Ida Bagus Ngurah Swacita
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana
Articles
30
Documents
ISOLASI TOXOPLASMA GONDII PADA AYAM BURAS

Buletin Veteriner Udayana Vol. 3 No.2 Agustus 2011
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study was conducted Toxoplasma gondii isolate from the brain and the heart of freerangechickens in Bali. The aim of this study to determine the seroprevalence andto isolate Toxoplasma gondii from free-range chicken heart and brain. To achieve of thisstudy observed 311 free-range chicken serum samples with ELISA method and examined225 free-range chicken brain and heart used digestion method. All of the samples takenfrom 9 districts in Bali. The results showed that the seroprevalence of Toxoplasma gondiiinfreerange chicken has 91.64%. Isolation of Toxoplasma godii from the heart and the brainfreerange chicken found the cyst on inoculate heart and brain, but by bioassay in mice for4 weeks observation failed to find tachyzoite form in peritonial exudat

PENGARUH SISTEM PETERNAKAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS TELUR ITIK

Buletin Veteriner Udayana Vol. 3 No.2 Agustus 2011
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Duck is one of the potential egg poultry production in Indonesia. General farming systemof duck was carried out an intensive and semi-intensive. The effect of difference farmingsystem may be contribute to differences in the duck’s egg quality, especially in relation toaspects of Egg White Index (EWI), Egg Yolk Index (EYI) and Haugh Unit (HU) of duck’segg, as well as to the long storage at room temperature (±28°C). The research usedCompletely Randomized Design (CRD), the pattern of 2 (farming system) x 4 (0,7,14 and21 day) two factor treatments farming system as intensive farming and semi-intensive andfour factor that is a long storage at room temperature. Each treatment combination wasreplicated 4 times. Data were analyzed with ANOVA, and followed by Duncan multiplerange test. Based on these results it can be concluded, farming system intensive and semiintensiveto produce duck’s egg quality with EWI, EYI and HU are not significantlydifferent (P>0.05). EWI, EYI and HU were significantly (P <0.01) influenced by longstorage; if the longer stored, the duck’s egg quality to be decreased.

Deteksi Bakteri Salmonella spp Dan Pengujian Kualitas Telur Ayam Buras

Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know the contaminan of bacterium of Salmonella spp. and the quality of local chicken eggs wich sold at Kuta I, Kuta II, Jimbaran, and Kedonganan traditional market. Sample of this research were taken from 120 local chicken eggs from four randomized traditional market. After ward each and every sample were inoculated at Tetrathionate Broth media, then streaked at Salmonella Shigella Agar (SSA) media. If a colony on SSA media appeared to be convex, transparant, with or without black spot at central shares, after that will be continued with Gram stain and biochemistry test covering cultivation at media of TSIA, IMViC. The result, from 120 sample of local chicken eggs which is sold in Kuta I, Kuta II, Jimbaran, and Kedonganan traditional market indicated that were no containing Salmonella spp. and the quality of local chicken eggs wich sold at Kuta I, Kuta II, Jimbaran, and Kedonganan traditional market significantly different (P <0.05) evaluated from the albumin Index , but not significantly different (P> 0.05) when viewed from the York index.

Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah Post-Thawing pada Penyimpanan Suhu Kamar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu merupakan media cair yang mempunyai komposisi sangat lengkap, sehingga tidak dapat bertahan lama dalam waktu lama bila disimpan pada suhu kamar. Susu yang disimpan pada suhu kamar akan mudah rusak jika tidak mendapat perlakuan seperti pasteurisasi, pendinginan/pembekuan, dan pemanasan. Dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing mengandung protein relatif lebih tinggi, yaitu 4,3% dibanding susu sapi 3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu kambing PE post-thawing pada penyimpanan suhu kamar ditinjau dari uji didih, uji alkohol, dan uji derajat asam. Penelitian ini diulang sebanyak 6 kali setiap hari sekali dengan waktu penyimpanan pada suhu kamar selama 0 jam, 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Kesimpulannya bahwa susu kambing PE post-thawing yang disimpan pada suhu kamar tidak melebihi 2 jam, sehingga susu kambing PE beku setelah di-thawing harus segera diminum.

Kualitas Daging Babi Ditinjau Dari Uji Obyektif Dan Pemeriksaan Larva Cacing Trichinella Spp

Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (1) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging merupakan pangan yang berkualitas, yang tiap tahun kebutuhannya semakin meningkat. Kebutuhan daging yang tiap tahunnya meningkat mengakibatkan pergeseran keinginan konsumen, dimana tidak hanya melihat kuantitas tetapi mulai bergeser pada kualitas daging (Arka, 1988). Daging memiliki nilai gizi baik dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging babi yang dipotong di RPH Pesanggaran ditinjau dari uji obyektif (pH, daya ikat air, dan kadar air) dan juga untuk mengisolasi adanya larva Trichinella spp. menggunakan metode kompresorium. Sampel penelitian ini diambil dari daging babi yang dipotong di RPH Pesanggaran sebanyak 30 sampel yang diambil setiap tiga hari sekali. Sampel untuk pengujian adanya larva Trichinella spp. diambil dari bagian diafragma sedangkan sampel untuk pengujian kualitas diambil dari bagian pahanya. Selanjutnya dibawa ke LAB Kesmavet FKH Unud untuk dilakukan uji kualitas daging dari segi uji obyektif (pH, daya ikat air, dan kadar air). Hasil penelitian menunjukan 95 % kualitas daging babi yang dipotong di RPH Pesanggaran baik (sehat). Hasil penelitian dengan metode kompresorium tidak ditemukan adanya larva Trichinella spp. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daging babi yang dipotong di RPH Pesanggaran berkualitas baik sehingga layak untuk dikonsumsi serta aman dari infeksi parasit yang bersifat zoonosis.

Survei Seroprevalensi Taenia solium Sistiserkosis Di Kabupaten Mimika, Papua

Buletin Veteriner Udayana VOL. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistiserkosis adalah infeksi yang disebabkan oleh stadium larva cacing pita babi (Taenia solium) yang masih menimbulkan problem kesehatan masyarakat. Papua merupakan salah satu daerah endemik terbesar sistiserkosis di Indonesia. Survai ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi sistiserkosis di Kabupaten Mimika, Papua. Total 44 sampel serum babi diperiksa yang berasal dari Distrik Kwamki Narama (28 sampel), Mimika Baru (13 sampel), dan Kuala Kencana (3 sampel) menggunakan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata seroprevalensi sistiserkosis di Kabupaten Mimika, Papua sebesar 50% (22/44), dengan seroprevalensi terbesar ditemukan di Distrik Kuala Kencana 100% (3/3), Distrik Kwamki Narama 46,4% (13/28), dan Distrik Mimika Baru 46,1% (6/13).  Disimpulkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis di Kabupaten Mimika, Papua sangat tinggi, sehingga diperlukan tindakan pencegahan dan penanggulangan yang lebih intensif

Deteksi Toxoplasma gondii pada Mencit yang Diinfeksi Inokulat Jantung dan Otak Ayam Buras

Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.2 Agustus 2012
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toxoplasma gondii adalah parasit intraseluler obligat menyebabkan penyakittoksoplasmosis yang sudah tersebar di seluruh dunia. Mencit sangat peka terhadapToxoplasma gondii, sehingga dipilih sebagai hewan model untuk toksoplasmosis. Mencitsebagai hewan model dilakukan penelitian dengan menginfeksikan inokulat jantung danotak ayam buras. Tujuan penelitian untuk mendeteksi Toxoplasma gondii pada mencitsecara serologis dengan metode ELISA dan secara histopatologis dengan metodemikroskopis dan pengecatan Haematoxylin Eosin preparat histologi. Sejumlah 18 inokulatjantung dan 18 inokulat otak ayam buras berasal dari sembilan kabupaten di Bali,diinokulasi ke 72 ekor mencit. Hasil penelitian diperoleh 9 inokulat jantung positif pada 10ekor mencit dan 2 inokulat otak positif pada 3 ekor mencit, dengan titer antibodi serum 512– 1024 EU. Deteksi secara histopatologis pada organ hati, jantung, otak, ginjal dan paruterjadi degenerasi, peradangan dan perdarahan interstitialis. Tidak ditemukan sista padasemua organ mencit yang diperiksa.

Bahan Pembersih Kulit Telur Meningkatkan Kualitas Telur Ayam yang Disimpan pada Suhu Kamar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (2) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur merupakan salah satu bahan pangan asal hewan yang banyak manfaatnya bagi masyarakat, baik putih telur maupun kuning telurnya. Untuk itu perlu mengetahui lama penyimpanan dan bahan pembersih yang baik agar kualitas telur ayam konsumsi dapat terjamin. Penelitian “Bahan Pembersih Kulit Telur Meningkatkan Kualitas Telur Ayam Yang Disimpan Pada Suhu Kamar ” ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bahan pembersih kulit telur dan lama penyimpanan pada suhu kamar (25oC – 28oC) terhadap kualitas telur ayam konsumsi, dan untuk mengetahui adanya interaksi antara bahan pembersih kulit telur dengan lama penyimpanan pada suhu kamar terhadap kualitas telur ayam konsumsi ditinjau dari kekentalan putih telur, warna kuning telur dan grade telur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4, dengan 4 faktor kombinasi perlakuan bahan pembersih yaitu tanpa dilap, dilap dengan lap yang dicelup air keran, dilap dengan lap yang dicelup air hangat - hangat kuku (40oC – 43oC), dan lap yang dicelup alkohol 70%. Sedangkan 4 faktor kedua yaitu lama penyimpanan pada suhu kamar (25oC – 28oC) pada hari ke-0, ke-5, ke-10, sampai hari ke-15. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali menggunakan 2 butir telur dan hasilnya di rata-ratakan, sehingga total telur digunakan adalah 96 butir (2 x 4 x 4 x 3). Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan pembersih kulit telur dan lama penyimpanan pada suhu kamar (25C-28oC) berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) menurunkan kualitas telur ayam konsumsi ditinjau dari kekentalan putih telur, warna kuning telur, dan grade telur. Terdapat interaksi yang nyata (P < 0,05) antara bahan pembersih kulit telur dengan lama penyimpanan pada suhu kamar (25oC-28oC) terhadap kualitas telur ayam konsumsi ditinjau dari kekentalan putih telur, dan grade telur. Begitu pula pada warna kuning telur terdapat interaksi yang sangat nyata (P<0,01) antara bahan pembersih kulit telur dengan lama penyimpanan pada suhu kamar (25oC – 28oC). Pembersihan kulit dengan bahan pembersih alkohol 70% yang paling baik untuk membersihkan kulit telur seiring dengan lamanya penyimpanan selama 15 hari terhadap kualitas telur ayam dengan putih telur, grade telur dan warna kuning telur

Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah Post-Thawing Ditinjau dari Waktu Reduktase dan Angka Katalase

Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (2) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu kambing kambing peranakan etawah (PE) ditinjau dari waktu reduktase dan angka katalase. Sampel yang dipergunakan adalah susu kambing peranakan etawah post-thawing dari peternakan di Desa Pucak Sari, Buleleng-Bali. Metode yang dipergunakan adalah uji reduktase menggunakan methilen blue sedangkan untuk menghitung angka katalase dipergunakan peroksida 0,5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susu kambing PE post-thawing memilikiwaktureduktase 300 ± 42,426 menit dan angka katalase 0,58±0,0837 ml.

Uji Didih, Alkohol dan Derajat Asam Susu Sapi Kemasan yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Denpasar

Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu sapi kemasan yang dipasarkan di pasar tradisional yang terdapat di Kota Denpasar ditinjau dari uji didih, uji alkohol dan uji derajat asam. Sampel yang dipergunakan berupa susu sapi kemasan yang dijual dipasar tradisional di empat wilayah Kota Denpasar yakni Denpasar Utara, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat. Susu kemasan yang dijadikan sampel adalah susu kemasan yang dijual dengan tidak menggunakan tempat penjualan khusus produk susu. Kualitas susu kemasan yang disampling diperiksa dengan uji didih, uji alkohol dan uji derajat asam. Hasilnya, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif pada uji didih dan uji alkohol. Uji derajat asam menunjukkan hasil bahwa sampel susu Denpasar Timur 5,47±0,113, Denpasar Barat 5,67±0,248, Denpasar Utara 5,61±0,089, dan Denpasar Selatan 5,52±0,167. Setelah dikonfirmasi pada Standar Nasional Indonesia hasil tersebut masih dalam kategori baik untuk dikonsumsi. Dapat disimpulkan bahwa kualitas susu sapi kemasan yang dijual dipasar tradisional dikota Denpasar masih dalam kondisi baik.