Muhammad Arsyad Suyuti
Politeknik Negeri Ujung Pandang

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Keandalan pada Finish Mill PT. Semen Bosowa Maros sebagai Dasar Penentuan Interval Waktu Perawatan Suyuti, Muhammad Arsyad
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 2 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan pabrik merupakan hal yang sangat mahal dan merupakan suatu godaan yang kuat untuk menundanya sampai esok hari dan menghemat dana untuk hari ini. Tindakan perawatan terhadap suatu plant yang dilakukan hanya berdasarkan kondisi kerusakan mesin dan fasilitas di pabrik yang ditentukan oleh badan pembuat kebijakan dilingkungan pabrik. Jika tindakan ini dikombinasikan dengan manajemen perawatan yang terabaikan, maka hal ini akan memperpendek masa berguna (useful life) dari plant dan mugkin juga akan menambah biaya lainnya seperti biaya kerusakan (downtime cost) dan berbagai kerugian yang timbul akibat dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kerusakan sistem. Perawatan fasilitas-fasilitas dalam sistem produksi merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menjamin kelancaran produksi. Selama ini PT. Semen Bosowa Maros melakukan perawatan berkala berdasarkan petunjuk dan manual-manual book setiap fasilitas yang digunakan dimana hanya menunjukkan hal-hal umum tanpa mempertimbangkan kondisi operasi aktual dilapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan strategi perawatan mesin pada unit Finish Mill berdasarkan analisis keandalan dengan mempertimbangkan target keandalan sistem. Data downtime dari masing-masing subsistem/komponen dikonversi menjadi data waktu antar kegagalan. Selanjutnya dilakukan pengujian distribusi data untuk mendapatkan distribusi yang paling sesuai. Berdasarkan parameter distribusi data yang diperoleh, maka fungsi keandalan masing-masing subsistem/komponen dapat ditentukan sehingga nilai keandalan masing-masing subsistem/komponen dan sistem secara keseluruhan untuk suatu periode waktu tertentu dapat dihitung. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kegagalan atau breakdown Unit Finish Mill selama bulan maret 2006 – maret 2008 penyebab utama adalah subsistem/komponen 561.BM1, 531.WF1, 531.BC6, 531.BC2, 531.BC1, 561.SR1 dan 531.BC3 sehingga alokasi keandalan difokuskan pada subsistem/komponen tersebut.Kata kunci : Perawatan, Keandalan, Downtime, Breakdown
Pembuatan Produk Benda Ukur sebagai Media Praktek Pengukuran Dimensi di Laboratorium Mekanik Suyuti, Muhammad Arsyad; Nur, Rusdi
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-9, No. 1 (2011)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin diperoleh pada penelitian ini adalah membuat produk berupa benda kerja yang dapat dijadikan sebagai obyek pengukuran dalam praktek penukuran dimensi. Sedangkan manfaat yang akan diperoleh dengan adanya produk benda ukur ini adalah menambah variasi pengukuran dimensi suatu benda kerja, sehingga mahasiswa dapat melakukan pengukuran dengan teliti dalam berbagai obyek. Pembuatan produk benda ukur ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: (1) pemilihan bahan produk benda ukur yang tidak mudah berkarat; (2) pengujian bahan untuk mengetahui kekuatan bahan dengan uji kekerasan; (3) pembuatan produk benda ukur pada mesin-mesin perkakas, seperti: mesin gergaji, mesin bubut, mesin frais, dan mesin gerinda; (4) melakukan proses perlakuan panas (heat treatment) pada produk benda ukur agar memenuhi standar bahan sebagai alat Bantu; (5) Melakukan proses pengukuran untuk mengetahui ukuran dari produk benda ukur yang telah dibuat. Berdasarkan hasil pembuatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Produk benda ukur yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai macam variasi pengukuran dengan menggunakan beberapa alat ukur seperti mistar ingsut skala nonius dan skala dial caliver, mikrometer, dan bevel protector.
RANCANG BANGUN MESIN ROL BESI PEJAL UNTUK PEMBUATAN KOMPONEN ALAT PERTANIAN Suyuti, Muhammad Arsyad; Susanto, Tri Agus
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-14, No. 1 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pesatnya perkembangan penggunaan alat mekanisasi pertanian oleh petani menyebabkan meningkatnya kebutuhan perawatan, perbaikan, pemeliharaan dan pembuatan peralatan mekanisasi sehingga jumlah bengkel perawatan, perbaikan dan pembuatan ala-alat pertanian terus bertambah. Bengkel alat dan mesin pertanian umumnya pekejaan yang sering dilakukan yaitu perawatan, perbaikan dan pembuatan komponen maupun mesin alat pertanian. Dari berbagai peralatan mekanisasi pertanian, peralatan yang paling umum dikerjakan yaitu traktor tangan dan mesin perontok padi. Traktor tangan adalah alat mekanisasi pertanian yang sering membutuhkan perawatan dan perbaikan pada bagian roda traktor dengan mengganti lingkaran roda besi. Suku cadang lingkaran roda besi sangat sulit didapatkan, sedangkan perontok padi juga masih banyak dibutuhkan oleh petani sawah sehingga salah satu kegiatan bengkel alat pertanian yaitu membuat perontok padi berdasarkan pesanan. Kendala yang dihadapi bengkel alat pertanian adalah kurangnya sarana peralatan sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pembuatan pelat alur pengarah mesin perontok yang terbuat dari pelat strip. Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk mengembangkan teknologi tepat guna untuk memudahkan bengkel-bengkel alat pertanian dalam membuat lingkaran roda besi traktor tangan dan pelat alur pengarah mesin perontok. Adapun kesimpulan dari kegiatan penelitian ini adalah dihasilkan satu unit mesin rol untuk mengerol lingkaran roda besi traktor tangan dan pelat alur pengarah mesin perontok padi. Alat ini terbagi tiga sub rakitan yaitu rangka, sumber tenaga, dan konstruksi dies pengerol. Mesin rol ini menggunakan sistem penggerak motor listrik. Alat ini mampu membentuk lingkaran roda besi traktor tangan model rangka Quick G dari bahan besi baja Ø16 mm di rol sampai berbentuk lingkaran dengan radius 330 mm dan pelat strip alur pengarah pada tutup mesin perontok padi dengan ukuran lebar 15 mm dan tebal 2 mm dibentuk menjadi ¼ lingkaran dengan radius lingkaran 860 mm, dan juga mampu mengerol lingkaran roda besi dan pelat pengarah mesin perontok dengan waktu 3 hingga 4 menit.
Rancang Bangun Prototipe Alat Metal Forming Sirip Roda Besi Traktor Tangan Suyuti, Muhammad Arsyad
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-13, No. 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi mekanisasi pertanian oleh petani saat ini sangat pesat perkembangannya mulai dari pekerjaan membajak sawah sampai panen. Salah satu pengembangan penerapan mekanisasi pertanian adalah penggunaan teknologi tepat guna traktor tangan menggantikan tenaga manusia maupun ternak dalam membajak lahan kering maupun lahan basah. Dengan meningkatnya penggunaan alat mekanisasi pertanian dari petani berdampak pada adanya kubutuhan pemeliharaan dan perbaikan alat-alat mekanisasi tersebut. Hal ini memicu berkembangnya bengkel-bengkel sampai pada pelosok-pelosok pedesaan khususnya bengkel pabrikasi pengelasan dan bengkel perawatan motor diesel/bensin. Traktor tangan merupakan salah satu alat mekanisasi pertanian yang banyak membutuhkan perawatan dan perbaikan setelah dipakai beberapa lama. Salah satu komponen traktor tangan yang sering membutuhkan perawatan dan perbaikan adalah sirip roda besi. Perawatan sirip roda besi dilakukan dengan mengganti semua siripnya. Kendala yang dihadapi bengkel las adalah suku cadang sirip roda besi ini sangat sulit didapatkan di daerah-daerah pedesaan sehingga bengkel-bengkel las harus membuat dengan cara tradisional, dengan cara tradisional tersebut membutuhkan waktu pembuatan yang sangat lama dengan kualitas yang kurang baik. Tujuan khusus dalam penelitian ini yaitu untuk merancang dan membuat alat bantu produksi untuk pembentuk sirip roda besi traktor tangan. Sedangkan target yang sudah dicapai dalam penelitian ini antara lain: a) perancangan konstruksi alat metal forming, b). pembelian bahan yang dibutuhkan, c). pembuatan komponen, d) perakitan alat metal forming untuk sirip roda besi traktor tangan, e). pengecatan dan f). persiapan bahan daun sirip roda traktor untuk pengujian alat metal forming tersebut.Kesimpulan yang dapat ditarik dari kegiatan penelitian ini adalah telah dihasilkan satu unit prototipealat metal forming untuk pembentukan daun sirip roda traktor. Alat ini terdiri dari tiga sub rakitan yaitu 1). rangka 2). sumber tenaga/baban dan 3) die set pembentuk. Alat metal forming sirip roda yang dihasilkan menggunakan penekan sistem dongkrak hidrolik dengan kapasitas 50 ton. Alat ini mampu membentuk sirip roda traktor dari material pelat ketebalan 2,5 mm. Ukuran sirip roda traktor yang dihasilkan 265x80x45 mm pada tingkat kepresisian sedang. Setiap sirip roda traktor dapat dibentuk dalam waktu yang cukup singkat maksimum 34 detik.
Pengaruh Arus pada Pengelasan Tig terhadap Kekuatan Tarik dan Energi Impak Sambungan AISI 304 to AISI 304 S, Jumardin; Marham, Marham; Susanto, Tri Agus; Suyuti, Muhammad Arsyad
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-13, No. 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

< p align="justify"Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap kekuatan tarik dan energi nilai impak dari hasil pengelasan las TIG dengan sambungan dari material AISI 304 to AISI 304. Arus pengelasan yang digunakan terdiri dari tiga variasi arus yaitu 70, 80, dan 90 A dengan diameter tungsten 2 mm. Jenis desain sambungan yang digunakan adalah single V groove dengan sudut 600. Dari hasil pengelasan dilakukan pengujian sifat mekanik kekuatan tarik dan energi impak. Pengujian kekuatan tarik dengan tiga variasi arus didapatkan hasil pengelasan dengan kualitas yang baik pada arus 90 A, dimana pada arus tersebut tidak terdapat spesimen yang putus pada daerah logam las. Pada arus 90 A diperoleh rata-rata kekuatan tarik sebesar 62,86 kgf/mm2 dan rata-rata regangan sebesar 41,56 %. Sedangkan pada pengujian impak energi impak tertinggi terdapat pada arus 90 A dengan rata-rata nilai energi impak sebesar 1,598 Nm/mm2 .
Rancang Bangun Simpel Press Tool untuk Bending V Bottoming Suyuti, Muhammad Arsyad
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-13, No. 2 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri manufaktur sekarang ini sangat pesat sehingga berdampak pada semakin besarnya tuntutan terciptanya berbagai alat dan perkakas bantu produksi yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produk secara massal. Press tool (punch dan dies) merupakan salah satu teknologi permesinan yang mampu memproduksi produk secara massal. Penggunaan press tool sangat efektif dan efisien untuk memproduksi produk secara massal dengan bentuk, ukuran dan kualitas yang seragam serta waktu produksi yang cepat tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Dalam aplikasinya press tool dapat menghasilkan beragam produk sesuai dengan desain punch dan dies yang diinginkan. Proses pembentukan berupa bending V merupakan salah satu aplikasi dari penggunaan press tool. Dari hasil rancang bangun press tool bending V bottoming dapat digunakan sebagai alat bantu bending V untuk produk atau komponen berukuran kecil dimana lebar garis bending maksimum 50 mm, tebal lembaran dasar material pelat 0 s.d 6 mm dan radius sudut tekuk 2, 4 dan 6 mm
SIFAT MEKANIK BAJA EMS 45 DENGAN PERUBAHAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR GARAM Rasyid, Syaharuddin; Suyuti, Muhammad Arsyad; Ardiansyah, Ardiansyah
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-14, No. 2 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Baja karbon paduan yang dipanaskan hingga mencapai suhu austenit, kemudian didinginkan secara cepat akan membentuk struktur yang martensit dan memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari struktur perlit maupun ferrit, proses ini dikenal dengan quenching, Proses quenching yang sederhana akan menghasilkan selubung uap yang mengelilingi spesimen, yang akan mengakibatkan ketidak seragaman proses pendinginan yang akhirnya dapat memunculkan keretakan karena pengaruh internal stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kekerasan dan kekuatan impak pada bahan Baja EMS 45 yang mengalami proses quenching dengan memvariasikan temperatur media pendingin air garam pada suhu 5OC sampai dengan 30OC.Metode yang digunakan adalah proses pemanasan spesimen pada temperatur 850OC dengan waktu penahanan selama 70 menit, selanjutnya spesimen diquencing pada temperatur media pendingin air garam yang berbeda. Untuk mengetahui nilai kekerasan dan kekuatan impak dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian impak. Hasil pengujian yang diperoleh pada penilitian ini yaitu pengujian tarik adalah 77,783 KgF/mm2 atau setara dengan baja St 70, nilai Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0OC yaitu sebesar 61,77 HRC dan Nilai kekuatan impak pada suhu 0OC sebesar 63,5 N.m. apabila suhu media pendingin air garam naik maka nilai kekerasan akan semakin menurun sedangkan pada pengujian impak apabila suhu media pendingin air garam naik maka nilai kekuatan impak akan semakin meningkat.
ANALISIS PENENTUAN INTERVAL WAKTU PERAWATAN FINISH MILL BERDASARKAN DOWNTIME PADA PT. SEMEN TONASA Rusdi, Muh; Suyuti, Muhammad Arsyad; P. H, Aditya; Suryono, Suryono
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-15, No. 1 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengolah data downtime dari masing-masing subsitem atau komponen, yang diubah menjadi data waktu antar kegagalan. Kemudian dilakukan pengujian data distribusi untuk mengetahui distribusi yang sesuai. Berdasarkan parameter yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan fungsi keandalan masing-masing subsistem atau komponen. Sehingga, nilai keandalan setiap komponen pada periode waktu tertentu dapat dihitung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kegagalan utama Unit Finish Mill selama bulan Maret 2010 – Maret 2013 adalah komponen atau subsistem 419BE01, 421BE01, 419WF01, 419FM01, 419AP01, 419FG03, 419SC01, 419FA07, 419OP01, 419AS02, 419OP10, 419BC01, 419FG04, 421GA01, 419MD02, 419OP06, 418PC07. Sehingga kehandalan difokuskan pada komponen atau subsistem tersebut, selanjutnya dilakukan penyusunan interval waktu perawatan sebagai strategi perawatan secara grup untuk mencapai kehandalan sistem yang ditargetkan.
ANALISIS TEGANGAN TARIK DAN LENTUR SAMBUNGAN ALUMINIUM AA 6061 HASIL PENGELASAN FRICTION STIR WELDING (FSW) MENGGUNAKAN PIN SHOULDER TOOL PERSEGI EMPAT Suyuti, Muhammad Arsyad; Sonda, Luther; Misdar, Misdar; Pasau, Raichard
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-15, No. 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur yang dihasilkan dari hasil pengelasan friction stir welding. Dalam pengelasan ini meterial yang disambung adalah Aluminium AA 6061. Sedangkan parameter pengelasan friction stir welding yang divariasikan yaitu putaran tool, dan kecepatan pengelasan (feeding). Tool yang digunakan memiliki pin shoulder berbentuk persegi empat dengan ukuran sisi yang sama. Dari hasil uji tarik diperoleh tegangan tarik tertinggi pada putaran 1300 rpm dengan feeding 90 mm/min sebesar 160,93 MPa sedangkan tegangan lentur tertinggi diperoleh pada root bending di putaran 1300 rpm dengan feeding 135 mm/min sebesar 487,22 MPa. Secara umum kualitas sambungan hasil pengelasan yang terbaik jika ditinjau dari segi tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur diperoleh pada putaran rendah yaitu 1300 rpm. Namun demikian baik tegangan tarik maksimum maupun tegangan lentur pada daerah sambungan nugget zone dan Thermomechaniically Affected Zone (TMAZ) masih jauh lebih rendah dari pada tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur logam induk.
Determining Interval Time of Maintenance in Bosowa Cement Indonesia using Reliability Method Suyuti, Muhammad Arsyad; Nur, Rusdi
INTEK: Jurnal Penelitian Vol 3, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.566 KB) | DOI: 10.31963/intek.v3i2.52

Abstract

Maintenance for machining and production facility is an important aspect to ensure a smooth production process. During this time, it was performed regular maintenance based on technical advice from supplier’s engines which just shows things in general without considering the actual operating conditions. This paper aims to plan the maintenance strategies for the Finish Mill unit based on reliability analysis by considering the target system reliability and cost of improving reliability. The data distribution obtained the most appropriate distribution. Based on the data obtained distribution parameters, then the function of the reliability of each part an be determined so that the value of the reliability of each part and the overall system for a specific time period can be calculated. The results showed that the failure or breakdown Mill Finish Unit was majority caused by the part of 561.BM1, 531.WF1, 531.BC6, 531.BC2, 531.BC1, 561.SR1 and 531.BC3. it means that need to focus o the reliability analysis to allocate their parts.