I Made Tangkas
Pendidikan Kimia University of Tadulako

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Experiential Learning dalam Pembelajaran IPA pada Materi Ciri Khusus Makhluk Hidup Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN Inpres Mandok

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.943 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VI SDN Inpres Mandok melalui penerapan Experiential Learning dalam pembelajaran IPA pada materi ciri khusus makhluk hidup. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas VI SDN Inpres Mandok dengan jumlah siswa 7 orang yang terdiri dari 5 orang siswa laki-laki dan 2 orang siswa perempuan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Rancangan penelitian mengikuti tahap penelitian yang mengacu pada modifikasi diagram Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, serta tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yaitu tes hasil belajar dan hasil observasi. Hasil tes belajar siswa yang diperoleh pada siklus I, yakni siswa yang tuntas 5 dari 7 siswa atau persentase ketuntasan klasikal sebesar 71,4% dan daya serap klasikal 70%, serta aktivitas siswa dalam kategori baik. Pada siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 100% dan daya serap klasikal sebesar 82,9%, serta aktivitas siswa berada dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, penerapan Experiential Learning dalam pembelajaran IPA pada materi ciri khusus makhluk hidup dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VI SDN Inpres Mandok. Kata kunci:  Hasil Belajar Siswa, Experiential Learning

Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Pengelompokan Makhluk Hidup Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas III SDN 2 Salakan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.169 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi pengelompokan mahluk hidup pada siswa kelas III SDN 2 Salakan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan rancangan penelitian menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Mc Taggar yang meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi).  Subyek penelitian adalah siswa kelas III A SDN 2 Salakan yang berjumlah 23 anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Hasil pelaksanaan tindakan menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 60,87% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.  Pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan dan lebih baik dari siklus I, nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 70,00 dan ketuntasan belajar mencapai 78,26%.  Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II, nilai rata-rata tes formatif sebesar 73,70 dari 23 siswa yang telah tuntas sebanyak 20 siswa dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 86,96%.  Secara umum telah terjadi peningkatan persentase keberhasilan tindakan dari 60,87% pada siklus I, 78,26% pada siklus II dan 86,96% pada siklus III. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada kelas III SDN 2 Salakan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan. Kata Kunci : Pengelompokan Makhluk Hidup, Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), Hasil belajar IPA

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.913 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Meselesek melalui penerapan metode eksperimen pada pembelajaran IPA.Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research ) yang dilakukan dalam 2 siklus, masing – masing siklus terdiri dari 4 tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Meselesek dengan jumlah siswa 16 orang yang terdiri dari 8 siswa laki – laki dan 8 siswa perempuan. Pada siklus I pertemuan I dari 16 siswa yang mengikuti tes formatif, terdapat 9 siswa ( 56,25 %) yang tidak tuntas dan pertemuan II terdapat 7 siswa ( 43,75 % ) yang  tidak tuntas, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode eksperimen belum berhasil sehingga perlu dilakukan refleksi untuk ditindaklanjuti pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II guru lebih giat dalam membimbing dan mengarahkan siswa dalam melakukan eksperimen. Hasil tes formatif  siklus II pertemuan I masih terdapat 2 siswa ( 12,5% ) yang belum tuntas dan pada pertemuan II terdapat 16 siswa   (100 %) berhasil tuntas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Meselesek pada mata pelajaran IPA. Kata Kunci: Hasil Belajar, Metode Eksperimen, Pembelajaran IPA

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN Ombuli Pada Materi Perkembangbiakan Tumbuhan Melalui Metode Inquiri

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.116 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN Ombuli pada materi perkembangbiakan tumbuhan melalui metode inquiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan dengan model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggar yang berkaitan dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi.  Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Ombuli yang berjumlah 35 orang siswa yang terdiri dari 17 anak laki-laki dan 18 anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Hasil penelitian pada siklus I menunjukan bahwa jumlah siswa yang mendapatkan nilai lebih kecil dari 60 sebesar 54,29% atau 19 orang siswa. Sedangkan jumlah siswa yang mendapatkan nialai di atas 60 sebanyak 45,71% atau 16 orang sisawa. Pada pelaksanaan siklus II diperoleh nilai rata-rata 81,29 dan ketuntasan belajar mencapai 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan metode inquiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ombuli pada materi perkembangbiakan tumbuhan. Kata Kunci: Perkembangbiakan tumbuhan, Metode Inquiri, Hasil belajar

Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Inpres Pandaluk Pada Materi Gaya Gravitasi

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.026 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SDN Inpres Pandaluk materi gaya gravitasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Ipres Pandaluk dan guru, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi guru dan siswa serta evaluasi hasil belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Inpres Pandaluk yang berjumlah 16 orang. Proses penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 siklus, yang meliputi tahapan sebagai berikut : (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi (4) refleksi.Hasil penelitian dengan menggunakan metode diskusi, maka hasil belajar pada siklus (I) cukup baik dengan perolehan nilai rata-rata kelas 65,72 dengan persentase ketuntasan klasikal 62,5% dan pada siklus (II) hasil yang diperoleh sangat baik dengan perolehan rata-rata kelas 75,6 dan ketuntasan secara klasikal 87,5%. Dengan demikian , penerapan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswapada  kelas V SDN Ipres Pandaluk pada materi gaya gravitasi. Kata Kunci: Hasil Belajar, Gaya Gravitasi, Diskusi

PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X SMAN 3 AMLAPURA

Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTangkas, I Made. 2012. Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran InkuiriTerbimbing terhadap Kemampuan pemahaman konsep dan Keterampilan proses sainssiswa kelas X SMAN 3 Amlapura. Tesis. Program Studi Pendidikan Sains, ProgramPascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh Pembimbing I: Prof. Dr. Ida BagusPutu Arnyana, M.Si dan Pembimbing II: Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta, M.SiKata-kata kunci: model pembelajaran, pemahaman konsep, keterampilan prosessainsPenelitian ini merupakan eksperimen semu pada siswa kelas X SMAN 3Amlapura tahun pelajaran 2011/2012. Tujuan Penelitian ini adalah untukmengetahui dan menganalisa perbedaan pemahaman konsep dan keterampilanproses sains siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran modelinkuiri terbimbing dan model pembelajaran langsung, untuk mengetahui danmenganalisa perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yangmengikuti pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan modelpembelajaran langsung, untuk mengetahui dan menganalisa perbedaanketerampilan proses sains siswa antara kelompok siswa yang mengikutipembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan model pembelajaranlangsung.Rancangan penelitian ini adalah The posttes only control group design.Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep danketerampilan proses sains siswa. Data pertama dikumpulkan dengan tespemahaman konsep berbentuk tes pilihan ganda dengan jumlah 30 buitir soal dandata kedua dikumpulkan dengan instrumen keterampilan proses sains dengan 5indikator. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan menggunakan statistikmultivariat MANOVA.Berdasarkan hasil analisa data, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagaiberikut. Pertama, terdapat perbedaan yang signifikan hasil pemahaman konsepdan keterampilan proses sains antara kelompok siswa dengan model inkuiriterbimbing dan kelompok siswa dengan model pembelajaran langsung (F =10,349; p<0,05). Kedua, terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompoksiswa dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok siswa dengan modelpembelajaran langsung (Fhitung = 12,183; Ftabel = 3,920). Ketiga, terdapatperbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa dengan model inkuiriterbimbing dan kelompok siswa dengan model pembelajaran langsung (Fhitung =16,756; Ftabel = 3,920).

STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TERPADU MODEL CONNECTED BERBASIS KOOPERATIF PADA BIDANG STUDI IPA DENGAN MATERI BAHAN KIMIA DALAM MAKANAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU

Jurnal Akademika Kimia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.916 KB)

Abstract

This research was aimed at finding out the comparisons of students study output of Class VIII of SMP Negeri 19 Palu, done by the implementing connected model of integrated learning - based cooperative learning and conventional model. This research was quasi experiment with pre test-post test control group design. The research sample was chosen through purposive sampling technique with two classes involving experimental and control classes. Those were Class VIIIA as the experimental class while Class VIIIB as the control one, who have the same class average value. The technique of collecting data was essay test consisting of five test items. The data analysis result showed that the average of post test and pre test score difference of the control class was 4.84 while the experimental one was 10.92. The result of statistical calculation of these two classes which tested through U-Mann Whitney Test with and 95%, degree of freedom was Zcounted < Ztable (-4.594 < -1.96). It means that there were significant differences of students study output between experimental class and control one. Therefore, the integrated learning can be applied at school in order to increase the students study output and the meaningful learning of students.

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK BAHASAN LAJU REAKSI PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 7 PALU

Jurnal Akademika Kimia Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.995 KB)

Abstract

The research was conducted at SMAN 7 Palu for the purpose to improving student learning outcomes of Chemistry through the use of Cooperative Learning Type STAD methods (Student Teams Achievement Division) on the chemistry subject of reaction rate. Population of this research was all students in class XI IPA SMA Negeri 7 Palu academic year 2012/2013, consisting of 3 classes. The sample were in class XI IPA 2 with total 34 students, as the experimental class that used cooperative learning STAD method and class XI IPA 1 with total 37 students as a control class (not used Cooperative learning STAD methods). The data were collected by using the test instrument. The data collecting result use the statistical analysis t-test with the prerequisite test for normality and homogeneity tests. The study shows that the mean value of student learning outcomes use cooperative learning STAD model is 7.66; the mean value of student learning outcomes without using cooperative learning STAD model was 5.57. Based on the hypothesis testing using statistical t-test in the right side earned value thitung > ttabel is 5.36 > 1.66 with degree of freedom = 0.05 and dk = 69. The results shows that the use of cooperative learning STAD model could improve learning outcomes of students in reaction rate of chemistry subject.

PEMANFAATAN MOLYMOOD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP ALKANA, ALKENA DAN ALKUNA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 DOLO

Jurnal Akademika Kimia Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.888 KB)

Abstract

This research was done due to known that most students got difficulty in learning and understanding chemistry material particularly on alkana, alkena and alkuna concept. This problem occured because there was still any teacher who use conventional method in delivering the material. To make the material easy to learn, not boring and easy to understand, the teacher needs to give a learning media. The objective of this research was to increase the students’ learning outcome on the material of alkana, alkena and alkuna in SMA Negeri 2 Dolo by applying Mollymood aid. The population of the research was the tenth grade students of SMA Negeri 2 Dolo in academic year 2012/2013 with sample was 26 students of Class XA as the experimental class (given Mollymood aid for learning)and 26 students of Class XB as the control one (given conventional method). The technique of data collection done through instrument such as achievement test of alkana, alkena and alkuna. The data analysis result obtained average score on experimental class was 23.35 with deviation standard was 2.66 whereas for control class the average obtained was 20.73 with deviation standard was 2.77. Hypothesis testing result obtained tcounted = 4.59 and ttable 1.67 with significant level (α) = 0.05. Based on the research result, it showed that there was a significant difference between students’ learning outcome on chemistry taught using molymood aid and conventional one of the tenth grade students of SMA Negeri 2 Dolo in academic year 2012/2013.

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA Di SMA Negeri 2 Pasangkayu Pada Pokok Bahasan Bentuk Molekul

Jurnal Akademika Kimia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.355 KB)

Abstract

The basic principle in the learning activities is student-centered learning. This requires a learning model that empowers students to be more actively involved in the learning process at school one cooperative learning model Two Stay Two Stray (TSTS). This study aims to determine the effect of cooperative learning model TSTS to see a difference in student learning outcomes between cooperative learning model TSTS and conventional learning on the subject of molecular geometry. The study population was all students class XI Science SMAN 2 Pasangkayu Academic Year 2013/2014. The study sample consisted of two class, namely class XI Science 2 as many as 25 people as the experimental class and class XI Science 1 by 27 people as the control classes determined by purposive sampling. Data collection was conducted using test instruments which consist of 20 items. Testing research data used t-test statistical analysis of the two parties with the prerequisite test that tests for normality and homogeneity tests. Average score of student learning outcomes using cooperative learning model TSTS is 74.06 while the average score of student learning outcomes that follow conventional learning is 66.5. Based on statistical analysis by t-test hypotheses two parties obtained tcount = 2.83 and this is in the region of rejection of Ho, namely -2.00 and 2.00. These results indicate that there are differences in student learning outcomes given cooperative learning model TSTS with conventional.