p-Index From 2014 - 2019
13.618
P-Index
Articles

Penyuluhan Model Pendampingan dan Perubahan Status Gizi Anak Usia 6 – 24 Bulan Amir, Aswita; Muis, S. Fatimah; Suyatno, Suyatno
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2008:MMI Volume 43 Issue 3 Year 2008
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.857 KB)

Abstract

The outreach counseling model and nutritional status change in 6–24 months old childrenBackground: Insufficient knowledge on food and health of mothers will lead to inadequate food intake and high infection risk, especially diarrhea and acute respiratory tract infection (ARTI). Improvement of knowledge can be achieved by counseling. There are several model of counseling, one of them is the outreach model. This study aimed was to analyze the influence of outreach counseling model toward the change of nutritional status of 6–24 months old children. Methods: Research design was a quasi experiment with non randomized pre post test control group. Intervention group recieved outreach counseling model by outreach nutritionists (Tenaga Gizi Pendamping) and control group recieved conventional counseling from nutritionists of primary health care center (Tenaga Gizi Puskesmas). The study was done in Makassar City, South Sulawesi Province with the working area of Sudiang Raya’s Primary Health Care chosen as intervention area and Bira’s Primary Health Care as control site. Subjects were children aged 6–24 months with WAZ between -3 until 0 SD. The number of subjects in intervention group were 32 and control were 37 children. The observation variables were changes of mother’s knowledge, energy adequacy level, protein adequacy level, diarrhea and ARTI duration and nutritional status (WAZ, HAZ and WHZ) of the children. Data were analyzed using t-test and multivariate analysis by linear regression.Results: After 3 months of intervention, there were increase in mother’s knowledge, energy adequacy level, and the decrease of duration diarrhea was higher in the outreach counseling group than the control group. The WAZ and HAZ in outreach counseling group were better than control group, and there was an increase in WHZ in outreach counseling group with a decrease in the control group.Conclusions: Outreach counseling model is more effective than conventional counseling in lowering the decrease of nutritional status on 6–24 months old children.Key words: Outreached counseling, nutritional status, 6–24 months old children. ABSTRAK Latar Belakang: Pengetahuan ibu yang kurang tentang gizi dan kesehatan akan menyebabkan asupan makanan yang tidak cukup serta meningkatnya risiko penyakit infeksi diantaranya diare dan ISPA pada anak. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan dengan penyuluhan. Penyuluhan terdiri dari beberapa model, salah satu diantaranya adalah model pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan model pendampingan terhadap ibu selama 3 bulan terhadap perubahan status gizi anak usia 6-24 bulan.Metode: Desain penelitian adalah quasi experiment berupa non randomized pre post test control group. Kelompok intervensi mendapat penyuluhan model pendampingan oleh Tenaga Gizi Pendamping (TGP) dan kelompok kontrol mendapat penyuluhan konvensional oleh Tenaga Gizi Puskesmas. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar sebagai lokasi intervensi dan Puskesmas Bira sebagai lokasi kontrol. Subyek penelitian adalah anak usia 6–24 bulan dengan skor Z BB/U -3 s.d. 0 SB. Jumlah subyek untuk kelompok intervensi 32 dan kontrol 37 anak. Variabel yang diamati meliputi perubahan pengetahuan ibu, Tingkat Kecukupan Energi (TKE), Tingkat Kecukupan Protein (TKP), hari sakit (Diare dan ISPA) dan status gizi (skor Z BB/U, PB/U dan BB/PB). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda dan analisis multivariat dengan regresi linier.Hasil: Setelah 3 bulan intervensi, terjadi peningkatan rerata skor pengetahuan ibu dan TKE, dan penurunan jumlah hari sakit diare lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan kontrol. Status gizi (skor Z BB/U dan PB/U) pada kelompok intervensi lebih baik dibandingkan kontrol (p<0,05), terjadi peningkatan skor Z BB/PB pada kelompok intervensi dan penurunan skor tersebut pada kelompok kontrol (p<0,05).Simpulan: Penyuluhan model pendampingan lebih efektif daripada penyuluhan konvensional dalam menekan penurunan status gizi anak usia 6–24 bulan.
NILAI GIZI, DAYA CERNA PROTEIN DAN DAYA TERIMA PATILO SEBAGAI MAKANAN JAJANAN YANG DIPERKAYA DENGAN HIDROLISAT PROTEIN IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) Haslina, Haslina; Muis, Siti Fatimah; Suyatno, Suyatno
JURNAL GIZI INDONESIA Volume 1. Nomor 2. Juni 2006
Publisher : JURNAL GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRACT Introduction: Patilo is one of traditional various snacks from Gunung Kidul that is made of fermented cassava waste and cassava starch. Fermentation is intended to reduce or eliminate the HCN content of cassava and to establish special flavour. The protein content of patilo is very low, therefore it can be enriched with animal protein from fresh water fish in form of fish flour or fish protein hydrolysate (FPH). Enrichment with fish protein hydrolysate has an advantage since it will be easier to digest by human because FPH better functional properties and higher solubility.Method: The study consisted of four activities that were 1) making/producing mujair FPH, 2) producing and enriched patilo with mujair FPH, 3) analyzed the nutritive values and protein digestibility of enriched and unenriched patilo and 4) analyzed the consumers acceptability of the products. The experiments were carried out in the 1) Food Engineering and Chemistry Laboratorium of Faculty of Agriculture Technology Semarang University, 2) Pilot Plan PAU and GMSK Laboratory of Bogor Institute of Agriculture, 3) Sidoardjo Village, Tepus Gunung Kidul. Variables being studied were nutritive value and protein digestibility of unenriched and enriched patilo with mujair FPH in several consumer acceptability in terms of flavour, taste, colour and texture. The study design was a complete random design of one factor in which the FPH was added in 5%, 10% and 15% concentration, each treatment repeated 3 times. Statistical analyses used for nutritive value and protein digestibility were Anova followed by Least Significant Difference test with 0,05 level of significancy Friedman and Wilcoxon Sign Rank test were used to test the organoleptic values both in the laboratory and in the field. Result:1) The nutritive value changes of raw enriched patilo were : a) significant decrease in water and carbohydrate content, b) significant increase in ash, fat and protein content compared to the unenriched patilo, 2) The nutritive value change of fried enriched patilo were : a) significant decrease in water and carbohydrate content, b) significant increase in fat, protein and energy content compared to the unenriched patilo, 3) The protein digestibility in raw and fried enriched patilo was significant higher than that without enrichement, 4) Patilo enriched with 10% mujair FPH was mostly liked by consumer either in the laboratory or in the field in term of taste, flavour and texture as for colour, all consumers prefered the unenriched patilo, 5) The changes of the nutritive values and protein digestibility were statistically significant in the enriched patilo, however from the nutrition point of view, only the increased of protein content (six folds increase) was meaningful. Conclusion: Patilo enriched with 10% mujair FPH is the most/well accepted by laboratory panelists and field consumers, and there was six folds increase in the protein content.   Key Word: Patilo, enrichment and fish protein hydrolysate.   ABSTRAK   Latar Belakang: Patilo adalah salah satu makanan jajanan tradisional Gunung Kidul yang diolah dari ampas singkong yang difermentasi dan dicampur dengan pati singkong. Kandungan protein dalam patilo sangat rendah, untuk itu perlu diperkaya antara lain dengan sumber protein hewani dari ikan air tawar baik dalam bentuk tepung ikan atau hidrolisat protein ikan (HPI). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk 1). menganalisis nilai gizi patilo 2). menganalisis daya cerna protein patilo 3). menganalisis daya terima patilo goreng tanpa dan dengan penambahan HPI mujair Metode: Penelitian ini terdiri dari empat kegiatan yaitu: 1). pembuatan HPI mujair, 2). pembuatan dan pengkayaan patilo dengan HPI mujair, 3). pengujian nilai gizi dan daya cerna protein patilo tanpa dan dengan penambahan HPI mujair dan 4). uji penerimaan patilo baik di laboratorium maupun di lapangan. Variabel yang diamati adalah kandungan gizi patilo dan daya cerna protein patilo. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor yaitu HPI0=tanpa penambahan HPI, HPI1= penambahan HPI 5% dari berat ampas (b/b), HPI2=penambahan HPI 10 % dari berat ampas (b/b) dan HPI3=penambahan HPI 15% dari berat ampas (b/b), masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Analisis kandungan gizi dan daya cerna patilo dengan Anova, uji dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) pada taraf dan 5%. Untuk analisis uji organoleptik baik di laboratorium maupun di lapangan dengan uji Friedman. Perbedaan hasil akan dilanjutkan dengan uji lanjut Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: 1) Nilai gizi patilo mentah dengan penambahan HPI mujair dibandingkan tanpa penambahan HPI mujair adalah : a) terjadi penurunan kadar air dan kadar karbohidrat secara signifikan (ρ<0,05) dan b) terjadi peningkatan kadar abu, kadar lemak dan kadar protein secara signifikan (ρ<0,05), 2) Nilai gizi patilo goreng dengan penambahan HPI mujair dibandingkan tanpa penambahan HPI mujair adalah : a). terjadi penurunan kadar air dan kadar karbohidrat secara signifikan (ρ<0,05) dan b).terjadi peningkatan kadar lemak, kadar protein dan energi secara signifikan (ρ<0,05) 3). Daya cerna protein patilo mentah dan goreng dengan penambahan HPI mujair meningkat secara signifikan (ρ=0,000) dibandingkan tanpa penambahan HPI mujair pada semua konsentrasi, 4). Patilo dengan penambahan HPI mujair 10% paling disukai oleh panelis agak terlatih dan panelis konsumen anak sekolah berdasarkan skor rasa, bau dan tekstur. Untuk warna, panelis agak terlatih dan panelis konsumen anak sekolah memilih patilo tanpa penambahan HPI mujair dan 5). Secara statistik perubahan nilai gizi dan daya cerna protein bermakna kecuali untuk kadar abu patilo goreng, namun dari sudut gizi perubahan yang berarti hanya pada kadar protein yang mencapai 6 kali lipat. Simpulan: Patilo yang diperkaya dengan HPI mujair 10% paling disukai oleh panelis agak terlatih maupun panelis konsumen anak sekolah dan terjadi kenaikan secara signifikan pada kadar protein yang mencapai 6 kali lipat. Kata Kunci : Patilo, pengkayaan dan hidrolisat protein ikan    Permalink : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgi/article/view/3243  
Perancangan Reflektor Cahaya untuk Sistem Pencahayaan Alami Berbasis Optik Geometri Nugroho, Joko; Yudoyono, Gatut; Suyatno, Suyatno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.193 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perancangan dan reflektor pengumpul berkas cahaya untuk sistem pencahayaan alami berbasis optik geometri menggunakan 2 buah reflektor. Mekanisme pemanduan cahaya pada reflektor yang dirancang adalah dengan mengumpulkan cahaya matahari menjadi berkas titik oleh panel reflektor 1 dan di pantulkan kembali oleh reflektor 2 menuju lubang transmisi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data gain (penguatan) reflektor jenis (type) 1 sebesar 2,9 kali di titik lubang trasnmisi. Gain reflektor jenis 2 sebesar 8,75 kali di titik fokus reflektor 1 dan 1,4 kali di titik lubang transmisi, sehingga dapat memberikan wacana tentang pemanfaatan energi matahari yang tidak terbatas hanya pada tinjauan termal dan listrik (solar cell). Energi matahari dapat dimanfaatkan dalam bidang pencahayaan yang sehat dan hemat energi pada ruang tertutup (tidak dapat dijangkau sinar matahari langsung).
KINERJA SISTEM COFDM (CODED ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING) PADA KANAL RADIO MOBILE Winata, Hendra; Wijanto, Heroe; Suyatno, Suyatno
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.228

Abstract

Komunikasi data berkecepatan tinggi memerlukan teknik modulasi yang dapat mengatasi terjadinya ISI (Inter-Symbol Interference) dan respons frekuensi kanal yang tidak rata. OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan teknik transmisi multicarrier dengan periode simbol relatif lebih lebar dibandingkan nilai delay spread kanal. Dengan subcarrier spektral yang lebih sempit dari lebar-pita frekuensi koheren, OFDM diharapkan memiliki ketahanan terhadap gangguan kanal yang tidak rata. FEC (Forward Error Correcting) masih dibutuhkan untuk meminimumkan efek kesalahan akibat dari beberapa subcarrier yang mengalami fading lebih kuat dibandingkan lainnya. FEC dengan teknik pengkodean konvolusional dan interleaver banyak dipakai pada standar OFDM seperti Wireless LAN 802.11a dan Direct Video Broadcasting. Hasil simulasi menunjukkan pengkodean konvolusional [133 171] memberikan nilai coding gain maksimal 6 dB untuk modulasi subcarrier QPSK dan 7 dB untuk 16-QAM. Pada kanal radio mobile dengan frekuensi doppler 0, 9, 56 dan 130 Hz, diperoleh coding gain 7 dB. Penggunaan matriks interleaver 3218 (IS–95) bekerja kurang optimal dengan perbaikan daya kurang dari 1dB. Ketika frekuensi doppler 130 Hz, matriks interleaver 10096 mampu memperbaiki kinerja sistem secara siginifikan, BER di sekitar 10-6 dicapai pada SNR = 16 dB.Kata kunci: OFDM, interleaver, delay spread, frekuensi doppler, coding gain, IFFT-FFT
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA FLAVONOID DARI TUMBUHAN PAKU PERAK (Pityrogramma calomelanos) (ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF FLAVONOID COMPOUND FROM SILVER FERN (Pityrogramma calomelanos) ) JULITA, NURMA; Suyatno, Suyatno
UNESA Journal of Chemistry Volume 1, Number 1, 2012
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BAGIAN BATANG TUMBUHAN PAKU Nephrolepis radicans (BURM.) KUHN (ACTIVITIES ANTIOXIDANT METHANOL PLANT EXTRACT NAILS Nephrolepis radicans (BURM.) KUHN) DAYANTI, RINI; Suyatno, Suyatno
UNESA Journal of Chemistry Volume 1, Number 1, 2012
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK METANOL BATANG Nephrolepis radicans (Burm.) Kuhn dan UJI AKTIVITAS PENDAHULUAN ANTIOKSIDAN (FLAVONOID COMPOUND from METANOL EXTRACT Of Nephrolepis radicans (Burm.) Kuhn FERN’S STEM and PRELIMINARY TEST AS ANTIOXIDANT) RINDA INTAN PRADITA, EMMY Rinda Intan; Suyatno, Suyatno
UNESA Journal of Chemistry Volume 1, Number 2, 2012
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
UJI AKTIVITAS PENDAHULUAN SEBAGAI ANTIKANKER SENYAWA NON FENOLIK EKSTRAK n-HEKSANA TUMBUHAN PAKU Christella arida (PRELIMINARY TEST AS ANTICANCER OF NON PHENOLIC COMPOUND n- HEXANE EXTRACT OF THE Christella arida FERN) Hajar, Farah Permata; Suyatno, Suyatno
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 3, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETIL ASETAT TUMBUHAN PAKU Christella arida DAN UJI PENDAHULUAN SEBAGAI ANTIKANKER (SECONDARY METABOLISM COMPOUND FROM ETHYL ACETATE EXTRACT OF THE Christella arida FERN AND PRELIMINARY TEST AS ANTICANCER) Aprelia, Fitria; Suyatno, Suyatno
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 3, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Phenolic Compounds Isolated from The Fern Chingia sakayensis (Zeiller) Holtt Suyatno, Suyatno; Syarief, Sri Hidayati; Hidajati, Nurul; Rinaningsih, Rinaningsih; tori, Motoo; Shimizu, Kuniyoshi Shimizu
Jurnal ILMU DASAR Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.569 KB)

Abstract

Four known phenolic compounds namely kaemferol, matteucinol, farrerol, and matteucinol-7-O-β-D-glucosidewere isolated for the first time from the fern Chingia sakayensis (Zeiller) Holtt’s. All substances were separatedby chromatographic techniques, purified by recrystalization, elucidated on the basis of spectroscopic evidenceand by comparation with those reported data in literature. These results were very important to study thephytochemicals of the other fern in Chingia genus based on the chemotaxonomic approach.
Co-Authors A. Masduki A.Y. Airlangga Achir, Hamid Yani S. Adi Sutanto, Adi Afifah, Liyana Putri Agung Ardiansyah, Agung Ahmad Hisam, Ahmad ahmad yani Aisyah Aisyah Al Faiqoh, Rohmatul Bariroh Apoina Kartini Aryo Danurwendo, Aryo Aswita Amir Athiyah, Athiyah Atik Mawarni Aurimawati, Khodijah Tri Aziza, Avivatul Novi Azzahra, Sarah Khalda Boru Sembiring, Selli Marsellina Bulan Putri Intan Raisa Cindy, Bulan Putri Intan Caraka Putra Bhakti, Caraka Putra Dasir, Dasir Dewi Sophia, Dewi Dharminto Dharminto Diah Kartika Nurmahmudah, Diah Kartika Didiek Basuki Rachmat, Didiek Basuki Didiek Basuki Rahmat, Didiek Basuki Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Rahayuning Dini, Nurul Islami Dwi Sulisworo Eddy Purnomo Edy M. Arsadi EMMY Rinda Intan RINDA INTAN PRADITA Engkos Kosasih Fadillah, Afra Dhiya Farah Permata Hajar Fitria Aprelia Gatut Yudoyono Gontjang Prajitno Gunawan Indrayanto Gusti Yanti Harianti, Isnin Haslina Haslina Hastuti, Erika Kusuma Hayyudini, Distia Hendra Winata, Hendra Heroe Wijanto Hidayat, Khairil Nur Hidayati, Dianissafitrah I Made Sudana Ika Maryani Inayati Nur Saidah Isa Albanna, Isa ISMONO ISMONO Joko Minardi, Joko JOKO NUGROHO Juliyandari, Altriza Karuniawan, Eriko Arvin Kharisma, Canggih Kuniyoshi Shimizu Kuniyoshi Shimizu Shimizu Kurnianingtyas, Bintari Fajar Kustiyanti, Desy Laksmi Widajanti Lila Yuwana Lusita, Aprilliyani Pepi M. Zen Rahfiludin Majidah, Ulsla Arsil Mardian Mardian Martha Irene Kartasurya Mitra Djamal Motoo tori Nandar, Radix Cita Mafngula NOOR CHOLIES ZAINI Nur Mahardika, Putri Tiara NURMA JULITA Nurraini, Suci NURUL HIDAJATI Nurul Hidayati Permadi, Asep Pertiwi, Rida Prawestri, Ianah Hasnatul Prima Ardhiana, Prima Putri Sriwulandari Pangestika, Putri Sriwulandari R. Hadapiningradja Kusumodestoni, R. Hadapiningradja Rahfiludin, M . Zen Rahmondia N. Setiadi, Rahmondia N. Regi, Hilaria Dita Reni Mulyanti, Reni Ria Helda Pratiwi, Ria Helda Rinaningsih Rinaningsih RINI DAYANTI Riyoko, Sisno Riza, Indra Naufal Rohmad Eko Wahyudi Fahad, Rohmad Eko Wahyudi Rohmah, Siti Syofiatul Ronny Aruben Rosmiah Rosmiah, Rosmiah Rukmaningsih Rukmaningsih Rusdarti Rusdarti, Rusdarti S. Fatimah Muis Saidah Saidah Sapri Hadiwisastra Septiana, Anggriani Siahaan, Maria Yensiska Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Pradigdo Siti Urbayatun Sri Achadi Nugraheni Sri Hidayati Syarief Sudjarwo Sudjarwo Suhendro, Budi Supriyono Supriyono Susilo Indrawati Suwastio, Hadi Syabandini, Isninda Priska Sylga Cahya Gemily, Sylga Cahya Temi Chintia Risva, Temi Chintia Triany, Dinda Sofia Tukiran Tukiran Ulfa, Nastiti Almira Utami, Haida Meytania Vita Rizky Pradani Sugiyanto, Vita Rizky Pradani Wahyoe S. Hantoro Wahyu Widodo Yoyok Cahyono, Yoyok Yudhy Dharmawan Yuliyawati, Dwi Kurnia Yulkifli Yulkifli Zamroni, M Zatalina Hanani, Zatalina