Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : REKA ELKOMIKA

Perancangan Instalasi Listrik Aplikasi Sistem Pemilihan Kabel dan Pemutus pada Proses Pengeboran Minyak dan Gas di Daerah “X” WASKITO, HARI; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perancangan suatu instalasi listrik akan membutuhkan beberapa hal yang akan menentukan keandalan, keamanan, efisiensi dan keekonomisannya. Desain ini membutuhkan informasi layout yang digunakan untuk menentukan tata letak dari peralatan listrik, sehingga jarak beban yang digunakan akan diketahui. Penelitian ini merupakan perhitungan untuk menentukan kapasitas kabel dan pemutus yang digunakan. Perhitungan yang dilakukan berdasarkan pada standar-standar yang digunakan dalam industri pengeboran minyak dan gas. Penentuan kapasitas kabel dan pemutus, terlebih dahulu menghitung arus nominal, arus hubung singkat dan tegangan jatuh. Dalam hal ini diterapkan faktor beban serta faktor akibat tata letak instalasi kabel. Hasil dari perhitungan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan, yaitu untuk drop tegangan 5 % ketika normal dan 15 % ketika pengasutan motor. Kata kunci : faktor beban, instalasi listrik, kabel, drop tegangan ABSTRACT The design of electrical installation will require something that will determine the reliability, security, efficiency and economic. This design required layout information that used to determine the layout of electrical equipment, so that the used load distance would be known. This research was the calculations to determine the used cables and breakers. The calculations based on the standards that used in oil and gas drilling industry. The determining of the cable and breaker capacities, firstly, the calculation on the nominal current, short circuit current and voltage drop. In this case, it was applied  the load factor and the cable arrangement factor. The result has been suitable with the standards, where for the normal drop voltage as 5 % and for the motor starting as 15 %. Key words: load factor, electric installation, cable, voltage drop
Perhitungan Setting Rele OCR dan GFR pada Sistem Interkoneksi Diesel Generator di Perusahaan “X “ NOVA, TIRZA; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Terdapat suatu permasalahan utama dari sistem daya yaitu adanya gangguan arus hubung singkat. Sehingga diperlukan alat pengaman yang dapat merespon dengan cepat, fleksibel dan handal. Jenis pengaman yang digunakan untuk mengatasi arus lebih diantaranya Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR). Rele tersebut bekerja dengan membaca masukan  berupa  besaran  arus  kemudian membandingkannya  dengan  nilai  setting. Pada setting rele juga diterapkan waktu tunda agar terjadi koordinasi terhadap rele yang lainnya. Hasil yang didapat membuktikan bahwa dengan menggunakan sistem koordinasi OCR dan GFR yang diterapkan, mampu mengatasi arus hubung singkat pada sistem daya listrik. Hal tersebut juga dapat dilihat dari kurva karakteristik OCR dan GFR  yang digunakan. Kata kunci : hubung singkat, rele OCR, rele GFR ABSTRACT There is a major problem of the existence of the power system short-circuit current interruption. So that the necessary safety equipment must be able to respond quickly, flexibly and reliably. Type of security used to overcome such Over Current Relay (OCR) and Ground Fault Relay (GFR). Relay works by reading the input of the amount of current and compares the value of setting. On the relay setting  a delay time is also applied to enable the coordination of the other relays. The results show the  OCR and GFR coordinate system is able to protection of the short-circuit currents in electrical power systems. It can also be seen from the characteristic curve generated from both of relay. Keywords: short circuit, OCR relay, GFR relay
Studi Load Shedding pada Sistem Kelistrikan Pengeboran Minyak Lepas Pantai, Kasus di Perusahaan X RUBIANTO, TRIWAHYU; SYAHRIAL, SYAHRIAL; WALUYO, WALUYO
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perubahan beban yang signifikan pada sistem kelistrikan dapat menyebabkan suatu sistem berjalan diluar batas stabil, Sehingga stabilitas sistem pada sistem kelistrikan sangat diperlukan, hal itu merupakan tujuan dilakukannya pembahasan kasus ini. Untuk menanggulangi suatu sistem agar mencapai kestabilan tersebut dilakukan proses load shedding dengan mengambil beberapa contoh asumsi menggunakan software simulasi dengan setting batas kerja UFR pada sistem untuk melakukan load shedding yang ditujukan jika terjadi perubahan frekuensi diluar batas standar perusahaan, dengan cakupan analisa pada saat generator load flow beban normal, saat kondisi pemasukan beban terbesar yaitu 1500HP, dan saat salah satu generator mengalami trip di t=1s dalam rentang waktu simulasi 100s, dengan melihat kinerja sistem dari sisi speed generator, perubahan frekuensi dengan melihat standar frekuensi yang diperbolehkan dengan rujukan dari pelepasan beban dari ANSI/IEEE C37 106-1987 dan perubahan tegangan dengan standard dari perusahaan adalah ±10%. Hasil yang didapatkan saat GTG trip, UFR bekerja di 58,5Hz dan 58,2Hz dengan total pelepasan beban sebesar 2727,25Kw, dan steady state pada t=80,011s. Kata kunci : Stabilitas sistem, Pengeboran minyak lepas pantai, Load Shedding. ABSTRACT In the Electrical System often occurs a change in load can cause a system goes beyond the limit of stability, because about that the stability system is important, so that the stability system must be need to be explain in here. To make system back to stabil, the load shedding can be use by taking a few examples of assumption with simulation is used software include setting UFR to make loadshedding work when GTG(01) collapse and frekuensi turn down. Desired results of this project used multiple data methods with the electrical systems associated look in to perform of synchronous generator, the system stability, and load shedding, that is doing by some case is reviewed the ability of generator at load flow condition normal, while the biggest load condition start is 1500HP, and while one generator having trip at t=1s in the 100s simulation period, and seen the response look at the performance of speed generator system, and changes frequency by looking at the standard frequencies allowed by referral from load shedding of ANSI/IEEE C37 106-1987 and for changing from voltage used company’s standard is ±10%. The result is, when GTG(01) collapse, then UFR will work at frequency 58,5Hz dan 58,2Hz with total final load shedding is 2727,25Kw, and steady state at time t=80,011s Key word: Stability system, Load shedding, offshore.
Penentuan Setting Rele Arus Lebih Generator dan Rele Diferensial Transformator Unit 4 PLTA Cirata II ISTIMAROH, ANAA; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Generator dan transformator adalah dua peralatan utama untuk menghasilkan listrik. Dalam pengoperasiannya tidak selalu berjalan normal, melainkan kadang-kadang terjadi gangguan yang mengakibatkan keandalannya berkurang dan apabila tidak segera diatasi dapat mengganggu kerja sistem bahkan kerusakan pada peralatan tersebut. Oleh karenanya dibutuhkan yang disebut dengan proteksi. Dari sini akan dibahas bagaimana cara proteksi generator terhadap gangguan arus lebih dan proteksi transformator terhadap kemungkinan terjadinya gangguan hubung singkat. Gangguan yang dimaksudkan adalah gangguan dari arus hubung singkat yang berada pada wiring diagram generator unit 7 dan 8 pada transformator unit 4 cirata II. Untuk mempermudah perhitungan dan analisa gangguan, sistem ini disimulasikan menggunakan software dan menghitung manual. Rele proteksi yang digunakan dan di setting adalah rele arus lebih dan rele diferensial. Rele ini berfungsi memproteksi arus gangguan terhadap fasa-tanah, fasa-fasa, dan fasa-fasa tanah. Dengan mengetahui arus gangguan tersebut, maka diperoleh setting rela arus lebih generator dengan arus yang melewati rele 2,65 A dan waktu delay 0,068 detik. Sedangkan pada rele diferensial transformator, dengan cara yang sama diperoleh arus diferensial sebesar 14,01 A. Kata kunci : Gangguan hubung singkat, sistem proteksi, over current relay, relay differensial, generator, transformator.   ABSTRACT Generators and transformers are the two main tools to generate electricity. In normal operation does not always work, but sometimes it happens disorders (abnormal) resulting in reduced reliability and if not addressed can interfere with the system even damage to the equipment. Therefore, it takes the so-called protection.In this thesis, we discuss how to protect the generator against overcurrent interruption. Disorder is a disorder of the intended short-circuit current is the wiring diagram of generator units 7 and 8 on the transformer unit 4 Cirata II. To simplify the calculation and analysis of interference, the system is simulated using software. Protection relays are used or in the setting is over current relays and differential relays. Relay serves to protect against fault current phase-ground, phase-phase and phase-ground phase.By knowing short circuit currents, over current relay is 2,65 A and time dial 0,068 detik. Otherwise at differensial relay transformers with the same calculating, differensial relay currents value is 14,01 A. Keywords: Short circuit, system protection, over current relays, differential relays, generators and transformers.
Analisis Penalaan Kontroller PID pada Simulasi Kendali Kecepatan Putaran Motor DC FITRIANSYAH, ADITYA; WALUYO, WALUYO; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Motor listrik merupakan salah satu peralatan listrik yang paling banyak digunakan dalam dunia indutri, salah satunya adalah motor DC. Kelebihan motor DC adalah relatif mudah diperoleh dan diatur kecepatan putarnya. Cara pengaturan kecepatan yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik PID, dimana salah satu teknik untuk mengatur kecepatan motor DC yang umum digunakan. Dalam perancangan sistem kontrol PID, yang perlu dilakukan adalah mengatur parameter P, I atau D agar tanggapan sinyal keluaran sistem terhadap masukan tertentu sebagaimana yang diinginkan. Hasil simulasi menunjukkan kontroler PID untuk kendali kecepatan motor DC ini menghasilkan kondisi robust (kokoh) saat nilai Kp = 0,2, Ki = 1,6 dan Kd = 0,1. Hasil dari parameter kendali yang dirancang memiliki error steady state 0,999 % dan dengan settling time 0,84 detik pada rise time 0,49 detik dan nilai peak terletak pada 0,99. Kecepatan awal yang dihasilkan mendekati set point yang diinginkan pada detik kedua dan kecepatannya tidak ada penurunan atau tetap konstan sampai dengan detik ke 100. Kata Kunci : Motor DC, PID, Rise time, Error Steady state, Settling time   ABSTRACT The electric motor is one of the most power equipment used in world industries , one of which is DC motor. The advantages of DC motors are relatively easy to obtain and set the speed of rotation. A technique to control the speed is used PID, which is commonly used. In PID control system design needs to be done were to set the parameters P, I or D so that the output signal response system to particular input as desired. The simulation results showed that the PID controller for DC motor speed control produced robust conditions when the value of Kp = 0.2, Ki = 1.6 and Kd = 0.1. The results of the control parameters were designed to have a steady state error of 0.999 % and the settling time of 0.84 seconds, 0.49 seconds rise time and peak value was at 0.99. The resulting initial velocity approaching the desired set point was 2nd second and remain constant until 100th second. Keywords : Motor DC, PID, Rise time, Error Steady state, Settling time
Penerapan dan Analisis Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro dengan Turbin Propeller Open Flume TC 60 dan Generator Sinkron Satu Fasa 100 VA di UPI Bandung NUGRAHA, IHFAZH NURDIN EKA; WALUYO, WALUYO; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pikohidro adalah pembangkit listrik tenaga air yang mempunyai daya dari ratusan Watt sampai 5 kW. Secara teknis, pikorohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Pikohidro dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pembangkit listrik tenaga diesel berbahan bakar minyak dengan biaya operasional lebih tinggi dan tidak ramah lingkungan. Potensi alam yang dapat dijadikan suatu pembangkit pikohidro adalah aliran air sungai yang berada di UPI Bandung. Alat yang digunakan adalah turbin reaksi propeller open flume TC 60 dan generator sinkron satu fasa kapasitas 100 Watt, 200 – 220 volt, 90 Hz. Pengukuran pembebanan generator dilakukan pada saat tanpa beban dan berbeban menggunakan beberapa lampu untuk mengukur besar daya yang terbangkitkan. Hasil dari pengukuran pembebanan generator, menghasilkan daya listrik sebesar 71 watt, dengan tegangan tertinggi 5,5% dari 220 volt dan drop tegangan – 13,3% dari 220 volt, serta drop frekuensi – 19% dari 90 Hz. Kata kunci: picohydro, turbin, generator, frekuensi, tegangan. Abstract A pcohydro is hydropower generator capasity that as hundreds of watts to 5 kW. Technically, ithas three main components: water (source of energy), turbine and generator. Picohydro can be used as an alternative to diesel power plants that using fuel oil, cost expensive and not environmentally friendly. A natural potential that can be used a picohydro generator river flow that was in UPI Bandung. The working tools a reaction turbine propeller open flume TC 60 and single phase synchronous generator capacity of 100 Watts, 200-220 volts, 90 Hz. The enerator measurements were no load and loaded by the lamps in order to measure the value of the generated power. The results were generated electric power of 71 watts, 5.5% highest voltage of 220 volts and – 13,3% voltage drop of 220 volts, and - 19% frequency drop of 90 Hz. Keywords: picohydro, turbine, generator, frecuency, voltage.
Perancangan dan Realisasi Sistem Pengisian Baterai 12 Volt 45 Ah pada Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro di UPI Bandung BUDIMAN, WILDAN; HARIYANTO, NASRUN; SYAHRIAL, SYAHRIAL
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Aliran air sungai yang berada di UPI Bandung, telah dimanfaatkan untuk pembangkit pikohidro. Pembangkit tersebut menghasilkan daya 100 Watt dan digunakan untuk sistem penerangan dengan menggunakan lampu pijar atau lampu hemat energi. Pada penelitian ini telah dicoba memanfaatkan listrik tersebut untuk sistem pengisian baterai, dimana dirancang dan direalisasikan suatu alat untuk mengisi baterai dengan tegangan charging 14,2 Volt dan arus pengisian maksimal 4,5 Ampere yang bersumber dari pembangkit pikohidro. Metode pengisian yang digunakan adalah metode pengisian lambat, yaitu suatu pengisian baterai dengan memberikan arus pengisian 1/10 dari kapasitas baterai, sehingga memperpanjang usia baterai. Perancangan yang dihasilkan yaitu battery charger yang terdiri dari rangkaian penyearah arus, IC regulator tegangan LM338 dan rangkaian komparator IC LM741 sebagai pemutus arus pengisian. Jenis baterai yang digunakan adalah Lead Acid dengan tegangan 12 Volt dan kapasitas 45 Ah yang digunakan untuk penerangan ruangan menggunakan lampu LED (Light Emiting Diode) 12 Volt. Lama pengisian baterai Lead Acid 45 Ah adalah 12 Jam dengan tegangan awal 11,7 Volt, kemudian berhenti di 12,8 Volt dan arus pengisian menurun dari 3,9 Ampere menjadi 0,3 Ampere, sedangkan lama pembebanan 12 jam dengan tegangan awal 12,1 Volt dan 11 Volt tegangan saat kapasitas baterai telah kosong untuk arus beban 3 Ampere. Kata kunci : Battery Charger, Regulator , Komparator, Pikohidro, Lampu LED.   ABSTRACT   The water flow from the river which was in UPI Bandung, has been used for pikohidro power plant. The plant produced 100 Watts of power and used for lighting system using bulb lamp or fluorescent lamp. In this study it has been tested to utilize that electricity for the battery charging system, where designed and realized a device to charge the battery with a charging voltage of 14.2 Volts and 4.5 Amperes maximum charging current which sourced from pikohidro power plant. The charging method was used a slow charging, which was the battery charging with providing charging current one tenth of the battery capacity, so it can extend the battery life. The designing of battery charger consisted of a rectifier, IC LM338 as a voltage regulator and IC LM741 comparator circuit as a circuit breaker charging. The type of used batteries was Lead Acid with 12 Volts voltage and 45 Ah capacity used for an indoor lighting using LED (Light Emiting Diode) lamp 12 Volt. The time of charge for Lead Acid batteries for 45 Ah were 12 hours with the initial voltage of 11.7 volts, then it stopped at 12.8 Volts and the charging current decreased from 3.9 to 0.3 Amperes, while the time of discharge were 12 hours with the initial voltage of 12.1 Volts, and 11 volts voltage when the battery capacity was empty for the load current of 3 Amperes.   Keywords: Battery Charger, Regulator, Comparator, Picohydro, LED Lamp.
RANCANG BANGUN MODEL PEMBATAS ARUS LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA328 DENGAN MODUL ARDUINO UNO PERDANA, SALISTIA PUTRA; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada umumnya, pembatasan arus dapat berupa MCB yang dapat disetting dan yang tetap. Pembatasan arus listrik yang mengambil fungsi-fungsi MCB dapat dilakukan dengan sebuah mikrokontroler ATmega328 dengan modul Arduino Uno. Masukan isyarat dicuplik oleh ADC dari sensor arus efek hall bertipe ACS714LLCTR-30A-T untuk menentukan besar arus RMS jala-jala. Waktu tunda pemutusan jala-jala dihitung dengan menggunakan kaidah pertidak-samaan dalam matematika. Pemutusan jaringan listrik dilakukan oleh rangkaian TRIAC BT139 yang didrive optoTriac MOC3041. Keypad, LCD, dan Pushbutton dipasang untuk tujuan antarmuka dengan pengguna. Setelah sistem dibuat, dilakukan pengujian. Pengujian ADC mempunyai kesalahan 0,47%. Pengujian pembacaan sensor arus mempunyai kesalahan sebesar 0,13%. Pada pengujian arus inrush, sistem bekerja dengan baik dengan menghindari trip saat beban dinyalakan. Pada pengujian beban lebih, sistem dapat memberikan waktu tunda untuk memutuskan jaringan sesuai penyetingan yang diberikan pada sistem. Terakhir, pengujian beban hubung singkat, sistem tidak mampu mencegah gangguan ini karena dua hal, arus hubung singkat (Isc>125A, dibuktikan oleh tripnya MCB Heger MY325 C) melebihi batas toleransi arus lebih sensor arus ACS714 (100 A) dan TRIAC BT139 (3 cyle untuk 120 A). Kata kunci: Arduino Uno, MCB, mikrokontroler AtMega328, pembatas arus, sensor arus ACS714, TRIAC BT139. Abstract Generally, a current limiting can do using setted or fixed MCB. In this project, a settable current limiting device has been develoved. Functions of the MCB that taked by eectric current limiting, can be performed by the microcontroller ATmega328 in Arduino Uno module. The input signals were sampled by the input ADC from the hall effect current sensor type ACS714LLCTR-30A-T to determine the magnitude of the RMS current in an electrical grid. A time delay termination electrical grid was calculated by using a mathematical linear inequalities theorem. This termination was done by a series of electrical grid TRIAC BT139 which was driven by the Optotriac MOC3041. The keypad, LCD and pushbutton were installed for user interface. Futhermore the system was created and tested. The ADC testing had 0.47% error. The current sensor reading test had error of 0.13%. In the inrush current testing, the system worked well by avoiding trips when the load was turned on. In other load testing, the system could provide a time delay to decide the appropriate network setup given in the system. Finally in the test load short circuit, the system was not able to work properly because of two factors, i.e short-circuit current (Isc> 125A, evidenced by the MCB trip Heger MY325 C) exceeds the tolerance limit overcurrent of current sensor (ACS714 Overcurrent Transient Tolerance as 100 A) and TRIAC BT139 (3 cyle to 120 A). Keywords: Arduino Uno, MCB, ATmega328 microcontroller, current limiters, ACS714 current sensor, triac BT139.
Perancangan dan Realisasi Konverter DC-DC Tipe Boost Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 8535 PADILLAH, FITRA; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kehidupan yang semakin modern ini peralatan elektronik semakin berkembang dan banyak digunakan dalam banyak sektor. Baik dalam industri, perkantoran, rumah tangga dan transportasi. Untuk semua aplikasi peralatan elektronika tersebut dibutuhkan sebuah alat penghasil daya tegangan searah (dc), konverter dc-dc adalah suatu alat penyedia tegangan dc yang diregulasi tegangan keluarannya sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini akan membuat sebuah konverter tegangan dc tipe switching topologi boost yang dapat menaikkan tegangan keluarannya, konverter ini merupakan non-isolated dc-dc converter. Tegangan keluaran konverter dikendalikan dengan mengatur besarnya duty cycle sinyal pulse width modulation (PWM) yang dihasilkan mikrokontroler menggunakan mode Phase Correct PWM, hasil tegangan keluaran konverter ini akan dirancang sebesar 48 volt. Pengujiannya nanti akan menggunakan beban resistansi variabel (rheostat), dengan mengukur tegangan dan arus pada sisi masukan dan keluaran. Setelah melakukan pengujian tersebut maka dapat dihitung efisiensi konverter boost ini terhadap perubahan beban dan duty cyle. Kata kunci: Konverter Boost, Mikrokontroler ATMEGA 8535, PWM, Optocoupler Abstract In modern life, electronic equipment grow rapidly and are widely used in many sectors, such as in industries, offices, households and transportations. For all applications, the electronic equipment need devices of direct voltage power (dc).  Dc-dc converter is a tool to provide regulated dc output voltage. This study made the switching type dc voltage converter topology which could increase the boost output voltage. This converter was non-isolated dc-dc converter. The converter output voltage was controlled by the magnitude adjusting of the signal duty cycle of pulse width modulation (PWM), that generated by using the microcontroller of phase correct PWM mode. The results of the converter output voltage was designed for 48 volts. The test used the variable resistance load (rheostat), by measuring of the voltage and current at both the input and output sides. The test  performance was used to determine the efficiency of the boost converter, to change in the load and duty cyle. Keywords: Boost Converter, ATMEGA 8535 Microcontroler, PWM, Optocoupler
Analisis Pemilihan Pentanahan Titik Netral Generator Pada PLTMH 2 x 4,4 MW Nua Ambon AGRISELIUS, ASYER; SYAHRIAL, SYAHRIAL; SAODAH, SITI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pentanahan titik netral generator pada pembangkit tenaga listrik sangat penting dalam hal proteksi peralatan dari gangguan hubung singkat ke tanah, pengamanan terhadap manusia dan penyaluran daya listrik, oleh karena itu diperlukan perhitungan dan perancangan agar generator dapat terproteksi jika terjadi gangguan hubung singkat ke tanah. Dalam penelitian ini, untuk menentukan jenis pentanahan titik netral generator dengan kapasitas 2 x 4,4 MW maka dilakukan perhitungan dan simulasi gangguan hubung singkat 3 phasa ke tanah, gangguan hubung singkat 1 phasa ke tanah, pemilihan metoda pentanahan titik netral generator, perhitungan tegangan sentuh dan perhitungan tegangan langkah. Dimana jenis pentanahan yang dipilih adalah pentanahan dengan tahanan yaitu 72 Ω, sedangkan model pentanahan yang dipilih untuk pengamanan area pembangkit adalah pentanahan menggunakan grid dengan jumlah batang konduktor yang terpasang = 12 batang, sehingga diperoleh Es sebenarnya = 225,3 Volt lebih kecil dari nilai Es yang diizinkan = 730,5 Volt dan El yang sebenarnya = 102,6 Volt lebih kecil dari nilai El yang diizinkan = 2429,7 Volt. Dengan demikian design pentanahan yang dilakukan telah memenuhi persyaratan. Pembahasan ini berdasarkan perhitungan dan simulasi menggunakan batasan-batasan yang terdapat dalam teori. Kata kunci: Pentanahan, Generator 2 x 4,4 MW, Gangguan Hubung Singkat,  Es,  El, Sistem Grid, Konduktor Abstract Neutral grounding Generator point on the power plant is very important in terms of equipment protection from short circuit to ground disturbance, human security and distribution of electrical power, therefore the necessary calculations and design so that the generator can be protected in the event of a short circuit fault to ground. In this study, to determine the type of grounding the neutral point of the generator with a capacity of 2 x 4.4 MW, the calculation and simulation of 3-phase short circuit fault to ground, short circuit interruption 1 phase to ground, the selection method of grounding the generator neutral point, touch voltage calculation and calculation of the voltage step. Where grounding type chosen is grounded with a resistance that is 72 Ω, while grounding the model chosen for securing the grounding area using a grid generation is the number of conductor bars are attached = 12 rods, in order to obtain the actual Es = 225.3 volts less than the value of Es which allowed = 730.5 Volts and actual El = 102.6 volts less than the allowable value of El = 2429.7 Volt. Thus the grounding design has been undertaken to meet the requirements. This discussion is based on calculations and simulations use restrictions contained in the theory. Keywords: Grounding, Generator 2 x 4.4 MW, Short-circuit Disorders, Es, El, Grid Systems, Conductor
Co-Authors ABD. ASHAL ALAM, ABD. ASHAL Adelina Meria Uli Sagala, Herlina ADITYA FITRIANSYAH Afdhal Afdhal ALINDA NOVITA SARI, ALINDA NOVITA ANAA ISTIMAROH Anna Lilian Aras Mulyadi ARIAN DWI PEANUS, ARIAN DWI Arono Arono Asrial Asrial ASYER AGRISELIUS Azwandi Azwandi Bintal Amin Bobby Yuhanda, Bobby Boy Tarigan Boy Tarigan Chairunas Chairunas Depari, Riky Oktavianus DERI MUHAMAD NURENDI, DERI MUHAMAD Desi Purnamasari Taher, Desi Purnamasari Dietriech G Bengen Erlidawati Erlidawati Fadlisyah Fadlisyah Fahriansyah Fahriansyah Faisal Faisal Firnanda, Ary FITRA PADILLAH Frimasary, Amelia Eka HARI WASKITO IHFAZH NURDIN EKA NUGRAHA Ilham Ilahi Irwan Koto, Irwan Karsim, Nanang Khairul Mukmin Lubis, Khairul Mukmin Kurniawan, Dwi Agus Lestari, Meri Lestari, Surya Liana Rahmayani M. Muchalal Maisura Maisura Mena Uly Tarigan Muhammad Fahmi Muhammad Irhamsyah Muhammad Nazar Mukhlis Mukhlis Mukroji, Mukhroji NANDANG TARYANA Nasaruddin Nasaruddin NASRUN HARIYANTO Nazaruddin Nazaruddin Novita MZ, Novita MZ Nur Amalina Nur Atikah Nurhamsih, Yeli Oktavian, Bayu Pamela, Issaura Sherly Purwanti, Neneng R. GERHA TERIMANANDA, R. GERHA Rasoel Hamidy RIKI ARNANDO, RIKI Rina Febriana Rizal Munadi Saifuddin Ishak, Saifuddin SALISTIA PUTRA PERDANA Saputri, Dewi Sarfina, Ega Aulia Sastra, Hasan Yudie Simbolon, Novhitasari SITI SAODAH Sofyan H Siregar Sofyan, Dedi Sri Winarni subandiyo, may Sulastri Sulastri Suwarno, Bambang Syahputra, Muhammad Reza Tanjung, Cahyani Fitrah Teuku Yuliar Arif Thursina Andayani TIRZA NOVA TRI PRARTONO TRIWAHYU RUBIANTO Veranita, Desi Verid Aria Susammesin, Verid Aria Wahyudi Wahyudi Waluyo Waluyo WILDAN BUDIMAN Yeni Sustriani, Yeni Yogi Irawan Yudi Pratama, Yudi Yudi Sastriawan Yulina Sari, Yulina Yunirwan, Teuku Zuhar Musliyana, Zuhar Zulfaneti Zulfaneti