Articles

Found 31 Documents
Search

STUDI ASPEK SOSISAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN SIAK, RIAU Syahza, Almasdi; Khaswarina, Shorea
Jurnal Sagu Vol 1, No 01 (2002)
Publisher : Jurnal Sagu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2584.921 KB)

Abstract

Siak Regency is area for development ofmining industries. The objective of this researchis to asses the impact of industrial development on social and economic status of peopleliving around tliis industrial area, namely: population, income distribution, education, socialinstitutions, busines.s opportunities, and the companies attitudes toward people around theindustrial area. Data and information area collected through a survey by purposive sam-pling. The research results show that the development of industrial area in Siak has a sig-nificant impact on social and economic progress in the area, such as business opportunities,employment, and income distribution. The development has also created new centers ofeconomic growth, local markets and local transportation facilities. From observation, it isfound that companies in the area hae enough atfcnlion toward local people by providingthem working capital for small business, practical skills, education, clinic and other socialfacilities.
PELUANG PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAYUR-SAYURAN DI KABUPATEN KARIMUN, RIAU Syahza, Almasdi
Jurnal Sagu Vol 2, No 03 (2003)
Publisher : Jurnal Sagu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2344.275 KB)

Abstract

The objective of tlie .study was to identify the possibility and strategy of vegetables agrobusiness development inKarimun. The Development of vegetables agrobusines.s in Karimun is promising, because of its geographicalcondition. The surrounding areas of Karimun are Batam Island and international trade route: Singapore-Malay,sia-lndonesia. The area is connected to Karimun-Tanjung Pinang lini<age project. The promisingcommodities were: lettuce, petal, celery, legume, bitter mellon, cucumber, mustard greens, leafy vegetable,eggplant Having 500 hectares potential land area use for vegetables, Karimun was expected to be the major ofvegetable supplier for Batam, Tanjung Pinang and Singapore.
DAMPAK KEBIJAKAN SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU DI DAERAH RIAU Syahza, Almasdi
Jurnal Pendidikan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.598 KB)

Abstract

As professionals, teachers have an important role to play in primary, secondary, and earlychildhood education. Teacher certification as an effort to boost teacher’s qualification is also expectedto improve learning quality and quality education continuously. This study aims at investigating theimpact of teacher certification on teachers’ working performance. The Rapid Rural Appraisal (RRA)was used to obtain accurate information related to pedagogic, personal, social, and professionalcompetences. The competences of both certified and uncertified teachers were measured against 78indicators, and the impact of the implementation of the government’s policy on teachers’ teachingperformance was measured using t-test. Results showed that overall there is a difference betweencertified and uncertified teachers. However, in terms of both junior and senior high school teachers’pedagogic and professional competences, no difference was found. Statistical tests showed that thereis no difference in working performance between certified and uncertified teachers.Key words: Certification, teachers’ working performance, policy implementation
DAMPAK KEBIJAKAN SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU DISEKOLAH MENENGAH SE KECAMATAN KUANTAN HILIR SEBERANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Yelni, Muhlina; Syahza, Almasdi; Hendripides, Hendripides
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the impact of certification policy on the performance of middle school teachers throughout the district across the downstream districts kuantanSingingiKuantan. The population in this study amounted to 65 with a sample of 31 people. The type of data used in this study are primary and secondary data. The collected data is then analyzed using normality test and test different T with SPSS. This study proves that there is a certification policy impact on the performance of middle school teachers throughout kuantan downstream districts across KuantanSingingi where the average performance of teachers who have been certified higher than the average performance of teachers who have not been certified. The study recommended for teachers who have not been certified to be more motivated to perform better and improve the performance shown to prove that teachers are not certified does not necessarily have a lower performance compared to teachers who have been certified and able to compete with teachers who have been certified in improving the quality of produced by training, upgrading and adding media information.Keywords: Certification Policy, TeacherPerformance.
MODEL PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL DALAM UPAYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN Syahza, Almasdi; Suarman, Suarman
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 18, No 3 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.157 KB)

Abstract

Kemiskinan menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation-state. Kemiskinan tersebut menyebabkan daerah terabaikan dan terisolir. Ketimpangan pembangunan muncul dan berdampak terhadap semakin tertinggalnya perkampungan miskin terebut. Salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang merasakan kondisi tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Meranti.  Sebagian besar dari desa yang ada yakni 59 desa (80,82%) merupakan desa tertinggal. Jumlah rumah tangga sebanyak 45.564 KK, dan sebesar 56,76% (25.863 KK) merupakan rumah tangga miskin yang terdiri dari 114.496 jiwa. Pada hal daerah ini memiliki letak geografis yang strategis karena berada di jalur pelayaran dan perdagangan internasional selat malaka, berdekatan dengan negara tentangga Malaysia dan Singapura, serta berpotensi sebagai daerah hinterland dari  kawasan Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun (FTZ-BBK). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana strategis model pengembangan daerah tertinggal dalam upaya percepatam pembangunan ekonomi di pedesaan. Penelitian dilakukan melalui survey dengan metode perkembangan (Developmental Research). Untuk pengambilan sampel masyarakat miskin digunakan teknik pengumpulan data dengan metode purposive sampling, analisis  digunakan adalah metode deskriptif kuantitaif dan kualitatif. Penelitian ini menemukan strategi pengembangan daerah pedesaan dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi  daerah dengan pendekatan lintas sektoral di  semua bidang. Penelitian juga menemukan model penurunan jumlah keluarga miskin dengan mengacu kepada empat prinsip strategi penurunan jumlah keluarga miskin.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PERDESAAN MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR BERBASIS KELAPA SAWIT DI DAERAH RIAU Syahza, Almasdi
Sosiohumaniora Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.835 KB)

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting dan strategis di daerah Riau karena peranannya cukup besar dalam mendorong perekonomian rakyat, terutama bagi petani perkebunan. Sampai tahun 2002 luas areal perkebunan kelapa sawit telah mencapai 1.312.661 ha. Untuk masa akan datang luas areal kelapa sawit akan terus berkembang, karena tingginya minat masyarakat terhadap usahatani kelapa sawit. Ini terbukti semakin berkembangnya perkebunan kelapa sawit secara swadaya. Perkembangan luas areal perkebunan tersebut akan diikuti oleh produksi tandan buah segar (TBS). Masalah yang dihadapi oleh petani kelapa sawit adalah adanya distorsi harga TBS antara petani plasma dengan petani swadaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) multiplier effect yang diciptakan dari kegiatan perkebunan kelapa sawit dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat perdesaan; 2) daya dukung wilayah terhadap pengembangan industri hilir kelapa sawit di daerah Riau. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; 1) Kegiatan perkebunan kelapa sawit menciptakan multiplier effect sebesar 2,48 dan meningkatkan indek pertumbuhan kesejahteraan petani pada tahun 2003 sebesar 1,74 persen; 2) Daya dukung wilayah sangat mendukung pembangunan industri hilir kelapa sawit (PKS). Kata kunci: Pemberdayaan, ekonomi perdesaan, industri hilir
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PERDESAAN MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR BERBASIS KELAPA SAWIT DI DAERAH RIAU Syahza, Almasdi
Sosiohumaniora Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.835 KB)

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting dan strategis di daerah Riau karena peranannya cukup besar dalam mendorong perekonomian rakyat, terutama bagi petani perkebunan. Sampai tahun 2002 luas areal perkebunan kelapa sawit telah mencapai 1.312.661 ha. Untuk masa akan datang luas areal kelapa sawit akan terus berkembang, karena tingginya minat masyarakat terhadap usahatani kelapa sawit. Ini terbukti semakin berkembangnya perkebunan kelapa sawit secara swadaya. Perkembangan luas areal perkebunan tersebut akan diikuti oleh produksi tandan buah segar (TBS). Masalah yang dihadapi oleh petani kelapa sawit adalah adanya distorsi harga TBS antara petani plasma dengan petani swadaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) multiplier effect yang diciptakan dari kegiatan perkebunan kelapa sawit dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat perdesaan; 2) daya dukung wilayah terhadap pengembangan industri hilir kelapa sawit di daerah Riau. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; 1) Kegiatan perkebunan kelapa sawit menciptakan multiplier effect sebesar 2,48 dan meningkatkan indek pertumbuhan kesejahteraan petani pada tahun 2003 sebesar 1,74 persen; 2) Daya dukung wilayah sangat mendukung pembangunan industri hilir kelapa sawit (PKS). Kata kunci: Pemberdayaan, ekonomi perdesaan, industri hilir
PROSPEK PEMBANGUNAN INDUSTRI MINYAK GORENG DI DAERAH RIAU Syahza, Almasdi
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.603 KB)

Abstract

Di Indosnesia produsen terbesar minyak kelapa sawit adalah Sumatera Utara kemudian diikuti oleh Riau. Tahun 2000 di Riau luas lahan kelapa sawit 956.046 Ha, diprediksi akan menghasilkan tandan buah segar (TBS) lebih dari 19 juta ton per tahun dan 4,1 juta ton CPO per tahun. Industri hilir produk ini sangat potensial untuk dikembangkan. Prospek pengembangan industri minyak goreng dianalisis dengan metode SWOT. Dari analisis SWOT, industri minyak goreng memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Konsumsi minyak goreng di Riau sebesar 43.627 ton per tahun, atau 3.635,6 ton per bulan. Sebesar 2.908,5 ton dikonsumsi oleh masyarakat menengah kebawah. Pada tahun 2005 diperkirakan konsumsi minyak goreng di Riau sebesar 48.493 ton per tahun. Produksi TBS tidak seimbang dengan PKS yang ada, untuk itu diperlukan tambakan PKS dengan kapasitas 1.792 tor/jam atau 60 unit PKS dengan kapasitas 30 ton/jam. Seiring dengan PKS perlu juga pembangunan industri hilir (pabrik minyak goreng sawit) di Daerah Riau dengan kapasitas 1,5 ton/jam senabyak 7 unit. Kata kunci : Prospek pembangunan, industri, minyak goreng
PERKEMBANGAN EKSPOR DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI DAERAH RIAU Syahza, Almasdi
Sosiohumaniora Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003
Publisher : Sosiohumaniora

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.163 KB)

Abstract

Riau merupakan propinsi yang memberikan nilai ekspor minyak bumi terbesar pada Indonesia. Bagi Riau, kegiatan ekspor tidak hanya memberikan devisa ne gara, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan menelaah perkembangan ekspor dan peranannya terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah Riau. Data sekunder yang dipergunakan, dianalisis dengan model OLS dan TSLS. Analisis menggunakan Model pertama menunjukkan bahwa kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 95,42 persen; sementara dengan model kedua menunjukkan hasil sebesar 94,89 persen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekspor memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Propinsi Riau. Untuk mendukung ekspor dari luar migas, maka orientasi ekonomi daerah Riau diharapkan tertuju pada penambahan faktor-faktor produksi bagi ekonomi golongan bawah, sehingga trickle down effect bisa berjalan seperti yang diharapkan. Kata kunci: Ekspor, pertumbuhan ekonomi
STRATEGI PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL DALAM UPAYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI PEDESAAN Syahza, Almasdi; Suarman, Suarman
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2013): JEP Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammdaiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.683 KB)

Abstract

The implementation of development, especially in coastal areas of Riau Province, has not been able to improve the welfare of the people especially those living in rural areas. The disparity between rural and urban areas caused by bias and distortion of the development which more pro to urban economy. It causes disadvantaged areas that poor and underdeveloped. The strategy of disadvantaged areas development in Regency of Kepulauan Meranti is the development of agriculture sector based on agribusiness, because most of its population are farmers and fishermen. In the effort to spur the development from economic and social aspects in disadvantaged areas, then the program of rural development should prioritize the three main aspects, those are: 1) Improvement of Peoples Economy (Eradicate Poverty); 2) Improving the Quality of Human Resources (Alleviation of Ignorance); 3) Infrastructure Development.