) ditambahkan oleh EM4, (2) ditambahkan oleh EM4 dan serbuk gergaji (3) tanpa penambahan (sebagai kontrol). Variabel fisik seperti suhu, bau dan warna divariasi pada saat proses pengomposan. Analisis kimia berupa rasio C/N dilakukan terhadap kompos yang telah matang. Setelah itu, kompos ditambahkan zeolit dengan variasi jumlah yaitu 2%, 4% dan 6% dari berat kompos, kemudian diberikan pada tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos yang dibuat dari distilasi limbah bunga kenanga dan ditambah dengan EM4 yang mencapai suhu optimum pada suhu 39°C, siap dipanen setelah 21 hari dan memiliki rasio C/N sekitar 11,61. Sementara itu, kompos dengan penambahan EM4 dan serbuk gergaji dapat mencapai suhu optimum 45°C dan siap panen setelah 20 hari dan memiliki rasio C/N sekitar 43,81. Sedangkan kompos tanpa penambahan, suhu optimum tercapai pada suhu 37°C dan siap panen setelah 43 hari dengan rasio C/N sekitar 16,18. Penggunaan kompos yang ditambahkan zeolit pada tanaman jagung dapat meningkatkan laju nitrogen di tanah. Penambahan zeolit 2% meningkatkan nitrogen sebesar 0,96%, zeolit 4% equal to 1.90% and zeolite 6% equal to 3.31%.