Lisa Tania
University of Lampung

Published : 106 Documents
Articles

PEMBELAJARAN KESETIMBANGAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN ELABORASI

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.233 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the effectiveness of discovery learning model to increase student’s elaboration skills on chemical equilibrium subject matters.  The population of this research was students in XI science grade of SMA Muhammadiyah 1 Metro odd semester academic year 2013-2014.  The samples were taken by purposive sampling technique and these were XI 1 and XI 2 of science grade.  The method of the research was quasi-experimental with Non Equivalent Control Group Desaign.  The effectiveness of discovery learning model was showed by the significant difference of n-gain between control and experiment class.  The result showed that the average n-gain of student’s elaboration skills of control was 0,271 and 0,512 for experiment class.  The result of hypothesis testing showed that discovery learning model was effective to increase student’s elaboration skills on chemical equilibrium subject matters. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model discovery learning dalam meningkatkan keterampilan elaborasi siswa pada materi kesetimbangan kimia.  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Metro semester ganjil Tahun Pelajaran 2013-2014.  Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA1 dan XI IPA2.  Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan Non Equivalent Control Group Desaign.  Efektivitas model discovery learning ditunjukkan oleh perbedaan n-gain yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Hasi penelitian menunjukkan bahwa rata-rata n-gain keterampilan elaborasi siswa pada kelas kontrol sebesar 0,271 dan kelas eksperimen 0,512.  Hasi pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model discovery learning efektif dalam meningkatkan keterampilan elaborasi siswa pada materi kesetimbangan kimia. Kata kunci:  kesetimbangan kimia, keterampilan elaborasi, model discovery learning

PERBANDINGAN PENGUASAAN KONSEP TERMOKIMIA MODEL LC 6 PHASE DENGAN LC 3 PHASE

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.812 KB)

Abstract

The purpose of research was to find out the mastering comparison of thermochemical concept between learning cycle 6 phase model and learning cycle 3 phase model at MAN Krui Kabupaten Pesisir Barat.  The population in this research is all of XI grade science students in academic year 2012/2013.  Samples  was taken by using purvosive sampling technique.  We got class XI IPA1 as a class experiment 1 and XI IPA2 as a class experiment  2.  This research used non-equivalent pretest posttest control group design.  The result of this research showed that there is a difference in score average of mastering thermochemical concept between learning cycle 6 phase model and learning cycle 3 phase model.  The average of thermochemical concept mastering by implementing learning cycle 6 phase model is higher than learning cycle 3 phase model, because learning cycle 6 phase model has more detail steps to improve the thermochemical concept mastering.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan penguasaan konsep termokimia antara model learning cycle 6 phase dengan learning cycle 3 phase pada siswa MAN Krui Kabupaten Pesisir Barat.  Populasi dalam penelitian adalah semua siswa kelas XI IPA tahun ajaran 2012/2013.  Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling.  Diperoleh kelas XI IPA1 sebagai kelas eksperimen I dan kelas XI IPA2 sebgai kelas eksperimen II.  Penelitian menggunakan rancangan non-equivalent pretest posttest control group design.  Hasil dari penelitian terdapat perbedaan rata-rata nilai penguasaan konsep termokimia antara model learning cycle 6 phase dengan learning cycle 3 phase dan rata-rata penguasaan konsep termokimia dengan model learning cycle 6 phase lebih tinggi dibandingkan model learning cycle 3 phase.  Hal ini karena model learning cycle 6 phase memiliki tahap-tahap lebih terperinci dalam meningkatkan penguasaan konsep termokimia.     Kata kunci :   model learning cycle 3 phase, model learning cycle 6 phase, penguasaan konsep.

PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR EVALUATIF PADA MATERI ASAM-BASA

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.857 KB)

Abstract

This research aimed to describe the effectiveness of problem solving learning to increase student’s evaluative thinking ability on acid-base subject matter. The method of the research was quasi-experimental with Non Equivalent Control Group Design.  The population of this research were students in XI science class of SMA Negeri 16 Bandar Lampung in odd semester of academic year 2013-2014.  Technique sampling was purposive sampling technique and obtained XI 1 and XI 2 of science class as the samples.  The result showed that the average n-Gain value of student’s evaluative thinking ability for control class  and experiment class were 0,22 and 0,53 respectively.  Based on the hypothesis testing, it was concluded that  problem solving learning was effective to increase student’s evaluative thinking ability on acid-base subject matter . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran problem solving dalam meningkatkan kemampuan berpikir evaluatif siswa pada materi asam-basa.  Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan Non equivalent Control Group Design.  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 16 Bandar Lampung semester genap Tahun ajaran 2013-2014.  Teknik Pengambilan sampel yang dilakukan adalah teknik purposive sampling dan diperoleh kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai n-Gain  kemampuan berpikir evaluatif  untuk kelas kontrol dan eksperimen masing-masing 0,22 dan 0,53.  Berdasarkan pengujian hipotesis, disimpulkan bahwa pembelajaran problem solving efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir evaluatif siswa pada materi asam-basa. Kata kunci:  asam-basa, kemampuan berpikir evaluatif, pembelajaran problemsolving.

INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT NONELEKTROLIT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR LANCAR

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.554 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the effectiveness of guide inquiry learning model in increasing student’s fluency thinking skills in electrolyte-nonelectrolyte subject matter.  The population of this research was students of class X SMA Negeri 2 Metro on academic semester 2013/2014.  Sample was taken by purposive sampling and obtained class X1 and X2as sample.  The method of the research was quasi experimental with non equivalent pretest-postest control group design.  The effectiveness of guide inquiry learning model was showed by the significant difference of n-Gain between control class and experiment class.  The results showed that the average n-Gain of fluency thinking skills of control class and experiment class were 0,36 and 0,54 respectively.  The result of hypothesis testing showed that guide inquiry learning model was effective n improving student’s fluency thinking skills in electrolyte-nonelectrolyte subject matter.                                    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan berpikir lancar pada materi larutan elektrolit-nonelektrolit.  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Metro Tahun Pelajaran 2013/2014.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.  Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X1 dan X2.  Metode pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan non equivalent pretest-postest group design.  Efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing ditunjukkan oleh perbedaan n-Gain yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata n-Gain keterampilan berpikir lancar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 0,36 dan 0,54.  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi larutan elektrolit-nonelektrolit efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir lancar. Kata kunci : keterampilan berpikir lancar, larutan elektrolit-nonelektrolit, model pembelajaran inkuiri terbimbing

PEMBELAJARAN ASAM BASA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR LUWES

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.577 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the effectiveness of learning by using the scientific approach in acid base subject matter in increasing the student’s flexibility thinking skills. The population in this research was students of grade X1 Science class SMA Negeri 3 Metro in the Academic Year 2013-2014.  Sampling was done by purposive sampling technique and obtained X13 and X15 as research classes.  The method of the research was quasi experimental with Non Equivalent Control Group Design.  The effectiveness of scientific approach was showed by the significant difference of n-gain score between control and experiment class.  The result showed that the n-gain average of student’s flexibility thinking skills for control class and experiment class were 0,33 and 0,54 respectively.  From hypothesis testing was known that scientific approach was effective in increasing student’s flexibility thinking skills. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik pada materi asam basa dalam meningkatkan keterampilan berpikir luwes siswa.  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Metro Tahun Pelajaran 2013-2014.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan didapatkan  kelas XI IPA3dan XI IPA5  sebagai kelas penelitian.  Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Non Equivalent Control Group Design.  Efektivitas pendekatan saintifik ditunjukkan berdasarkan perbedaan n-gain yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-ratan-gain keterampilan berpikir luwes siswa pada kelas kontrol sebesar 0,33 dan pada kelas eksperimen sebesar 0,54.  Berdasarkan pengujian hipotesis, disimpulkan bahwa pendekatan saintifik efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir luwes siswa.Kata kunci: keterampilan berpikir luwes siswa, materi asam basa, pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik

EFEKTIVITAS PROBLEM SOLVING PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT-NONELEKTROLIT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR LANCAR

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.028 KB)

Abstract

This research aimed to describe the effectiveness of problem solving learning  model to improve the students fluency skill in electroliyte-nonelectrolyte solution subject matter. The population of this research were students of class X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung even semester of academic year 2013-2014.  The sampling technique used was purposive sampling. In consideration of the same cognitive level, then obtained class X2 and X3 as the research sample.  The method used in this research was quasi experimental with non equivalent (pretest-posttest) control group design. The effectiveness of learning model in the learning was showed by significant difference of n-Gain between experiment and control class.Based on the results, the average n-Gain of fluency skills of control class and experiment class were 0,21 and 0,52 respectively.  The result of t-test showed that problem solving learning model was effective to improve the fluency skills in electroliyte-nonelectrolyte solution subject matter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran problem solving dalam meningkatkan keterampilan berpikir lancar siswa pada materi larutan elektrolit nonelektrolit.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 2013-2014.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling.  Dengan pertimbangan tingkat kognitif yang sama, maka diperoleh kelas X2 dan X3 sebagai sampel penelitian.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan non eqiuvalent (pretest-posttest) control group design.  Efektivitas model pembelajaran ini ditunjukan oleh perbedaan n-Gain yang signifikan antar kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata n-Gain keterampilan berpikir lancar kelas kontrol dan eksperimen masing-masing 0,21 dan 0,52.  Hasil uji t menunjukkan bahwa pembelajaran materi larutan elektrolit nonelektrolit menggunakan model pembelajaran problem solving efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir lancar.  Kata kunci : keterampilan berpikir lancar, larutan elektrolit nonelektrolit, model pembelajaran problem solving

PENGEMBANGAN BUKU AJAR REAKSI REDOKS BERBASIS REPRESENTASI KIMIA

Jurnal Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Kimia
Publisher : fkip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to develop a textbook based representation of chemical redox reactions, and describe the characteristics, the teachers and students responses to the products developed, and know the obstacles encountered when developing the textbook. The research methodused was the Research and Development. Based on the teachers response to a product developed data showed that compliance with the chemical content of the textbook curriculum was very high at 93,75%, the aspect graph/the attractiveness was very high at 92%, and student responses regarding reading level textbooks developed redox reaction very high at 80,58%. Based on the test results it can be concluded that the redox reaction of textbook based chemistry representation was good enough. It can be seen from the good responses of teachers and students towards the textbook developed.Penelitian ini ber­tujuan untuk mengem­bangkan buku ajar re­aksi redoks berbasis representasi kimia, serta mendeskripsikan karakteristik, tanggapan guru dan respon siswa terhadap produk yang dikembangkan, dan me­nge­tahui kendala-kendala yang ditemui ketika mengem­bangkan buku ajar tersebut. Metode pene­litian yang digunakan adalah meto­de Penelitian dan Pengembangan.Berda­sarkan tanggapan guru terhadap produk yang dikemba­ngkan diperoleh data bahwa kesesuaian isi buku ajar dengan kurikulum sangat ting­gi 93,75%, dan as­pek grafika/kemenarikan buku ajar sangat tinggi 92,00% dan tanggapan siswa me­ngenai tingkat keterbacaan buku ajar reaksi redoks yang dikembangkan ini sa­ngat tinggi 80,58%. Berdasarkan hasil uji coba maka dapat disimpulkan bahwa buku ajar reaksi redoks berbasis representasi kimia yang dikembangkan sudah cukup baik.Hal ini dapat dilihat dari tanggapan guru dan siswa yang merespon sangat baik pada buku ajar yang dikembangkan.Kata kunci: buku ajar, reaksi redoks, representasi kimia

PEMBELAJARAN KESETIMBANGAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGEVALUASI

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.222 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the effectiveness of discovery learning model to increase student’s evaluation skills on chemical equilibrium subject matters.  The population of this research was students in grade XI science class of Senior High School Muhammadiyah 1 Metro odd semester of academic year 2013-2014.  The samples were taken by purposive sampling technique and these were XI 1 and XI 2 of science class.  The method of the research was quasi experimental with Non Equivalent Control Group Design.  The effectiveness of discovery learning model was showed by the significant difference of n-gain between control and experiment class.  The result showed that the average n-gain of student’s evaluation skills of control class was 0,37 and 0,64 for experiment class.  The result of hypothesis testing showed that discovery learning model was effective to increase student’s evaluation skills on chemical equilibrium subject matters.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas model discovery learning dalam meningkatkan keterampilan mengevaluasi pada materi kesetimbangan kimia.  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Metro semester ganjil Tahun Pelajaran 2013-2014.  Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA1 dan XI IPA2 .  Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan Non Equivalent Control Grup Design.  Efektivitas model discovery learning ditunjukkan berdasarkan perbedaan n-gain yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Hasil penelitan menunjukkan bahwa rata-rata n-gain keterampilan mengevaluasi pada kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 0,37 dan 0,64.  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model discovery learning efektif dalam meningkatkan keterampilan mengevaluasi pada meteri kesetimbangan kimia.  Kata kunci: kesetimbangan kimia, keterampilan mengevaluasi, model discovery learning

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR FLEKSIBEL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.315 KB)

Abstract

This research aimed to describe the effectiveness of guided inquiry learning to improve the flexibility thinking skill on colloidal matery.  The population in this study were all students of class XI IPA SMAN 7 Bandar Lampung even semester 2012-2013 school year and class XI IPA2 and IPA3 as samples.  This research used purposive sampling method with quasi-experimental non equivalent control group design.  Effectiveness of guided inquiry learning model was measured by the n-Gain significant difference.  The results showed then-Gainaverage of flexibility thinking skill for the experimental class and control class were 0.59 and 0.46.  Based on hypothesis test using t-test, concluded that guided inquiry learning model was effective in improving the flexibility thinking skill on colloidal matery.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir fleksibel pada materi koloid.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri7 Bandar Lampung semester genap tahun ajaran 2012-2013 dengan kelas XI IPA2 dan kelas XI IPA3 sebagai sampel.  Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Non equivalent Control Group Design.  Efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing diukur berdasarkan perbedaan n-Gain yang signifikan.  Hasil penelitian menunjukkan rata-rata n-Gain keterampilan berpikir fleksibel untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu 0,59 dan 0,46.  Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji-t, didapat kesimpulan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir fleksibel pada materi koloid.Kata kunci : inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir fleksibel, koloid

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS REPRESENTASI KIMIA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unila

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.818 KB)

Abstract

This research aimed to develop students worksheets based on the chemical representation about electrolyte and nonelectrolyte solutions. This research used the Research and Development method. The subject of  this research was students worksheets based on the chemical representation of  electrolyte and nonelectrolyte solutions, it was represented by three levels of chemical representation, they are macroscopic, sub microscopic, and symbolic.  Students worksheets was measured by three aspects include content suitability, readability, and attractiveness. The results showed that students worksheets was suitable with content and SK-KD.  According to teacher responses, students worksheets based on the chemical representation had very high content suitability (98%).  Level of the attractiveness and readability according to the teacher was very high; 86.15% and 92% respectively.Similarly with the students responses of  attractiveness and readability level was very high; 86.06% and 88.27% respectively.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS berbasis representasi kimia pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development).  Subyek penelitian ini adalah LKS berbasis representasi kimia pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit, yang disajikan melalui tiga level representasi kimia yaitu makroskopis, sub mikroskopis, dan simbolik.  LKS yang di kembangkan dinilai melalui tiga aspek, yaitu kesesuaian isi, keterbacaan, dan kemenarikan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis representasi kimia pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit yang dikembangkan telah memenuhi aspek kesesuaian yang meliputi kesesuaian terhadap materi dan SK-KD serta dapat diukur melalui indikator-indikator yang telah dikembangkan.  Berdasarkan tanggapan dari guru, LKS berbasis representasi kimia ini memiliki tingkat kese-suaian isi yang sangat tinggi (98%).  Tingkat kemenarikan dan keterbacaan LKS menurut guru berkriteria sangat tinggi  masing-masing sebesar 86,15% dan 92%.  Begitupula menurut siswa, tingkat kemenarikan dan keterbacaan LKS yang telah dikembangkan termasuk dalam kriteria yang sangat tinggi masing-masing sebesar  86,06% dan 88,27%.Kata kunci:  larutan elektrolit dan nonelektrolit, LKS, representasi kimia

Co-Authors Agus Winarti Agustiani, Vini Agustina, Uci Ali Umar Husin Andi Zulkarnain, Andi Andrian Saputra Anggra Yani, Tia Dwi Anggraini, Feradita Anggun Novita Sari Anggun Yosie Pasemawati Anton Harmoko Anung Prasetya Arifiani, Arifiani Arrasyid, Fajar Astiti, Niken Yuni Aulia, Nadya Putri Budianto, Dika Pratiwi Budiyanto, Ari Dasiun Paulus Manik, Dasiun Paulus Debie Maulidayanti Desi Wulansari Desiana Wulandari Diah Anisa Wati Dian Agustin Diana Novratilova, Diana Diara, Diara Dwipantara, Nova Eka Yulianti Fadela, Dian Mira Fani, Intan Tiara Ferdianti, Irma Ferry Ratna Sari, Ferry Ratna Fetra May Dawati Fidiana, Erlita Fikria, Ulfa Rahma Ainul Fitri, Tania Amalia Frida Octavia Purnomo Grace Selia Sintia Ulva, Grace Selia Sintia Gracias, Wayan Gusnandalia, Rizky Monika Gusti Ayu Putu Tiana Lestari, Gusti Ayu Putu Tiana Haryono, Yolanda Hasanah, Marfuatun Heri Purnomo Ika Nurul Sannah, Ika Nurul Ila Rosilawati Iqmal Tahir Jannah, Naimatil Kamila, Atiya Karna Wijaya Kesdik Tria Sayekti, Kesdik Tria Komang Ida Ayuningsih Kusnia, Dina Kiftatul Laksono, Agung Luthfia Ulva Irmita M. A. Aminudin, M. A. Malau, Erviana Mawarni Manika, Ratna Marsiyamsih Marsiyamsih, Marsiyamsih Maulida Etikasari, Maulida Musnia, Amalia Mutiara Umi Lia Nina Kadaritna Nina Susanti Ningsih, Nova Patria Noor Fadiawati Nurdiana Nurdiana Nurfadhila Yusnita Nurrahman, Adi Nurtika, Apriyani Oktia Wulandari prasetya wati, khasmar hasung Putri, Rahmalita Tiari Putriani, Ekayana Rani Yunita Mawarni Rapika Dewi Rara Permata Sari Ratu Betta Rudibyani Reni Meidayanti, Reni Resti Nurisalfah, Resti Ria Armunanto Ria Dwi Yunita, Ria Dwi Rizka Rida Utami Rukuan Sujuda Safitri, Elda Rani Saiful Muhammad Syahri Fitrian Sari, Dwi Juwita Sari, Shinta Purnama Septianingrum, Wanda Setyarini, M Setyarini, Marina Sholiha, Desi Nur Sinta Mutiara Siska Wijayanti, Siska Sri Ambar Wati, Sri Ambar Subainar Subainar Sunyono Sunyono Suradi Suradi Susana Susana Syamsuri, M Mahfudz Fauzi Tasviri Efkar Tiyas Abror Huda, Tiyas Abror Utari, Dartia Vina Rosalina Viviani Nurmala, Viviani Wardani, Yustina Retno Kusuma Wiwit Murdiandari, Wiwit Yani Efrina Yuan, Nabella Islamiyati Yuke Agustin Zulaicha, Annisaa Siti