Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Panjang-Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Butana Acanthurus mata (Cuvier, 1829) yang Tertangkap di Sekitar Perairan Pantai Desa Mattiro Deceng, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan

TORANI Vol 19, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.527 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine length-weight relationship and condition factor of Acanthurus mata sexes caught in coastal waters around the islands of Badi and Pajenekang, Mattiro Deceng Village, District of Liukang Tupabbiring.  The results showed that 154 fish captured consists of 78 females and 76 males.  The results showed that the weight-length relationship on this species is very strong.  Both male and female showed an isometric growth pattern where the growth of the length and the total weight are in the same speed or balance.  The female fish body form was not classified as obese or thin while the body of the male fish less thin than the female.. Keywords: Pattern of growth, condition factor, fish butane (Acanthurus mata)

GAMETOCYTE PRODUCTION IN PATIENTS OF FALCIPARUM-MALARIA TREATED WITH FANSIDAR

Buletin Penelitian Kesehatan Vol 14, No 1 Mar (1986)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang produksi gametosit dari P. falciparum secara in-vivo di Batang, Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah rata-rata gametosit sebelum diobati de­ngan Fansidar adalah 75 per ml darah, dan jumlah rata-rata pada hari 7 sesudah diobati adalah 654 per ml darah. Hal ini berarti bahwa perbandingan jumlah rata-rata sesudah : sebelum pengobatan adalah 8,7 : 1. Gametosit yang terbentuk sesudah pengobatan ini ternyata infektif untuk nyamuk Anopheles aconitus yang digigitkan pada volunteer, dan menghasilkan sporosoit pada hari 15—16 sesudah di-in-feksikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengobatan menggunakan Fansidar saja, akan dapat me­ningkatkan transmisi malaria falciparum.

PENGOBATAN MALARIA VIVAX DENGAN PEMBERIAN KLOROKUIN DAN PRIMAKUIN SECARA HARIAN DAN PAKET DI JAWA TENGAH

Buletin Penelitian Kesehatan Vol 22, No 2 Jun (1994)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to the limitation of manpower in the Health Centres, packet (bulk) of drug distribution procedure is now being used to replace the daily supervised drug administration, procedure for vivax malaria treatment programme in the field. To evaluate the efficacy of both procedures (daily and packet) this study was performed in Central Java in 1989-1990. The study subjects were vivax malaria patients, from all age groups, which were devided into two groups. Group I received the drug daily (standard treatment) and group II through packet procedure. The dose for chloroquine was 25 mg/kg BW in 3 days and for primaquine was 5 mg per day for 5 days. Blood examinations were performed on day 2, 7 and 28 followed by monthly examinations until 6 months after the treatment was started. The result showed that treatment failure was relatively high in both groups: 29,27 % from 41 patients who received daily treatment and 35,01 % from 91 patients with packet procedure. Cure rate in the daily treatment group was 65,62 % and 62,29 % from the packet procedure group. It is concluded that packet administration of vivax malaria drug is as effective as daily supervised administration. Combination of chloroquine and primaquine was succesful for treatment of vivax malaria in 95,55 % in daily group and 86,89 % in packet group although the drug dosage is not yet optimal.  

PENGEMBANGAN BIAKAN IN-VITRO PLASMODIUM FALCIPARUM SECARA KONTINU

Buletin Penelitian Kesehatan Vol 22, No 1 Mar (1994)
Publisher : Buletin Penelitian Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To support malaria research on its serology/immunology, chemotherapy, drug sensitivity aspects etc. especially for falciparum malaria, a large amount of antigen (parasites) is needed. These antigen could not be obtained from patients in the field only. Considering this situation, attempts have been made to develop a Plasmodium falciparum continuous culture   in-vitro following a method introduced  by Trager and Jensen (1976). In our laboratory, the parasite grew and multiplied nicely for 60 days. During that period of cultivation, a large amount of parasites (mostly mature trophozoite and schizont stages) have been collected for antigen production. Several tubes of mostly young trophozoites stage have been preserved, it can be cultured again in the future or transported to another laboratory for further culture.

Analisis kelimpahan fitoplankton berdasarkan kedalaman di perairan Pulau Barrang Lompo Kota Makassar

Aquahayati Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Aquahayati

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan teori, aktivitas fitoplankton dalam proses fotosintesis adalah optimum terjadi di permukaan perairan. Namun,penelitian secara seksama untuk memastikan hal tersebut sampai saat ini belum dikaji secara terperinci untuk perairanpesisir Indonesia. Untuk maksud tersebut, maka telah dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kelimpahanfitoplankton berdasarkan kedalaman di perairan Pulau Barrang Lompo Kota Makassar. Pengamatan kelimpahanfitoplankton dilaksanakan pada berbagai kedalaman yaitu 0, 5, 10, dan 15 m. Analisis sampel menggunakan metodeLackley Drop Microstransek Counting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton sangat berbedanyata antar kedalaman. Kelimpahan fitoplankton pada kedalaman 0 m merupakan kedalaman dengan kelimpahan terbaikdan tertinggi.Kata kunci: kelimpahan, fitoplankton, kedalaman perairan

Struktur Mikro dan Sifat Listrik Material Ferroelektrik Barium Titanat dengan doping Stronsium

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.535 KB)

Abstract

Material ferroelektrik Barium Strontium Titanat (BaxSr1−xTiO3, BST) dengan variasi doping mol Sr 0,01 ; 0,02 dan 0,03 telah dibuat menggunakan metode reaksi fasa padat. Sampel dicetak dalam bentuk bulk (padatan) kemudian di-sintering pada temperatur 900C dengan holding time 2 jam. Karakterisasi sampel dilakukan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) untuk mengetahui tingkat kekristalan dan ukuran kristal dari sampel. Pengujian RCL meter untuk mengetahui besarnya nilai konstanta dielektrik. Hasil karakterisasi XRD sampel memperoleh data dan diolah dalam bentuk grafik hubungan antara intensitas terhadap sudut 2 theta. Material BST dengan variasi doping mol Sr 0,01 ; 0,02 dan 0,03 memiliki struktur kristal tetragonal, dengan parameter kisi Sr 0,01 dan 0,03 adalah sama yaitu a = b = 3,996 °A dan c = 4,012 °A sedangkan untuk Sr 0,02 adalah a = b = 3,998 °A dan c = 4,022 A° . Ukuran kristal berturut-turut adalah 28,4 nm; 32,3 nm dan 54,8 nm. Semakin besar ukuran kristal, nilai rata-rata regangan kisi semakin kecil seiring dengan meningkatnya penambahan Sr. Pengukuran konstanta dielektrik (K) dilakukan pada rentang frekuensi 1 kHz sampai 80 kHz dan nilaitertinggi adalah pada Sr 0,03 sebesar 18,55.

PEMANFAATAN IKAN NILEM DAN TULANG UNTUK MENGHASILKAN ABON DAN AMPLANG KAYA KALSIUM

Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 5, No 1 (2014): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kabupaten Soppeng terdapat sekitar 20 kelompok usaha pengolah ikan air tawar yang telah mencoba menghasilkan berbagai macam bentuk diversifikasi produk bahan pangan termasuk hasil olahan ikan air tawar. Hasil wawancara dengan ketua kelompok usaha Al-Furqan dan Ketua kelompok usaha Hati Mulia, ditemukan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar kelompok usaha pengolah ikan air tawar di Kab. Soppeng saat ini adalah 1) permasalahan dalam aspek produksi dan 2) aspek manajemen usaha. Masalah dalam aspek produksi akan menghaslkan produk dengan kualitas rendah dan berdampak kepada harga jual yang rendah dan berkurangnya minat pembeli. Sementara minimnya penerapan manajemen usaha yang baik akan menghambat sistem produksi dan mengurangi perolehan keuntungan yang layak bagi produsen. Tujuan dari program penerapan iptek bagi masyarakat kelompok usaha pengolah ikan air tawar di Kabupaten Soppeng ini adalah memberikan pembinaan kepada kelompok usaha mitra dalam memperbaiki kualitas produk dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok, Metode yang diterapkan adalah penyuluhan, demo dan pelatihan kepada kelompok usaha mitra. Penentuan kelompok mitra menggunakan metode pourposive sampling, yaitu Kelompok Usaha Al-Furqan dan Kelompok Usaha Hati Mulia, dengan pertimbangan bahwa kedua kelompok tersebut memiliki produk dengan prospek pasar yang baik. Masing-masing kelompok usaha tersebut kemudian dipilih 5 orang anggota untuk diberi penyuluhan dan pelatihan.

PENDUGAAN BEBERAPA PARAMETER DINAMIKA POPULASI IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma, BLEEKER 1841) DI PERAIRAN TELUK BONE, SULAWESI SELATAN

TORANI : Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 25, No 1 (2015)
Publisher : TORANI : Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

his research was conducted in November to December 2012 which aimed to estimate thepopulation dynamic of mackerel fish through their age-group, growth, mortality, and yield perrecruitment. Samples were taken from the waters of sub district of Panyula, in the district of EastTanete Riatang, in Bone Region. Age-group was measured using Bhattacharya method with thehelp of Fish Stock Assessment Tools II (FISAT II) software. Growth and natural mortality weremeasured by applying the equations of Von Bertalanffy and Empiris Pauly (respectively). Whereastotal mortality as well as yield per recruitment were estimated by applying Beverton and Holdequation; and catch mortality was estimated by applying the equation of Z=F+M. Results showedthe average total length of 849 mackarel fish that was 121-295 mm. They were divided into 4groups with 306.35 mm asymptotic length, 0,33 growth rate coefficient and theoritical age of 0.0294year. Natural mortality rate, total and catch mortality, and exploitation rate were 0.3672per year; 2,4358 per year, 2,0687 per year and 0.8493 (respectively). This indicated that an overcatch had occurred due to the higher catch mortality compared to the natural mortality as well asthe yield per recruitment, i.e. 0.0865 gram/recruitment. Keywords : Population dynamic, mackerel fish, Bone Strait.

PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (Studi kasus di SMA N 1 Prembun dan SMA N 1 Pejagoan Kabupaten Kebumen)

Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : Edukasi: Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.751 KB)

Abstract

Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas. Studi kasus di SMA Negeri 1Prembun dan SMA Negeri 1 Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk memotret dan mendiskripsikan tentang (1) kompetensi guru sejarah, (2) pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Prembun dan SMA Negeri Pejagoan Kabupaten Kebumen, (3) kendala dan upaya yang dihadapi oleh guru sejarah dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada tahun pelajaran 2011/2012 di SMA Negeri 1 Prembun dan SMA Negeri 1 Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif bentuk studi kasus terpancang tunggal. Adapun informan dari penelitian ini adalah guru sejarah dan siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Guna menjamin kemantapan dan kebenaran data yang dikumpulkan dilakukan validitas data,dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik trianggulasi metode (wawancara, observasi, kuisioner, dan mencatat dokumen). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, teknik kuisisoner, dan mencatat dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) kompetensi guru sejarah yang ada di SMA Negeri 1 Prembun dan SMA Negeri 1 Pejagoan, kabupaten Kebumenmempunyai kompetensi sedang. (2) pelaksanaan pembelajaran sejarah menyangkut (a) sarana dan prasarana sejarah sangatlah minim (laboratorium belum ada), (b) Media pembelajaran sejarah seperti gambar dan foto hanya terbatas pada buku pelajaran saja. Untuk media elektronik seperti LCD frekuensi penggunaan belum banyak dilakukan. (c) dalam pelaksanaan pembelajaran guru kurang menvariasikan metode belajar jadi terlihat monoton, (d) evaluasi sebagai tahap akhir pembelajaran, guru tidak selalu melaksanakannya. (3) kendala dan upaya dalam pembelajaran sejarah seperti kurangnya penyediaan buku yang memadai, sehingga penggunaannya dengan cara klasikal. Hasilpenelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi semua pihak yang terkait dalam upaya meningkatkan pelaksanaan pembelajaran sejarah.Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Sekolah Menengah Atas.

TRANSFORMASI HAMA RUMPUT LAUT MENJADI PRODUK PERIKANAN

E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.736 KB)

Abstract

Desa Mandalle adalah salah satu desa di Sulawesi Selatan yang memproduksi rumput laut. Salah satu hama budidaya rumut laut di perairan Desa Mandalle adalah kerang hijau.  Program pengabdian masyarakat yang didanai BOPTN Universitas Hasanuddin bertujuan untuk memanfaatkan hama rumput menjadi barang yang bernilai ekonmis penting. Di samping itu program ini juga bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya kerang yang lainnya seperti kerang simping, Placuna placenta.  Hasil yang dicapai pada program pengabdian ini adalah bagan tancap kerang hijau, keterampiran masyarakat dalam pengolah sumberdaya kerang menjadi bahan olahan seperti sate kerang dan grinting (kripik) simping dan mobile outlet (gerobak) sebagai wahana penjualan sate kerang, grinting simping dan jus rumput laut. Mobile outlet dimaksudkan untuk menciptakan pasar lokal produk olahan hasil laut Desa Mandalle dan menstimulasi masyarakat lokal untuk berbisnis hasil-hasil laut dari wilayah pesisir. Diharapkan program pengabdian ini menjadi inisiasi terbentuknya marine eco-techno-park. Hal ini didasarkan pada keeksotikan perairan Desa Mandalle dan banyaknya bahan aktif atau bioaktif hasil-hasil laut perairan Mandalle yang dapat diproses melalui pendekatan bioteknologi.