Ruddy Suwandi
Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Jalan Agatis, Kampus IPB Darmaga Bogor 16680 Telepon0251-8622915

Published : 30 Documents
Articles

Found 30 Documents
Search

Shelf Applications in Storage Container for Freshwater Prawn (Cherax quadricarinatus) Transportation without Water Media Suwandi, Ruddy; Novriani, Anggi; Nurjanah, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.951 KB)

Abstract

Lobster air tawar yang dipasarkan dalam keadaan mati, meskipun masih dalam keadaan segar,harganya turun hingga 50 % sehingga diperlukan suatu teknik transportasi khusus agar lobster air tawartetap hidup hingga ke tangan konsumen. Transportasi tanpa media air dapat menjadi pilihan untukdistribusi lobster air tawar dengan waktu yang lebih lama, khususnya untuk tujuan ekspor. Kapasitaspengangkutan dalam transportasi, khususnya ekspor, memiliki peranan penting. Penambahan rak dalamwadah pengemasan diharapkan dapat meningkatkan kepadatan tanpa mempengaruhi mortalitas komoditashidup yang diangkut. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, penelitian tahap pertama bertujuan untukmengetahui kualitas media air akuarium. Tahap kedua bertujuan untuk mengamati aktivitas lobster airtawar dan perubahan suhu media serbuk gergaji selama pengemasan. Tahap ketiga bertujuan untukmempelajari efektivitas penggunaan rak untuk meningkatkan kepadatan lobster air tawar dalamkemasan.Hasil penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa analisis rata-rata kualitas air akuarium sudahmemenuhi persyaratan kelayakan kualitas air untuk lobster air tawar. Hasil penelitian tahap keduadiperoleh hasil bahwa lobster air tawar menunjukkan aktivitas pada saat suhu media mencapai 5 °C.Lobster bergerak mundur menaiki serbuk gergaji. Suhu media kemasan akan menurun hingga jam ke-4 dankembali naik hingga akhir penyimpanan pada jam ke-34. Hasil penelitian tahap ketiga menunjukkan bahwarak akrilik terbukti efektif sebagai bahan dasar pembuatan rak dengan kapasitas muat 7-8 ekor/rak dandapat meningkatkan kepadatan hingga 54 %. Penggunaan rak akrilik mampu menghasilkan kelulusanhidup lobster air tawar sebesar 100 % hingga 50 jam penyimpanan. Perlakuan durasi penyimpanan berbedapada penelitian ini tidak mempengaruhi tingkat kelulusan hidup lobster air tawar. Rak akrilik tidakberperan secara langsung dalam usaha untuk mempertahankan dormansi lobster air tawar namun dapatmengurangi pergerakan lobster air tawar dalam media pengemasan.Kata kunci: lobster air tawar, penyimpanan, rak
KARAKTERISTIK COMPOSITE BIOFIBER TEXTILE BERBAHAN DASAR KITOSAN DAN POLIVINIL ALKOHOL (PVA) MELALUI PROSES PEMINTALAN BASAH Riyanto, Bambang; Suwandi, Ruddy; Permana, Ikhwan Dimas
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.278 KB)

Abstract

The aim of this research is to obtain characteristics of composite biofiber textile prepared using 10% chitosan as base material with addition of polyvinyl alcohol at various levels of 20%, 22%, 24% and 26% (w/v) by wet spinning process. Stages of the study included solution formulation, viscosity solution measurement, wet spnining process and formation the biofiber composite textile, the last measurement of chemical and physical characteristics of biofiber composite textile such as tensile strength, the percentage of elongation at break and fourier transform infrared spectrophotometry (FTIR). The viscosity values of biofiber composite textile solution are 4,08 ± 0,00 cP - 5,43 ± 0,00 cP; the obtained biofiber composite has pale yellow colour with alkali smell and has appearance like rope with diameter for each ranges about 1,60 ± 0,08 mm - 1,50 ± 0,16 mm. The physical characteristics such as tensile strenght was 16,23 ± 2,23 cN - 24,05 ± 0,87 cN and percentage of elongation at break were 15,08 ± 1,04%-18,72 ± 0,93%. Chemical interaction between functional group of chitosan and polyvinyl alcohol indicated by the changes in the value of NH2 long wave group of chitosan at the peak of spectrophotometric reading.
Physical and Chemical Characteristics of Agar Bacto with Addition Of Chitosan Abdullah, Asadatun; Suptijah, Pipih; Suwandi, Ruddy
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.56 KB)

Abstract

Agar adalah bentuk koloid dari suatu polisakarida kompleks yang diekstrak dari beberapa kelompok alga merah (Rhodophyceae). Salah satu pemanfaatan dari agar adalah sebagai media untuk pertumbuhan mikroba. Agar bakto adalah salah satu medium kultur yang digunakan untuk membantu menggelifikasi berbagai jenis larutan medium atau larutan kaldu (broth). Penambahan kitosan sebagai absorben pada proses pemurnian agar diharapkan dapat menghasilkan agar yang murni (refine agar) yang dapat digunakan untuk agar bakto sebagai media pertumbuhan mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi berbagai konsentrasi kitosan dan waktu proses absorbsi dalam pembuatan agar bakto sebagai media pertumbuhan mikroba. Penelitian dibagi menjadi dua tahap, yang pertama adalah tahapan proses isolasi kitin dan deasetilasi kitin menjadi kitosan dan penelitian utama yang dilakukan yaitu pembuatan agar bakto dengan menambahkan berbagai konsentrasi kitosan (0,5%, 1%, 1,5%) sebagai absorben terhadap agar yang dihasilkan dari Gracilaria sp. dan agar batang. Perlakuan kedua yang diberikan yaitu waktu proses absorbsi setelah dilakukan penambahan kitosan. Proses absorbsi yang dipilih 0 menit, 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Kombinasi perlakuan paling optimum untuk agar bakto berbahan baku Gracilaria sp. adalah pada konsentrasi kitosan 1% dengan lama pemanasan lanjutan ekstraksi selama 45 menit. Kombinasi perlakuan paling optimum untuk agar bakto berbahan baku agar batang adalah pada konsentrasi kitosan 0,5% dengan tanpa pemanasan lanjutan.Kata kunci: agar bakto, Gracilaria sp. , kitosan
The Survival Rate of Oreochromis niloticus Baby Fish During Closed Transportation at Different Road Condition Suwandi, Ruddy; Budiman, Fajar Kurnia; Suptijah, Pipih
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 10, No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.078 KB)

Abstract

Fish transportation is an activity on moving fish from one place to another. Specific for live fish, the transportation process is so important due to the different value of live fish and the dead one, either in term of its price and or function. Live fish transportation, basically is a forcing fish in a new environment condition different with the usual one, along with sudden changes of ambient characteristic which threat the live of fish. The factors which influential on fish live transportation are fish condition and water quality. Beside these, other factor which also give influent is infrastructure of transportation (road, vehicle, etc.). The researched was done to know the effect of road surface quality (good, semi good, and bad) on survival rate (SR) of Oreochromis niloticus fish juvenile. The highest SR came from the good treatment is 88.33%, with the water quality are: DO (dissolve oxygen)=2.19 ppm; CO2=39.6 ppm;pH=6.02; alkalinity = 156.42 ppm; and temperature = 27.75oC. The lowest one came from the bad treatment is SR=0% with the water quality are: DO (dissolve oxygen)=1.71 ppm; CO2=53.46 ppm; pH=6.02; alkalinity=1,003.86 ppm; and temperature=27.5oC. The SR of juveniel fish transportation at a real condition from Bogor to Jakarta is 93.3%. The result indicated that types and time of treatment effected to the SR.Key words : infrastructure of transportation, fish transportation, survival rate
Application of Carbonated Soft Drink on Prevention of Nila Fish Quality Deterioration Rate Suwandi, Ruddy; Pia, Sereli; Purwaningsih, Sri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.632 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa terdapat cara penanganan unik di Nias untuk menghambat kemunduran mutu ikan hasil tangkapan dengan menggunakan minuman ringan berkabonasi sebagai pengawet ikan oleh para pedagang di Nias. Berdasarkan adanya temuan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kebenaran asumsi masyarakat bahwa minuman berkarbonasi mampu menghambat kemunduran mutu ikan. Penelitian ini terbagi dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan berupa penentuan fase post mortem ikan serta penentuan konsentrasi larutan minuman ringan berkarbonasi dan waktu perendaman paling optimum dalam menghambat kemunduran mutu ikan. Penelitian utama merupakan pengujian pengaruh suhu larutan minuman ringan berkarbonasi dan lama penyimpanan dalam menghambat kemunduran mutu ikan nila terhadap parameter fisik, kimia dan mikrobiologi. Pada penelitian utama faktor yang diuji pengaruhnya adalah suhu larutan minuman ringan berkarbonasi dan lama penyimpanan. Perlakuan suhu larutan minuman ringan berkarbonasi 7°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,14-6,25; log TPC 4,79-5,40 CFU/ml; TVB 9,66-28,05 mgN/100g. Perlakuan suhu larutan minuman ringan berkarbonasi 25°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,18-6,34; log TPC 4,84-6,17 CFU/ml; TVB 9,52-28,7405 mgN/100g. Perlakuan suhu ruang 27°C selama penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan nilai organoleptik berkisar 3,0-9,0; pH 6,49-6,62; log TPC 4,86-6,39 CFU/ml; TVB 9,80-29,12 mgN/100g.Kata kunci: ikan nila, kemunduran mutu, minuman berkarbonasi
PENGARUH CAHAYA TERHADAP AKTIVITAS METABOLISME IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPINUS) PADA SIMULASI TRANSPORTASI SISTEM TERTUTUP Suwandi, Ruddy; Jacoeb, Agoes Mardiono; Muhammad, Vickar
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.392 KB)

Abstract

Consumer demand for commodities is growing, especially for the type of fish that have high economis value, one of which is dumbo catfish (Clarias gariepinus). Handling of the transport system is needed to keep fish alive  until the destination. The purpose of this research was to study the effect of light intensity on simulated fish either at rest or moving. The study was conducted with simulation of a closed system transportation for six hours and measuring the water quality each hour. The treatment used were a light simulation, dark simulation, non-simulated light, and dark non-simulation. DO values decrese from 5,0175 ppm to 2,3812 ppm after 6 hours transportation. Water temperature during research at  27,8-29,4˚C. PH values in the study range from 7,2 to 6,3 ppm. The values of carbondioxide increased during transportation. The highest concentration of ammonia presented after six hours in all treatment.The best treatment of this study was  non-simulated light.Keywords : Catfish (Clarias gariepinus), closed system transport, water quality
Chemical Compound, Phytochemical and Toxicity on Green Rough-backed Puffer from Cirebon District Pratama, Ginanjar; Nurjanah, - -; Suwandi, Ruddy; Jacoeb, Agoes Mardiono
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2909.013 KB)

Abstract

This aims of study was to assess yield, nutrient content and in vitro assay of extract on green rough-backed puffer from Cirebon district. The method used in this study was the proximate analysis, phytochemicals, and BSLT test of extracts on three parts of puffer fish (meat, viscera and skin). Puffer fish used measure around 10-13 cm. The yield obtained was meat 37.80%, bone 45.71%, viscera 7.25% and skin 9.23%. Protein content showed greatest potential, protein in the fish meat was 18.54% while the skin was 25.31%. Phytochemical test showed the entire extract has a positive value for alkaloids and have a negative value on the other reagents, except meat extract on molisch test. Phytochemical test results indicated that the meat of green rough-backed puffer contain tetrodotoxin, but the amount was unknown. LC50 values in meat extract was 104.3498μg/mL, extract the viscera of 105.4564μg/mL, and the skin extract was 104.9637μg/mL. These results showed that the extract of meat, viscera and skin of the puffer fish is not toxic, although there are indications of tetrodotoxin in the flesh.Keywords: extracts, phytochemical, green rough-backed puffer, nutrient content
Perancangan Pengukuran Kinerja Terminal Ferry Sekupang Dengan Metode Balanced Scorecard Angraini, Febi Adnesia; Fahmi, Idqan; Heryandri, Kemal; Suwandi, Ruddy
Warta Penelitian Perhubungan Vol 26, No 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut merupakan sub sistem transportasi nasional terdiri dari elemen kegiatan angkutan laut, kepelabuhan, kelaiklautan kapal, kenavigasian serta penjagaan dan penyelamatan yang saling berinteraksi secara terpadu guna mewujudkan tersedianya angkutan laut yang efektif dan efisien. Balanced scorecard (BSC) sebagai alat analisis di dalam menganalisa kinerja Terminal Ferry Sekupang (TFS). Bagaimana pelaksanaan pengukuran dan apa yang dihasilkan menjadi masukan bagi perusahaan untuk perbaikandi periode anggaran berikutnya. Objek penelitian yang diambil adalah semua pelanggan, karyawan dan pelaku bisnis dalam pelabuhan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan survai. Jumlah total responden ada 131 orang, yaitu semua pihak yang terkait dalam operasional pelabuhan. Metode pengolahan data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Identifikasi indikator kinerja dibangun berdasarkan kajian teoritis, survai lapangan, dan survai pakar menghasilkan 11 indikator kinerja utama yang tersebar dalam empat perspektif balanced scorecard. Hasil simulasi menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja Sekupang Ferry Terminal tahun 2013 termasuk kedalam kategori excellent. Hal ini sesuai dengan perolehan total skor keseluruhan dari perspektif BSC sebesar3,636.
Handling Time Difference of Weight, Proximate Composition, and Amino Acid on Steamed Crab Suwandi, Ruddy; Nurjanah, Nurjanah; Maharani, Santri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22, No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.741 KB)

Abstract

Blue swimmer crab (Portunus sp.) is one of the aquatic products which also the member of crustacea with high value as local commodity and export commodity. Weight changes in blue swimmer crabs can occur during handling time and steam process. This research aimed to determine different handling time on weight changes, proximate composition and amino acids of blue swimmer crab (Portunus sp.). The handling times used in this research were 0 hours (J0), 2 hours (J2), 4 hours (J4), 6 hours (J6) conditioned in ambient temperature. Weight lost before and after steam process of blue swimmer crabs showed significant differences in J6. Proximate compositions did not show significant differences in J0 and J6. Amino acids analysis determined by HPLC method and and did not show significant differences in J0 and J6 except for methionine, histidine, arginine, serine, and glutamic acid.
Pengaruh penggorengan belut sawah (Monopterus albus) terhadap komposisi asam amino, asam lemak, kolesterol dan mineral Astiana, Ika; ., Nurjanah; Suwandi, Ruddy; Ashory Suryani, Anggraeni; Hidayat, Taufik
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 4, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.975 KB)

Abstract

Abstract. The nutrition contains on eel flash aremainly amino acids, fatty acids, cholesterol, and mineral. The chemical content of foods are change during frying process. The aim of this research was to studythe rendemen, proximate composition (moisture, ashes, protein, and fat content), and analyzing the influence of deep fryingon amino acids, fatty acids, cholesterol, and mineralof eel. The research  measures were eel morfometric which includes length, diameter, circumference, total weight, yield, proximat,  amino acids, fatty acids, cholesterol, and mineral analysis on fresh eel and  after frying in 180 oC temperature for 5 minutes.Rendemen of fried eel reducedabout 26%. The increasing of  proximate levels were found on ashes by 2.56% and  fat by 14.47% while water, protein, and carbohydrate were decreased about 55.43%, 2.84%, and 14.19% respectively. All of the eel amino acids were decrease after deep frying. The highest non essensial amino acid on fresh and fried eel were glutamic acids by 12,89 g/100g and 9,06 g/100g respectively, and essensial amino acid were lisin by 7,13 g/100g and 4,91 g/100g respectively. Limit amino acid on fresh and fried eel were histidine by 1,54 g/100g and 1,18 g/100g respectively.Deep frying could increase palmitic acid by 17.37%, oleic acid by 24.31%,and EPA by 1.42%. Cholesterol content average of fresh eel was 30.15 mg /100 grams and fried eel was 170.44 mg /100 grams. Calcium, natrium, kalium, magnesium, iron, and zinc are decrease and the copper wereincrease.Keywords : composition; eel; heating; nutrition; processingAbstrak. Kandungan gizi dalam daging belut sawah diantaranya adalah asam amino, asam lemak, kolesterol, dan mineral. Proses penggorengan dapat mempengaruhi kandungan kimia suatu bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari rendemen, komposisi proksimat (air, abu, protein, dan lemak) serta menganalisis pengaruh penggorengan terhadap kandungan asam amino, asam lemak, kolesterol, dan mineral belut sawah. Penelitian mencakup pengukuran morfometrik belut sawah segar yang meliputi panjang, diameter, lingkar badan, dan berat total, pengukuran rendemen, analisis proksimat, analisis asam amino, asam lemak, kolesterol, dan analisis mineral pada belut sawah segar dan setelah penggorengan dengan suhu 180 oC selama 5 menit.Rendemen belut goreng mengalami susut sebesar 26%. Perubahan kadar proksimat adalah peningkatan kadar abu sebesar 2,56% dan peningkatan kadar lemak sebesar 14,47%. Penurunan terjadi pada kadar air yaitu sebesar 55,43%, protein sebesar 2,84%, dan karbohidrat sebesar 14,19%. Keseluruhan kandungan asam amino belut mengalami penurunan setelah penggorengan. Asam amino non esensial tertinggi pada belut sawah segar dan goreng adalah asam glutamat yaitu 12,89 g/100g dan 9,06 g/100g, sedangkan asam amino esensial yang tertinggi adalah lisin yaitu 7,13 g/100g dan 4,91 g/100g. Asam amino pembatas pada belut sawah segar dan goreng adalah histidin yaitu 1,54 g/100g dan 1,18 g/100g. Proses penggorengan dapat meningkatkan kandungan asam palmitat sebesar 17,37%, asam oleat sebesar 24,31%, dan EPA sebesar 1,42%. Kandungan kolesterol rata-rata belut segar adalah 30,15 mg/100 gram dan belut goreng adalah 170,44 mg/100 gram.Mineral  kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, dan seng juga mengalami penurunan sedangkan tembaga mengalami kenaikan.Kata kunci :belut sawah; komposisi; gizi; pemanasan; pengolahan