Articles

Efektivitas Amelioran pada Lahan Gambut Terdegradasi untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Serapan NPK Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata) Maftu’ah, Eni; Maas, Azwar; Syukur, Abdul; Purwanto, Benito Heru
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to determine the effectiveness of several of ameliorant formulas to increase plant growthand NPK uptake on sweet corn (Zea mays L. var. saccharata) on degraded peatlands. The research was conducted in thegreenhouse of Balittra during May to July 2011. Sweet corn was planted in pot with soil taken from previously burnt peatin Kalampangan, Palangkaraya. The treatment consisted of two factors, i.e., combination of ameliorant (A1=80% chicken manure + 20% dolomite, A2=80% agricultural weeds + 20% dolomite, A3=80% mineral soil (Spodosol) + 20% dolomite,A4=20% chicken manure + 20% agricultural weeds + 20% Eleocharis dulcis + 20% mineral soil + 20% dolomite, andA5=19% chicken manure + 71.5% mineral soil + 9.5% dolomite) and application rates at 5, 10, 15, 20 and 25 ton ha-1, arranged in a randomized complete block design, with 3 replications. The results showed that ameliorants and application rates affected growth and NPK uptake of sweet corn. Application of 20 ton ameliorant (80% chicken manure + 20% dolomite) ha-1 produced the highest dry weight of root and shoot, and NPK uptake.Keywords: ameliorants, degraded peatland, nitrogen, phosphate, potassium
Pertumbuhan dan Hasil Karabenguk (Mucuna pruriens) sebagai Tanaman Penutup Tanah pada Dua Musim Berbeda Supriyono, Supriyono; Tohari, Tohari; Syukur, Abdul; Indradewa, Didik
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 19, No 1 (2004): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v19i1.20452

Abstract

This research does to known: 1) the effect of season, 2) the effect of cover crop kind and organic fertilizer, and 3) the interaction of two factors on growth and yield of velvet bean as cover crops. This research was conducted in Tancep, Ngawen, Gunungkidul at 170 m usl, litosol, 5-17 cm level of soil tillage, 9-10o elevation level, was started at December 2002 and finished at August 2003.This research design was factorial-RCBD, 1st factor was planting season on 2 level, rainy and dry seasons, 2nd factor was cover crop kind on 6 levels, rase and putih gunungkidul velvet bean, Cm and Cp as conventional cover crops, rase and putih gunungkidul with organic fertilizer velvet bean. Per planting hole with 1 plant for velvet bean and 10 plant for coventional cover crop.The result of this research were: 1st, velvet bean growth on rainy season very high than dry season, 2nd vegetative growth rate on velvet bean higher than conventional cover crop, 3rd without fertilizer, velvet bean have some growth and yield comparing by fertilizer velvet bean and 4th some yield variable, dry season was indicated better than rainy season.
ROBUST COLOR IMAGE WATERMARKING DENGAN KOMBINASI TRANSFORMASI DCT-DWT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN DARI KOMPRESI JPEG Setiadi, De Rosal Ignatius Moses; Syukur, Abdul; Ernawan, Ferda
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi semakin pesat sehingga pendistribusian citra digital semakin praktis, bahkan citra digital juga dapat di akses melalui perangkat mobile. Pengaksesan citra digital melalui perangkat mobile membuat citra digital sering mengalami proses kompresi, oleh karena itu dibutuhkan skema image watermarking yang lebih tahan terhadap kompresi citra dan tidak kasat mata. Pada penelitian ini akan diusulkan skema image watermaking dengan model kombinasi transformasi DCT-DWT yang dapat meningkatkan ketahanan image watermarking terhadap kompresi JPEG. Selain itu diusulkan penggunaan konversi ruang warna pada citra RGB ke ruang warna YCbCr yang dapat mengoptimalkan karakteristik penglihatan manusia untuk 24-bit true color image dalam konten multimedia pada berbagai perangkat serta optimalisasi ketahanan image watermarking pada citra digital terhadap kompresi citra JPEG.Kata kunci :Image Watermarking, Kombinasi DCT-DWT, Kompresi JPEG
PENINGKATAN AKURASI ALGORITMA BACKPROPAGATION DENGAN SELEKSI FITUR PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DALAM PREDIKSI PELANGGAN TELEKOMUNIKASI YANG HILANG Muzakkir, Irvan; Syukur, Abdul; Dewi, Ika Novita
PSEUDOCODE Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pseudocode
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telekomunikasi adalah salah satu industri, di mana pelanggan memerlukan perhatian khusus, oleh karena itu, manajemen di sebuah perusahaan telekomunikasi ingin kehilangan pelanggan model prediksi untuk efisien memprediksi berpotensi kehilangan pelanggan. Jaringan syaraf adalah metode yang sering digunakan untuk memprediksi. Teknik yang paling populer dalam metode adalah saraf algoritma jaringan backpropagation. Namun algoritma backpropagation memiliki kelemahan pada kebutuhan untuk data pelatihan besar dan optimasi yang digunakan kurang efisien. Particle Swarm Optimization (PSO) adalah suatu algoritma optimasi yang dapat memecahkan yang efektif masalah pada algoritma neural network umumnya menggunakan algoritma backpropagation. Pengujian model dengan berbasis menggunakan Backpropagation Particle Swarm Optimization menggunakan data pelanggan hilang pada telekomunikasi. Model yang dihasilkan diuji untuk memperoleh akurasi dan nilai-nilai AUC dari masing-masing algoritma untuk mendapatkan tes menggunakan nilai yang diperoleh akurasi Backpropagation adalah 85.48% dan nilai AUC adalah 0.531. Sementara pengujian dengan menggunakan Backpropagation berbasis Particle Swarm Optimization dipilih atribut dan penyesuaian nilai parameter yang diperoleh 86.05% akurasi dan nilai AUC adalah 0,637. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data pelanggan uji hilang dalam telekomunikasi menggunakan aplikasi Particle Swarm Optimization Backpropagation dan dalam pemilihan atribut diperoleh bahwa metode ini lebih akurat dalam prediksi pelanggan hilang telekomunikasi dibandingkan dengan Backpropagation, ditandai dengan peningkatan akurasi 00:57% dan nilai-nilai AUC dari 0.106, dengan nilai yang dimasukkan ke dalam akurasi klasifikasi cukup.Kata Kunci: Telekomunikasi, Neural Network, Backpropagation, Particle Swarm Optimization.
PENINGKATAN AKURASI ALGORITMA BACKPROPAGATION DENGAN SELEKSI FITUR PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DALAM PREDIKSI PELANGGAN TELEKOMUNIKASI YANG HILANG Muzakkir, Irvan; Syukur, Abdul; Dewi, Ika Novita
PSEUDOCODE Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pseudocode
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telekomunikasi adalah salah satu industri, di mana pelanggan memerlukan perhatian khusus, oleh karena itu, manajemen di sebuah perusahaan telekomunikasi ingin kehilangan pelanggan model prediksi untuk efisien memprediksi berpotensi kehilangan pelanggan. Jaringan syaraf adalah metode yang sering digunakan untuk memprediksi. Teknik yang paling populer dalam metode adalah saraf algoritma jaringan backpropagation. Namun algoritma backpropagation memiliki kelemahan pada kebutuhan untuk data pelatihan besar dan optimasi yang digunakan kurang efisien. Particle Swarm Optimization (PSO) adalah suatu algoritma optimasi yang dapat memecahkan yang efektif masalah pada algoritma neural network umumnya menggunakan algoritma backpropagation. Pengujian model dengan berbasis menggunakan Backpropagation Particle Swarm Optimization menggunakan data pelanggan hilang pada telekomunikasi. Model yang dihasilkan diuji untuk memperoleh akurasi dan nilai-nilai AUC dari masing-masing algoritma untuk mendapatkan tes menggunakan nilai yang diperoleh akurasi Backpropagation adalah 85.48% dan nilai AUC adalah 0.531. Sementara pengujian dengan menggunakan Backpropagation berbasis Particle Swarm Optimization dipilih atribut dan penyesuaian nilai parameter yang diperoleh 86.05% akurasi dan nilai AUC adalah 0,637. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data pelanggan uji hilang dalam telekomunikasi menggunakan aplikasi Particle Swarm Optimization Backpropagation dan dalam pemilihan atribut diperoleh bahwa metode ini lebih akurat dalam prediksi pelanggan hilang telekomunikasi dibandingkan dengan Backpropagation, ditandai dengan peningkatan akurasi 00:57% dan nilai-nilai AUC dari 0.106, dengan nilai yang dimasukkan ke dalam akurasi klasifikasi cukup.Kata Kunci: Telekomunikasi, Neural Network, Backpropagation, Particle Swarm Optimization.
Utilization of mixed cellulolytic microbes from termite extract, elephant faecal solution and buffalo ruminal fluid to increase in vitro digestibility of King Grass Prabowo, Agung; Padmowijoto, Soemitro; Bachruddin, Zaenal; Syukur, Abdul
Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Indonesian Animal Sciences Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14334/jitv.v12i2.547

Abstract

Cellulose is a compound of plant cell walls which is difficult to be degraded because it composed of glucose monomers linked by β-(1.4)-bound. It will be hydrolysed by cellulase enzyme secreted by cellulolytic microbes. The effective digestion of cellulose needs high activity of cellulase enzyme. This research aims to increase in vitro king grass digestibility utilizing mixed cellulolytic microbes of termite extract, elephant faecal solution, and buffalo ruminal fluid. Twelve syringes contained gas test media were randomly divided into four treatments based on sources of microbe (SM), namely: S (SM: cattle ruminal fluid [S]), RGK (SM: mixed cellulolytic microbes of termite extract, elephant faecal solution, and buffalo ruminal fluid [RGK], with composition 1 : 1 : 1), S-RGK (SM: S + RGK, with composition 1:1), and TM (without given treatment microbe). Digestibility was measured using gas test method. Average of gas production treatment of S-RGK (70.2 + 0.6 ml) was higher and significantly different (P<0.01) compared to treatment of S (60.3 + 0.8 ml), RGK (40.8 + 2.3 ml), and TM (13.3 + 2.0 ml). Utilization of mixed cellulolytic microbes of termite extract, elephant faecal solution, and buffalo ruminal fluid (RGK) that combined with microbes of cattle ruminal fluid (S) could increase in vitro digestibility of king grass. Key Words: Cellulolytic Microbe, Termite Extract, Elephant Faecal, Buffalo Ruminal Fluid
Absolute Correlation Weighted Naïve Bayes for Software Defect Prediction Asmono, Rizky Tri; Wahono, Romi Satria; Syukur, Abdul
Journal of Software Engineering Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maintenance phase of the software project can be very expensive for the developer team and harmful to the users because some flawed software modules. It can be avoided by detecting defects as early as possible. Software defect prediction will provide an opportunity for the developer team to test modules or files that have a high probability defect. Naïve Bayes has been used to predict software defects. However, Naive Bayes assumes all attributes are equally important and are not related each other while, in fact, this assumption is not true in many cases. Absolute value of correlation coefficient has been proposed as weighting method to overcome Naïve Bayes assumptions. In this study, Absolute Correlation Weighted Naïve Bayes have been proposed. The results of parametric test on experiment results show that the proposed method improve the performance of Naïve Bayes for classifying defect-prone on software defect prediction.
MEMBERDAYAKAN UMAT ISLAM MENTRADISIKAN BACA YASIN DAN MENJAGA KEASLIANNYA: Studi kasus masyarakat Islam kota Bandarlampung Syukur, Abdul
Jurnal Ijtimaiyya Vol 6, No 1 (2013): Dakwah dan Pemberdayaan Umat
Publisher : Jurnal Ijtimaiyya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThe social realities in the religious ritual and Islamic practices or events, such as tahlil for deceased and ceremony to attain Allah’s blessing, celebration, congratulations, and such events are often encountered in the midst of the Islamic community. Surah Yasin has been probably the most frequently read chapters of the Quran, in our country. Numerous benefits are associated with its reading, especially in the mornings or whenever there is any difficult situation; or if someone is critically ill; or just for barakah. You get invited for reading it in gatherings; like khatam-e-Quran, khatam-e-Yasin is a familiar and popular ritual, believed to be the remedy for all sorts of problems. Surah Yasin books that printed by various publishers; some with Arabic-Latin writing and translation, Arabic-Latin, and only the Arabic script. From that various publishers, found many mistakes in writing which circulated and read by the Muslim community in the ritual-religious. The central issue which this article will answer: What errors are in the Surah Yasin Books that circulated in the Muslim society? and how to limit the circulation of Surah Yasin Books is not examined in Muslim society?Kata Kunci: Otentisitas, Al-Qur’an, Tashih, Buku Yasin, umat Islam
Dinamika Dakwah Dalam Komunikasi dan Penyiaran Islam; Pendekatan Historisasi, Formulasi dan Aplikasi Syukur, Abdul
BINA AL UMMAH Vol 9, No 2 (2014): Bina al-ummah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Raden Intan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Propagation activities and Movements has reached out the dynamics due to the development of human thought and technology, and it continues since the days of the prophet Muhammad SAW and aftermath and in the contemporary period or in era of information technolog as well. Islamic Propagation activities and experiences along the Islamic history have produced theories of knowledge and science especially in the field of Islamic Propagation. However that the dynamics of Islamic preaching have not been fully able to respond to technological development, Moslems preachers have not been fully able to take advantage of technological advances for the benefit of the Islamic preaching. It is assumed that by using communication approach Islamic propagation theories can be developed both historical and normative. Development of Communication Sciences propaganda can be a multidisciplinary approach, thus to face the increasingly complex chalengers of Islamic preaching, moslems multi skills propagation schoolers could be produced by Islamic hight education centers.
Integrasi Kromosom Buatan Dinamis Untuk Memecahkan Masalah Konvergensi Prematur Pada Algoritma Genetika Untuk Traveling Salesman Problem Kamal, Muhammad Rikzam; Wahono, Romi Satria; Syukur, Abdul
Journal of Intelligent Systems Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genetic Algorithm (GA) adalah metode adaptif yang digunakan untuk memecahkan masalah pencarian dan optimasi, diantaranya adalah Travelling Salesman Problem (TSP) yang merupakan persoalan optimasi, dimana rute terpendek merupakan solusi yang paling optimal. GA juga salah satu metode optimisasi global yang bekerja dengan baik dan efisien pada fungsi tujuan yang kompleks dalam hal nonlinear, tetapi GA mempunyai masalah yaitu konvergensi prematur. Untuk mengatasi masalah konvergensi prematur, maka pada penelitian ini diusulkan Dynamic Artificial Chromosomes (DAC) yang digunakan untuk mengkontrol keragaman populasi dan juga seleksi kromosom terbaik untuk memilih individu atau kromosom terbaik yang tujuannya untuk membuat keragaman pada populasi menjadi beragam dan keluar dari konvergensi prematur. Beberapa eksperimen dilakukan dengan menggunakan Genetic Algorithm Dynamic Artificial Chromosomes (GA-DAC), dimana threshold terbaik adalah 0.5, kemudian juga mendapatkan hasil perbaikan pada jarak terpendek yang dibandingkan dengan GA standar dengan dataset KroA100 sebesar 12.60%, KroA150 sebesar 13.92% dan KroA200 sebesar 12.92%. Untuk keragaman populasi mendapatkan hasil pada KroA100 sebesar 24.97%, KroA150 sebesar 50.84% dan KroA200 sebesar 49.08% dibandingkan dengan GA standar. Maka dapat disimpulkan bahwa GA-DAC bisa mendapatkan hasil lebih baik dibandingkan dengan GA standar, sehingga ini akan membuat GA bisa keluar dari konvergensi prematur. Keywords: algoritma genetika, konvergensi prematur, dynamic artificial chromosomes, seleksi kromosom terbaik, travelling salesman problem.