Articles

Populasi dan Distribusi Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) sebagai Sumber Pakan Ternak pada Ekosistem Persawahan Di Kota Bengkulu Saputra, K.; Sutriyono, Sutriyono; Brata, B.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.189-201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan keong mas (Pomacea canaliculata L.) ditinjau dari sisi populasi dan penyebarannya di alam. Penelitian ini telah dilaksakan pada bulan September-Oktober tahun 2017 bertempat di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis sampling dengan kerangka kuadrat berukuran 5x5 meter sebanyak 17 plot berdasarkan urutan dari anggota populasi yang jumlahnya sebanyak 49 plot pada masing-masing stasiun pengamatan. Kondisi lingkungan stasiun pengamatan memiliki kelembaban berkisar antara 71% - 83,4%, suhu lingkungan 28,4 - 28,8 oC, pH perairan sawah 5,9 - 6,5, dan suhu perairan sawah 25,3 - 28,8 oC. Kepadatan populasi keong mas berkisar antara 0 – 5,78 individu/m2 dengan nilai Indeks Morisita pada stasiun pengamatan Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Semarang, dan Kelurahan Bukit Besar berkisar antara 0,002 - 0,024 yang menunjukkan pola penyebaran teratur (Id<1), sedangkan pada stasiun pengamatan Kelurahan Kandang Limun tidak diperoleh nilai indeks morisita karena tidak ditemukan sampel keong mas saat penelitian berlangsung. Frekuensi ditemukannya keong mas pada ketiga stasiun pengamatan sebesar 100%, kecuali pada Kelurahan Kandang Limun yang memiliki frekuensi 0%. Kelimpahan keong mas pada ketiga stasiun pegamatan cukup jarang dengan kelimpahan 3,52 ekor/m2 - 5,78 ekor/m2, sedangkan pada stasiun pengamatan Kelurahan Kandang Limun memiliki kelimpahan 0 ekor/m2 atau sangat jarang. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa populasi keong mas pada ekosistem persawahan di Kota Bengkulu memiliki pola distribusi teratur (Id<1) dengan kelimpahan jarang hingga sangat jarang.Kata Kunci: Populasi, Distribusi, Keong Mas, Ekosistem, Perswahan
Imbangan Media Penetasan terhadap Kemampuan Tetas dan Daya Hidup Jangkrik Gryllus mitratus Sugma, W.; Sutriyono, Sutriyono; Brata, B.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.287-294

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh imbangan media penetasan terhadap kemampuan tetas dan daya hidup jangkrik Gryllus mitratus.  Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini, dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P0= 100% pasir sungai; P1= 100% pasir pantai; P2= 50% pasir sungai + 50% pasir pantai; P3= 75% pasir sungai + 25% pasir pantai; P4= 25% pasir sungai + 75% pasir pantai; P5= tanpa media pasir. Data yang dikumpulkan adalah lama waktu menetas, daya tetas, mortalitas, dan daya tahan hidup anak jangkrik. Data dianalisis dengan analisis of varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tetas telur jangkrik paling tinggi diperoleh pada media tanpa pasir (87,2%) dan daya tahan hidup jangkrik yang paling baik selama 15 hari pembesaran jangkrik adalah pada penggunaan media campuran (75% pasir sungai + 25% pasir pantai) dengan rataan daya tahan hidup sebesar 92,8%.Kata kunci: Gryllus mitratus, media penetasan, kemampuan tetas, daya tahan hidup
Nilai Nutrisi Gulma Sawah Dominan di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Setyowati, Nanik; Prakoso, Hardi; Iswanrijanto, Agus; Suprijono, Eko
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk memperoleh spesies-spesies gulma potensial sebagai sumber pakan ternak, berdasarkan pada produksi, dominansi, dan nilai nutrisi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah KecamatanSungai Serut, Kota Bengkulu. Dibuat petak sampel berukuran 1 m x 1 m sebanyak lima puluh petak sampel dengan metode jalur transek. Gulma dipanen dengan akarnya, kemudian dicuci, dipilah-pilahkan menurutjenisnya, dihitung jumlah jenis dan jumlah individu untuk setiap jenis, dihitung ditimbang, dianalisis kandungan nutrisinya (bahan kering, Protein kasar, kalsium, posfor) dan kandungan energi. Berdasarkanpenelitian ditemukan 23 spesies gulma, dan lima jenis dominan adalah Gulma X (Ordo Poales), Fymbristilis milliaceae, Lindernia anagalis, Cyperus halpan, Ludwigia perennis, dengan nilai SDR berturut-turut adalah 18,30 %; 11,92 %; 10,82 %; 8,94 %; 7,55%; produksi biomasa 495,96 kg/ha atau 27,87 %; 206,2 kg/ha atau 11,15 %, 127.9kg/ha atau 7,19 % , 94.08 kg/ha atau 5,29 %. Kandungan protein 5,28 %; 6,89 %; 5,97%; 6,01 %; 7,39. Kandungan kalsium : 0,02 %; 0,09 %; 0,13 %; 0,08 %; 0,06 %; kandungan posfor 0,16 %; 0,33%; 0.57%; 0,26 %; 0,296 %. Seluruh gulma dominan menyebar secara berkelompok. Dapat disimpulkan bahwa gulma dominan mempunyai potensi sebagai sumber pakan.Kata kunci : spesies, gulma sawah, dominansi, produksi, nutrisi
Analisis Morfometrik Lebah Madu Pekerja Apis cerana Budidaya pada Dua Ketinggian Tempat yang Berbeda Novita, Novita; Saepudin, Rustama; Sutriyono, Sutriyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan morfometrik lebah madu pekerja Apis cerana berdasarkan perbedaan tempat hidup pada dataran tinggi (500-&lt;1000 m dpl) dan dataran rendah (0-100 m dpl). Penelitian ini menggunakan sampel 50 ekor lebah Apis cerana di setiap lokasi. Pengukuran bagian tubuh lebah madu dilakukan di Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu dengan menggunakan mikroskop projektor (LAS EZ V2.0.0) perbesaran 8 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan (BB), panjang probosis (PP) dan panjang femur tungkai belakang (PFB) lebah madu pekerja di dataran tinggi dan dataran rendah (lebah introduksi dan lebah alami) berbeda nyata (P&lt;0,05), sedangkan panjang tibia, metatarsus tungkai belakang, panjang sayap, lebar sayap dan ukuran tergit ke-4 abdomen secara statistik tidak ada perbedaan (P&gt;0,05). Berat badan dan panjang femur tungkai belakang tertinggi diperoleh pada lebah madu dataran tinggi (Kepahiang), sedangkan panjang probosis tertinggi diperoleh pada lebah madu alami di dataran rendah (Kota Bengkulu). Ada indikasi bahwa perbedaan ini terjadi dalam upaya proses adaptasi lebah terhadap lingkungan hidupnya. Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa ketinggian tempat hidup berpengaruh terhadap morfometrik lebah madu pekerja Apis cerana.Kata Kunci : Apis cerana, morfometrik, ketinggian tempat
Studi Perilaku Makan Burung Anak Walet Putih (Collocalia Fuciphaga) dari Mulai Menetas Sampai Bisa Terbang Brata, Bieng; Saepudin, Rustama; Sutriyono, Sutriyono; Yorman, Ardi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan burung anak walet putih (Collacalia fuciphaga) mulai mentas sampai bisa terbang dengan pemberian pakan kroto rang-rang (Oerophylla smargdina), jangkrik, dan campurannya (jangkrik 33%, kroto 34% dan pakan ayam BRI 33%). Metode Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 10 ekor burung anak walet putih. Sebagai perlakuannya adalah kroto 100%, jangkrik 100% dan pakan campuran (33% jangkrik, 34% kroto dan 33% pakan ayam broiler fase satu). Parameter yang diamati adalah; tanda – tanda lapar, jarak makan antar periode, jumlah periode pemberian pakan, jumlah pakan yang dilolohkan per perode. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian pakan kroto rang – rang, jangkrik, dan campuran terhadap perilaku anak walet mulai menetas sampai terbang.Kata kunci : Burung walet sarang putih, kroto, jangkrik.
Effects of Feeding Kroto (Aerophylla smaragdina), Kricket (Brachytrypes membranaceus) and Diet Combinations on Live Performance of Young Edible –Nest Swiftlet (Collocalia fuciphaga) Brata, B.; Saepudin, R.; Sutriyono, Sutriyono; Lindya, Lindya
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research was to investigate the performance of young Edible-nest Swiftlet (Collocalia fuciphaga) fed (Aerophylla smaragdina), cricket (Brachytrypes membranaceus) and diet combinations of 33% cricket, 34% kroto and 33% of commercial diet/BR1. The observation was started from the bird hatches until it fledges. Experiment design used was completely randomized design with three treatments and four replications; each of the replications consists of ten young Edible-nest Swiftlet (Collocalia fuciphaga). The treatments were 100% kroto, 100% cricket and diet combinations of of 33% cricket (Brachytrypes membranaceus), 34% kroto and 33% of commercial diet/BR1. The variables measured were feed consumption, body weight, feed conversion and total loss. Results showed that, there were insignificant effects of feeding kroto, cricket and diet combinations of 33% cricket, 34% kroto and 33% of commercial diet/BR1 on live performance of young Edible-nest Swiftlet, observed from the bird hatches until it fledges. By the end of the observation, one young Edible-nest Swiftlet (Collocalia fuciphaga) survived.Keywords: young edible-nest swiftlet (Collocalia fuciphaga) , kroto and cricket.
KUALITAS MADU YANG BEREDAR DI KOTA BENGKULU BERDASARKAN PENILAIAN KONSUMEN DAN UJI SECARA EMPIRIK Saepudin, Rustama; Sutriyono, Sutriyono; Saputra, Robi Okta
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas madu yang banyak beredar di kota Bengkulu dilihat dari pH, kadar air, warna, rasa, bau, tingkat kesukaaan konsumen, kebersihan dan dengan melakukan uji semut.Penelitian ini menggunakan 6 merek madu yang sudah dikenal di Bengkulu, yaitu Merek Madu Putih Flora, Madu Sumbawa, Madu Multisari, Madu Super, Madu Murni, dan Madu dari peternakan lebah dikepahiang. Hasil penelitian menunjukan semua merek madu yang diuji memiliki pH yang bagus yakni berkisar 3,4 sampai 3,8. Tetapi memiliki kadar air yang  tidak bagus yaitu yang tertinggi 25% dan terendah 23%.Berdasarkan uji organoleptik, dan kebersihansemua merek madu yang diuji memiliki pengaruh berbeda nyata (P&lt;0,001) sedangkan pada uji semut memiliki pengaruh tidakberbeda nyata (P&gt;0,01).Kata Kunci : Madu, kualitas madu, organoleptik, konsumen
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SUHU DAN KALOR DENGAN STRATEGI GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN CD INTERAKTIF KELAS X Sutriyono, Sutriyono
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1/april (2012): JP2F
Publisher : Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mencapai efektifitas pembelajaran yangditunjukkan oleh: 1) tuntas pada variabrel keaktifan, keterampilanproses, dan prestasi belajar peserta didik. 2) berpengaruh positifnyavariabel keaktifan dan keterampilan proses terhadap prestasi belajar.3) prestasi belajar peserta didik kelas eksperimen lebih baik dari padaprestasi belajar kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan: (1)Prestasi belajar kelompok eksperimen mencapai ketuntasan dengannilai rata-rata 73,84 (nilai KKM = 68). (2) Nilai keaktifan danketerampilan peserta didik telah mencapai ketuntasan (nilai KKM =75), dengan nilai rata-rata 81,62 untuk keaktifan dan 81,56 untukketerampilan proses. (3) Keaktifan dan ketrampilan peserta didikberpengaruh positif terhadap hasil belajar. Keterampilan prosesberpengaruh 13,7% terhadap prestasi belajar, keaktifan peserta didikberpengaruh 20,9% terhadap prestasi belajar. (4) Prestasi belajarkelompok eksperimen (dengan nilai rata-rata = 73,84) lebih baikdibandingkan dengan prestasi belajar kelompok kontrol (dengan nilairata-rata = 60,00).Kata kunci: Group Investigation, CD Interaktif, Prestasi Belajar
STRATEGI BERSAING UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA DI UNGARAN Darmawan, I Putu Ayub; Sutriyono, Sutriyono
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2016.v3.i2.p164-177

Abstract

This study aimed to design a competitive strategy to improve the competitiveness of STT Simpson. This study was a research and development. The data were collected through observation, FGD (Focus Group Discussion) and interviews. Competitive strategies of STT Simpson are 1) Differentiation strategy: STT Simpson can offer theological education class in the evening to optimize the facilities owned for the churches in Ungaran and its surrounding; 2) Cost advantage strategy: STT Simpson has an advantage in some types of costs but STT Simpson still have to adjust the tuition course to prevent the gap with another STT and keep maintaining its competitiveness; 3) Focus strategy: STT Simpson perform its marketing by focusing on youth of the church around GKII; and 4) Marketing communication strategy with various forms of marketing communications utilizing the technologies esvolving by offering characteristics possessed.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH DASAR STANDAR NASIONAL (SDSN) DI SEKOLAH DASAR NEGERI KABUPATEN TEMANGGUNG Eriyani, Eriyani; Sutriyono, Sutriyono
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2015.v2.i2.p151-161

Abstract

This study aimed to describe the design, installation, process and product implementation SDSN program at SDN 1 Ngadirejo Temanggung. This study is evaluative, by using a mixed methods Discrepancy models. The data collecting technique used interview, questionnaires, study documentation, and observation. The validity of the data was done by using triangulation. The results of the study were (a) the design stage in accordance with the guidelines organizing school national standards, (b) the installation phase there was a shortage of space (c) phase of the process has not been implemented to the maximum, competency standards there was a gap in the medium category that has not been able to achieve in the level district or higher. Content standards had gaps with low category, the ownership of the curriculum document by 80%. Standard processes had gaps with low category that teachers rarely did ICT-based learning. Standard teachers and education personnel had gaps medium category that educators were still many of internship teachers(Guru Wiyata Bhakti). Standard facilities and infrastructure has a gap with category-less school grounds and space for PBM. Management standards had gaps lower categories, namely activities carried out 70-89% of new schools, school community involvement in decision making policy and school programs of up to 70-80%. Standard finance was still a gap with the low category for schools to implement the program required additional costs of the public. Assessment standards had gaps with low category because of the level of student learning outcomes documentation was only implemented by 75-90%. (d) Product implementation of programs already met the standard mastery learning is at least 95% and 90% of graduates go on to a higher school. The standards have not been met is the UN values above the regional average and have achievements in regional, national and international.