Articles
35
Documents
Sistem Sensor Kualitas Minyak Goreng Berdasarkan pada Pengukuran Kapasitansi dan Panjang Berkas Pembiasan Cahaya

Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.726 KB)

Abstract

Minyak merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Kualitas suatu minyak sangat penting diketahui, karena setiap minyak dengan jenis yang sama mempunyai kualitas yang berbeda. Oleh karena itu, perlu dibuat sebuah teknologi yang tepat guna dan ekonomis untuk mengetahui kualitas minyak tersebut. Pada tugas akhir ini penulis telah membuat Sistem Sensor kualitas Minyak Berdasarkan Pada Pengukuran Kapasitansi Dan Panjang Berkas Pembiasan Cahaya. Sistem untuk pengukuran kapasitansi bekerja menggunakan astabel multivibrator dengan frekuensi 50,332  Khz. Frekuensi  50,332  khz ini selanjutnya dirubah ke tegangan dengan menggunakan F to V konverter. Rangkaian F to V konverter yang dirancang mampu bekerja dari frekuensi 1khz-100 khz. Data tegangan yang diperoleh dari f to v konverter ini akan di baca oleh mikrokontroller sebagai data ADC 10 bit. Dengan berubahnya frekuensi, maka data ADC akan berubah. Untuk panjang berkas pembiasan cahaya, sistem ini menggunakan webcam yang berbasis komputer untuk menghitung panjang berkas pembiasan cahaya dengan mendapatkan nilai pixel setiap sampel minyak. Berdasarkan pengujian didapatkan bahwa sistem ini dapat membedakan kualitas minyak yang meliputi minyak goreng murni, minyak goreng bekas, oli murni, oli bekas

Sistem Monitoring Arus Listrik Jala-Jala Menggunakan Power Line Carrier

Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.298 KB)

Abstract

Pencurian listrik menyebabkan kerugian negara, karena daya akan hilang dan rusaknya infrastruktur jaringan listrik. Pada umumnya pencurian listrik dilakukan dengan cara mem-bypass ECB (Electronic Circuit Breaker), sehingga daya listrik yang digunakan bisa melebihi batas. Pada penelitian ini, telah dirancang sebuah sistem monitoring arus listrik jala-jala menggunakan Power Line Carrier (PLC). Sistem ini dapat mengetahui penggunaan arus listrik distribusi rumah tangga, sehingga jika ada penggunaan arus litrik jala-jala yang berlebih, maka dapat diindikasikan pada line itu terdapat kemungkinan pencurian listrik. Sistem terdiri dari transmitter dan receiver. Jala-jala dipilih sebagai media komunikasi data karena jaringan infrastruktur instalasi pendukungnya yang sudah ada. Berdasarkan pengujian pengukuran arus listrik jala-jala dengan beban yang beragam, didapatkanrange toleransi pengukuran arus sebesar 0 - 11%. Pengiriman data arus dari transmitter menuju receiver menggunakan komunikasi serial dengan kecepatan pengiriman 300 baud. Jarak komunikasi data melalui media jala-jala mencapai 31 meter dengan tingkat keberhasilan pengiriman 100%.

Sistem Identifikasi Gas Menggunakan Sensor Surface Acoustic Wave dan Metoda Kromatografi

Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.258 KB)

Abstract

Banyak metode yang digunakan untuk mengidentifikasikan suatu gas, salah satunya adalah dengan menggunakan metode kromatografi. Pada umumnya kromatografi gas memiliki prinsip kerja yang didasari dari pemisahan fisik senyawa organik pada suhu tertentu, di mana senyawa tersebut  dibawa oleh suatu gas pembawa menuju kolom partisi. Setiap senyawa akan memiliki kecepatan yang berbeda-beda dalam melewati kolom sesuai dengan nilai kepolaran. Sensor surface acoustic wave digunakan sebagai detektor yang menghasilkan respon frekuensi, respon tersebut dihitung oleh sebuah device frequency counter. Pada penelitian ini telah dilakukan pengidentifikasian gas yang menggunakan algoritma neural network. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengidentifikasi jenis gas dengan tingkat keberhasilan 90%.  Secara keseluruhan  metode ini diharapkan menjadi metode yang baik untuk sistem identifikasi gas.

Kondisi Lingkungan Rumah dan Perilaku Masyarakat Sebagai Faktor Risiko Kejadian Malaria di Puskesmas Benteng Bangka Belitung

JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA Vol 4, No 2 (2005): vol 4, No 2 (2005)
Publisher : JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Backgroud: Bangka district is an endemic area of malaria, which has a relatively high incidence for malaria over the year. It has  clinical malaria rate  26.949 cases per year and Annual Malaria Incidence (AMI) 46,840/00. Benteng sub district is one of endemic area of malaria which has High Case Incidence (HCI) with 50,660/00 for AMI rate. This rate is higher compared to the national AMI (31,090/00 ). The aim of this research was to analyze the condition of the house and the community behavior as the risk factors of malaria at the workig area of Benteng Heath center in Bangka Belitung. Method: It was an observational research using case control design. The Subject of the research was categorized into two groups:  Case was someone who suffered malaria confirmed by the laboratory examination, and Control was someone who did not suffer malaria. The matching of case and control based on the consideration for sex and  age (maximum 3 years different). Result: The result of the research showed that risk factors of malaria are the habits not using mosquito coils with OR = 12,4 (CI 95% OR: 1,3 -13,18), bushes with OR = 7,3 (CI 95% OR:1,50 - 35,38), no predatory fish for larva with OR = 4,2 (CI 95% OR: 2,28-66,91), not using mosquito nets while sleeping with OR = 3,5 (CI 95% OR: 1,24 - 10,11). Conclusion: Environmental condition as risk factors in this research is the bushes around the house predatory fish in poonds and the habit of using mosquito coils as behaviour factors. Key words :   Physical house condition, community behavior, risk factors of  malaria.

Belajar Bahasa Arab dengan Online Self Access Learning

Insania Vol 14, No 1 (2009): Januari 2009
Publisher : Insania

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1450.371 KB)

Abstract

nowadays, internet becomes worldwide life style. E-mail, chatting, sites, web, blog, and other electronic terms like e-book, e-learning, e-journal, become an inseparable part of life. Electronic—especially internet—has great impact on civilization, positive and negative. At education domain, internet can become supporting, obstacle, or even depraving factor. As a learning and education media, internet offer more flexible autodidact learning. Many variation offered by sites that concentrated on Arabic language learning. Online self-learning can increase student enthusiasm, even have to be supported by other education aspect in order to reach successful learning.

TRADISI DAN RITUAL KEMATIAN WONG ISLAM JAWA

IBDA Vol 15, No 2 (2015): TRADISI DAN RITUAL KEMATIAN WONG ISLAM JAWA
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper reveals the tradition of Javanese people on handlingthe death. Javanese muslims is understood in a framework of great and little tradition and the meaning in death tradition. Those items when it is revealed and understood practically seems to have a shift. The variation in death tradition because of the distance and the evolution. There are some important highlights; first, Javanese Muslims in understanding and doing the death ritual based on a strong basic as an honour for those who alive and as a symbolic dimension with other nature. Second, Javanese Muslims know that death is a way to go back to Allah so that the everybody should be in a purified condition and still has a belief that Allah is the only one to be worshiped. The people believe that Allah is the Most Forgiving so that Muslims should pray for all the mistakes and bad deed.

TRADISI SEWELASAN SEBAGAI SISTEM TA‘LIM

IBDA Vol 9, No 2 (2011): Juli 2011
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.731 KB)

Abstract

This article describes the sewelasan culture as a learning system inAolia’ congregation Panggang, Yogyakarta. The data is collected by doinga depth interview and documentation. Sewelasan in Javanese traditionis used to empower the members. Character materials is exploredand elaborated from(sira>h) awliya>’ history which is read to trigger theconsciousness and closeness to God. The Islamic scholars transform thosevalues in analogy, symbols and dialogue among students.

VISI PROFETIK HAJI: STRATEGI KEBUDAYAAN DALAM TRANSFORMASI SOSIAL

IBDA Vol 11, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.549 KB)

Abstract

This article describe and analyze the prophetic vision of hajj in AliSyari’ati perspective. The analysis applies social approach as stated byKuntowijoyo as prophetic social science. There are three aims on propheticsocial, humanism, liberation and transcendence. This article showsthat hajj does not only make people closer to the God but also teach themto be more sensitive to the environment. There are three essential meanings,humanism, liberalism and transcendence.

POLA KONSUMSI DALAM ISLAM DAN KONSEP ECO-SUFISME MUHAMMAD ZUHRI

IBDA Vol 9, No 1 (2011): Januari 2011
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.486 KB)

Abstract

This article explores a new view of the relationship between theconsumption patterns and spiritual transformation, which is discussed ina Sufi perspective. Hunger tradition as Sufi’s consumption pattern is seenby Muhammad Zuhri as a medium for self-recognition. If someone hasbeen able to get to know himself, then it will gradually know the qualityof himself. Humans, is individually a weak creature, can not live withoutthe help of another man and the universe. In this context, the cosmos andthe self is "Theophany" of God. Humans are as caliph who serve the Lordand at the same time taking care of the universe. Fasting in religionsteach this consciousness. Fasting as one of the Sufi tradition have multifunction, namely as a means for someone to be close to God, man, andthe universe.

RELASI CINTA DALAM TASAWUF

Jurnal THEOLOGIA Vol 24, No 2 (2013): TASAWUF
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article discusses the relationship of love in the Sufi perspective. Opositorum Coindencia theory is used to dissect this relationṢip , so that the devil Sufism is seen as a "sparring partner" in human spiritual quality improvement activities. This article shows that the Sufi tradition mainly in Waḥdah al-Wujūd, using imaginal thinking mindset see and understand the duality (bipolar), even though this diversity is unity of opposites. In the context of Sufi, masculinity—whichstated that the dominant sociological—declared substantially have "weaknesses." Because masculinity will not appear if there is no femininity. While in the context of the birth of the universe and the form of anything that is in fact born out of the urge of love that goes on this feminine category. In other words, masculinity will not be born if it is not driven by the feminine aspect. This is the "mystery of immense power" aspect of femininity in Sufi discourse. Thus, there is nothing more superiority between these two aspects. Relation is equal based on and effect of love. Abstrak: Artikel ini membahas tentang relasi cinta dalam perspektif Sufi. Teori Coindencia Opositorum dipakai untuk membedah relasi ini, sehingga dalam Sufisme setan dipandang sebagai “sparing partner” manusia dalam melakukan kegiatan peningkatan kualitas ruhani. Artikel ini menunjukkan bahwa tradisi sufi terutama dalam tasawuf waḥdat al-wujūd, dengan menggunakan pola pikir imaginal thinking melihat dan memahami dualitas (bipolar), bahkan keragaman sekalipun ini adalah unity of opposites. Dalam konteks sufi, maskulinitas—yang dinyatakan yang secara sosiologis dinyatakan dominan itu— secara substansial memiliki “kelemahan”. Karena maskulinitas tidak akan muncul jika tidak ada femininitas. Sementara dalam konteks lahirnya wujud semesta dan apapun yang ada justru lahir karena dorongan cinta yang masuk pada kategori feminin ini. Dengan kata lain, maskulinitas tidak akan lahir jika tidak didorong oleh aspek feminin. Inilah “misteri kekuatan dahsyat” aspek femininitas dalam wacana sufi. Dengan demikian, tidak ada yang lebih superioritas antara dua aspek ini.Relasinya adalah setara berdasar dan akibat dari cinta. Keywords: Waḥdah al-Wujūd, sufi, feminitas, maskulini¬tas, ḥubb.