Articles

OPTIMALISASI SUMBER DAYA GURU DALAM RANGKA MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SD DI KABUPATEN BANYUMAS

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diteliti: 1) faktor apa sajakah yang menjadi hambatan dan pendukung para guru SD dalam rangka meningkatkan profesionalismenya di Kabupaten Banyumas dan 2) bagaimanakah upaya-upaya pengoptimalisasian sumber daya guru SD dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru SD di Kabupaten Banyumas. Metode survei digunakan dalam penelitian ini, yaitu tentang: 1) tingkat profesionalisme guru SD di Kabupaten Banyumas, 2) faktor-faktor yang menjadi hambatan dan pendukung para guru SD dalam rangka meningkatkan profesionalismenya di Kabupaten Banyumas, 3) potensi dan kemungkinan selanjutnya pengembangan dan peningkatan profesionalisme guru SD di Kabupaten Banyumas, dan 4) upaya-upaya pengoptimalisasian sumber daya guru SD dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru SD yang berbasis mutu kebutuhan wilayah di Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, wawancara, dan observasi lapangan yang kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif berupa penyajian data dengan presentase berdasarkan indiokator dan deskriptor menurut informasi yang diperlukan, kemudian diinterpresentasikan pada kondisi sesungguhnya. Hasil penelitian  dapat disimpulkan: 1) profil guru SD di wilayah Kabupaten Banyumas menunjukkan memiliki kompetensi yang tinggi. Hal ini tergambar jawaban responden rata-rata di atas 4,5 berarti mendekati rata-rata 5 yang artinya selalu melakukan indikator dan deskriptor guru yang profesional; 2) kompetensi guru SD di wilayah Kabupeten Banyumas sangat berpotensi untuk dikembangkan dan ditingkatkan profesionalismenya berdasarkan kebutuhan wilayah kabupaten Banyumas; dan 3) berbagai upaya pengoptimalisasian untuk meningkatkan profesionalisme guru SD di kabupaten Banyumas dilakukan dengan memanfaatkan faktor-faktor pendukung yang telah tergambarkan berdasarkan pendapat para guru SD di wilayah kabupaten Banyumas dan meminimalisasi faktor-faktor yang menjadi penghambatnya. Saran yang perlu diajukan adalah perlu perhatian penuh secara komprehensif terhadap guru SD di wilayah Kabupaten Banyumas dilakukan oleh berbagai pihak, terutama pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru SD berdasarkan kebutuhan di wilayah Kabupaten Banyumas dengan memperhatikan potensi dan faktor-faktor pendukung dan meminimalsasi faktor penghambatnya. Kata kunci: optimalisasi sumber daya guru, profesionalisme guru, guru SD

FUNGSI DAN PERAN KATA BERPREFIKS MENG- DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA

SASINDO Vol 1, No 1 Januari (2013): SASINDO
Publisher : SASINDO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan prefiks meng- yang dilakukan oleh Alisjahbana (1948), Mess (1957),Wojowasito ( 1978), Ramlan (1981), Kridalaksana (1987, 1990) mempersoalkan pembentukan kata,karakteristik, dan kategori kata. Pembahasan yang dilakukan baru menyangkut konsep dan kriteriapenggolongan kata. Pembahasan kata berprefiks meng- sebagai unsur pusat di dalam relasiparadigmatik belum maksimal.Dengan demikian, masalah yang menyangkut fungsi dan peran kataberprefiks meng- dalam bahasa Indonesia penting untuk diteliti. Dengan penelitian tentang fungsidan peran kata berprefiks meng- diharapkan menjadi lebih mendalam.Pendekatan yang digunakandalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Untuk membuktikan adanya prefiks mengpembentukverba yang berfungsi dan berperan dalam penataan kalimat, digunakan juga pendekatanword and paradigm (WP) dengan memanfaatkan teori struktural.Data penelitian ini mencakupi datatulisan dan data lisan yang berasal dari pemakaian bahasa Indonesia pada kurun waktu 2000 sampai dengan 2011. Data tulis dikumpulkan dengan teknik dasar penyadapan dan teknik lanjutanpencatatan, sedang data lisan dijaring melalui teknik konfirmasi dan teknik wawancara. Dalampenelitian ini akan dilakukan kajian pada setiap bentuk berprefiks meng- pembentuk verba akandikaitkan fungsi, makna gramatikal, dan perannya. Dengan cara kerja ini akan diketahui adanyakata berprefiks meng- yang memiliki fungsi, makna, dan peran yang berbeda-beda.Ketransitifanprefiks meng- + (-kan) bermakna: a) melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar,berfungsi P, berperan perbuatan aktif, serta berobjek, b)) ketransitifan prefiks meng- + -kanbermakna melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar (benefaktif)), berfungsi P,berperan perbuatan aktif, serta berobjek (dan berpelengkap); 2) ketaktransitifan prefiks mengbermakna:a) menjadi, b) menyerupai, c) makan/minum, d)) menuju, e) mencari/mengumpulkan,dan berfungsi P, dan berperan keadaan, serta nomor 2.a) sampai dengan 2.i)) tidak memiliki sasaran(objek).Kata Kunci: Prefiks meng-, Fungsi, Peran

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI TEKNIK DEBAT PADA SISWA KELAS XI SMA IBU KARTINI SEMARANG TAHUN AJARAN 2010/2011

Media Penelitian Pendidikan Vol 5, No 1 juni (2011): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara di kalangan siswa masih relatif rendah. Rendahnya kemampuan berbicara ini juga dialami oleh siswa SMA Ibu Kartini Semarang. Sikap malu, takut, dan kurang percaya diri senantiasa melingkupi siswa. Hal tersebut disinyalir karena rendahnya kreativitas  guru dalam menentukan teknik pembelajaran berbicara. Fenomena ini merupakan permasalahan yang menuntut segera dicari penyelesaiannya.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan teknik debat dalam pembelajaran kemampuan berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas XI SMA Ibu Kartini Semarang melalui pembelajaran dengan teknik debat dan (2) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas XI SMA Ibu Kartini setelah diberikan pembelajaran keterampilan berbicara dengan teknik debat. Penelitian ini adalah penelitian berbasis kelas. Dengan demikian, metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus. Data penelitian diambil melalui tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, jurnal siswa, jurnal guru, dan dokumentasi foto. Adapun data tes yaitu berupa penilaian kemampuan berbicara dalam kegiatan debat. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian, disimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan teknik debat, kemampuan berbicara siswa sebesar 7,12% dengan nilai rata-rata siswa sebesar 68.20% pada siklus I dan nilai rata-rata siswa  75.43% pada siklus II. Adapun perubahan perilaku yang ditunjukkan siswa yaitu siswa semakin aktif dan antusias dalam belajar, berani mengemukakan pendapat, dan percaya diri berbicara di depan forum resmi.Kata Kunci: keterampilan berbicara, pembelajaran berbicara, teknik debat

Desain dan implementasi Sistem Komunikasi Wireless Pada SBC Alix3d2

INKOM Journal Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.426 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan implementasisistem komunikasi Wireless pada SBC (Single Board Computer) untuk sistem komunikasi stasiun cuaca. SBC yang digunakan adalah Alix3d2 dan Embedded linux yang digunakan adalah linux debian yang di bangun oleh komunitas embedded linux yang berawal dari uClinux, yaitu linux untuk prosesor tanpa Memory Management Unit (MMU) yang kemudian diambil library-nya yaitu uClibc sebagai pengganti libc yang lebih kecil ukurannya untuk native linux pada system minimalis dengan prosesor yang memiliki MMU. Selain library, beberapa fungsi native linux di gabungkan oleh Busybox, sehingga ukuran aplikasi menjadi lebih kompak. Hasil dari perancangan diimplementasikan pada Alix3d2 board. Kata Kunci : MMU, SBC, dan uCLinux.

Studi Perbandingan Teknik Sinkronisasi Waktu untuk Sistem Mobile OFDM

INKOM Journal Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.176 KB)

Abstract

OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah teknik modulasi cocok untuk aplikasi delay spread yang tinggi. Namun kinerja OFDM sangat sensitif terhadap kesalahan sinkronisasi waktu. Pada tulisan ini, pengkajian terhadap beberapa algoritma untuk sinkronisasi waktu di sistem komunikasi OFDM pada model kanal multipath ITU Vehicular dilakukan. Dari hasil  analisis,  terpilih  empat  algoritma  sinkronisasi waktu  yang  mempunyai  ukuran  pewaktu  yang bersifat  impulsif  untuk dievaluasi kinerjanya dalam menghitung waktu kedatangan simbol OFDM. Simulasi dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh SNR (Sinyal to Noise Ration) dan CIR (Channel Impulse Response). Kinerja dari algoritma diukur dengan MSE (Mean Squared Error) dari offset timing point. Hasil simulasi menunjukkan bahwa teknik konvensional (teknik autocorrelation dan  crosscorrelation)  tidak  cukup  untuk sistem  dengan  kondisi  kanal  dengan delay  spread yang  cukup  tinggi.  Teknik konvensional yang digabungkan dengan teknik perubahan statistik pada korelator mempunyai kinerja yang lebih baik pada kondisi kanal dengan delay spread yang cukup tinggi.

New Edge Detection Method Using Elisabeth Method: Case Study Javanese Batiks

Jurnal Buana Informatika Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This article will introduce a new edge detection method called Elisabeth method to analyze image. The case study here is Javanese Batik’s motif. Edges are basic low level primitives for image processing. It helps to identify pictures. Methods used are the combination between Sobel and Prewitt. This method is completely new to analyze Javanese Batik’s motif. Every batik motif has unique pattern. The purpose of this research is to improving edge detection method that already known now. The result is a new method in edge detection problems. Batik is one of the Indonesian Heritage that avowed as a Heritage World Cultures. With this research it hoped can help our country to classify and identify Batik’s motif items in Indonesia. Keywords: Prewitt, Sobel, Elisabeth, Javanese Batik, Parang, Kawung Abstrak. Metode Baru Deteksi Tepi Menggunakan Metode Elisabeth: Studi Kasus Batik Jawa. Artikel ini akan memperkenalkan sebuah metode baru deteksi tepi yang disebut dengan metode Elisabeth untuk menganalisis citra. Studi kasus yang digunakan disini adalah motif Batik Jawa. Tepi adalah primitif level dasar untuk pemrosesan citra. Ini membantu mengidentifikasi gambar. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara Sobel dan Prewitt. Metode ini benar-benar baru untuk menganalisis motif Batik Jawa. Setiap motif batik memiliki pola yang unik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan metode deteksi tepi yang sudah dikenal sekarang. Hasilnya adalah metode baru dalam masalah deteksi tepi. Batik adalah salah satu Warisan Indonesia yang diakui sebagai Warisan Budaya Dunia. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu negara kita untuk mengklasifikasikan dan mengidentifikasi motif Batik di Indonesia. Kata Kunci: Prewitt, Sobel, Elisabeth, Batik Jawa, Parang, Kawung

New Edge Detection Method for Indonesian Batik

Jurnal Buana Informatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Metode Baru Deteksi Tepi untuk Batik Indonesia. Didalam paper ini, diusulkan sebuah metode pendeteksi baru untuk motif batik. Deteksi tepi sudah sangat sering digunakan didalam pemrosesan gambar. Batik motif adalah salah satu contoh gambar yang memiliki bentuk yang unik dan menarik untuk dianalisis. Metode yang digunakan pada paper ini adalam metode canny dan prewit dan akan menghasilkan metode baru yaitu metode Thomas. Perbedaan antara metode dan hasil akan dilihat dari sisi ketepatan, qualitas hasil dan kejelasan. Contoh batik yang akan digunakan adalah motif parang, motife lereng dan udan liris. Ketiga batik tersebut memiliki pola  yang unik. Kata kunci : Canny, Prewitt, Thomas, Batik, Parang, Lereng, Udan liris. Abstract. New Edge Detection Method for Indonesian Batik. In this paper, we propose a new edge detection analysis method on batiks motif. Edge detection has been oftenly  used in computer vision and image processing. Indonesian  Batiks motif are some example of graphic picture that has unique pattern that interesting to analyse. The method that used for example on this paper are canny and prewit and produce a new method, thomas method. the different  amongs the method, the result of comparison appears on quality, accuracy and clarity. The example that we use are parang batiks motive, lereng batiks motive, and udan liris batiks motive. Three of batiks motive above are have unique pattern. Keywords: Canny, Prewitt, Thomas, Batik, Parang, Lereng, Udan liris.

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Aset TIK Studi Kasus: Asmi Santa Maria Yogyakarta

Jurnal Buana Informatika Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Analysis and Design of Communication and Information Technology Management Information System Case Study: Asmi Santa Maria Yogyakarta. The management of asset in ASMI Santa Maria has been done by MS Excel application. This application has limitations such as lack of detailed records of assets, difficulty doing complex calculations such as valuation of assets, limited access to others in need, and less able to handle the administration of information assets of items that can provide real-time information, accurate, integrated, and user- friendly. This study aims to analyze and design the system needs to manage ICT assets in ASMI Santa Maria Yogjakarta. Through analysis and design of this system the authors intended to provide suggestions for institution to implement the ICT Asset Management Information System (SIMATIK). This information system has been successfully designed and provide ICT asset information management functionality that includes the registration of assets, asset allocation, transfer of assets, calculating depreciation, valuation of assets, maitencance records, removal of assets, asset tracking, and reporting. Designing ICT asset management information system is done with web-based (intranet) and with object-oriented approach (OOA). Keywords: asset management, asset management information system, object oriented apporach. Abstrak. Pengelolaan aset barang di ASMI Santa Maria selama ini dilakukan dengan aplikasi MS Excel dalam format daftar inventaris barang. Aplikasi ini memiliki keterbatasan seperti tiadanya rekod detil aset barang, kesulitan melakukan penghitungan yang komplek seperti penilaian aset, terbatasnya akses pihak lain yang membutuhkan, dan informasi kurang  dapat menangani penatausahaan aset barang yang dapat memberikan informasi real-time, akurat, terintegrasi, dan user-friendly. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang kebutuhan sistem untuk mengelola aset TIK di ASMI Santa Maria Yogyakarta. Melalui analisis dan perancangan sistem ini penulis bermaksud memberikan usulan bagi lembaga untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Aset TIK (SIMATIK). Sistem informasi ini telah berhasil dirancang dan menyediakan fungsionalitas pengelolaan informasi aset TIK yang meliputi registrasi aset, penempatan aset, pemindahan aset, penghitungan depresiasi, penilaian aset, pencatatan maintenance, penghapusan aset, pelacakan aset, dan pembuatan laporan. Perancangan Sistem informasi manajemen aset TIK ini dilakukan dengan berbasis web (intranet) dan dengan pendekatan berorientasi objek (OOA). Kata Kunci: Manajemen aset, sistem informasi manajemen aset, pendekatan berorientasi objek.

Analisis Dan Desain Aplikasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Berbasis SMS, Studi Kasus: Asmi Santa Maria Yogyakarta

Jurnal Buana Informatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Analysis And Design of SMS-Based New Student Registration Application, Case Study: Asmi Santa Maria Yogyakarta. This study aims to analyze and designing new mahasisaw registration applications based on SMS in Asmi Santa Maria Jogjakarta. Through analysis and design of these authors provide suggestions for the agency intends to implement the OAU-Based Applications SMS (APMB-SMS). Applications that are designed to provide modules that facilitate the management of student enrollment that includes a wave of new registration, course selection, data registries, and reports of new student enrollment. Application of the proposed new student enrollment based on SMS with a structured approach. Keywords: SMS, Registration Application, Structured Approach Intisari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan medesain aplikasi pendaftaran mahasisaw baru berbasis SMS di ASMI Santa Maria Yogyakarta. Melalui analisis dan desain ini penulis bermaksud memberikan usulan bagi lembaga untuk mengimplementasikan Aplikasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Berbasis SMS (APMB-SMS). Aplikasi yang dirancang menyediakan modul-modul yang memudahkan pengelolaan pendaftaran mahasiswa baru yang meliputi gelombang pendaftaran, pilihan program studi, data pendaftar, dan laporan pendaftaran mahasiswa baru. Aplikasi pendaftaran mahasiswa baru yang diusulkan berbasis SMS dengan pendekatan terstruktur. Kata Kunci: SMS, Aplikasi pendaftaran, pendekatan terstruktur.

Pengembangan Prototype E-Directory Batik Berbasis Mobile Web dan Location Based-Service

Jurnal Buana Informatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Batik is one of Indonesian cultural works that is of high financial value, and admired by many nations in the worlds. Moreover, Indonesian Batik has been recognized by UNESCO as a non object cultural heritage in 2009. This encourages all Indonesians, not only those related to batik industries, to preserve batik. Therefore, information technology based media is needed to spread the philosophical values of batik to the community and to improve the economy for batik industries. The prototype development of mobile web and location based services of batik e - directory aims to build an information technology-based media of the philosophical values of batik to public and to improve the economy. The process includes the development of system requirements and prototype design. Requirement analysis is performed by collating appropriate information architecture to present information of e-directory and batik centers, as well as making requirement specification. The results of requirement analysis will be used as the basis to design a website prototype that can provide information about the e-directory batik and batik centers.Keywords: prototype, e-directory, batik, mobile, web, location-based service Abstrak.Batik merupakan salah satu hasil karya budaya bangsa Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, serta dikagumi oleh berbagai bangsa di dunia.Batik Indonesia bahkan telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya bukan benda pada tahun 2009.Hal ini membuat batik wajib dilestarikan dan dikenal, bukan hanya oleh pelaku industri batik, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia.Oleh karena itu dibutuhkan media berbasis teknologi informasi sebagai sarana untuk menginformasikan nilai-nilai filosofi dari batik kepada masyarakat dan sarana untuk meningkatkan perekonomian bagi pelaku industri batik.Pengembangan prototype e-directory batik berbasis mobile web dan location based-service bertujuan untuk membangun sebuah media berbasis teknologi informasi sebagai sarana untuk menginformasikan nilai-nilai filosofi dari batik kepada masyarakat dan sarana untuk meningkatkan perekonomian bagi pelaku industri batik. Proses pengembangan meliputi analisis kebutuhan sistem dan perancangan prototype. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menyusun arsitektur informasi yang tepat untuk menyajikan informasi e-directory dan sentra batik, serta pembuatan spesifikasi kebutuhan sistem.Hasil analisis kebutuhan sistem akan dijadikan sebagai dasar bagi perancangan prototype website yang dapat menyajikan informasi tentang e-directory batik dan sentra batik.Kata kunci: prototype, e-directory, batik, mobile, web, location-based service