Articles
6
Documents
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING DENGAN TEKNIK KANCING GEMERINCING DISERTAI REWARD AND PUNISHMENT

Edu-Physics Vol 4 (2013)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat pentingnya fisika dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut dengan cara, penyempurnaan kurikulum, menyediakan sarana dan prasarana, mengadakan seminar-seminar mengenai fisika, meningkatkan kualitas guru dan sebagainya. Namun faktanya di lapangan belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil pembelajaran fisika siswa masih belum optimal dalam pencapaian kriteria ketuntasan minimal (KKM) sekolah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi rendahnya hasil belajar siswa adalah dengan penerapan model cooperative learning. Cooperative learning mempunyai potensi yang besar untuk membuat siswa saling berinteraksi, karena dalam cooperative learning telah dirancang pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa yang satu dapat berinteraksi dengan siswa yang lainnya. Pelaksanaan cooperative learning dapat dilakukan dengan bermacam teknik, Salah satu dari teknik cooperative learning yang diterapkan adalah teknik kancing gemerincing. Teknik kancing gemerincing disertai reward and punishment dapat memaksimalkan interaksi siswa dalam proses pembelajaran. Siswa bukan belajar dan menerima apa yang disajikan guru dalam proses belajar mengajar, melainkan belajar dengan siswa lain (diskusi). Kata Kunci : Cooperative Learning, Teknik Kancing Gemerincing, Reward and Punishment.

Meningkatkan Aktivitas Belajar Fisika Melalui Penerapan Metode Bervariasi

Edu-Physics Vol 3 (2012)
Publisher : Edu-Physics

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk melihat peningkatan kualitas pembelajaran dapat ditandai dengan semakin meningkatnya hasil belajar yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran. Tetapi, kenyataan yang dialami hasil belajar fisika sudah cukup tinggi, namun yang sering menjadi kendala adalah rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Pada saat proses pembelajaran berlangsung diperkirakan siswa yang memperhatikan guru yang menerangkan materi pelajaran dan yang aktif mengikuti proses pembelajaran sekitar 25%, kegiatan siswa kebanyakan melirik ke kiri kanan, membuat coretan yang tidak perlu, mengobrol dengan teman sebangku, serta menunggu guru mencatatkan kesimpulan materi pelajaran. Jika kondisi seperti di atas dibiarkan, hal ini akan mengakibatkan pelajaran fisika semakin terasa sulit dan bisa menimbulkan “ketakutan” dikalangan siswa, lebih-lebih bagi siswa yang mempunyai potensi akademik menengah ke bawah. Untuk itu, agar pelajaran fisika lebih mudah dan disenangi di sekolah dilakukanlah beberapa metode, yaitu metode bervariasi yang tercakup di dalamnya metode ceramah interaktif, diskusi kelompok dan pemberian tugas. Dengan menggunakan metode bervariasi diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mata pelajaran fisika, dan meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga suasana kelas saat PBM menjadi lebih hidup.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MACROMEDIA FLASH PROFESSIONAL 8

Indonesian Journal of Educational Research Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, The State Institute for Islamic Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis pada Macromedia Flash Proffesional 8, khususnya dalam pembelararan fisika. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (research and development) yang mencakup langkah utama dalam penerapannya yaitu pendahuluan, perancangan media, danevaluasi.  Penelitian ini  menemukan bahwa ada tujuh langkah  dalam merancang media pembelajaran yaitu; analisis kebutuhan dan karakter siswa, perumusan tujuan pembelajaran,  validasi dan revisi berdasarkan penilaian ahli, uji coba, dan revisi akhir. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Macromedia Flash Proffesional 8 efektif digunakan sebagai media dalam pengajaran fisika, khususnya pada pokok bahasan Hukum Newton.  Kata Kunci : Media pembelajaran, Macromedia Flash Proffesional 8, mata kuliah  Fisika  Abstract  [Devepoling Macromedia Flash Proffesional 8 Based Teaching Media]. The purpose of  the study was to develop teaching media based on Macromedia Flash Proffesional 8,  particuraly for physics course. This Study employed research and development (R&D) design,  including three major steps, there are; preliminary, designing media, and evaluating.  The study showed that there are sevent steps in designing teaching media, including; need analysis and students character, formulating learning objectives, validating  and revising based on expert judgment, trials, and revision. The result of the study also indicated  that Macromedia Flash Proffesional 8 based teaching media was effective to used in teaching Newton’s Law subject in  physics course Keywords: Teaching media,  Macromedia Flash Proffesional 8, physics course

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Beliefs Siswa tentang Fisika dan Pembelajaran Fisika

Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to investigate the effect of problem-based learning on students’ beliefs about physics and learning physics. The research design is quasi-experimental, non-equivalent control group design with samples were senior high school students grade XI at SMAN 1 Jambi City. The research used the Colorado Learning Atttudes About Science Survey (CLASS). Through data analysis using ANCOVA Test can be seen that there was no significant result effect of problem-based learning on students’ beliefs about physics and learning physics. The study’s finding indicates that students’ beliefs about characteristic and obtaining knowledge are difficult to change. Nonetheless, the use of various learning models that focus on the formation of the model building on the physics world through problem solving that are contextual and real, as well as providing opportunities for students to actively engage in problem solving can help students develop the belief that they have about the physics from novice-like belief into expert-like belief.Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap belief siswa tentang fisika dan pembelajaran fisika. Desain penelitian kuasi eksperimen non-equivalent control group design dengan sampel siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Jambi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner the Colorado Learning Attitudes About Science Survey (CLASS). Hasil uji Ancova terlihat bahwa tidak ada pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap belief siswa tentang fisika dan pembelajaran fisika. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa belief siswa tentang karakteristik dan cara memperoleh suatu pengetahuan sulit untuk diubah. Meskipun demikian, penggunaan berbagai model pembelajaran yang berfokus pada pada pembentukan model (model-building) dari dunia fisika melalui pemecahan masalah-masalah yang bersifat kontekstual dan nyata, serta memberikan kesempatan siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah dapat membantu siswa mengembangkan belief yang mereka miliki tentang fisika dari belief sebagai seorang pemula (novice-like belief) menjadi belief sebagai seorang ahli (expert-like belief).

Authentic Assessment Analysis Based on the Curriculum 2013 at SMP Negeri 7 Muaro Jambi

BIODIK Vol 4 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2013 curriculum requires the use of authentic assessment, where students are assessed for their readiness, process, and learning outcomes as a whole. This research was conducted at Muaro Jambi 7 Junior High School which aimed to find out the implementation of authentic assessment  subjects at Muaro Jambi Junior High School and to find out whether authentic assessment was carried out properly or not. Data collection methods used in the study are documentation studies, interviews and questionnaires. Subjects used in this study were biology teachers who used the 2013 curriculum and VIII grade students at Muaro Jambi 7 Junior High School. The results obtained showed that all biology teachers had carried out authentic assessments. The teacher has carried out an authentic assessment during the learning process which includes three aspects of assessment namely attitudes, knowledge, and skills. However, in the process of authentic assessment there are still some obstacles, namely the number of assessment formats that must be made by the teacher with limited availability of time so that the teacher is not optimal in carrying out authentic assessments. The many aspects that must be assessed in the 2013 Curriculum assessment, so that the teacher takes a long time to make an assessment.   Keywords   : analysis, authentic assessment, 2013 curriculum.   Abstrak: Kurikulum 2013 mensyaratkan penggunaan penilaian autentik, dimana siswa dinilai kesiapannya, proses, dan hasil belajar secara utuh. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Muaro Jambi yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik di Sekolah Menengah Pertama Negeri Muaro Jambi dan untuk mengetahui apakah penilaian autentik dilaksanakan dengan baik atau tidak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah studi dokumentasi, wawancara dan angket. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu guru mata pelajaran biologi yang menggunakan kurikulum 2013 dan siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Muaro Jambi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh guru biologi sudah melaksanakan penilaian autentik. Guru sudah melaksanakan penilaian autentik pada saat proses pembelajaran yang meliputi tiga aspek penilaian yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, pada proses pelaksanaan penilaian autentik masih ada beberapa kendala yaitu banyaknya format penilaian yang harus dibuat oleh guru dengan ketersediaan waktu yang guru miliki terbatas sehingga membuat guru kurang maksimal dalam melaksanakan penilaian autentik. Banyaknya aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013, sehingga guru membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan penilaian.   Kata kunci: analisis, penilaian autentik, kurikulum 2013.  

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Beliefs Siswa tentang Fisika dan Pembelajaran Fisika

Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to investigate the effect of problem-based learning on students’ beliefs about physics and learning physics. The research design is quasi-experimental, non-equivalent control group design with samples were senior high school students grade XI at SMAN 1 Jambi City. The research used the Colorado Learning Atttudes About Science Survey (CLASS). Through data analysis using ANCOVA Test can be seen that there was no significant result effect of problem-based learning on students’ beliefs about physics and learning physics. The study’s finding indicates that students’ beliefs about characteristic and obtaining knowledge are difficult to change. Nonetheless, the use of various learning models that focus on the formation of the model building on the physics world through problem solving that are contextual and real, as well as providing opportunities for students to actively engage in problem solving can help students develop the belief that they have about the physics from novice-like belief into expert-like belief.Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap belief siswa tentang fisika dan pembelajaran fisika. Desain penelitian kuasi eksperimen non-equivalent control group design dengan sampel siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Jambi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner the Colorado Learning Attitudes About Science Survey (CLASS). Hasil uji Ancova terlihat bahwa tidak ada pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap belief siswa tentang fisika dan pembelajaran fisika. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa belief siswa tentang karakteristik dan cara memperoleh suatu pengetahuan sulit untuk diubah. Meskipun demikian, penggunaan berbagai model pembelajaran yang berfokus pada pada pembentukan model (model-building) dari dunia fisika melalui pemecahan masalah-masalah yang bersifat kontekstual dan nyata, serta memberikan kesempatan siswa untuk aktif terlibat dalam pemecahan masalah dapat membantu siswa mengembangkan belief yang mereka miliki tentang fisika dari belief sebagai seorang pemula (novice-like belief) menjadi belief sebagai seorang ahli (expert-like belief).