Linda Suyati
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

Bioelectricity of Various Carbon Sources on Series Circuit from Microbial Fuel Cell System using Lactobacillus plantarum Ainun, Mufid; Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study on bioelectrisity various carbon sources on the circuit series Microbial Fuel Cell using Lactobacillus plantarum has been conducted. This study aims to determine the electrical energy generated by various types of substrates in MFC and determe the effect of a series circuit of the electrical energy produced using Lactobacillus plantarum. The research stage consisted of preparation stages MFC components, electrical power measurements on variations in the type of substrate, and the measurement of electrical power in series circuit variation. Electrical power measurements were performed on a variety of substrate types by comparing the electrical power generated by the fructose, lactose and starch substrates while the electric power measurements with series variations are used in single series, series 2 and series 3. The results of the maximum electrical power measurement on the variation of fructose, lactose and starch substrate in MFC system using Lactobacillus plantarum were obtained respectively 10,26 mW; 63 mW and 27.47 mW. The maximum electric power generated in the MFC system uses Lactobacillus plantarum in a single circuit, series 2, series 3 series with lactose substrate obtained respectively of 63 mW, 164.74 mW and 290.51 mW. The measurement of electrical power showed that the lactose substrate produces a greater power than the other substrates. Series circuit capable of increasing electrical power in MFC system.
Pengaruh Konsentrasi Substrat Maltosa terhadap Potensial Listrik Baterai Lactobacillus bulgaricus (MFC) Fitriani, Farida Zulfah; Suyati, Linda; Rahmanto, Wasino Hadi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Issue 2 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai MFC merupakan bahan bakar penghasil potensial listrik dari oksidasi substrat organik dengan bantuan mikrobial. Salah satu faktor yang berperan dalam menentukan besar-kecilnya produksi listrik pada baterai MFC adalah konsentrasi substrat. Pengembangan baterai MFC berhubungan dengan substrat yang mudah dijangkau, contohnya adalah maltosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi substrat maltosa dalam baterai MFC, menentukan potensial listrik maksimum dengan variasi konsentrasi substrat maltosa menggunakan Lactobacillus bulgaricus, dan menentukan potensial standar maltosa (E°maltosa) berdasarkan persamaan Nernst. Pengukuran potensial listrik dilakukan pada variasi konsentrasi substrat maltosa 3-7%. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat tumbuh dalam substrat maltosa dan mengalami peningkatan jumlah seiring dengan peningkatan konsentrasi substrat. Potensial listrik yang dihasilkan berhubungan dengan aktivitas bakteri terhadap substrat dan toksisitas pada bakteri mengakibatkan penurunan potensial listrik. Hasil pengukuran potensial dan arus listrik pada variasi konsentrasi 3-7% berturut-turut, 0,57 V; 0,51 V; 0,48 V; 0,46 V; 0,39 V. Secara teori menggunakan persamaan Nersnt diperoleh E°maltosa sebesar +0,5637 Volt. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi substrat berpengaruh dalam sistem baterai MFC.
Effect of Lactose Concentration as Lactobacillus bulgaricus Substrate on Potential Cells Produced in Microbial Fuel Cell Systems Kusuma, Riska Anggri; Suyati, Linda; Rahmanto, Wasino Hadi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.981 KB)

Abstract

The effect of laxose concentration as Lactobacillus bulgaricus bacterial substrate on the cell potential produced in Microbial Fuel Cell System has been done. This study aims to determine the effect of lactose concentration as bacterial substrate, to generate electricity, maximum electric potential and determine the potential value of standard lactose (E ° Lactose.) Based on Nernst equation. The MFC system of two compartments and bridges of salt as a linkage is used in this study. Anode contains lactose with variation of concentration 3 - 7% and bacteria. The cathode contains a 1M KMO4. The electrodes used are graphite. MFC operational time is 14 days. The results showed that the lactose concentration had an effect on the cell potential produced in the MFC system. Maximum cell potential yielded at 4% lactose concentration, that is 710 mV then based on Nerst equation theory obtained E ° Lactose value in MFC system of + 0,236 V.
Pirolisis Kulit Biji Jambu Mete dengan Katalis Ag/Zeolit Astuti, Rimby Puji; Suyati, Linda; Nuryanto, Rahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jambu mete, Anacardium occidentale L. merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Satu bagian dari tanaman jambu mete yang belum banyak dikenal masyarakat adalah kulit bijinya. Kulit biji (shell) mengandung 50% minyak yang terdiri dari senyawa fenolat berupa 90% asam anakardat dan 10% berupa kardol dan kardanol. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi katalis Ag/zeolit, mengetahui pengaruh temperatur terhadap produk cair pirolisis kulit biji jambu mete dan membandingkan produk cair hasil pirolisis dengan katalis zeolit dan Ag/zeolit. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pembuatan katalis Ag/Zeolit dan pirolisis kulit biji jambu mete dengan katalis Ag/Zeolit dan zeolit alam teraktivasi pada temperatur 200°, 250°, 300°, 350° dan 400°C. Karakterisasi katalis menggunakan Surface Area Analyzer, AAS, uji keasaman dan GC-MS untuk produk cair pirolisis. Hasil penelitian diperoleh katalis Ag/zeolit yang mengalami penurunan luas permukaan spesifik sebesar 70,28%, volume total pori sebesar 70,19%. Nilai keasaman katalis Ag/zeolit mengalami kenaikan sebesar 50%, dan mengandung logam Ag sebesar 0,6326%. Hasil analisis GC-MS produk cair pirolisis pada temperatur 400°C dengan katalis Ag/zeolit diperoleh senyawa 3-octylphenol dengan kelimpahan sebesar 72,28%, dengan katalis zeolit alam teraktivasi dihasilkan senyawa 3-(pentadec-8-enyl)phenol dengan kelimpahan sebesar 77,04%.
Pembuatan dan Karakterisasi Katalis Nikel/Zeolit pada Pirolisis Tir Batubara Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.957 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk pirolisis ter batubara menggunakan katalis Ni-Zeolit. Preparasi katalis dengan impregnasi larutan [Ni(NH3)]2+ 0,15M melalui pengeringan, kalsinasi, oksidasi dan reduksi. Karakterisasi keasaman asam katalisdengan metode gravimetri, adsorbsi gas digunakan untuk mengukur luas permukaan, volume pori dan jejari rerata pori. Kandungan nikel diukur dengan AAS. Karakterisasi katalis dianalisis dengan Gas Sorption Analyser. Hasil penelitian menunjukkan imopregnasi nikel-zeolit sebanyak 86,40%, keasaman padadatan meningkat sebesar 30,19%, Luas permukaan dan volume pori masing-masing meningkat sebesar 42,32% dan 41,29%, sedangkan jejari pori menurun sebesar 4,29%. Konstanta BET terbesar pada Ni/Z sebelum direaksikan sebesar 424,55.
Perengkahan Produk Cair Batubara dengan Katalis Ni/Zeolit Suyati, Linda; Setiaji, Bambang; Triyono, Triyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.872 KB)

Abstract

Penelitian pirolisis tir batubara dilakukan dengan menggunakan metode alir termokopel dalam reactor. Temperatur reaktor konstan pada temperature 450oC-700oC untuk reaksi termal. Dan untuk reaksi katalitik dilakukan pada temperature 350oC-600oC. Berat katalis dan laju alir H2 adalah konstan. Hasil menunjukkan bahwa pada temperature tinggi reaksi termal pirolisis adalah gas, sedangkan dengan menggunakan katalis adalah kokas. Konversi dengan katalis Ni/Zeolit dibawah temperature 550oC lebih besar dibandingkan secara termal. Hasil cairan terbanyak pada temperatur 600oC hasil utama senyawa phenol pada reaksi katalitik.
Efek KOH terhadap Rendemen Magnesium Hidroksida pada Elektrolisis Sistem C│KOH║MgSO4,KCl│C Hidayah, Fitria Fatichatul; Suyati, Linda; Nuryanto, Rahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 3 (2010): Volume 13 Issue 3 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnesium hidroksida bermanfaat sebagai bahan baku penyimpan gas hidrogen, bahan baku pembuatan magnesium oksida (MgO). Magnesium dipisahkan dengan metode elektrolisis, hasilnya berupa magnesium hidroksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengendapkan magnesium hidroksida melalui elektrolisis sistem C|KOH||MgSO4,KCl|C dan menentukan pengaruh KOH terhadap rendemen hasil elektrolisis sistem berupa Mg(OH)2.. Sel elektrolisis terdiri dari 2-kompartemen, kompartemen pertama berisi larutan MgSO4-KCl di katoda dan kompartemen lain berisi larutan KOH pada anoda. Elektrolisis menggunakan tabung U yang disekat jembatan garam KCl, elektroda berupa grafit dan potensial terpasang 9 volt dengan waktu elektrolisis selama 120 menit. Magnesium hidroksida dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer IR dan AAS. Keberadaan KOH meningkatkan endapan Mg(OH)2 hasil elektrolisis. Rendemen tertinggi yang dihasilkan diperoleh pada penggunaan KOH 0,25 M yaitu 99,59%. Diperoleh kadar Magnesium sebanyak 51,26%. Ada kemiripan antara spektra FTIR Mg(OH)2 hasil elektrolisis dengan Mg(OH)2 standar yang membuktikan bahwa endapan hasil elektrolisis merupakan Mg(OH)2.
Pembuatan dan Karakterisasi Elektrolit Padat NaMn2-xMgxO4 : (I) Suyati, Linda; Nuryanto, Rahmad; Anggrayni, Rahmaniar
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 13, No 1 (2010): Volume 13 Issue 1 Year 2010
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.457 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4. Material padat dengan ion logam sebagai sumber energi merupakan temuan baru yang diterapkan. Hal ini disebabkan karena material tersebut tidak menyebabkan kebocoran elektrolit sebagaimana elektrolit cair. Pada elektrolit padat semakin rapi struktur dan semakin kompak akan semakin baik konduktivitasnya sementara semakin tinggi konsentrasi elektrolit maka semakin sulit menghantarkan elektron. Pembuatan kristal NaMn2-xMgxO4 dilakukan dengan pencampuran Na asetat, Mn asetat dengan variasi Na asetat 0,1 ; 0,2 ;0,3 ;0,4 dan 0,5 M dengan Mn asetat dan Mg asetat 0,3 M . Hasil padatan kemudian diukur hambatannya dan dihitung konduktivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padatan yang terbentuk berbentuk kristal dan semakin tinggi konsentrasi larutan Na ,maka konduktivitasnya cenderung semakin menurun.
Pengaruh Diameter Kanal Pelet Katalis Zeolit Aktif dan Ni-Zeolit terhadap Pirolisis Limbah Batang Pohon Sagu (Metroxylonsp.) Rahayu, Fitri Lutfiana; Nuryanto, Rahmad; Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pirolisis limbah batang sagu dengan katalis zeolit aktif dan Ni-zeolit dengan variasi diameter kanal pelet katalis. Pengaktifan zeolit alam dilakukan dengan perendaman HF 1%, HCl 1N (masing-masing selama 4 jam), pencucian dengan akuabides, dan dikalsinasi. Zeolit aktif diimpregnasi dengan larutan garam NiCl2.6H2O, dikalsinasi, dioksidasi, dan direduksi. Hasil pengaktifan zeolit dan impregnasi dibentuk pelet dengan diberi lubang/kanal dengan variasi 0,6; 0,7; 0,8; 0,9; dan 1mm dan digunakan sebagai katalis dalam proses pirolisis. Pirolisis katalitik dilakukan pada temperatur 4000C. Keasaman Ni-zeolit meningkat sebesar 12 kali tetapi adanya penurunan luas permukaan sebesar 4,72%, Persentasi kristalinitas naik sebesar 7,40%. Penggunaan katalis Ni-Zeolit meningkatkan biooil sebesar 40,388% dibanding zeolit aktif, biooil dengan katalis zeolit aktif didapatkan hasil optimum pada diameter kanal pelet 1mm yaitu 30,468%, sedangkan dengan katalis Ni-zeolit hasil optimum pada diameter kanal 0,7 yaitu 43,52%. Produk utama hasil cair antara penggunaan katalis zeolit aktif maupun Ni-zeolit memiliki 5 senyawa hidrokarbon dengan kelimpahan paling besar yaitu asam asetat, fenol, metanol, 1-hidroksi 2-propanon, dan metil asetat.
Pengaruh Suhu Kalsinasi terhadap Konduktivitas dan Kristalinitas Elektrolit Padat NaMn2-xMgxO4 Indriati, Medina; Nuryanto, Rahmad; Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 melalui metode sol-gel dengan variasi suhu kalsinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu kalsinasi optimum dalam pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan karakterisasi elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 menggunakan FTIR dan XRD. Elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dibuat dengan mencampurkan larutan natrium asetat, mangan asetat, magnesium asetat, dan asam sitrat, kemudian dilakukan pengadukan, penguapan pada suhu 80°C, pengeringan gel pada suhu 180°C, dan kalsinasi pada berbagai variasi suhu, yaitu 700, 750, 800, 850, dan 900°C. Uji konduktivitas elektrolit padat dilakukan melalui pengukuran tahanan menggunakan multimeter, kemudian elektrolit padat dengan nilai konduktivitas tertinggi dan terendah dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk menentukan interaksi antar atom-atom dalam elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan XRD untuk menentukan kristalinitas elektrolit padat NaMn2-xMgxO4. Data konduktivitas menunjukkan bahwa suhu 800°C merupakan suhu kalsinasi yang optimum, sedangkan data FTIR dan XRD menunjukkan bahwa elektrolit padat yang terbentuk adalah padatan kristal NaMn2-xMgxO4 dan kristalinitas sampel 900°C lebih tinggi dari sampel 800°C.