p-Index From 2014 - 2019
11.62
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ilmu Pendidikan E-JOURNAL MANAJEMEN FE UNTAD BAHASA DAN SASTRA Katalogis BAHASANTODEA AGROLAND Media Eksakta Agrotek JURNAL MATEMATIKA STATISTIKA DAN KOMPUTASI Jurnal Agrista Jurnal Floratek Jurnal Kreatif Tadulako Online LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Al-Ulum Sosioinforma Inspiratif Pendidikan Sosio Konsepsia Jurnal S1 Agroteknologi KOVALEN ESOTERIK Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah BERITA BIOLOGI JURNAL GEOCELEBES Shautut Tarbiyah ETERNAL(english, teaching, learning, and Research Journal) RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Al-Ta'dib Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Jurnal Pendidikan Fisika Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian INTEGRITAS EDUVELOP (Journal of English Education and Development) SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Pertanian Agros Kelola: Journal of Islamic Education Management SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Jurnal Skala Kesehatan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah ALQALAM JURNAL PengaMAS AKMEN Jurnal Ilmiah JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Journal of Tropical Horticulture Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Journal Of Agritech Science (JASc) Guru Tua : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran INTEK: Jurnal Penelitian Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Baitul 'Ulum Agrotek Lestari Jurnal Politikom Indonesiana
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah

Penggunaan Polyethilen Glycol (PEG 6000) Untuk Mengetahui Vigor Kekuatan Tumbuh Benih Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill)) Pada Kondisi Kekeringan Z, khairani; Syamsuddin, Syamsuddin; Ichsan, Cut Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.963 KB)

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merill) merupakan komoditas pangan utama setelah padi dan jagung yang menjadi komoditi prioritas dalam program Revitalisasi Pertanian. Kebutuhan kedelai ke depan akan meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat tentang makanan sehat, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai hitam antara lain dengan ekstenfikasi pada lahan marginal, salah satu lahan marginal ialah lahan kering. Pengujian  respon  kedelai terhadap kekeringan dapat dilakukan dengan cara simulasi kondisi kekeringan menggunakan Polyethylen Glycol (PEG). Penggunaan PEG menyebabkan penurunan potensial air secara homogen sehingga dapat digunakan untuk meniru besarnya potensial air tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 5 x 4. Terdiri dari dua faktor, Faktor pertama yang diteliti ialah varietas yang terdiri atas, Varietas Mutiara 2, Mutiara 3, Detam 1, Detam 2. Sedangkan faktor kedua ialah konsentrasi Polyethylen Glycol (PEG) 6000. Kontrol 0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Konsentrasi PEG berpengaruh sangat nyata terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur indeks vigor, keserempakan tumbuh, T50, dan panjang akar, serta berpengaruh nyata pada tolok ukur kecepatan tumbuh. Konsentrasi PEG terbaik untuk kekuatan tumbuh benih adalah 1,0%.  Varietas  berpengaruh sangat nyata terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah kecepatan tumbuh relatif, T50, dan panjang akar. Serta bengaruh nyata pada tolok ukur keserampakan tumbuh. Varietas dengan vigor kekuatan tumbuh terbaik pada varietas Detam 2. Terdapat interaksi antara konsentrasi PEG 6000 dengan varietas terhadap vigor kekuatan tumbuh benih kedelai hitam pada tolok ukur panjang akar.  Interaksi terbaik terdapat pada varietas Mutiara 3 pada konsentrasi 0,5%.
Daya Hambat Minyak Serai Wangi (Andropogon nordus L.) terhadap Pertumbuhan Koloni Patogen Terbawa Benih secara In Vitro dan Pengaruhnya Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Terung (Solanum melongena L.) Cahaya, Aldina; Hasanuddin, Hasanuddin; Syamsuddin, Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.632 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitan tentang efektifitas minyak serai wangi dalam menghambat pertumbuhan koloni patogen terbawa benih secara in vitro dan pengaruhnya terhadap viabilitas dan vigor benih terung dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis patogen dan konsentrasi minyak serai wangi serta interaksi antara jenis patogen dengan konsentrasi minyak serai wangi terhadap daya hambat pertumbuhan koloni patogen terbawa benih secara in vitro.  Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak serai wangi yang efektif terhadap viabilitas dan vigor benih terung secara in vivo. Percobaan I menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri atas dua faktor, faktor pertama yang diteliti terdiri dari 6 taraf konsentrasi minyak serai wangi, faktor kedua adalah 2 taraf jenis isolat patogen dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Percobaan II menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan sehingga diperoleh 20satuan unit percobaan. Hasil percobaan I menunjukkan bahwa Daya hambat pertumbuhan Rhizoctonia solani secara sempurna (100%) diperoleh dengan pemberian minyak serai wangi pada konsentrasi 0,08%. Sementara daya hambat 100% pada patogen Sclerotium rolfsii, diperoleh dengan pemberian minyak serai wangi pada konsentrasi 0,10%. Hasil percobaan II menunjukkan bahwa perlakuan benih dengan minyak serai wangi tidak memberikan pengaruh negatif terhadap viabilitas dan vigor benih apabila konsentrasi yang digunakan dibawah 0,02% Effectiveness of In Vitro Inhibitory Effects of citronella oil (Andropogon nordus L.) on Controlling the growth of seed borne pathogens Colonies and the effect for viability and vigor of eegplant seed (Solanum melongena L).Abstract. The research of citronella oil effectivity on controlling the growth of seed borne pathogens under in vitro conditions and the effect for viability and vigor of eggplant seed.has been carried out in the laboratorium of seed, Departement of Agroteknologi, Agriculure Faculty, Syiah Kuala University was started from June until August  2017. The purpose of this study was to find out about the effect of pathoghen with citronella oil concentration and interact between pathogen with citronella oil concentration on controlling the growth of seed borne pathogens under in vitro conditions.The second purpose of this research was to find out about effectiveness of citronella oil to viability and vigor of eggplant seed under in vivo conditions. The first research used double randomize design method concisting with  two standards,the first was using  6 concentrations of citronella oil, seconf was two kinds of pathogens and repeated 3 times to obtain36 units of experiment. The second research used single randomized design method (CRD) consisting of 4 treatments and repeated 5 times to obtain 20 units of experiment. The results of the first research showed that the solubility of Rhyzoctonia solani growth (100%) was obtained by administering citronella oil at a concentration of 0.08%. While 100% inhibitory in Sclerotium rolfsii pathogens, obtained by administration of citronella oil at a concentration of 0.10%. The results of experiment II showed that the seed treatment with citronella oil did not negatively affect the viability and vigor of the seeds when the concentration used was 0.02%
Efektivitas Ekstrak Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) sebagai Antioksidan terhadap Laju Kemunduran Beberapa Varietas Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merril.) Tasfa, Dewi Muetia; Syamsuddin, Syamsuddin; Halimusyadah, Halimusyadah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.369 KB)

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah tanaman pangan padi dan jagung. Konsumsi kedelai semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk sehingga keberadaannya menjadi salah satu faktor terpenting dalam industri pangan dan pakan. Salah satu faktor pembatas produksi kedelai di daerah tropis adalah cepatnya kemunduran benih selama penyimpanan sehingga mengurangi penyediaan benih berkualitas tinggi. Benih kedelai termasuk benih ortodok yang cepat mengalami kemunduran terutama jika kondisi lingkungan simpan kurang menguntungkan (sub optimum). Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian senyawa antioksidan pada benih dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih melalui metode priming, yaitu metode inkubasi benih dengan menggunakan larutan tertentu. Antioksidan adalah substansi yang berperan untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel. Ekstrak jambu biji merah diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang berperan menetralisir kemunduran pada benih yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan varietas Dering merupakan varietas terbaik pada tolok ukur viabilitas dan vigor benih dan mampu mempertahankan viabilitasnya sebesar 70,27% yang berbeda nyata dengan varietas Detam 1 dan Mutiara 3. Ekstrak jambu biji merah terbaik dijumpai pada konsentrasi taraf 50% dan mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih sebesar 67,79% yang berbeda nyata dengan kontrol dan berbeda tidak nyata dengan konsentrasi 0%, 25% dan 75%. Terdapat interaksi antara varietas dan konsentrasi ekstrak jambu biji merah yaitu pada varietas Dering dengan konsentrasi ekstrak jambu biji merah 75% pada tolok ukur potensi tumbuh maksimum.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum) terhadap Kombinasi Dosis NPK dan Pupuk Kandang dirgantary, salvitia; Halimursyadah, Halimursyadah; Syamsuddin, Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.847 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil bawang merah terhadap kombinasi dosis pupuk NPK dengan pupuk kandang. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani Desa Empetrieng Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar, yang berlangsung dari bulan November 2015 sampai Januari 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial dengan 3 kali ulangan. Perlakuan dosis pupuk terdiri atas 9 perlakuan, sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Faktor yang diteliti ialah dosis pupuk yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu: kontrol, 90 g NPK, 110 g NPK, 1,8 kg pupuk kandang, 2,4 kg pupuk kandang, 90 g NPK dan 1,8 kg pupuk kandang, 90 g NPK dan 2,4 kg pupuk kandang, 110 g NPK dan 1,8 kg pupuk kandang, 110 g NPK dan 2,4 kg pupuk kandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi dosis pupuk NPK dengan pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering, bobot umbi kering, potensi hasil, dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 28 dan 42 HST, jumlah daun umur 14, 28 dan 42 HST dan jumlah umbi. Kombinasi perlakuan 110 g NPK dan 2,4 kg pupuk kandang memberikan pengaruh yang terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.Abstract. This study aimed to determine the effect of growth and yield the onion to the combination dose of NPK fertilizer and manure. This research was conducted in Empetrieng village, Darul Kamal, Aceh Besar, from November 2015 through January 2016. This study used a randomized block design (RBD) non factorial pattern with three replications. Dosage of fertilizer consisted of 9 treatments, in order to obtain 27 units of trial. Factors to be examined is that of fertilizers is comprised of 9 treatments, namely: control, 90 g of NPK, 110 g of NPK, manure 1.8 kg, 2.4 kg of manure, 90 g and 1.8 kg NPK manure, 90 g NPK and 2.4 kg of manure, 110 g and 1.8 kg NPK fertilizer, NPK 110 g and 2.4 kg of manure. The results showed that the combination treatment dose of NPK fertilizer with manure very significant effect on weight stover wet, weight stover dry weight of dried shallots, yield potential, and the effect was not significant on plant height ages 14, 28 and 42 DAP, the number of leaf age 14, 28 and 42 DAP and the number of shallots. Combination treatment of 110 g NPK and 2.4 kg NPK manure gives the best effect than other treatments.
Pengaruh Perlakuan Benih Dengan Menggunakan Agens Biokontrol Terhadap Pengendalian Penyakit Rhizoctonia solani Pada Pertumbuhan Bibit Cabai Merah Aswar, Dody; Hasanuddin, Hasanuddin; Syamsuddin, Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.547 KB)

Abstract

Abstrak.  Perlakuan benih menggunakan rizobakteri sebagai  alternatif  pengganti penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan (1) mempelajari  pengaruh beberapa jenis isolat rizobakteri dalam menghambat pertumbuhan Rhizoctonia solani terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabai merah, dan (2) pengaruh perlakuan benih menggunakan rizobakteri sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial. Faktor yang diteliti adalah rizobakteri sebagai agens biokontrol terhadap patogen Rizoctonia solani yang terdiri dari 18 isolat rizobakteri yaitu : Pseudomonas capasia (A1) , Bacillus megaterium (A2), Pseudomonas dimuta (A3), Bacillus bodius (A4), Bacillus laterophorus (A5), Bacillus larvae (A6), Bacillus alvei (A7), Bacillus coagulans (A8), Bacillus firmus (A9), Bacillus pilymixa (A10), Bacillus lichiniformis (A11), Bacillus stearothermophillus (A12), Actinobacillus suis (A13), Actinotorbacter sp. (A14), Azotobacter sp. INA8 (A15), Azotobacter sp. (A16), Necercia sp. (A17), Flavobacterium sp. (A18). Sebagai kontrol (A0) juga dikecambahkan benih yang tidak diberi isolat rizobakteri. Terdapat 6 rizobakteri dari 18 isolat yang diuji yang memberikan penurunan nilai gejala serangan patogen Rhizoctonia solani yaitu Pseudomonas dimuta, Bacillus bodius, Bacillus laterophorus, Bacillus lichiniformis, Bacillus stearothermophillus, dan Azotobacter sp. Perlakuan benih dengan rizobakteri Flavobacterium sp sangat nyata meningkatkan vigor benih pada tolok ukur indeks vigor. Perlakuan benih terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman terhadap parameter tinggi tanaman dan diameter batang umur 4 MSP adalah Bacillus bodius dan parameter jumlah daun pada perlakuan jenis rizobakteri Pseudomonas capasia. Influence of Seed Treatment Using Agens Bio-Control Against Rhizoctonia solani Disease and Seedling Growth of Red Chili Pepper Abstract. Seed treatment using rizobakteri as an alternative to substitute the use of chemicals to control plant disease.. This study aims to (1) study the influence of several types of rizobacterial isolates in inhibiting the growth of Rhizoctonia solani on the growth of red chili seedlings, and (2) the influence of seed treatment using rhizobacteria as a trigger for plant growth. This study used a complete randomized design (RAL) non factorial. The factors studied were rizobacteria as a biocontrol agent against Rizoctonia solani pathogen consisting of 18 rizobacterial isolates: Pseudomonas capacia (A1), Bacillus megaterium (A2), Pseudomonas dimuta (A3), Bacillus bodius (A4), Bacillus laterophorus (A5) Bacillus larvae (A6), Bacillus alvei (A7), Bacillus coagulans (A8), Bacillus firmus (A9), Bacillus pilymixa (A10), Bacillus lichiniformis (A11), Bacillus stearothermophillus (A12), Actinobacillus suis (A13), Actinotorbacter sp . (A14), Azotobacter sp. INA8 (A15), Azotobacter sp. (A16), Necercia sp. (A17), Flavobacterium sp. (A18). As control (A0) also added seeds that were not given rizobacterial isolates. There were 6 rhizobacteria of 18 isolates tested which decreased the symptom value of pathogenic attack of Rhizoctonia solani ie Pseudomonas dimuta, Bacillus bodius, Bacillus laterophorus, Bacillus lichiniformis, Bacillus stearothermophillus, and Azotobacter sp. Treatment of seeds with rizobacteria Flavobacterium sp very significantly increases the vigor of seeds on the benchmark vigor index. The best seed treatment in improving plant growth on plant height parameters and stem diameter of 4 MSP was Bacillus bodius and leaf number parameters in the treatment of rhizobacteria Pseudomonas capacia.
Co-Authors Abd Kadir, Abd Adam, Kaharudin Adnan Adnan Afgani, Jamaluddin Al AFRIANTI, VIVI Agustina, Betti Ainul Uyuni Taufiq, Ainul Uyuni Ainun Marliah Alaa, Siti Alim, Nur Alim, Nur Alprince Maleso Anggriani, Misba Angraini, Lily Maysari Anita Rahayu Arham Arham, Arham Asngadi Asngadi Aswar, Dody Azlinda Azman, Azlinda Badarwan Badarwan, Badarwan Bambang Hendro Sunarminto Barasandji, Saharaduin Bulotio, Nur F Cahaya, Aldina Chairiyah chairiyah, Chairiyah Christi L., Rita Cut Nur Ichsan DEWI SARTIKA Didik Indradewa dirgantary, salvitia Efendi Efendi Erwin Abdul Rahim, Erwin Abdul Fadila, Nanda Firdaus Firdaus Firman Nasiu Hairil Adzulyatno Hadini Halimursyadah Halimursyadah Halimusyadah, Halimusyadah Harisah, Sitii Hasanuddin Hasanuddin Hatta Muhammad HD, Julita Heryanto, Religius HI. MOH. SALEH, HUSEIN Idris Patekai Indradewa, D. Ishak Ishak Ismail A. Sanusi Isnaeni, Purnaning Dhian Jimi, Andi Asiz Jimi, Andi Azis Juhriati, Juhriati KASENG, SAHARUDDIN Katmono, Katmono Keban, Sesilia A La Alimuddin, La Alimuddin La Ringgasa La Ringgasa, La Ringgasa Lamai, Suhartini Lantu, Lantu Lindongi, Linda Ernawati Listyorini, Florentina H. M. Abduh Ulim MAHID, DIAH ANGGRAENI Makmur Nurdin, Makmur Mardiah Mardiah Marlina Marlina Maulidia, Vina Mawo, Junita Seravi MIRU, SULAIMAN Muh. Ikhsan, Muh. Muhammad Yunus Muhammad Yusuf Hidayat, Muhammad Yusuf Muhammad Zulfitrah Muhtar, Indra Jaya Nahra Fahmi NASER, VIRNA ALISHA NINGSIH Nazaruddin, Rezkiawati Nitafiyah, Zahro’in nofrika, vony Nurul Qomariyah Olii, Abd. Hafidz Orna, Orna Pairin Pairin, Pairin Pandaleke, Alex Y. Pantanemo, Fauzia Prapto Yudono Pratama Bayu Santosa Pratama, Iswar Edis Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahmat Hidayat Rahmawati Rahmawati Ratna Ayu Damayanti, Ratna Ayu Retnawati, Titin Rita Hayati Rusdin, Famri Sabrianto Aswad, Sabrianto Safriani Safriani, Safriani Saharudin Saharudin Sahrudin Barasandji Samrin Samrin, Samrin Santi, Kanya Eka Sinapati Sinapati Siti Hafsah Stanislaus, Stanislaus Sudarkam R. Mertosono Suhartini Dg. Matata Sukrisna, Bakti Susanti, Ariska Sutopo, Dedem Syafruddin Syafruddin T. Sarwanidas Taha, Miftahul Janna Tasfa, Dewi Muetia Teti Arabia Tri Tunggal, Tri Tungga, Jefri ULINSA, ULINSA Utami, Ni Nyoman Tri Utomo, Gunadi Setyo Wahyu, Riswan Wirawan, Rahadi Ys., Hardi Yuliana Yuliana Yunidar Nur Yunidar Yunidar Yusman Bakri Z, khairani Zainal Zainal