Articles

ANALISA KARAKTERISTIK HIDRODINAMIK HYDROFOIL NACA 0015 MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC Sudargana, Sudargana; Syaiful, Syaiful
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Krisis energi dan lingkungan membuat manusia di dunia berusaha memanfaatkan energi alternatifterutama energi non CO2. Indonesia kaya akan potensi energi baru dan terbarukan terutama arus laut.Pemanfaatan energi ini membutuhkan turbin Darieus atau Gorlov dengan sudu profil hidrofoil. Dalamliteratur profil aerofoil, koefisien Lift dan Drag hanya dari susut serang 0 sampai keadaan Stahl.Sedangkan untuk turbin diperlukan koefisien Lift dan Drag dari 0 sampai 360o.Dengan diperoleh koefisien Lift dan Drag maka dapat diperkirakan perhitungan secara matematikkarakteristik turbin Darieus ataupun Gorlof. Dalam penelitian ini dipakai sudu NACA 0015. Untukmencari koefisien Lift dan Drag dapat diperleh dengan bantuan program Gambit dan fluent. ProgramGambit untuk membuat prototipe profil, sedang program fluent untuk mencari koefisien Lift dan Dragdengan sudut serang bergerak daro 0 sampai 360o.Hasil diperoleh kurva koefisien Lift sebagai sinusioda dengan periode 180o (π) dengan amplitudoberbeda antara -270o sampai 90o dengan 90o sampai 270o. Sedangkan koefisien Drag berupa harga mutlaksinusoida dengan periode 360o (2 π).
OPTIMASI DESAIN CETAKAN DIE CASTING UNTUK MENGHILANGKAN CACAT CORAN PADA KHASUS PENGECORAN PISTON ALUMINIUM Widyanto, Susilo Adi; Umardhani, Yusuf; Nugroho, Sri; Syaiful, Syaiful; Bayuseno, Athanasius Priharyoto
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Komponen mekanis berbahan aluminium telah banyak digunakan sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan beberapa komponen dengan unjuk kerja tinggi juga terbuat dari bahan aluminium. Piston merupakan salah satu contoh produk aluminium yang bekerja pada temperatur dengan variasi beban yang tinggi. Paper ini membahas proses desain die casting produk piston dan optimasi proses casting untuk memperoleh kualitas produk cor terbaik dengan metode gravitasi maupun high pressure die casting (HPDC).Penelitian diawali dengan proses desain die casting, pengujian aspek geometris cetakan, rancang bangun mesin HPDC dan pengujian pengecoran dengan gravitasi maupun dengan menggunakan tekanan (HPDC). Pada pengujian pengecoran, temperatur cetakan divariasikan yang meliputi 250, 300, 350 dan 400 derajat C. Sedangkan bahan baku menggunakan bahan baku aluminium bekas dan campuran dengan master alloy ADC 12.Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan saluran tuang yang sesumbu dengan geomteri piston, cacat terjebaknya gas dibawah cover merupakan cacat permanen yang sulit dihilangkan. Hal tersebut disebabkan karena aliran pembuangan gas berlawanan dengan arah aliran logam cair, sehingga proses pelepasan udara menjadi terhalang. Penggunaan saluran tuang samping merupakan solusi optimum untuk memperoleh produk piston yang bebas cacat terjebaknya gas.
SECOND ORDER UPWIND DIFFERENCING SCHEME OF K- TURBULENCE MODEL FOR AIR AND EGR FLOW MIXTURES IN INTAKE MANIFOLD OF DIESEL ENGINE Syaiful, Syaiful; Hendarto, Tommy
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Fluent is one of the commercial software of computational fluid dynamics using a finite volume of discritization method.This method devides a domain of model becoming several small finite volumes. This software may be used to predict the fluid flow, heat transfer, chemical reaction and other fluids phenomena. In the recent study, the Fluent is used as a tool to predict the characteristics of air and partial exhaust gas mixtures in an intake manifold of diesel engine.In this modeling, the observed mixtures characteristics are the fluid flow and temperature distributions. The type of fluid flowing in the intake manifold of EGR is a turbulent flow. Fluent serves some turbulence models which are k-ε, k-ω and Reynolds Stress Model (RSM) models. Each turbulence model has a different characteristics. It is important, therefore, to know the appropriate turbulence model type for investigating the fluid flow mixtures phenomena in the intake manifold. The fluids flowing into this intake manifold are varied based on the percentage of opening valve EGR, opening load valve and diesel engine speeds. The study shows that the k-ε turbulence model is the best model than the other models. This turbulence model has small error with the experimental results for several the opening load valves in which for opening load valve of 0% (0.374% error), 50% (0,495% error), 75% (0,444% error) dan 100% (0,505% error). However, the k- turbulence model has the smallest error (0.381%) at the opening load valve of 25%.
KARAKTERISTIK EMISI JELAGA MESIN DISEL MENGGUNAKAN VENTURI SCRUBBER EGR DENGAN BAHAN BAKAR SOLAR Syaiful, Syaiful; Budiman, Arif
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Kondisi alam sekarang sudah sangat memprihatinkan karena pemanasan global yang salah satunya disebabkan oleh hasil pembakaran kendaran bermotor yang tidak sempurna. Para pakar otomotif dunia terus melakukan inovasi terhadap produk-produknya,agar gas buang menjadi lebih ramah lingkungan. Sekarang ini kendaraan yang ramah lingkungan sudah menjadi trend dunia,termasuk di Indonesia. Pada penelitian ini digunakan EGR (Exhaust Gas Recirculation) yaitu gas buang yang dimasukan kembali ke intak manifold dan berfungsi menurunkan NOx dan konsumsi bahan bakar. EGR yang di gunakan memakai system pendingin untuk mendinginkan suhu gas buang menggunakan Venturi Scrubber EGR. Penelitian ini juga meneliti adanya perbedaan kepekatan gas buang antara mesin diesel yang mengunakan Venturi Scrubber EGR dengan mesin diesel standar tanpa penggunaan Venturi Scrubber EGR.Pengujian dilakukan pada mesin isuzu panther indirect injection dengan bahan bakar solar. Dari hasil pengujian dengan penambahan alat berupa EGR diperoleh kenaikan opacity sebesar 120,06 % sehingga asap yang keluar jauh lebih banyak di banding tanpa penggunaan EGR, Akan tetapi penggunaan EGR memberi dampak positif yaitu meningkatnya efisiensi bahan bakar (ηƒ) sebesar 59,22 % di banding mesin tanpa penggunaan EGR. Semua data di ambil pada EGR 20,9% dengan temperatur T3 600C saat putaran 2500 rpm dengan load 100%.
EFEK PEMANASAN TERHADAP KARAKTERISTIK DISTRIBUSI AMMONIA PADA ALIRAN GAS LAMINAR PADA SCR CATALYTIC FILTER DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI NUMERIK Syaiful, Syaiful
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.206 KB)

Abstract

Selective catalytic reduction (SCR) and diesel particulat filter (DPF) as a combined systems are used to reduce NOx and soot emissions emitted by the diesel combustors, respectively. The use of these methods in automotive application requires more space. Accordingly, a SCR catalytic filter is devised NOx reacts with ammonia (as a reducing agent) at the certain temperatures through a catalyst producing a harmless matter. An optimal NOx conversion is influenced by several additional factors including the homogeneity of NH3/NOx mixture, catalyst temperature (reaction temperature), space velocity (velocity of exhaust gas), uniformity of flow and spraying quality of urea solution droplets. To control NOx emissions, the need for smooth gaseous flow distributions become more important. The most important of gaseous flow distributions is the distribution of ammonia and NOx entering the SCR catalyst with the actual NH3/NOx ratio being the most frequently specified parameter. In SCR application, the important thing is not only on NOx reduction but also on ammonia slip which is influenced by the ammonia distribution. A heating temperature is required to achieve a temperature window. However, the heating temperature affects the gaseous flow structure in SCR catalytic filter which influences the ammonia mass distribution. Therefore, the uniformity of flow with the effect of heating temperature is considered in this study. Two Reynolds numbers of 320 and 640 are imposed to investigate the ammonia mass distribution characteristics at the laminar flow. The heating temperature is imposed in the range from 473 to 1273 K with 200 K intervals.The results show that the uniformity of ammonia mass distribution indicated by the mixing index reduces as increasing the heating temperature at the laminar flow.http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi/article/view/1972/1731
UJI DESKRIPSI KONDUKTIFITAS THERMAL AMPAS ONGGOK AREN DENGAN VARIASI TEKANAN KOMPAKSI Sudargana, Sudargana; Syaiful, Syaiful; Yohana, Eflita
ROTASI Volume 11, Nomor 3, Juli 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.929 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.3.21-22

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian ampas/onggok aren sangat sulit, karena sifat yang sulit dikeringkandan mengandung serat tajam yang mmapu menembus kulit manusia. Pemanfaatan sementara untukmedia bududaya cacing. Karakteristik ongok yang kaku dapat dimanfaatkan sebagai bahan isolatorpanas dan peredam suara,Dalam pemanfaatan sebagai isolator panas dalam penelitian ini dipakai standar ASTM E 1225.Onggok digiling dan diayak dengan mess 100, dicampur dengan lem kayu dengan perbandigan berat3:5, dicetak sebagai silinder diameter 25 mm dengan penekanan 10, 15, 20 dan 25 bar. Onggok danagar bentuk bisa pejal dipanaskan dengan temperatur 55, 65, 75 dan 85oC selama 10 menit. Bahanuji disusuu seri dengan silinder kuningan dengan konduktifitas thermal 89,7 W/mK dan panjang 25mm. Agar perpindahan panas dua dimensi sebelah luar silinder di isolasi dengan foam dengankonduktifitas 0,04 W/mK.Hasil penelitian bahwa semua kelompok bereda nyata, semakin rendah penahanan temperatur dansemakin tinggi tekanan kompaksi akan semakin tinggi konduktifitas thermalnya.
PENGARUH KUALITAS AIR BAKU TERHADAP DOSIS DAN BIAYA KOAGULAN ALUMINIUM SULFAT DAN POLY ALUMINIUM CHLORIDE Margaretha, Margaretha; Mayasari, Rizka; Syaiful, Syaiful; Subroto, Subroto
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 4 (2012): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.336 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengolahan air baku dengan menggunakan koagulan Aluminium sulfat dan Poli Aluminium Klorida (PAC) di intake Karang Anyar dan intake 1 Ilir pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis koagulan yang tepat dalam proses pengolahan air baku menjadi air minum. Jenis koagulan yang digunakan dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia pada air baku tersebut. Parameter uji yang diamati adalah parameter fisik dan kimia seperti kekeruhan, pH, Zat Padat Terlarut (TDS), Oksigen Terlarut (DO), konduktivitas, temperatur, besi, amoniak dan nitrit yang terkandung di dalam air baku. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode jar test untuk menentukan dosis koagulan dan analisa beberapa parameter untuk menentukan sifat fisik dan kimia yang terdapat pada air baku.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan koagulan Aluminium sulfat efektif dan ekonomis untuk air baku di intake Karang Anyar dengan dosis optimum koagulan sebesar 44 ppm dengan biaya Rp 57,20, 00 /m3. Sedangkan koagulan Poly Aluminium Chloride cair efektif dan ekonomis untuk air baku di intake 1 Ilir dengan penggunaan dosis optimum koagulan sebesar 5 ppm dengan biaya Rp 200,00 /m3. 
HIDROLISA MINYAK JAGUNG (CORN OIL) SECARA ENZIMATIK, PENENTUAN KONDISI OPERASI OPTIMUM, PERMODELAN MATEMATIK DAN PENENTUAN KONSTANTA KAPASITAS Syaiful, Syaiful; Amelia, Setriyana; Zulkarnain, Achmad
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 3 (2009): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.111 KB)

Abstract

Salah satu produk oleokimia yang dapat diperoleh dari minyak jagung adalah asam lemak. Asam lemak banyak digunakan dalam berbagai industri seperti industri kosmetik, plastik, cat, farmasi dan sabun. Asam lemak didapat dari proses hidrolisa minyak nabati (minyak jagung/corn oil) secara enzimatik dengan enzim lipase. Untuk mendapatkan %Hidrolisa untuk asam lemak minyak jagung dapat dilakukan dengan proses hidrolisa enzimatik menggunakan enzim lipase sebagai biokatalisator yang menghidrolisa trigliserida menjadi asam lemak. Variable yang digunakan pada penelitian ini adalah temperatur (30 oC, 40 oC, 50 oC,), Agitasi (100 rpm, 200 rpm, 300 rpm), konsentrasi enzim (0,03 gr, 0,06 gr, 0,09 gr) dan juga lamanya waktu hidrolisa (1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam, 7 jam, dan 8 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat konsentrasi enzim, maka % hidrolisa yang dihasilkan semakin meningkat. Hasil % Hidrolisa terbesar (73,67 %) diperoleh pada waktu hidrolisa 5 jam, agitasi 300 rpm dan temperatur 40 oC. Dari analisa hasil penelitian didapatkan permodelan matematik yang mengarah pada penentuan koefisien kapasitas., yang digunakan untuk mencari % hidrolisa secara teori.
Efek Sudut Serang Concave Delta Winglet Vortex Generators Terhadap Kenaikan Laju Perpindahan Panas Di Dalam Aliran Fluida Syaiful, Syaiful; Utomo, MSK Tony Suryo; Febriandy, Hengky Dwi
ROTASI Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.95 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.2.124-129

Abstract

Fin and tube heat exchanger adalah salah satu penukar kalor compact yang digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pada industri petroleum, industri kimia, industri HVAC dan indistri otomotif. Oleh karena itu peningkatan performa termal pada heat exchanger perlu untuk dilakukan. Salah satu cara untuk meningkatkan performa termal pada heat exchanger adalah dengan meningkatkan koefisien perpindahan panas konveksi pada fluida. Pada studi sekarang ini, eksperimen dilakukan untuk mengetahui beberapa parameter yang mempengaruhi perbaikan perpindahan panas. Eksperimental dilakukan dengan memasang vortex generators pada sudut serang 15, 30 dan 45 dengan susunan satu, dua dan tiga baris di dalam saluran persegi empat. Pada eksperimen ini, concave delta winglet vortex generators (CDW VGs) dan tanpa vortex generator (baseline) diinvestigasi. Kecepatan udara masuk ke dalam saluran persegi empat ditentukan pada rentang 0.4-2.0 m/s dengan interval 0.2 m/s dengan laju panas konstan 35 W pada plat dimana vortex generators ditempelkan. Pada kasus tiga baris DWP VG dengan sudut serang 45̊, koefisien perpindahan panas konveksi rata-rata meningkat 1,68 kali lebih besar daripada baseline. Sedangkan pada kasus tiga baris CDWP VGs dengan sudut serang 45̊, koefisien perpindahan panas konveksi rata-rata meningkat 1,76 kali lebih besar daripada tiga baris DWP VG.
EFEK METANOL KADAR RENDAH TERHADAP EFISIENSI TERMAL MESIN DIESEL INJEKSI LANGSUNG DENGAN SISTEM EGR Sugeng, Sugeng; Syaiful, Syaiful
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kendaraan yang semakin meningkat menyebabkan kelangkaan BBM dan meningkatkan polusi. Salah  satu  cara  untuk  mengatasi masalah  tersebut  adalah  dengan  penggunaan  bahan  bakar alternative antara  lain  minyak  jarak  dan metanol. Penelitian  ini    mempelajari  pengaruh  campuran metanol kadar rendah terhadap efisiensi termal pada mesin diesel Isuzu 4JB1 yang dilengkapi dengan system EGR (Exhaust  Gas  Recirculation). Metanol  yang  digunakan mempunyai  kadar  air  24,88% berbasis  volume.  Rasio  campuran  solar-minyak  jarak-metanol  yang  digunakan  adalah  100/0/0, 85/20/5, 80/20/10 dan 75/20/15 % pada volume basis. Bukaan katub EGR divariasikan dari 0 hingga 50%.  Pengujian  dilakukan  pada  putaran  stasioner  2000  rpm  dan  diberi  beban  dari    25%  sampai 100%  dengan  interval  pembebanan  25%. Sebuah  dynamometer  merk  dynamite  Land  &  Sea digunakan  untuk  mengukur  daya  mesin  yang  nantinya  akan  digunakan  untuk menghitung  efisiensi termal.  Data  hasil  eksperimen menunjukkan  bahwa  semakin  tinggi  presentasi  metanol  dalam campuran bahan bakar mengakibatkan efisiensi termal cenderung menurun.  Kata kunci: Efisiensi thermal, EGR, metanol.