I. Syafa’at
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PEMODELAN TEKANAN KONTAK RATA-RATA TERHADAP MODEL KEAUSAN KONTAK SLIDING ANTARA SILINDER DENGAN BIDANG DATAR

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang keausan yang terjadi akibat kontak dari dua buah benda telah banyak dilakukan. Terdapat banyak studi untuk menganalisa keausan secara akurat dalam komponen permesinan, baik secara analitik maupun numerik. Paper ini membahas tentang pengaruh tekanan kontak rata-rata (average contact pressure) terhadap pemodelan keausan kontak sliding antara silinder dengan bidang datar. Model dibuat dengan menggunakan simulasi elemen hingga. Tekanan kontak rata-rata diperoleh dengan dua cara, yaitu dari hasil simulasi FEA dan dari model Hertz. Hasil studi ini menunjukkan bahwa model memiliki hasil yang bagus. Kata kunci: tekanan kontak rata-rata, kontak sliding, keausan, silinder

KEAUSAN PADA KONTAK LUNCUR PIN-ON-DISC: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA

MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tribologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang gesekan, keausan dan pelumasan sangat erat kaitannya dalam bidang engineering. Dalam hubungannya dengan pergerakan relatif dua buah permukaan benda yang saling kontak, jenis kontak dibedakan atas kontak statis dan dinamis. Dalam kontak dinamis, gerakan benda terbagi atas kontak luncur (sliding contact) dan kontak bergulir (rolling contact). Fenomena keausan akibat gesekan menjadi kajian yang menarik untuk diteliti. Model yang dibangun dapat berupa data hasil eksperimen ataupun hasil simulasi dengan bantuan software. Paper ini mereview penelitian-penelitian yang menggunakan finite element analysis (FEA) untuk meneliti kedalaman aus pada pin-on-disc. Hasil review ini menunjukkan bahwa berbagai penelitian tentang keausan yang telah dilakukan pada umumnya berangkat dari model keausan yang dibangun oleh Archard. Meskipun membutuhkan waktu yang relatif lama, penggunaan simulasi FEA dengan bantuan software dalam merumuskan keausan perlu dilakukan karena simulasi ini membutuhkan biaya yang relatif lebih murah. Untuk penelitian ke depan, perlu dikembangkan penelitian tentang kedalaman keausan pada kontak luncur dengan FEA.Kata kunci: sliding wear, pin-on-disc, keausan Archard, FEA

ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTAR DAN KECEPATAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL FCD 40 PADA MESIN BUBUT CNC

MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perkembangannya teknologi CNC (Computer Numerica Control), sebuah industri yang bergerak dibidang engineering yang memerlukan tingkat kepresisian dimensi dengan toleransi yang kritis dalam membuat sebuah produk, maka CNC lebih dipilih untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut karena CNC lebih mempunyai keunggulan daripada mesin konvensional karena CNC tidak banyak seting, tool bergerak secara otomatis ,pergerakan mesin dapat dimonitor, sehingga dalam pengerjaan sebuah material dengan variasi kecepatan pemakanan dan variasi kecepatan putar (rpm) dapat dikontrol melalui monitor. Berkenaan dengan ini penulis mencoba melakukan analisis terhadap kekasaran permukaan material FCD 40 dengan melakukan pembubutan 5 spesimen dengan variasi feeding (0,05; 0,10; 0,10; 0,20 dan 0,25mm/rev dengan diameter 30 mm dan 5 spesimen dengan variasi rpm (700, 800, 900 1000 dan 1100) dengan diameter 25 mm, sedangkan pahat yang digunakan insert CNMG 120408N-UX tanpa pendingin. Pengukuran kekasaran material menggunakan alat surface tester TR100 dengan mengambil 12 titik daerah pengecekan yang berbeda per spesimen, data yang didapat adalah hasil rata-rata dari harga Ra dan Rt/Rz.Kesimpulan yang didapat bahwa terjadi peningkatan harga Ra dan Rt/Rz lebih dari 10% dengan penambahan 0.05rev/min pada variasi feeding sedangkan pada variasi rpm terjadi penurunan akan tetapi tidak lebih dar 10% per 100 rpm. Kata kunci: kekasaran permukaan, feeding, FCD40

PENGARUH BEAD TERHADAP CACAT MATERIAL SPCEN SD DALAM PROSES TRY-OUT OUTER PILLAR B - LH PADA PROTOTYPE MPV CARNESIA

MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen Outer Pillar B – LH (Penyangga Luar B Sisi Kiri yang terletak di belakang pintu depan) pada produk uji Multi Purpose Vehicle Carnesia buatan Texmaco  ini menggunakan proses  draw  untuk mencetaknya. Pencetakan dilakukan dengan  die draw  yang mendapat tekanan besar dari mesin pres.  Draw  adalah proses cetak dengan prinsip dasar menggunakan proses  tekan-tarik. Proses ini, keberadaan  bead  sebagai pemegang dan penghambat laju aliran material berfungsi sebagai “penjepit” untuk menarik pelat, sangat penting. Pengujian terhadap alat cetak ini mempunyai fungsi untuk mendapatkan komponen yang memiliki kualitas yang bagus dan tidak cacat. Cacat material yang terjadi salah satu diantaranya adalah pecah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan meneliti tinggi bead.  Bead  dengan tinggi 4 milimeter selama proses uji coba mengalami pengurangan secara bertahap. Bahan yang dipakai adalah material standar JIS G 3141 SPCEN SD tebal 0.9 milimeter dan spesimennya adalah komponen  Outer Pillar B  –LH. Alur penelitian dimulai dengan adanya molding atau  pons  atau  alat cetak pres, gambar serta pelat. Penelitian berakhir ketika telah menghasilkan komponen yang bagus.  Penelitian ini pada awalnya menghasilkan komponen yang pecah selama pengepresan. Pengukuran ketinggian bead  dalam setiap uji coba menghasilkan ukuran panjang pecah yang juga mengalami penurunan. Selama pengujian berlangsung,  tinggi  bead  diukur. Komponen cetak yang dihasilkan, diukur panjang pecahan yang terjadi.  Hasil ini dicatat dalam setiap uji coba berlangsung. Kata kunci : die draw, bead, pecah.

PETA RAKITAN, PETA PROSES OPERASI DAN DIAGRAM TALI PADA ANALISIS ALIRAN BAHAN PULLER JAWS

MOMENTUM Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan tata letak pabrik (plant lay-out) tidak akan bisa efektif jika data penunjang mengenai bermacam-macam faktor yang berpengaruh terhadap tata letak pabrik itu sendiri tidak berhasil dikumpulkan dengan sebaik-baiknya. Selain jenis dan volume produk yang dibuat, proses manufakturing yang dipilih untuk pembuatan produk tersebut juga merupakan data yang cukup berarti dalam langkah awal perencanaan tata letak pabrik. Pada analisis proses, merencanakan operasi yang diperlukan untuk proses pengerjaan benda kerja mulai dari bahan baku sampai produk jadi, merupakan tindakan yang penting setelah mempelajari detil gambar kerja dari produk yang  akan dibuat. Adapun analisis proses itu  salah satu  diantaranya adalah teknik-teknik konvensional untuk menganalisis aliran bahan. Puller jaws adalah alat yang biasa dipergunakan untuk membantu melepas bantalan atau alat mekanis dengan suaian sesak  dari  rakitan-bagian.  Cara kerjanya dengan memutar kepala ulir penekan sehingga akan memberi gaya dorong terhadap bantalan agar tertarik keluar.  Urain berikut ini merupakan tinjauan tentang teknik-teknik konvensional untuk menganalisis aliran bahan dari puller jaws  dengan peta rakita, peta proses operasi dan diagram tali. Kata kunci : peta rakitan, peta proses operasi, diagram tali