. Syaiful
Dian Prabowo*1) Magister Teknik Mesin, Universitas Diponegoro Jl.Prof. Sudarto, SH, Tembalang Semarang

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PEMANAS PADA DISC UNTUK ALAT UJI TRIBOMETER TIPE PIN-ON- DISC Prabowo, Dian; Burhanudin, Aan; Armanto, Eko; Dwi, Didi; Jamari, .; Syaiful, .
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini merupakan suatu kajian dasar dalam ilmu Mekanika  kontak (contact mechanics)  yang berorientasi pada aplikasi  tentang tegangan dan deformasi yang timbul ketika dua permukaan solid bodies saling bersentuhan satu sama lain pada satu titik atau lebih (contact). Perancangan ini akan menelaah karakteristik suatu material yang ditimbulkan oleh adanya perbedaan beban yang diterima, variasi temperatur dan pemodelan kontak (sliding dan rolling). Alat uji pin-on-disc ini terhubung dengan suatu program pada komputer sehingga pengaturan variasi putaran, temperatur dan jumlah putaran disc dapat dengan mudah di atur dengan tujuan agar dalam pengujian lebih mudah untuk memvariasikan parameter yang akan dipakai. Kontrol yang dipakai pada alat ini menggunakan mikrokontroler sebagai pengatur dari peralatan yang ada pada alat uji ini ke komputer. Variasi yang disediakan pada alat ini terdapat pada beban yang dapat diganti, temperatur yang dapat dirubah dari 5 ˚C sampai 80˚C, putaran motor DC  dapat diatur dan jumlah putaran disk dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengujian. Untuk mengetahui gaya yang bekerja karena adanya pengaruh putaran pada lengan dipasang sensor gaya yang dapat langsung diketahui datanya pada komputer. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu tipe DS18B20 merupakan sensor suhu digital yang mempunyai keluaran berupa data, sensor gaya menggunakan loadcell,  sensor putaran menggunakan optocoupler U, pemanas yang digunakan yaitu peltier dan catu daya menggunakan swiching. Hasil  penelitian menunjukkan  temperatur    memiliki peran  dalam mempengaruhi  keausan  pada suatu material, semakin tinggi suhu yang diberikan semakin tinggi tingkat keausan yang akan terjadi. Kata Kunci: Perancangan, Mekanika kontak, Pin on Disc, Temperatur, Sensor
STRATEGI PENERAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA BISKUIT (SNI 2973:2011) BAGI INDUSTRI KECIL MENENGAH Syaiful, .; Hardjomidjojo, Hartrisari; Cahyadi, Eko Ruddy
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 13 No. 2 (2018): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.14 KB) | DOI: 10.29244/mikm.13.2.151-158

Abstract

BSN on December 22, 2011 has stipulated SNI 2973: 2011 Biscuit through the Decree of the Head of BSN No.242/KEP/BSN/12/2011, scope of products in SNI 2973: 2011 are Biscuits, Krekers, Wafers and Pies, Kukis. Until now the number of industries that apply SNI Biscuits is still low from 595 brands of biscuit products that have been registered in BPOM (BPOM, 2017) only 28 brands of biscuits that have received the certificate of SNI (BSN, 2018). Developing strategies to apply SNI Biscuit for SME is to increase applying SNI, as well as input to related technical institution  and related party in conducting coaching related to application SNI products for SME. The results of the assessment of the readiness of the five SME in implementing SNI 2973: 2011 Biscuits respectively as follows: SME A is 97.4%; SME B is 84.5%; SME C of 83.6%; SME D of 62.9%; and SME E of 71.4%. The grouping of the five SME using statistical analysis four SME groups based on their level of readiness in applying Biscuit SNI, namely the first group that is ready to apply the Biscuit SNI (SME A) which is in zone 1; the two groups are quite ready in applying the Biscuit SNI (SME B and C) in zone 2; the three groups of SME that are less prepared in applying the Biscuit SNI (SME E) which are in zone 3; the four groups of SME that are not ready to apply the Biscuit SNI (SME D) which are in zone 4. The recommended strategy for the four groups of IKM using Ishikawa diagram which focuses on the lowest internal and external factors of resources in each SME group.