Articles

Found 13 Documents
Search

Karakterisasi Morfologi Malai Padi Lokal Asal Kabupaten Tana Toraja Utara, Sulawesi Selatan Juhriah, .; Masniawati, Andi; Tambaru, Elis; Sajak, Astuti
SAINSMAT Vol 2, No 1 (2013): Maret
Publisher : SAINSMAT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DOWNLOAD PDFPenelitian  terhadap  karakterisasi  morfologi  malai  padi  lokal  yang  berada  di  Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang telah dilakukan pada bulan Agustus hingga November 2012 di  laboratorium  Botani,  Fakultas  Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan,  Universitas Hasanuddin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter morfologi dari malai padi lokal dari Tana Toraja dan membuat dendrogram filogeni berdasarkan kesamaan dari malai padi  tersebut. Metode  karakterisasi  malai dilakukan  berdasarkan  Kebaruan,  Keunikan, Keseragaman  dan  Stabilitas  oleh  Departemen  Pertanian,  Menteri  Pertanian  Republik Indonesia.  Data  morfologi  dianalisa  menggunakan  program NTSyspc-2.1,  koefisien kemiripan  dengan Simple  Matching  Coefficient  (SMC) dan  pengelompokan Unweighted Pair Group Arithmetic Analysis (UPGMA).Hasil menunjukkan bahwa malai padi dari Tana Toraja  memiliki  nilai  kemiripan  morfologi  berkisar  antara  0.43  hingga  0.84.  dendrogram menunjukkan  bahwa  Pare  Rogon  dan  Pare  Tallang berkerabat  dekat  (memiliki  kemiripan 0.84). Pare Ra’rari dan Pare Lea memiliki kemiripan 0.80. Pare Kobo dan Pare Bau berada pada  derajat  kemiripan  0.63. Plasma  nutfah Pare  Birrang mempunyai  kekerabatan  lebih dekat pada plasma nutfah Pare Bumbungan, dengan derajat kemiripan 0.67.Kata Kunci: Morfologi, Malai, Padi Lokal, Tana Toraja.
JENIS-JENIS JAMUR BASIDIOMYCETES FAMILIA POLYPORACEAE DI HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN BENGO-BENGO KECAMATAN CENRANA KABUPATEN MAROS Tambaru, Elis; Abdullah, Asadi; Alam, Nur
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.877 KB)

Abstract

Jamur Basidiomycetes dari Familia Polyporaceae di hutan Pendidikan UniversitasHasanuddin Bengo-Bengo Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui berbagai jenis jamur Basidiomycetes makroskopis Familia Polyporaceae tumbuh di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin Bengo-Bengo Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros.Penelitian ini digunakan metode jelajah (Cruise Method) sedangkan dalam identifikasi dan deskripsi specimen jamur digunakan deskriptifeksploratif. Pengambilan sampel dibagi menjadi 5 stasiun. Hasil penelitian ditemukan Familia Polyporaceaeada 18 species: Amylosporus campbellii, Laetiporus cincinnatus, Microporus affinis, Microporellus obovatus, Microporus xanthopus, Panus strigellus, Polyporus arcularius, Polyporussp., Polyporus brumalis, Polyporus varius, Polyporusdermoporus, Polyporus versicolor, Pycnoporus cinnabarinus, Trametes sp., Trametes spp.,Trametes suaveolens, Trametes versicolor, dan Ganoderma aplanatum.Kata Kunci: Jamur,Basidiomycetes, Polyporaceae, Maros
JENIS-JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT TRADISIONAL DI MASYARAKAT DESA YANIM DAN BRASO DISTRIK KEMTUK GRESI KABUPATEN JAYAPURA Yansip, Sophia Marcelina; Tambaru, Elis; Salam, Muhtadin Asnady
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas MIPA, UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.376 KB)

Abstract

Penelitian jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional di masyarakat Desa Yanim dan Braso, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 – Januari 2017, yang bertujuan untuk mengetahui  jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Yanim dan Braso Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura. Identifikasi sampel tumbuhan dilakukan di Laboratorium Botani, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Jenis penelitian ini adalah eksploratif yang bersifat deskriptif yang dilakukan dengan metode jelajah Cruised method, sedangkan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat dilakukan dengan metode Participatory Rural Appraisal yang berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Yanim dan Braso Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa desa setempat adalah  57 jenis tumbuhan dari 35 Familia dan 2 Classis yaitu Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Jumlah jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan di Desa Yanim yaitu 30 jenis dan di Desa Braso 55 jenis. Organ tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (66,7%) dan yang paling sedikit adalah biji (1,78%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak dilakukan dengan cara direbus (71,4%) dan paling sedikit dengan cara dikunyah (3,57%) dan diremas-remas (3,57%).
EFEKTIFITAS MEDIA TANAM SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM Pleurotus sp. Agustine, Metty; Tambaru, Elis; Abdullah, As'adi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas MIPA, UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram serta untuk mengetahui waktu tumbuh miselium, waktu tumbuh badan buah, diameter tudung buah, berat basah badan, dan berat kering badan buah setiap panen. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Pebruari – Juni 2017, di Perumahan BTP Jalan Kejayaan Selatan IX, Blok K/No. 224 dan Laboratorium Botani, Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 1 faktor. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga keseluruhan terdapat 15 baglog yang digunakan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik pada uji F dan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan beberapa dosis sabut kelapa sebagai media tanam jamur tiram berpengaruh nyata terhadap waktu tumbuh badan buah, diameter tudung buah, berat basah badan buah, dan berat kering, namun tidak berpengaruh nyata terhadap waktu tumbuh miselium. Waktu tumbuh miselium tertinggi yaitu  P1 (0% sabut kelapa) rata-rata 5,33 hari, waktu tumbuh badan buah tertinggi yaitu P2 (25% sabut kelapa) dan P3 (50% sabut kel apa) rata-rata 93,33 hari, berat basah tertinggi yaitu   P1 (0% sabut kelapa) rata-rata 143,33 g, berat kering tertinggi yaitu P3 (50% sabut kelapa) rata-rata 36,67 g, diameter tudung buah tertinggi yaitu P2 (25% sabut kelapa) rata-rata 9,67 cm.Kata kunci : Sabut kelapa, Jamur tiram Pleurotus sp.
Keragaman Jenis Tumbuhan Obat Indigenous Di Sulawesi Selatan Tambaru, Elis
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 8, No 15 (2017)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.768 KB)

Abstract

Penelitian  keragaman  jenis tumbuhan obat  indigenous berasal dari tumbuhan liar di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi keragaman jenis-jenis  tumbuhan indigenous, organ tumbuhan yang digunakan, dan cara pengolahannya untuk  penanggulangan beberapa macam penyakit pada masyarakat di  Sulawesi Selatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat eksploratif. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan metode jelajah Cruise Method. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tumbuhan indigenous berkhasiat obat ditemukan sebanyak 9 (sembilan) jenis yaitu: bandotan Ageratum conyzoides L.;  kirinyu Eupatorium odoratum L.; insulin Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray.; hiptis Hyptis capitata Mart. & Gal.; patikan kebo Euphorbia hirta L.; tembelekan Lantana camara L.; senggani Melastoma   malabathricum L.; sirih-sirihan Peperomia pellucida (L.) Kunth,  dan ketepeng cina Cassia  alata L. Organ tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat yaitu: organ daun dan  proses pengolahan dengan cara direbus.Kata kunci: keragaman , tumbuhan  obat,  indigenous 
JENIS-JENIS JAMUR BASIDIOMYCETES FAMILIA POLYPORACEAE DI HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN BENGO-BENGO KECAMATAN CENRANA KABUPATEN MAROS Tambaru, Elis; Abdullah, Asadi; Alam, Nur
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas MIPA, UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.877 KB)

Abstract

Jamur Basidiomycetes dari Familia Polyporaceae di hutan Pendidikan UniversitasHasanuddin Bengo-Bengo Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui berbagai jenis jamur Basidiomycetes makroskopis Familia Polyporaceae tumbuh di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin Bengo-Bengo Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros.Penelitian ini digunakan metode jelajah (Cruise Method) sedangkan dalam identifikasi dan deskripsi specimen jamur digunakan deskriptifeksploratif. Pengambilan sampel dibagi menjadi 5 stasiun. Hasil penelitian ditemukan Familia Polyporaceaeada 18 species: Amylosporus campbellii, Laetiporus cincinnatus, Microporus affinis, Microporellus obovatus, Microporus xanthopus, Panus strigellus, Polyporus arcularius, Polyporussp., Polyporus brumalis, Polyporus varius, Polyporusdermoporus, Polyporus versicolor, Pycnoporus cinnabarinus, Trametes sp., Trametes spp.,Trametes suaveolens, Trametes versicolor, dan Ganoderma aplanatum.Kata Kunci: Jamur,Basidiomycetes, Polyporaceae, Maros
Jenis-Jenis Tumbuhan Dicotyledoneae Berpotensi Obat dimanfaatkan Oleh Masyarakat di Cagar Alam Karaenta Bantimurung Bulusaraung Kabupaten Maros TAMBARU, ELIS
Prosiding Seminar Biologi Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.483 KB)

Abstract

Studi tentang potensi  tumbuhan obat  di sekitar kawasan hutan Karaenta kabupaten Maros Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang berkhasiat obat yang tumbuh dan dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Pangngia dan Dusun Kappang di sekitar Kawasan Cagar Alam Karaenta, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Metode yang digunakan adalah metode jelajah. Hasil penelitian jenis tumbuhan berkhasiat obat Classis Dicotyledoneae ditemukan sebanyak  30 species dari  wawancara (kuisioner) terhadap  43 orang.  Persentase jumlah species yang terbanyak digunakan oleh  masyarakat sebagai obat adalah Annona muricata L. dan Kleinhovia hospita L. dengan jumlah masing-masing sebanyak 30.8%.  Species Eupatorium odoratum L., dengan jumlah pengguna masing-masing 23,3%,  Organ tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun dan batang, paling sedikit digunakan adalah bunga. Kata kunci: Tumbuhan Obat, Hutan Karaenta, Maros
Potential Types of Herbal Plants in Bambapuang, District of Enrekang, South Sulawesi HR, Evi Anggraeni; Tambaru, Elis; Salam, Muhtadin Asnady; Latunra, Andi Ilham
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Imu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.648 KB)

Abstract

Research on Plant Types of Potential Drugs in the village Bambapuang Enrekang was conducted in April-June 2017. This study aims to determine the types of plants that have the potential drug in the village Bambapuang Enrekang. The method used is the method of cruising cruise method. Results of research conducted at the Village Community Bambapuang shows that there are 53 species of plants used as medicine, consisting of two (2) Classis is Dicotyledoneae as much as 27 familia and Monocotyledoneae four (4) familia. Species most widely used of Classis Dicotyledoneae that soursop (40%), cat whiskers (36%) and guava (32%). Species involved are the least used of Classis Monocotyledoneae such as corn, ginger, bananas and dayak onions with a percentage of 4%. Organ of the plant most widely used as medicine are the leaves (75,47%) and the least was a stylus (1,88%), tubers (1,88%), bark (1,88%), and the sap (1,88%). Processing plants as the drug most widely used is by boiling (52,84%) and the least used by way of squeezed (0,81%).
POTENSI AMPAS TEBU SEBAGAI MEDIA TANAM JAMUR TIRAM Pleurotus sp. Hidayah, Nurul; Tambaru, Elis; Abdullah, As'adi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas MIPA, UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.398 KB)

Abstract

Jamur merupakan bahan pangan alternatif yang disukai oleh masyarakat. Jamur tiram Pleurotus sp. merupakan jenis jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dari jenis jamur lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah ampas tebu sebagai media pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram, serta untuk mengetahui waktu tumbuh miselium, waktu tumbuh badan buah, menghitung diameter tudung buah, menghitung berat basah dan berat kering badan buah dengan pemberian beberapa perlakuan ampas tebu pada media pertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari-Juni 2017 di BTP Jalan Kejayaan Selatan IX Blok K/ No. 224, Kecamatan Tamalanrea, Kabupaten Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga keseluruhan terdapat 15 baglog yang digunakan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik pada uji ANOVA dan diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan tingkat kepercayaan 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tumbuh miselium tercepat yaitu pada P5 (100% Ampas Tebu) dengan rata-rata 5,67 hari, waktu tumbuh badan buah tercepat yaitu pada P2 (25% Ampas Tebu) dengan rata-rata 61 hari, diameter tudung buah tertinggi yaitu pada P4 (75% Ampas Tebu) dengan rata-rata 10,67 cm, berat basah badan buah tertinggi yaitu pada P4 (75% Ampas Tebu) dengan rata-rata 126,67 g, dan berat kering badan buah tertinggi yaitu pada P1 (0% Ampas Tebu) dengan rata-rata 20 g.Kata Kunci : Jamur Tiram Pleurotus sp., Serbuk gergaji kayu jati, Ampas tebu. 
Characterization of Stomatal Leaf of Herbal Plant Andredera cordifolia (Ten.) Steenis and Gratophyllum pictum (L.) Griff. Tambaru, Elis; Ura', Resti; Tuwo, Mustika
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Imu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.292 KB)

Abstract

Research on the characterization of stromata leaves of herbal plants Andredera cordifolia and Gratophyllum pictum in Makassar. This study aims to determine the morphological structure of leaves and stomata leaves that are used as herbal plants. Stomata data was used by acetone to get stomata mold, the data were analyzed descriptively. The result of research show that Andredera cordifolia are anisocytic stomata type, 30 stomata/mm2 abaxial stomata, 512 epidermis/mm2 and 368 epidermis/mm2 abaxial, potato stomata spreading in both leaf surface, bigger abaxial stomata size 887,330 μm , longest abaxial stomata greater than 25 μm and 8.0% stomata index. Gratophyllum pictum type stomata diasistik, stomata number 292 stomata/mm2, number of epidermis adaxial 1400 epidermis/mm2 and abaxial 1080 epidermis/mm2, apple stomata spread, staple abaxial smaller size 682,560 μm, and stomata index 21,3%.