Articles

Found 7 Documents
Search

Toleransi Beberapa Varietas Padi pada Sawah Gambut Berkorelasi dengan Kandungan Asam Fenolat Haryoko, Widodo; Kasli, ,; Suliansyah, Irfan; Syarif, Auzar; Prasetyo, Teguh Budi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 40, No 2 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.452 KB)

Abstract

One of the causes of the low productivity of rice grown on peat soils was the high levels of of toxic phenolic compounds in the soil. Development of tolerant rice varieties is one of strategies to grow rice on peat soils. The aims of this research were to select rice varieties tolerant to peat soils and to study the correlation between the plant phenolic acid content with plant tolerance to peat soil. This research was conducted at the Seed Farm Centre Lubuk Minturun, Padang from February to July 2009. The research consisted of two experiments i.e. in peat soil and in mineral soil. The experiments used a completely randomized design using 21 varieties of rice as treatments which were replicated four times. The results showed that there were nine rice varieties categorized as tolerant to peat soil. These tolerant varieties showed higher stress tolerance index (STI), demonstrated by a high level of phenolic acids (coumaric, syringic, and ferulic) in the plant tissues. The STI value had positive correlation with the content of plant phenolic acids, thus the level of plant phenolic acids can be used as an indicator to determine tolerant rice varieties in peat soils. Keywords: peat soil, phenolic acids, tolerant rice, STI
Peningkatan Kapasitas Sink pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) dengan Pemberian Giberelin Fatonah, Siti; Kasim, Musliar; Syarif, Auzar
Jurnal Sagu Vol 8, No 02 (2009)
Publisher : Jurnal Sagu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For cultivation of melon (Cucumis melo L.), farmers only keep one fruit per plant to maintain quality fruit. To improve productivity, one possible effort is by spraying gibberellins at melon in combination with increasing amount of fruit maintained for each plant. The aim of this study was to know the effect of gibbereline in improving sink capacities of melon when fruit amount is increased. Gibberelins was sprayed at concentration of 0, 30, 60, and 90 mg/l to melon crop with different fruit amount per plant (one, two and three fruit). The study indicated that for melon plant with more than one fruit per plant, gibberellins application was not able to maintain the fruit quality, because the fruit weights were still decreasing. Thus, gibberellins application was not able to improve the sink capacities if fruit amount per plant is increased. While for plant with only one fruit, spraying 60 and 90 mg/l gibberellins can improve the fruit weight, so gibberellins improves the sink capacities if only one fruit is maintained for each plant.
Perbaikan Genetik Kultivar Padi Beras Hitam Lokal Sumatera Barat Melalui Mutasi Induksi Warman, Benny; Sobrizal, Sobrizal; Suliansyah, Irfan; Swasti, Etti; Syarif, Auzar
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.519 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.2.2791

Abstract

Kultivar padi beras hitam merupakan padi lokal yang berasal dari Pasaman Timur yang memiliki umur panjang dan tinggi tanamannya terlalu tinggi.  Penelitian ini dilaksanakan sejak Maret 2012 sampai Maret 2013 bertujuan untuk memperbaiki genetik padi beras hitam lokal Sumatera Barat khususnya terkait umur tanaman agar lebih genjah melalui pemuliaan mutasi.  Untuk mendapatkan dosis optimum, benih padi beras hitam diiradiasi dengan sinar gamma 60Co dosis 0, 100, 200, 300, 400 dan 500 Gy di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR – BATAN), Jakarta. Dari hasil pengamatan persentase kecambah, tinggi tanaman dan panjang akar pada fase pembibitan, dan persentase kehampaan gabah M1 diperoleh dosis iradiasi 200 - 300 Gy merupakan dosis yang efektif dalam menghasilkan keragaman genetik.  Hal ini juga terlihat pada populasi M2 hasil iradiasi 200 Gy menghasilkan keragaman genetik yang luas pada variabel karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan umur tanaman. Dari hasil seleksi yang dilakukan pada populasi M2 diperoleh kandidat mutan genjah sebanyak 81 kandidat dengan frekuensi mutasi sebesar 0.08 %.  Tanaman genjah terseleksi tentu akan sangat berguna sebagai bahan tanaman awal dalam perbaikan varietas padi beras hitam di masa yang akan datang. Kata kunci : Padi beras hitam, mutasi induksi, genjah.
UJI KORELASI DAN REGRESI ADAPTASI GANDUM (Triticum Aestivum L.) DI DATARAN TINGGI SUKARAMI SOLOK SUMATERA Hanafiah Nasution, M Nizar; Chaniago, Irwati; Syarif, Auzar
Jurnal AGROHITA Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Agrohita Maret 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.572 KB)

Abstract

Research on the adaptation grain ( Triticum aestivum L. ) at a high altitude sukarami Solok West Sumatra. This study attempts to compare growth and production of several galur grain at environment tropics. Research done by experimental methods shelves ( draft random ) group with 9 treatment galur and 3 group. Nine furrow that sukarami all galur give impact on every variable responnya except on the long panicles and the number of per panicles ears. Sukarami most adaptive strain H-20. Key words: growth, production, galur, tropics
PENGARUH BEBERAPA JENIS BAHAN ORGANIK TERHADAP HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L) METODE SRI (the System of Rice Intensification) Nasution, Nizar Hanafiah; Syarif, Auzar; Anwar, Aswaldi; Silitonga, Yusnita Wahyuni
Jurnal AGROHITA Vol 1, No 2 (2017): Agrohita Vol 1 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.104 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengaruh beberapa jenis bahan organik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi (Oryza sativa L) metode SRI (the System of Rice Intensification) telah dilaksanakan di Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bahan organik yang berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi metode SRI. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari : sampah kota, kotoran ayam, thitonia dan jerami padi. Dosis masing-masingnya adalah 5 ton/ha. Data penelitian, dianalisis secara statistik dengan uji F dan F hitung yang lebih besar dari nilai F tabel 5 % maka dilanjutkan dengan Duncan`s Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5 %. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan jenis bahan organik sampah kota, kotoran ayam, thitonia dan jerami padi memberikan pengaruh yang sama terhadap hasil tanaman padi dengan metode SRI.
TANTANGAN PENGEMBANGAN PADI DIKABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Azhari, Rafnel; Rusman, Bujang; Kasim, Musliar; Syarif, Auzar; Reflinaldon, Reflinaldon; Yasin, Syafrimen; Zainal, Afrizal; Junaidi, Junaidi
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 16 NO 1 2017
Publisher : Prodi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.757 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.16.1.41-56

Abstract

This study aims to identify the problems and develop rice agribusiness in Mentawai Islands from upstream to downstream and formulate appropriate policy recommendations to be implemented. The research location determined by purposive namely in the village Makalo and Malakopa District of South Pagai, Sikakap subdistrict Taikako Village, Village Saumanganya District of North Pagai, Bosua Village and Village Beriulou District of South Sipora, Village Rogdog and Madobag District of South Siberut. Respondents in this study were 30 farmers. Respondents farmers selected by simple random sampling method. The results showed that the majority of rice paddies new openings in six districts consist of peatlands with a depth varying from 0.4- > 2.0 meter, fields new openings that have been implemented in the Mentawai Islands in general can not be expected to result in maximum productivity due to problems of land suitability diverse. Farmers also do not take action appropriate technical culture starting from land preparation, seed selection, weeding, fertilizing and water management. Behaviorally agriculture, farmers in Mentawai Islands is not a society that blends with the culture of rice fields, it is because basically their agricultural base is dry land agriculture with farming patterns. This will certainly give a great challenge and not easy for the cultivation of rice in the Mentawai Islands.Keywords:challenge,rice agribusiness, cultivation of rice
DYNAMICS OF SOIL ORGANIC CARBON FRACTIONS UNDER DIFFERENT LAND MANAGEMENT IN WET TROPICAL AREAS Ermadani, Ermadani; Hermansah, Hermansah; Yulnafatmawita, Yulnafatmawita; Syarif, Auzar
Jurnal Solum Vol 15, No 1 (2018): JURNAL SOLUM
Publisher : Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.396 KB) | DOI: 10.25077/jsolum.15.1.26-39.2018

Abstract

Karbon (C) organik tanah yang merupakan bagian utama dari bahan organik tanah mengalami penurunan sebagai akibat perubahan-perubahan penggunaan lahan dari kondisi alami menjadi lahan-lahan pertanian. Penurunan C organik tanah menjadi semakin besar karena masukan bahan organik yang rendah dan bila penurunan ini. berlangsung terus menerus  maka pada akhirnya menyebabkan degradasi tanah. Artikel ini membahas peranan, dekomposisi dan struktur dari bahan organik tanah dalam hubungannya dengan dinamika fraksi C organik tanah pada pengelolaan lahan yang berbeda di daerah tropis basah. Perubahan penggunaan dan pengelolaan lahan menyebabkan terjadinya perubahan C organik total dan fraksi-fraksi C organik labil dan stabil tanah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa fraksi C organik labil seperti C organik partikulat lebih responsif terhadap perubahan-perubahan dari pengelolaan tanah dan merupakan suatu indikator yang sensitif dari kualitas tanah. Disamping itu fraksi C organik stabil seperti asam humat yang mengalami perubahan karena praktek-praktek  pengelolaan tanah dapat digunakan untuk menilai kapasitas potensial tanah sebagai penyimpan karbon. Perubahan-perubahan penggunaan lahan dan pengelolaan tanah mempunyai pengaruh negatif dan positif terhadap C organik total, fraksi C organik labil (C organik partikulat) dan fraksi C organik stabil (asam humat). Praktek-praktek pengelolaan yang dapat mempertahankan dan memperbaiki fraksi-fraksi C organik tanah  meliputi sistem agroforestri,  aplikasi pupuk organik, mulsa dan pengembalian sisa tanaman ke dalam tanah. Fraksi C organik partikulat dan asam humat menunjukkan perubahan-perubahan yang lebih besar dibandingkan C organik total akibat perubahan-perubahan penggunaan lahan dan praktek-praktek pengelolaan tanah di daerah tropis basah.Key words : Fraksi C organik, penggunaan lahan, tropis basah