Articles

Found 13 Documents
Search

RESENSI BUKU: READING TO LEARN IN THE CONTENT AREAS

Diksi Vol 13, No 2: DIKSI JULI 2006
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.845 KB)

Abstract

Resensi BukuREADING TO LEARN IN THE CONTENT AREAS(Judy S. Ricahrdson, Raymond E. Morgan, & Charlene Flener, Sixth Edition, 2006,Belmont CA: Thomson Higher Education, xxi, 501 pp.)

MODEL PERANGKAT PEMBELAJARAN MENULIS BERDASARKAN PENDEKATAN PROSES GENRE BAGI SISWA SMP

LITERA Vol 11, No 2: LITERA OKTOBER 2012
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research and development study aims to produce models of teaching kits forwriting based on the genre process approach for junior high school students. The procedure employed the R2D2 model, consisting of three main stages, i.e. (1) definition, (2) design and development, and (3) dissemination. The data consisted of qualitative and quantitative data. The qualitative data were analyzed using the domain analysis technique with critical and reflective principles, while the quantitative data were analyzed using t-test with SPSS 16.0 for Windows. The study produces five models, i.e.: (1) a syllabus model, (2) a lesson plan model, (3) a learning materials model, (4) an evaluation instrument model, and (5) a teacher guide model of the teaching of writing. Based on the data analysis, the five models of teaching kits for writing are effective to improve the students’ writing ability.

PEMETAAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SD, SMP, DAN SMA DI KOTA YOGYAKARTA

Jurnal Pendidikan Karakter No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Februari 2014, TH. IV No. 1
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di SD, SMP, dan SMA di Kota Yogyakarta. Penelitian survei ini mengambil sampel dengan teknik area cluster random sampling sehingga diperoleh sampel satu sekolah untuk SD dan SMA dan dua sekolah untuk SMP untuk wilayah Yogyakarta bagian Utara, Selatan, Barat, dan Timur. Instrumen pengum- pul data berupa angket dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. Menurut pendapat para guru, perencanaan pendidikan karakter di sekolah-sekolah Kota Yogyakarta sudah dilakukan dengan cukup baik, tetapi berdasarkan analisis RPP yang dibuat oleh guru, ada beberapa RPP yang belum mengandung nilai-ni- lai target yang akan dikembangkan dalam pembelajaran. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah sudah dipadukan dalam berbagai mata pelajaran. Penilaian pengetahuan dan kemauan untuk meng- aktualisasikan nilai-nilai target pendidikan karakter baru pada sebagian soal-soal yang dibuat guru, sedangkan penilaian perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai target dilakukan oleh kebanyakan guru hanya dengan wawancara. Kata Kunci: pemetaan, implementasi, dan pendidikan karakter

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI MEDIA KARTU SKENARIO DI SDN 08 VI SUKU, SOLOK

Jurnal Prima Edukasia Vol 2, No 2: Juli 2014
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) proses peningkatan kemampuan bercerita dan peningkatan proses pembelajaran bercerita dengan menggunakan media kartu skenario, (2) hasil peningkatan kemampuan bercerita dan peningkatan proses pembelajaran bercerita dengan menggunakan media kartu skenario. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Variabel penelitian meliputi variabel bebas berupa penggunaan media kartuskenario, dan variabel terikat berupa kemampuan belajar. Penelitian tindakan kelas ini diimplementasikan pada peserta didik kelas III di SD Negeri 08 VI Suku Solok karena diindikasikan bahwa kemampuan peserta didik dalam pembelajaran bercerita masih rendah. Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu skenario dalam pembelajaran bercerita terbukti berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan dan proses pembelajaran bercerita siswa. Kemampuan bercerita peserta didik mengalami peningkatan, yaitu dari rata-rata 70,86 pada siklus 1 menjadi 80,00 pada siklus 2 dengan klasifikasi baik. Ketuntasan belajar klasikal dari 40% di siklus 1 meningkat menjadi 77% di siklus 2. Aktivitas guru dalam proses pembelajaran menunjukkan rata-rata 75,00 diklasifikasikan baik pada siklus 1 menjadi 86,00 pada siklus 2 dengan klasifikasi sangat baik. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dari rata-rata 72,07 pada siklus 1 menjadi 82,93 pada siklus 2 dengan klasifikasi sangat baik. Jadi pelaksanaan tindakan mengguna-kan media kartu skenario telah mencapai indikator keberhasilan dalam penelitian ini, yakni nilai perolehan rata-rata kemampuan bercerita ≥75,00 dan ketuntasan belajar klassikal mencapai 75%. Pelaksanaan proses pembelajaran baik dari aktivitas guru maupun aktivitas siswa memperoleh rata-rata >80,00 dengan klasifikasi sangat baik. Dengan demikian penggunaan media kartu skenario dapat meningkatkan kemampuan bercerita dan dapat meningkatkan proses pembelajaran bercerita siswa kelas III di SD Negeri 08 VI Suku, Solok. __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________IMPROVING THE STORYTELLING ABILITY OF ELEMENTARY SCHOOL 08 VI SUKU, SOLOK THROUGH SCENARIO CARDSABSTRACT This study aims to describe: (1) the process of improving the students’ storytelling ability and learn-ing process by using scenario cards, (2) the result of improving the students’ storytelling ability and learning process by using scenario cards. This study used the action research design. The variables of the research included an independent variable in the form of the use of scenario cards and a dependent variable in the form of storytelling abilities. This research was implemented to the students of Class III,  SDN  08 VI Suku since it was indicated that the storytelling ability and the learning process in storytelling were still low. This research was conducted in the first semester of the school year of 2013/2014. The data collection techniques used were atest, observation, field notes, and documentation. The study revealed that the use of scenario cards in the teaching and learning process of storytelling improves the students’ storytelling abilities and learning process. The students’ storytelling abilities have improved from the overall mean of 70.86 in the first cycle to 80.00 in the second cycle, that is from good into very good. The mean of the teachers’ activity in the learning process was 75.00 and classified good in the first cycle changed to 86.00 in the second cycle and classified very good. The mean of the students’ activity in the teaching process was 72.07 and classified good in the first cycle changed to 82.93 in the second cycle and classified very good. In short, the use of scenario cards was successful in this study, that is the mean of students’ storytelling abilities ≥ 75 and classical  mastery learning 75%. The mean of the learning process from either teacher’s activities or students’ activities was > 80.00 and classified very good. Thereby, the use of scenario cards can improve the students’ storytelling ability and teaching process in Class III SDN 08 VI Suku, Solok. Keywords: storytelling abilities, scenario cards media

PENGEMBANGAN BUKU PELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF BERBASIS NILAI KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB DI SEKOLAH DASAR

Jurnal Prima Edukasia Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengetahui keefektifan buku pelajaran tematik-integratif dengan tema “Mari Bermain Sambil Berolahraga” berbasis nilai karakter disiplin dan tanggung jawab untuk peserta didik kelas III SD. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Brog & Gall. Uji coba produk melibatkan 67 peserta didik kelas III SD 2 Padokan Bantul. Hasil penelitian menunjukkan buku pelajaran yang dikembangkan dari aspek kelayakan isi berkategori “sangat baik”, aspek kebahasaan berkategori “sangat baik”, aspek penyajian berkategori “sangat baik”, dan aspek kegrafikaan berkategori “sangat baik”. Hasil untuk nilai karakter disiplin menunjukkan uji-t= -3,110 dengan P sebesar 0,000 dan nilai karakter tanggung jawab menunjukkan hasil uji-t= -4,440 dengan P sebesar 0,003. Selain itu, nilai hasil belajar menunjukkan 100% peserta didik tuntas dalam pembelajaran. ________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ DEVELOPMENT THEMATIC-INTEGRATIF TEXTBOOKS BASED ON DISCIPLINE AND RESPONSIBILITY VALUES IN ELEMENTARY SCHOOLABSTRACT This study aims to: produce and determine the effectiveness of thematic-integrative textbooks with the theme of "Lets Play while Exercising" based on discipline and responsibility values. This study is a Research and Development (R & D) with a Brog and Gall model. The tryout involved 67 students of grade III in Padokan Bantul Elementary School 2. This is evidenced by the results of expert evaluation showing the textbooks  developed is terms of the feasibility contents category is "very good", aspects of language category is "very good", aspects of presentation category is "very good", and aspect of grapichlly category is "very good". As for discipline value results of t-test = -3.110 with P values of 0.000 and the value of responsibilities results of t-test = -4.440 with P values 0.003. Moreover, the data of the learning result show is 100% learning mastery. Keywords: textbooks, thematic-integrated, discipline value, responsibiliy value

Pembahasan Hasil Penelitian PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOSAKATA PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN “UPAYA PENINGKATAN INTERAKSI DAN AKTIVITAS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA DENGAN STRATEGI ANALISIS FITUR SEMANTIK”

LITERA Vol 4, No 1: LITERA JANUARI 2005
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas hasil penelitian terhadap penerapanstrategi Analisis Fitur Semantik yang dilakukan oleh Ari Kusmiatun dengan judulUpaya Peningkatan Interaksi dan Aktivitas Belajar dalam Pembelajaran Kosakata denganStrategi Analisis Fitur Semantik. Pembahasan terutama difokuskan pada teori danmetode yang dipakai peneliti untuk memecahkan masalah penelitian.

PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU-GURU SLTP SE KECAMATAN TEPUS DAN TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKA TKAN KEBERHASILAN BELAJAR SISW A

INOTEK Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003
Publisher : LPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The  purpose   of  this  training   in  order  to  conduct   service  community   through   the Sibermas   Program   is  to  increase   skills  and  knowledge   of  the  teachers   of  the  secondary Tepus and Tanjungsari  school in constructing  and conducting  Classroom  Action  Research.The participants   of this  service  community   are 20 subject  matter  teachers  from  any content   areas  of  Tepus   and  Tanjungsari    Secondary   School.     The  training   is  held  from August  27 to 29 2002.   The constructing  research  proposal  is conducting  in a week between August  30 and  September   5, 2002.  The  monitoring   of research  activities  is held  between September   15 and October  30.  The training  used techniques  of lecture,  discussion,  tutorial, and monitoring.The result  if this training activity  is that all of the teachers  followed  this activity  havecompetencies     of    Classroom     Action    Research     including    basic    consept,    procedurs, constructing   proposal,  implementing,   and reporting.    There  are  13 teachers  could  construct Classroom  Action  Research  proposal.   Two of them funded to conduct  of research,  those are the group  from  Tepus  2 Secondary  School  and Tanjungsari   2 Secondary  School.   Basid  on the  result,  it  could  be  concluded   that  this  training   activity  could  increase  the  skills  and knowledge   of  the  Secondary   School  teachers   in  contructing   and  conducting   Classroom Action  Research  so this activity  that could increase  the achievement  of he students. Key words:   Sibermas,   Classroom  Action  Research

PERANG TARIF DALAM INDUSTRI LAYANAN JASA TELEPON SELULER: ANALISIS WACANA IKLAN OPERATOR TELEPON SELULER DI MEDIA MASSA

Diksi Vol 16, No 1: DIKSI JANUARI 2009
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.482 KB)

Abstract

As a product of media, advertisements in both print and electronic media withtheir hegemony are made to persuade readers or listeners to act as the advertisements wish,namely buying the advertised products. Based on an analysis of mass media, inadvertisements by cellular phone operators, there is a price war as a strategy to attractconsumers. Each cellular phone operator tries to show an image that the company offersthe lowest price. This may influence and deceive consumers as the party that is forced touse the company’s service. In practice, an offer with a low price usually needs a conditionand requirement that consumers have not known before. Therefore, it is necessary thatconsumers should be selective and critical in digesting an advertisement made by a cellularphone operator offering a low price.Keywords: advertisement, cellular phone operator, mass media

PENINGKATAN PERKULIAHAN BAHASA INDONESIA UNTUK MEMBINA KETERAMPILAN MAHASISWA Abstract DALAM MENULIS KARYA ILMIAH

Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

icle is based on a classroom action research aimed at1I11"1r"l11~ ....nTOfl~01nt in classes of Bahasa Indonesia at........... ,..,., ............, .... V ..... IIoJIlIlo"_IJI,.V were VIJI,._~"_.II.Jl.II.VLanguage A....Iu.~"""Q".4."AVJLA"A....Iu.·~"""... .a.VA.a. Study Programs, numbering fifty-one,and thirty-eight, respectively. The analysis the__.11.&"1-.11..11. __ through observations, tests, and writing assignments, wasand qualitatively descriptive.o"r.ln........~111C"n1!4rOt,. were based on the levelworks, which was indicated by the scores obtained.The resultsof the action research can be asfollows. First, the students skills writing scientific works arecategorized good so that the learning model employed in theresearch, composedof discussion, assignment the form writingpractice, and lecture related to theoryof writing complete withwritten material of various forms, is considered good or appropriate.Second, an explorationof students needs and a discussion to anagreement about the learning material, model, and evaluation haveimproved their awarenessof significant matters and theirresponsibilities in classes.

STRATEGI PENGGUNAAN BENTUK PASIF Dl- DAN DIRlPADA PENULISAN KARANGAN ILMIAH

Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1993,TH.XIII
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bentuk pasif dalam penulisan karanganUmiah masih diperdebatkan sebagian ahli bahasa. Ada yangsetuju dan ada pula yang tidak setuju. Mengingat beranekaragamnyabentuk pasif bahasa Indonesia, bentuk pasif yangmana yang digunakan? Bagaimana penggunaannya? Makalahini berusaha mengungkap penggunaan bentuk pasif di- dandiri- dalam penulisan karangan ilmiah.Berdasarkan kajian yang dilakukan diperoleh simpulanbahwa bentuk pasi! di- tepat digunakan dalam hal penulisakan menyampaikan pesan atau informasi yang tidak bersifatpengajuan ide, gagasan atau pendapat karena penggunaanbentuk pasif di- membawa nuansa verbal yang naratif.Sedangkan bentuk pasif diri- tepat digunakan dalam halpenulis akan menyampaikan ide, gagasan atau pendapatkarena penggunaan bentuk pasif diri- membawa nuansa verbalyang taknaratif (performatif) dan proposif. Selain itu, bentukpasif di- hanya digunakan jika pelaku adalah persona III,sedang bentuk pasif diri- dapat digunakan dengan persona If IIatau III.