Articles

Found 24 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK KOREKSI TIDAK LANGSUNG UNTUK MEMINIMALKAN KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENYUSUNAN KARYA ILMIAH PADA MAHASISWA NONJURUSAN BAHASA Tri Utami, Santi Pratiwi; Syaifudin, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 41, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.128 KB)

Abstract

Karya ilmiah merupakan salah satu sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Saat menyusun karya ilmiah, sebagian besar mahasiswa mengeluhkan kesulitan mengorganisasikan isi dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah sehingga banyak kesalahan berbahasa yang timbul, khususnya oleh mahasiswa nonjurusan bahasa. Oleh karena itu, harus segera dicari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu teknik untuk meminimalkan kesalahan berbahasa yaitu dengan teknik koreksi tidak langsung. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga tahap: prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kesalahan berbahasa pada penyusunan karya ilmiah dengan menerapkan teknik koreksi tidak langsung pada setiap tindakan, baik tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Secara keseluruhan mengalami penurunan rata-rata sebesar 25,06%. Jumlah rata-rata kesalahan berbahasa pada tahap prasiklus sebesar 24%, pada siklus II jumlah rata-rata kesalahan berbahasa menurun menjadi 13,75%. Setelah diterapkan teknik koreksi tidak langsung, mahasiswa dapat meminimalisasi kesalahan berbahasa dalam penyusunan karya ilmiah, serta terdapat persepsi dan kesan positif dari mahasiswa pada perkuliahan Mata Kuliah Umum bahasa Indonesia. Academic writing is one of the tools of dissemination science and technology. When developing academic writing, most of the students have difficulties in organizing and applying the rules of academic writing. It caused many language errors arise, particularly for non language departement students. Therefore, solutions must be sought to overcome these problems. One of the techniques to minimize language errors is indirect correction technique. This classroom action research was conducted in three phases: pre cycle, cycle 1 and cycle 2. The results show that the level of language errors in the preparation of academic writing are decreases by applying the indirect correction technique. Overall an average decline of 25,06%. The average number of language errors pre cycle by 24%, the second cycle of the average number of language errors decreased to 13,75% %. After indirect correction technique applied, it could minimize language errors in the preparation of academic writing for students non language departement, and there are perceptions and positive impressions from the students at general course Indonesian language.
PENALARAN ARGUMEN SISWA DALAM WACANA TULIS ARGUMENTATIF SEBAGAI UPAYA MEMBUDAYAKAN BERPIKIR KRITIS DI SMA Syaifudin, Ahmad; Utami, Santi Pratiwi Tri
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.937 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola dan teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulisargumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan orientasi teoretis analisis wacana.Data penelitian ini berupa wacana tulis argumentasi siswa. Data ini diperoleh dari tugas siswa menulisargumentasi yang telah diberikan guru, sehingga teknik pengumpulannya menggunakan dokumen tugas siswayang ada di guru masing-masing. Data yang diperoleh dianalisis dengan 3 langkah pokok, yakni reduksi data,penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil analisis data ditemukan bahwa pola penalaran argumen siswadalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA dapat dikelompokkanmenjadi 4 pola, yakni: (1) pola C-G-B, (2) pola C-G-W-B, (3) pola C-G-B-MQ, dan (4) pola C-G-W-B-MQ.Kemudian, teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakanberpikir kritis di SMA meliputi: (1) argumen dengan contoh, (2) dengan otoritas, dan (4) argumen dengan sebab.Kata kunci: berpikir kritis, penalaran, wacana tulis argumentatif
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPENDAPAT MAHASISWA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Syaifudin, Ahmad; Sulistyaningrum, Septina
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa malu atau kecemasan mahasiswa menjadi kendala utama setiap individu untuk berkomunikasi, termasuk berpendapat. Karena itu, melalui problem based learning (PBL) mahasiswa termotivasi untuk berpikir secara kritis dan analitik sehingga kemampuan berpendapat meningkat. Desain penelitian ini dilaksanakan melalui lesson study (LS) yang terdiri atas tahap plan, do, dan see. Hasil kajian ini dinyatakan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan mengemukakan pendapat, yakni kecemasan (takut) dan kemampuan memahami konsep materi yang rendah. Akan tetapi, melalui model PBL dengan sistem LS, rasa takut mahasiswa dapat dikikis. Pemahaman mahasiswa dalam konsep materi menjadi meningkat. Peningkatan itu diimbangi dengan peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat sebanyak 91% dari jumlah mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran.This research aims to motivate students to think critically and analytically, through Problem-based Learning, thus, their ability to give argument increases. It needs to do since the students’ shyness and anxiety becomes major obstacles for each individual both to communicate and to give argument. Research design is done through Lesson Study having three stages; they are plan, do, and see. Result of this investigation shows that there are two factors causing the decrease of students’ ability to give argument. They are their anxiety (fear) and their low ability to understand subject matter concept. But, through Problem-based Learning with Lesson Study system, the students’ fear can be eliminated. The students’ understanding of subject matter concept also increases. This increase is balanced by the increase of students’ ability to give argument up to 95% of a number of students involved in this learning.
EVALUASI PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI PROVINSI JAWA TENGAH Haryono, Haryono; Syaifudin, Ahmad; Widiastuti, Sri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 32, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3224.327 KB)

Abstract

This study aimed to evaluate the components management of the inclusive education implementation in Central Java province. This study was designed with model of CIPP (Context, Input, Process, and Product). Subjects of the study include teachers, parents, principals, school committees, and the Department of Education and Culture. Instruments used to obtain the data in this study were varied according to the revealed variable. The research instruments used include questionnaires, observation guides, interview, and documentation. The findings of this study revealed that through an instrument system of accreditation inclusive education, the management of inclusive education component in Central Java province generally rated category C (total score = 24-43) and was not even accredited (total score = <24). Meanwhile, school accreditation of SLB in Central Java generally rated category B (total score of 44-63).Keywords : ABK, inclusive education
PENGEMBANGAN BUKU TEKS MENULIS ARGUMENTASI BERDASARKAN POLA PENALARAN ARGUMENTATIF Syaifudin, Ahmad; Pratama, Hendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 30, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.116 KB)

Abstract

This paper aimed to establish the development of textbooks written argumentation based reasoning pattern argumentaif. Through R & D study design, this study produced findings that textbooks written arguments used in the current school textbooks covering publications Pusbuk (BSE), a textbook published by the private sector, and textbooks terbita MGMP. The entire book has a structure of the same material, ie understanding (concept), characteristic / criteria, and the steps are written arguments like writing in general, (2) the development of text books written arguments through support ICT based argumentative reasoning patterns in high school students are prepared based on the principle of development, the provisions of the development, and the steps / procedure development. The principle of development used is based on the principle of coherence, relevance, consistency, and adequacy. The provision of development used whether they reference the development, content, organization of material, material development, presentation, and evaluation. In the meantime, the steps in preparing to write argumentative texts based argumentative reasoning patterns include analyzing SK and KD, determine indicators of achievement, identify basic theories used, compiling textbooks, textbook editing, and verification of eligibility, and (3) The development of textbooks written arguments based argumentative reasoning patterns assessed both by teachers and students of high school and fit for use in learning at school.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPENDAPAT MAHASISWA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SEBAGAI PENDUKUNG PENCAPAIAN KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI) PADA MATA KULIAH PRAGMATIK Syaifudin, Ahmad; Sulistyaningrum, Septina
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 32, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3221.617 KB)

Abstract

This abstract aims to explain the improvement of students’ ability in giving opinion in pragmatic subject through PBL model as a support of KKNI achievement. The research was conducted through the lesson study (LS) consisting  of the stage plan, do, and see. Results of this study revealed that there are two factors that cause low ability to express their opinions, namely anxiety (fear) and lack of ability in understanding the material concept. Through PBL models with LS system, students’ fear could be erased. It increased material concept understanding of the students. The increase was offset by an ability improvement in expressing opinions as much as 91% of the number of students involved in learning.Keywords: Problem Based Learning (PBL), KKNI
PENALARAN ARGUMEN SISWA DALAM WACANA TULIS ARGUMENTATIF SEBAGAI UPAYA MEMBUDAYAKAN BERPIKIR KRITIS DI SMA Syaifudin, Ahmad; Utami, Santi Pratiwi Tri
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola dan teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulisargumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan orientasi teoretis analisis wacana.Data penelitian ini berupa wacana tulis argumentasi siswa. Data ini diperoleh dari tugas siswa menulisargumentasi yang telah diberikan guru, sehingga teknik pengumpulannya menggunakan dokumen tugas siswayang ada di guru masing-masing. Data yang diperoleh dianalisis dengan 3 langkah pokok, yakni reduksi data,penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil analisis data ditemukan bahwa pola penalaran argumen siswadalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA dapat dikelompokkanmenjadi 4 pola, yakni: (1) pola C-G-B, (2) pola C-G-W-B, (3) pola C-G-B-MQ, dan (4) pola C-G-W-B-MQ.Kemudian, teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakanberpikir kritis di SMA meliputi: (1) argumen dengan contoh, (2) dengan otoritas, dan (4) argumen dengan sebab.Kata kunci: berpikir kritis, penalaran, wacana tulis argumentatif
PELATIHAN PENYUNTINGAN BAHASA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS MAJALAH SEKOLAH PADA ANGGOTA FORUM MAJALAH SEKOLAH SE-SURAKARTA (FORMASTA) Utami, Santi Pratiwi Tri; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah harus menyediakan wadah bagi siswa yang ingin mengembangkan talenta dan minatnya melalui jalur kegiatan ekstrakurikuler, contohnya bidang jurnalistik. Saat ini, salah satu output dari kegiatan ekstrakurikuler bidang jurnalistik yang masih terus dikembangkan di beberapa sekolah di kotamadya Surakarta ialah majalah sekolah. Bahkan, sudah terbentuk satu forum yang bertujuan untuk menggeliatkan atau menggemakan jurnalistik di lingkungan sekolah yaitu Forum Majalah Sekolah Se-Surakarta (Formasta). Majalah sekolah memiliki kualitas kebahasaan yang masih memprihatinkan. Kesalahan yang banyak ditemui ialah penerapan standar penerapan Ejaan yang Disempurnakan (EYD), pemilihan kata (diksi), penyusunan kalimat efektif dan pengembangan paragraf. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi ialah Prakegiatan, berupa pretest untuk mengetahui kompetensi kebahasaan tulis peserta workshop yang notebene merupakan anggota redaksi majalah sekolah. Selama Kegiatan, berupa pemberian materi dan informasi mengenai dunia penyuntingan, namun difokuskan pada penyuntingan bahasa. Pascakegiatan yang diisi dengan postest, berupa praktik penyuntingan bahasa yang dilakukan oleh peserta.
Analisis Energi Gas Engine Siklus Otto Kapasitas 835 KW Syaifudin, Ahmad; Romy, Romy; Martin, Awaludin
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 5, No 1 (2018): Wisuda April Tahun 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas from Palm Oil Mill Effluent (POME) is one of renewable energy resources that can be used to reduce theuse of fossil energy in satisfying the electricity needs. At biogas power plant, gas engine is an importantcomponent which functions to convert the energy contained biogas into mechanical energy to drive the electricgenerator. Because of its important function, the performance of the gas engine needs to be maintained in orderto remain well operated. In addition to maintaining the performance of gas engine, steps in improving theefficiency of gas engine energy usage also need to be done in order to become more efficient. Efficiency of thegas engine depends on the overall efficiency of cylinders gas engine in order to convert the energy of fuel intowork. Energy analysis is needed to know the efficiency of multi-cylinder gas engine at biogas power plant, so itcan be known the gas engine performance and can be used for further analysis in increasing the efficiency of theuse of renewable energy sources (biogas) in gas engine. The purpose of this research was to know the energy orthermal efficiency of gas engine. Variables used in the analysis were a composition of biogas, flow rate ofbiogas, a temperature of gas mixture entering the gas engine and temperature of exhaust gas. The energyanalysis result showed that the efficiency of all cylinders varies and the greatest energy or thermal efficiency ofgas engine is on 5th and 10th cylinder (56.29%) and lowest in 8th cylinder (56.17%). The average energy orthermal efficiency of gas engine is 56.23%.Keyword : Biogas, Biogas Power Plant, Gas Engine, Otto Cycle, Energy Analysis
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPENDAPAT MAHASISWA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Syaifudin, Ahmad; Sulistyaningrum, Septina
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa malu atau kecemasan mahasiswa menjadi kendala utama setiap individu untuk berkomunikasi, termasuk berpendapat. Karena itu, melalui problem based learning (PBL) mahasiswa termotivasi untuk berpikir secara kritis dan analitik sehingga kemampuan berpendapat meningkat. Desain penelitian ini dilaksanakan melalui lesson study (LS) yang terdiri atas tahap plan, do, dan see. Hasil kajian ini dinyatakan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan mengemukakan pendapat, yakni kecemasan (takut) dan kemampuan memahami konsep materi yang rendah. Akan tetapi, melalui model PBL dengan sistem LS, rasa takut mahasiswa dapat dikikis. Pemahaman mahasiswa dalam konsep materi menjadi meningkat. Peningkatan itu diimbangi dengan peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat sebanyak 91% dari jumlah mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran.This research aims to motivate students to think critically and analytically, through Problem-based Learning, thus, their ability to give argument increases. It needs to do since the students shyness and anxiety becomes major obstacles for each individual both to communicate and to give argument. Research design is done through Lesson Study having three stages; they are plan, do, and see. Result of this investigation shows that there are two factors causing the decrease of students ability to give argument. They are their anxiety (fear) and their low ability to understand subject matter concept. But, through Problem-based Learning with Lesson Study system, the students fear can be eliminated. The students understanding of subject matter concept also increases. This increase is balanced by the increase of students ability to give argument up to 95% of a number of students involved in this learning.