Articles

Found 15 Documents
Search

The Manipulation effectivity of cell co-cultures in 5% CO2 incubation system to increase in vitro cattle embryo production Syaiful, Ferry Lismanto; BP, Zesfin; Saladin, R; ., Jaswandi; ., Hendri
Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Indonesian Animal Sciences Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14334/jitv.v15i1.678

Abstract

The purpose of this research is to determine the effectivity of various cell co-cultures of cattle embryo production by in vitro CO2 5% incubation system and get the best cell co-culture. Cell co-culture which are used in the synthesis is the oviduct cells, isthmus cells, ampulla cells, follicle cells and without cells. Data were analyzed based on completely randomized desiggn. The average growth rate/ cleavage in various cell culture was: the oviduct cell 59.24%, ampulla cell  58.69%, isthmus cell 58.25%, follicle cell 52.24% and without cells 47.76%. The average  growth of 8-16 cells embryos to various cell co-culture was: the oviduct cell 46.02%, ampulla cell 45.45%, isthmus cell 45.15%, follicle cell 43.07%, and without cell 38.50%. The mean percentage of morula in various cell co-culture treatment was: the oviduct cell 20.59%, ampulla cell 20.48%, isthmus cell 20.30%, follicle cell 16.96% and without cell 12.58%. The average percentage of embryonic growth (cleavage, 8-16 cells and morula) was not significantly different (P > 0.05).  The treatment of a variety of cell co-culture increased significantly (P>0.05), blastocysts production, namely: the oviduct cell 3.28%, ampulla cell 3.22%, isthmus cell 3.08%, follicle cell 2.45% and without cell 1.97%.  In conclusion, the treatment of various cell co-culture in 5%CO2   incubation system can increace the growth of cattle embryos in vitro.   Key words: Cell Co-Culture, In Vitro Embryo, 5%CO2 Incubation System, Cattle
The Manipulation effectivity of cell co-cultures in 5% CO2 incubation system to increase in vitro cattle embryo production Syaiful, Ferry Lismanto; BP, Zesfin; Saladin, R; ., Jaswandi; ., Hendri
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 15, No 1 (2010): MARCH 2010
Publisher : Indonesian Animal Sciences Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.437 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v15i1.678

Abstract

The purpose of this research is to determine the effectivity of various cell co-cultures of cattle embryo production by in vitro CO2 5% incubation system and get the best cell co-culture. Cell co-culture which are used in the synthesis is the oviduct cells, isthmus cells, ampulla cells, follicle cells and without cells. Data were analyzed based on completely randomized desiggn. The average growth rate/ cleavage in various cell culture was: the oviduct cell 59.24%, ampulla cell  58.69%, isthmus cell 58.25%, follicle cell 52.24% and without cells 47.76%. The average  growth of 8-16 cells embryos to various cell co-culture was: the oviduct cell 46.02%, ampulla cell 45.45%, isthmus cell 45.15%, follicle cell 43.07%, and without cell 38.50%. The mean percentage of morula in various cell co-culture treatment was: the oviduct cell 20.59%, ampulla cell 20.48%, isthmus cell 20.30%, follicle cell 16.96% and without cell 12.58%. The average percentage of embryonic growth (cleavage, 8-16 cells and morula) was not significantly different (P > 0.05).  The treatment of a variety of cell co-culture increased significantly (P>0.05), blastocysts production, namely: the oviduct cell 3.28%, ampulla cell 3.22%, isthmus cell 3.08%, follicle cell 2.45% and without cell 1.97%.  In conclusion, the treatment of various cell co-culture in 5%CO2   incubation system can increace the growth of cattle embryos in vitro.   Key words: Cell Co-Culture, In Vitro Embryo, 5%CO2 Incubation System, Cattle
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NAGARI PERSIAPAN SIDODADI, KABUPATEN PASAMAN BARAT MELALUI TEKNOLOGI DETEKSI KEBUNTINGAN DINI DAN INOVASI PERMEN SAPI UNTUK PENGEMBANGAN SAPI POTONG Syaiful, Ferry Lismanto; Efrizal, Efrizal; S. Dinata, Uyung Gatot
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 4: Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bnm.1.4.113-123.0

Abstract

Sapi potong merupakan salah satu komoditas ternak strategis yang dapat mendukung stabilitas nasional sebagai penghasil daging. Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu daerah sentra pengembangan sapi potong di Sumatera Barat khususnya sapi Bali. Daerah ini memiliki daya dukung lahan yang luas dan berpotensi untuk pengembangan usaha sapi potong khususnya sapi Bali. Transfer teknologi deteksi kebuntingan dini dan inovasi pakan suplemen (permen) sapi ini ditujukan untuk meningkatkan pengatahuan dan ketrampilan peternak dalam peningkatan produktivitas sapi potong. Kegiatan yang berlangsung di Nagari Persiapan Sidodadi Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat dari bulan Juni hingga Agustus 2018. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 24 mahasiswa KKN-PPM yang terdiri 11 Fakultas yang ada Universitas Andalas. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: 1. masyarakat/ peternak mampu menerapkan teknologi deteksi kebuntingan dini terhadap sapi potong yang dimiliki, 2. terjadi peningkatan efisiensi reproduksi ternak sapi potong melalui test kit deteksi kebuntingan dini, dan 3. masyarakat mampu menerapkan inovasi pakan suplemen (permen) sapi untuk memenuhi kebutuhan ternak dan juga dapat dijadikan sebagai industri rumah tangga. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan dikategorikan sangat sukses dan bermanfaat atau berhasil mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada peternak serta masyarakat nagari. Disamping itu, pelaksanaan KKN-PPM ini memiliki kompetensi yang cukup dan kesesuaian ilmu dengan program yang dijalankan.
DISEMINASI TEKNOLOGI DETEKSI KEBUNTINGAN DINI “DEEA GESTDECT” TERHADAP SAPI POTONG DI KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT Syaiful, Ferry Lismanto
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 3a (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.3.18-25.2018

Abstract

Daerah Pasaman Barat merupakan daerah yang memiliki potensi lahan perkebunan maupun pertanian yang cukup luas. Kinali merupakan salah satu nagari di Pasaman Barat dengan luas wilayah  489.64 km₂ merupakan salah satu nagari di Kabupaten ini yang memiliki daya dukung lahan yang luas dan berpotensi dalam pengembangan usaha peternakan sapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi pada peternak dan masyarakat tentang optimalisasi penggunaan “DEEA GestDect” sebagai deteksi kebuntingan dini pada sapi rakyat dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peternak dalam penangan reproduksi/ kebuntingan ternak di daerah Kinali Pasaman Barat. Metoda yang digunakan dalam kegiatan ini adalah (1) Penyuluhan (ceramah), dan (2) Demontrasi pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) dan desiminasi teknologi penggunaan “DEEA GestDect” sebagai alat deteksi kebuntingan dini pada sapi rakyat. Dari hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pengetahuan dan keterampilan peternak dan masyarakat di daerah Kinali Pasaman Barat sebelum dilaksanakan kegiatan pengabdian ini belum mengenal deteksi kebuntingan dini pada sapi. Namun demikian  motivasi atau keinginan peternak dan masyarakat untuk melakukan usaha budidaya ternak sapi sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari keinginan peternak dan masyarakat untuk menguasai teknologi teknologi deteksi kebuntingan dini “DEEA GestDect” terhadap sapi rakyat sangat  tinggi. Lebih jauh dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penangan reproduksi/ kebuntingan dini ternak di daerah Kinali Pasaman Barat.
DISEMINASI TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKAN BUATAN ALTERNATIF DENGAN CAMPURAN LIMBAH KANGKUNG AIR, IPOMOEA AQUATICA FORKS UNTUK PEMBUDIDAYA IKAN DI SUMATERA BARAT Efrizal, Efrizal; Rusnam, Rusnam; Syaiful, Ferry Lismanto
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 3a (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.938 KB) | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.3.1-10.2018

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk pemanfaatan limbah kangkung air, Ipomoea aquatica Forks, sebagai salah satu bahan baku (material row) pakan buatan alternatif  dan  meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani ikan (masyarakat) Kelurahan Koto Tangah dalam bidang usaha pembuatan pakan/pelet ikan di Sumatera Barat.  Metoda yang digunakan dalam kegiatan ini adalah  (1) Penyuluhan (ceramah), dan (2) Peragaan pembuatan tepung dari limbah kangkung air dan pembuatan  pelet/pakan ikan alternatif dengan campuran tepung kangkung air. Dari hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:Pengetahuan dan keterampilan kelompok tani sawah laweh dan kelompok tani ikan batang kandis jaya di Desa Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kec. Koto Tangah Padang sebelum dilaksanakan kegiatan pengabdian IbM ini masih sangat rendah. Namun demikian  motivasi atau keinginan masyarakat kelompok tani mitra IbM untuk melakukan usaha budidaya atau pemeliharaan ikan sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari keinginan masyarakat kelompok tani mitra IbM  untuk menguasai teknologi pembuatan pakan ikan dari hasil limbah kangkung  air sangat  tingg. Lebih jauh dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencari pakan alternatif untuk pakan ikan sehingga kegiatan budidaya dapat berjalan dengan baik di kedua daerah mitra.
PENGEMBANGAN SAPI POTONG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI DETEKSI KEBUNTINGAN DINI DAN INOVASI PAKAN RAMAH LINGKUNGAN PADA KELOMPOK TANI DI NAGARI PERSIAPAN LANGGAM, PASAMAN BARAT Syaiful, Ferry Lismanto; Agustin, Fauzia; Ningrat, Rusmana; Dinata, Uyung Gatot S.; Efrizal, Efrizal
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4a (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.624 KB) | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.4.138-149.0

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat merupakan daerah yang memiliki potensi lahan perkebunan maupun pertanian yang cukup luas. Daerah Langgam merupakan salah satu nagari di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki daya dukung lahan berupa lokasi yang luas. Daerah ini cocok untuk pemeliharaan sapi potong yang bisa memberikan keuntungan yang baik bagi peternak jika dikelolah dengan manajemen yang baik. Disamping itu daya dukung lahan yang luas berpotensi untuk pengembangan usaha sapi potong. Namun disuatu sisi, potensi yang dimiliki daerah ini belum tergali secara optimal dan rendahnya pengetahuan peternak dalam inovasi teknologi pengembangan ternak. Kegiatan ini bertujuan untuk 1. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam budidaya sapi potong yang baik dan menguntungkan, 2. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang teknologi deteksi kebuntingan dini sapi potong dan 3. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam formulasi ransum dan inovasi pakan yang ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan tentang deteksi kebuntingan dini, formulasi ransum dan inovasi pakan yang ramah lingkungan berupa teknolosi silase dan pakan komplit. Sedangkan mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah kelompok tani Karya Muda dan Usaha Muda di daerah Langgam, Pasaman Barat. Kelompok Tani Karya Muda dan Usaha Muda ini memiliki ternak sapi potong sebanyak 200 ekor berupa sapi Bali yang pemeliharaannya secara semi intensif. Hasil kegiatan adalah peternak meningkat pengetahuannya tentang teknik budidaya sapi potong yang baik yang berbasis menguntungkan dan mampu melakukan teknologi deteksi kebuntingan dini pada sapi potong mereka. Disamping itu, peternak juga meningkat kemampuannya dalam formulasi ransum sehingga kebutuhan nutrisi ternak dapat terpenuhi sesuai standar kebutuhan ternak. Lebih lanjut, peternak mampu pemanfaatan limbah pertanian dan pengolahannya melalui teknologi inovasi pakan ramah lingkungan berupa teknolosi silase dan pakan komplit sebagai pakan ternak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelaksanaan kegiatan ini dikategorikan sukses dalam pencapaian target yang direncanakan dan peserta/ peternak pun sangat antusias mengikuti pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan yang dilakukan sanagt bermanfaat dan berhasil dalam mentransfer pengetahuan dan meningkatkan keterampilan peternak.
PENYULUHAN BUDIDAYA CABAI MERAH (Capsicum annuum L) DI NAGARI PARIANGAN, KECAMATAN PARIANGAN, KABUPATEN TANAH DATAR, SUMATERA BARAT Efrizal, Efrizal; Zakaria, Indra Junaidi; Syaiful, Ferry Lismanto
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 4: Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.974 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan adalah  untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi serta  berbagi pengalaman, penerapan ilmu, pengalian potensi diri dan pemecahan masalah yang terjadi di dalam masyarakat, terutama dibidang pertanian.  Metode kegiatan yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan, percontohan (demplot) dan pelatihan.  Monitoring dan evaluasi kegiatan dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada saat survey pendahuluan dan pada akhir kegiatan pendampingan KKN mahasiswa Unand.  Berdasarkan hasil survey dan data sekunder menunjukkan bahwa lapangan usaha pertanian setiap tahun mempunyai peranan yang paling besar dalam struktur perekonomian Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan distribusi persentase PDRB atas dasar harga berlaku, peranan lapangan usaha pertanian terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Tanah Datar pada Tahun 2016 adalah sebesar 32,53 persen, sedangkan tahun 2017 adalah 31,55 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,98 persen (Anonimus, 2017b).  Iklim dan cuaca Tanah Datar yang mendukung serta keadaan tanah yang subur menjadikan  lapangan  usaha  ini  sebaga tumpuan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.  Lapangan usaha ini perlu mendapat prioritas mengingat potensi sumber daya alam yang ada lebih banyak berada di lapangan usaha pertanian. Disamping itu, peningkatan bidang agroindustri  dan  agrobisnis  juga  dapat mendukung peningkatan nilai tambah lapangan usaha industri karena lapangan usaha ini termasuk lapangan usaha yang diandalkan dalam pembangunan prekonomian Kabupaten Tanah Datar di masa mendatang.  Berdasarkan potensi daerah dan kondisi masyarakat di Nagari Pariangan tersebut, maka kami terdorong untuk melakukan kegiatan penyuluhan budidaya cabai merah di Nagari Pariangan, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.  Dari hasil kegiatan penyuluhan ini terlihat bahwa adanya sambutan dan antusias masyarakat untuk  meningkatkan pengetahuan baik pada tingkat keluarga atau kelompok anggota masyarakat untuk mengembangkan budidaya cabai merah serta terjadi penurunan biaya produksi tanaman cabai, dengan demikian diharapkan terjadi peningkatan pendapatan petani cabai merah di Nagari Pariangan.
SIDO MAKMUR MENUJU DESA MAJU, SEJAHTERA DAN MANDIRI SIDO MAKMUR Evitayani, Evitayani; Syaiful, Ferry Lismanto
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 4: Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.324 KB) | DOI: 10.25077/bnm.1.4.156-163.0

Abstract

Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu dari sekian banyak kabupaten di Indonesia yang bisa dikatakan masih tertinggal. Konsep daerah tertinggal kontras dengan konsep nagari madani. Universitas Andalas untuk tahun 2018 mengangkat tema KKN PPM untuk KKN Tematik NDC. Salah satunya di desa Sido Makmur, kecamatan Sipora Utara, kabupaten Kepulauan Mentawai. Sesuai dengan ketetapan pemerintah tentang otonomi daerah bahwa desa harus bisa mengolah dan mengatur sendiri pemerintahannya. Hal ini juga harus sejalan dengan pelaksaaannya bahwa harus dilaksanakan pemberdyaaan masyarakat yang ada di desa agar bisa mewujudkan program Desa Mandiri. Mahasiswa Universitas Andalas dalam pelaksanaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) membantu mewujudkan pelaksanaan program tersebut dengan bentuk pengabdian kepada masyarakat berbekal ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah. Bekerja sama dengan berbagai lapisan elemen di masyarakat desa, seperti pemerintah desa, masyarakat, lembaga adat, kelompok pemuda, karang taruna, lemabaga pemberdayaan masyarakat (LPM), kelompok PKK dan lain sebagainya. Beberapa program kerja yang telah direncanakan berjalan baik dan lancar karena kerja sama yang terjalin. Diantaranya survei penduduk, pelatihan Microsoft Office kepada perangkat desa, penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, sosialiasasi kepada siswa-siswi SMA tentang jurusan dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NAGARI SONTANG KABUPATEN PASAMAN MELALUI INOVASI BUDIDAYA SAPI POTONG DAN INOVASI PAKAN ALTERNATIF YANG RAMAH LINGKUNGAN Syaiful, Ferry Lismanto; Dinata, Uyung Gatot S.; Ferido, Ferido
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 3: September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.612 KB) | DOI: 10.25077/bnm.1.03.21-31.2018

Abstract

Nagari Sontang merupakan salah satu agari yang terletak di Padang Gelugur Kabupaten Pasaman dengan jumlah penduduk sekitar 8200 jiwa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai bertani. Nagari Sontang memiliki areal lahan pertanian yang cukup luas yang berpotensi besar untuk dijadikan tempat pengembangan ternak sapi potong. Tujuan kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Nagari Sontang ini adalah untuk mentransfer teknologi budidaya sapi potong dan inovasi pakan yang ramah lingkungan dan pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sebagai pakan ternak. Kegiatan KKN ini dilaksanakan di Nagari Sontang, Pasaman pada tahun 2016. Kegiatan melibatkan 4 orang mahasiswa yang terdiri dari 1 orang dari Fakultas Pertanian dan 3 orang dari Fakultas Peternakan. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan program KKN-PPM pada masyarakat nagari Sontang, Pasaman adalah pendekatan partisipatif atau Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu melibatkan semua elemen masyarakat mulai dari kecamatan, wali nagari, kepala jorong, kepala dusun, ninik mamak atau yang dituakan, ibu-ibu rumah tangga (PKK) dan pemuda. Tahapan kegiatan ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 1. Peternak telah mulai termotivasi menambah pengetahuan dalam budidaya ternak sapi potong yang baik dan menguntungkan, 2. Kegiatan pengabdian berupa penyuluhan pemeliharaan ternak sapi potong melalui penerapan teknologi yang diberikan kepada petani sangat menarik minat petani untuk melakukan usaha ternak sapi potong selain usaha padi sawah untuk menambah pendapatan keluarga, 3. Selain pakan hijauan sebagai pakan utama ternak sapi (rumput gajah), petani juga bisa memanfaatkan jerami padi yang telah difermentasi sebagai pengganti pakan hijauan dalam memanfaatkan potensi daerah setempat, 4. Peternak sudah mengetahui mengenai reproduksi dan perkawinan ternak dan IB dan 5. Peternak sudah mengetahui terknis perawatan dan pengendalian penyakit ternak. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang telah dilakukan dikategorikan sukses. Hal ini tampak pada saat pelaksanaan kegiatan begitu besar animo peternak/ kelompok tani dan masyarakat di Nagari Sontang, Pasaman terhadap usaha peternakan sapi potong. Disamping itu begitu banyaknya yang turut hadir pada acara tersebut yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, juga kalangan anak muda. Adapun yang hadir saat itu ternyata tidak semuanya dari kalangan peternak, banyak juga petani yang bukan peternak yang antusias menanyakan bagaimana cara beternak sapi potong baik berbasis menguntungkan dan penerapan inovasi pakan alternatif yang ramah lingkungan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR KOMPOR SEKAM YANG RAMAH LINGKUNGAN DI KINALI, PASAMAN BARAT Syaiful, Ferry Lismanto; Dinata, Uyung Gatot S.; Hidayattullah, Yondra
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 3: September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.268 KB) | DOI: 10.25077/bnm.1.03.62-69.2018

Abstract

Kompor merupakan suatu alat yang digunakan masyarakat untuk memasak. Bahan bakar yang digunakan kompor berupa gas elpiji ataupun minyak tanah, gas elpiji. Kelangkaan minyak tanah sudah terjadi mulai dari beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu untuk mendapatkan minyak tanah masyarakat harus membayar dengan sangat mahal dan bahkan harus rela melakukan antrian yang sangat panjang untuk mendapatkan beberapa liter minyak tanah. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka sudah selayaknya kita memikirkan energi alternatif pengganti minyak tanah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan pencemaran limbah sekam padi sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan melalui pembuatan kompor sekam untuk penghematan bahan bakar minyak dan gas Kegiatan KKN dilaksanakan pada tanggal 28 Juni hingga 8 Agustus s/d September 2018. Jumlah mahasiswa yang dilibatkan adalah 24 orang. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan pembuatan kompor sekam dengan memanfaatkan sekam padi dilakukan oleh dosen Unand dan mahasiswa KKN PPM Unand dengan melibatkan masyarakat di Nagari Kinali Pasaman Barat. Dari kegiatan ini terlihat masyarakat sangat antusias dan mampu membuat kompor sekam dan mengolah limbah sekam padi menjadi bahan bakar kompor sekam tersebut. Disamping itu, kompor sekam dapat digunakan masyarakat untuk memasak dalam mengatasi kelangkaan minyak tanah serta pemanfaatan limbah sekam padi sebagai bahan bakarnya. Kompor dirancang untuk membakar sekam padi menggunakan jumlah udara terbatas untuk pembakaran yang menghasilkan api bercahaya biru, yang hampir mirip dengan kompor LPG. Dari kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan penggunaan kompor sekam dalam kehidupan sehari-hari untuk menghemat biaya dan mengatasi kelangkaan dan mahalnya gas elpiji maupun minyak tanah serta mengatasi pencemaran lingkungan dari limbah sekam.