Articles

Found 9 Documents
Search

STUDI PENELUSURAN TERHADAP ALUMNI JURUSAN PPB FIP IKIP PGRI SEMARANG (DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KURIKULUM) Suyati, Tri; Widiharto, Chr. Argo; Rakhmawati, Dini; Maulia, Desi
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi penulusuran adalah suatu deskriptif yang dilakukan secara berkesinambungan terhadap lulusan perguruan tinggi, mengenai berbagai data yang menyangkut diri lulusan, seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), lama waktu studi, jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal.  Studi penulusuran digunakan  sebagai sumber data yang berguna bagi pengembangan dan evaluasi kurikulum serta mengembangkan visi dan misi perguruan tinggi. Penelitian ini melibatkan 60 alumni kelas regular Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) FIP IKIP PGRI Semarang selama periode 2006 – 2009, yang berdomisili di Jawa Tengah. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan multiple regression dan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal dengan Indeks Prestasi Kumulatif (r=0,492; p<0,01) dan terdapat korelasi antara jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal dengan lama waktu studi (r=0.521; p<0.01).   Kata kunci: studi penelusuran, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), lama waktu studi, jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal.
Implementasi Praktek Industri dan Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kesiapan Mental Kerja pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kusdaryani, Wiwik; Suyati, Tri
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraks: Dalam mempersiapkan sumberdaya manusia yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan, pendidikan kejuruan mestinya harus mempunyai sasaran dan penekanan pada peserta didik secara jelas. Hal ini sesuai dengan hakikat dasar tingkah laku manusia dalam masyarakat bahwa keberhasilan kelompok masyarakat pada prinsipnya adalah merupakan akumulasi keberhasilan individu anggotanya. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan kejuruan berbeda dengan pendidikan umum yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan (Suryadi, 2002: 154). Pendidikan di SMK yang memfokuskan pada penguasaan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan dunia kerja. Sehingga keberhasilan pendidikan di SMK bukan saja terletak pada penguasaan aspek kognitif tetapi juga pada kesussesan peserta didik harus pada “hands on” atau performa dalam dunia kerja. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara dunia kerja dengan kunci sukses SMK. Oleh sebabitu tujuan bimbingan dapat difokuskan pada pengoptimalan perkembangan peserta didik, upaya-upaya yang memungkinkan peserta didik lebih maju dalam mengusai tugas dan krisis peekembangan (mappiare, 2002: 67).   Kata-kata kunci: Implementasi Praktek Industri dan Bimbingan Karir
FAKTOR KEDISIPLINAN BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMK LARENDA BREBES Sugiarto, Ahmad Pujo; Suyati, Tri; Yulianti, Padmi Dhyah
Mimbar Ilmu Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v24i2.21279

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kedisiplinan belajar siswa. Faktor kedisiplinan belajar siswa antara lain: Faktor internal adalah faktor yang ada dalam dirinya sendiri antara lain meliputi kesadaran diri, motivasi belajar, dan tidak mampu menyesuaikan diri dalam belajar. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor dari luar yang meliputi faktor keluarga, lingkungan sekolah, teman sebaya dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan atau memaparkan fakta-fakta atau data-data yang diperoleh dari sumber data. Data-data tersebut bersifat kualitatif karena tidak berupa angka, tetapi berupa kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan yang berasal dari hasil metode observasi dan wawancara. Data-data tersebut selanjutnya dianalisis atau diuraikan untuk menemukan faktor kedisiplinan belajar siswa siswa. Berdasarkan data yang diperoleh dari subjek penelitian, menunjukan bahwa faktor kedisiplinan belajar siswa ada dua yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik yaitu faktor yang berasal dari dirinya sendiri yaitu siswa yang malas, malas untuk belajar, tidak pernah mengerjakan PR atau tugas, malas untuk mencatat dan membaca buku pelajaran,kurangnya kesadaran untuk belajar, belum terbiasa dengan disiplin belajar. Kedua adalah faktor ekstrinsik merupakan faktor yang berasal dari luar individu berupa lingkungan keluarga, orangtua yang tidak pernah memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap anak mengakibatkan anak menjadi tidak disiplin belajar, selain itu pendidikan orang tua juga mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa, faktor lain adalah dari guru, guru yang galak dan cara mengajar yang membosankan menyebabkan siswa malas belajar, dan faktor terakhir yang mengakibatkan siswa tidak disiplin belajar karena faktor lingkungan seperti teman bergaul di rumah dan lingkungan sekolah.?Kata-kata kunci : Kedisiplinan Belajar, Siswa, Studi Kasus?AbstractThis research is motivated by the importance of student learning discipline. Factors of student learning discipline include: Internal factors are factors that exist in themselves include self-awareness, motivation to learn, and not being able to adjust to learning. While external factors are external factors which include family, school environment, peers and the community. This research uses a case study approach which is done by describing or describing facts or data obtained from data sources. The data is qualitative because it is not in the form of numbers, but in the form of sentences or statements derived from the results of observation and interview methods. These data are then analyzed or elaborated to find the factors of student learning discipline. Based on data obtained from research subjects, it shows that there are two factors for student learning discipline namely intrinsic factor and extrinsic factor. Intrinsic factor is a factor that originates from itself, namely students who are lazy, lazy to learn, never do homework or assignments, lazy to take notes and read textbooks, lack of awareness to learn, not accustomed to the discipline of learning. Second is the extrinsic factor is a factor that comes from outside the individual in the form of a family environment, parents who never give attention and affection towards children cause children to become undisciplined in learning, in addition to that parental education also affects student learning discipline, other factors are from the teacher, teachers who are fierce and boring teaching methods make students lazy to learn, and the last factor that causes students to be undisciplined in learning because of environmental factors such as friends hanging out at home and school environment.?Keywords: Learning Discipline, Students, Case Studies
KELOMPOK DARMA WANITA TENTANG KECEMASAN WANITA YANG MENGHADAPI MENOPAUSE Suyati, Tri; IKIP PGRI Semarang, Mudzanatun; Reffiane, Fine; Purnamasari, Iin
E-DIMAS Vol 2, No 01/Maret (2011): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Menopause is known as the end of having menstruation. Usually, women feel afraid of being menopause. Generally, the indication of being Menopause starts at the end of 40 – 45 years old. Most of women complain and worried about it. Especially for those 50 women who could be classified like; 3 teachers, 1 nurse, 1 bank female officer, and 44 are housewives. And the aged level classification is like; age 40 – 50 years old are 25 women, ages 30 – 39 are 15 women, ages 20 – 29 is 1 woman. This team of community service gives them the training how to overcome if they get the menopause period, and how to protect the frustration of being menopause. This training was done through some discipline of aspects like; through biology, sociology and physiology. The team wants to solve their problems seen from the proper aspect. So that, they will understand that menopause will always happen to them, but they also have prepared how to overcome and protect the frustration of being menopause seen from the aspect of biology, sociology and physiology.   Key words: menopause, menstruation
PENYULUHAN TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI KELURAHAN KALIPANCUR Suyati, Tri; Rakhmawati, Ellya; FaniPrastikawati, Entika
E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengenalan organ pribadi atau area sensitif tubuh menjadi hal penting yang sudah semestinya diajarkan pada anak sejak dini. Hal ini menjadi tugas orangtua untuk mampu memberikan informasi terhadap anak-anak mereka dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami oleh anak. Pengenalan area sensitif kepada anak menjadi semakin penting mengingat maraknya tindak kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini. Pentingnya pengenalan ini juga dirasakan oleh warga di kelurahan kalipancur khususnya para ibu penggerak PKK. Penyuluhan yang terarah merupakan salah satu cara dimana warga khususnya ibu-ibu PKK diberikan pengetahuan dan informasi mengenai kekerasan seksual pada anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme ibu-ibu PKK terhadap jenis penyuluhan ini. Terlebih lagi, peserta tidak malu untuk bertanya bagaimana seharusnya bersikap ketika harus menjelaskan kepada anak tentang kekerasan pada anak dan bagaimana mencegahnya.Kata kunci: kekerasan seksual, area sensitif tubuh, anak-anak
Implementasi Praktek Industri dan Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kesiapan Mental Kerja pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kusdaryani, Wiwik; Suyati, Tri
MAJALAH ILMIAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : MAJALAH ILMIAH LONTAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraks: Dalam mempersiapkan sumberdaya manusia yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan, pendidikan kejuruan mestinya harus mempunyai sasaran dan penekanan pada peserta didik secara jelas. Hal ini sesuai dengan hakikat dasar tingkah laku manusia dalam masyarakat bahwa keberhasilan kelompok masyarakat pada prinsipnya adalah merupakan akumulasi keberhasilan individu anggotanya. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan kejuruan berbeda dengan pendidikan umum yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan (Suryadi, 2002: 154). Pendidikan di SMK yang memfokuskan pada penguasaan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan dunia kerja. Sehingga keberhasilan pendidikan di SMK bukan saja terletak pada penguasaan aspek kognitif tetapi juga pada kesussesan peserta didik harus pada “hands on” atau performa dalam dunia kerja. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara dunia kerja dengan kunci sukses SMK. Oleh sebabitu tujuan bimbingan dapat difokuskan pada pengoptimalan perkembangan peserta didik, upaya-upaya yang memungkinkan peserta didik lebih maju dalam mengusai tugas dan krisis peekembangan (mappiare, 2002: 67).   Kata-kata kunci: Implementasi Praktek Industri dan Bimbingan Karir
PENYULUHAN TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI KELURAHAN KALIPANCUR Suyati, Tri; Rakhmawati, Ellya; FaniPrastikawati, Entika
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.788 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v5i2.710

Abstract

AbstrakPengenalan organ pribadi atau area sensitif tubuh menjadi hal penting yang sudah semestinya diajarkan pada anak sejak dini. Hal ini menjadi tugas orangtua untuk mampu memberikan informasi terhadap anak-anak mereka dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami oleh anak. Pengenalan area sensitif kepada anak menjadi semakin penting mengingat maraknya tindak kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini. Pentingnya pengenalan ini juga dirasakan oleh warga di kelurahan kalipancur khususnya para ibu penggerak PKK. Penyuluhan yang terarah merupakan salah satu cara dimana warga khususnya ibu-ibu PKK diberikan pengetahuan dan informasi mengenai kekerasan seksual pada anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme ibu-ibu PKK terhadap jenis penyuluhan ini. Terlebih lagi, peserta tidak malu untuk bertanya bagaimana seharusnya bersikap ketika harus menjelaskan kepada anak tentang kekerasan pada anak dan bagaimana mencegahnya.Kata kunci: kekerasan seksual, area sensitif tubuh, anak-anak
KELOMPOK DARMA WANITA TENTANG KECEMASAN WANITA YANG MENGHADAPI MENOPAUSE Suyati, Tri; IKIP PGRI Semarang, Mudzanatun; Reffiane, Fine; Purnamasari, Iin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2011): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.287 KB) | DOI: 10.26877/e-dimas.v2i1.101

Abstract

Abstract Menopause is known as the end of having menstruation. Usually, women feel afraid of being menopause. Generally, the indication of being Menopause starts at the end of 40 ?óÔé¼ÔÇ£ 45 years old. Most of women complain and worried about it. Especially for those 50 women who could be classified like; 3 teachers, 1 nurse, 1 bank female officer, and 44 are housewives. And the aged level classification is like; age 40 ?óÔé¼ÔÇ£ 50 years old are 25 women, ages 30 ?óÔé¼ÔÇ£ 39 are 15 women, ages 20 ?óÔé¼ÔÇ£ 29 is 1 woman. This team of community service gives them the training how to overcome if they get the menopause period, and how to protect the frustration of being menopause. This training was done through some discipline of aspects like; through biology, sociology and physiology. The team wants to solve their problems seen from the proper aspect. So that, they will understand that menopause will always happen to them, but they also have prepared how to overcome and protect the frustration of being menopause seen from the aspect of biology, sociology and physiology. ?é?á Key words: menopause, menstruation
PENERAPAN PENDIDIKAN KELUARGA SEBAGAI PREVENSI KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Rakhmawati, Ellya; Suyati, Tri; Khasanah, Ismatul; Kusumaningtyas, Nila
PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.401 KB) | DOI: 10.26877/paudia.v7i1.2474

Abstract

ABSTRAKPendidikan keluarga merupakan jenis pendidikan informal sehingga anak akan mendapat pengalaman yang sangat berguna setelah anak memasuki usia dewasa. Pendidikan anak yang didapatkan dari keluarga memiliki beberapa fungsi. Selain diperoleh pengalaman, pendidikan sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional dan jaminan rasa kasih sayang kepada anak. Jalinan kasih sayang yang akan membentuk kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui pola pendidikan keluarga yang sudah diterapkan di keluarga, (2). Mengetahui profil pemahaman orangtua mengenai kekerasan seksual pada anak dan pencegahannya, (3). Mengetahui keefektifan program pendidikan keluarga sebagai upaya prevensi kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Populasi penelitian melibatkan 30 orangtua siswa PAUD dan guru PAUD di Kecamatan Semarang Utara. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan hasil observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengenalan atau sosialisasi program Pendidikan Keluarga yang telah dicanangkan pemerintah kepada pemerintah dapat membantu dalam upaya prevensi kekerasan seksual pada anak.Kata Kunci: Pendidikan Keluarga, Prevensi Kekerasan Seksual, Anak ABSTRACTEducation of the family is a type of informal education so that the child will get a very useful experience after children enter adulthood. Education of children who come from families has several functions. In addition to acquired experience, education affects the emotional state and the guarantee of affection to the child. Warm attachment with child will shape the child's personality. This study aims to (1). Knowing the pattern of family education has been applied in the family, (2). Knowing the profile of understanding by parents about child sexual abuse and its prevention, (3). Knowing the effectiveness of family education program as an effort prevention of sexual abuse in children. This research is the Research and Development (R & D). The study population included 30 parents of early childhood education and early childhood teachers in the District of North Semarang. The sampling technique used in this study is a random sampling. Data collection techniques used in this study using observation, interviews and questionnaires. The results of this study can contribute to the introduction or dissemination Family Education program that has been launched by the government to the government to help in the effort prevention of sexual abuse in children.Keywords: Parents education, child prevention, sexual abuse