leo sutrisno
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Untan Pontianak

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN ‘TEXT TRANSFORMATION’ BERBENTUK CATATAN:TS TENTANG IMPULS DAN MOMENTUM DI SMA F03109012, Soeharto; sutrisno, leo; ., haratua
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.187 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh remediasi menggunakan text transformation berbentuk catatan:TS terhadap penurunan jumlah miskonsepsi siswa di kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak tahun pelajaran 2012/2013. Karena itu, instrumen penelitian yang dibuat berupa tes diagnostik dengan metode Certainly of Responden Index (CRI) digunakan untuk menetapkan penurunan jumlah miskonsepsi persiswa. Penelitian berupa one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh  siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak. Partisipan ditentukan melalui teknik intact group kelas XI IPA3. Siswa dilatih untuk mentransformasikan buku ajar pada materi impuls dan momentum ke jenis catatan yang terdiri dari sajian naratif dan tanggapan-tanggapannya. Reliabilitas pre-test (0,584 ) dan post-test (0,564 ) serta face validity soal pre-test (4,07) dan post-test (4,10). Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan remediasi miskonsepsi menggunakan text transformation berbentuk catatan :TS berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan jumlah miskonsepsi siswa (Z = -3,418, p = 0.01). Penelitian ini, tidak menemukan korelasi yang signifikan antara keterampilan membuat Catatan:TS dan penurunan jumlah miskonsepsi siswa (  = 0.119, p = 0.490). Harga effect size adalah 1,65.  Disarankan agar ada penelitian lanjut tentang bentuk-bentuk lain text transformation.   Kata kunci: Remediasi, Miskonsepsi, Text Transformation Abstract: The purpose of this study was to investigate the effect of remediation activity through text transformation on misconception among grade XI students’ at the Pontianak II Goverment Secondary School. In order to achieve this aim, a diagnostic test was constructed using Certainly of Responden Index to prompt students’ misconception reability of pre-test was 0,584 and post-test was 0,564. The face validity of  pre-test was 4,10 and post-test was 4,16. Using intact group method students from the class XI IPA3 academic year 2012/2013 was chosen to participate in the one group pretest-posttest experimental design. These students were trained to transform the textbook presentation on impuls and momentum to the kinds of notes consisting narative presentation and their responses. Analysis results indicated that the remediation activity significanly influence on students’ misconception reduction (Z = -3,418, p = 0.01). However, there is no correlation betwen students’ note taking skill and the reduction of student misconception. It is noted that the effect size is 1,65. It is suggested for further study to other form of text transformation. Keywords: Remediation, Misconception, Text transformation
SECONDARY ANALYSIS SKRIPSI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNTAN YANG BERBENTUK PENELITIAN TINDAKAN KELAS F03109022, Mustika Purnama Sari; Sutrisno, Leo; TMS, haratua
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 12 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3141.323 KB)

Abstract

Abstract: Secondary analysis method was conducted to review the Classroom Action Research (CAR) reports undertaken by Physics Education students of Tanjungpura University. The literature review procedures (Leo Sutrisno, 2007) was adopted to re-analysis 12 CAR study reports avalible in Faculty Libraries. It is find that, in average these 12 studies meet 4 out of 5 CAR’s characteristics which should be implemented. In addition, there are 7 studies which did not use CAR’s model correctly. It is suggested, especially for students who will conduct CAR studies to make sure that their understanding statisfaction. Keywords : Classroom Action Research, Secondary Analysis. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan model PTK yang telah dilakukan mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNTAN seperti yang dilaporkan dalam skripsi pada tahun 2009-2011 dengan menggunakan metode “secondary analysis”. Prosedur yang digunakan adalah prosedur dalam menelusuri literatur (review literature) menurut Leo Sutrisno (2007). Sebanyak 12 skripsi dianalisis. Analisis menemukan rata-rata kriteria karakteristik PTK yang terpenuhi skripsi-skripsi tersebut adalah 3,67 (4) karakteristik dari 5 karakteristik PTK yang ada. Selain, itu juga ditemukan 7 skripsi yang dilaksanakan tidak sesuai dengan acuan (model PTK) yang telah ditetapkan. Disarankan sebelum berencana melakukan PTK untuk mempelajari dan memahami kaidah-kaidah PTK yang baku. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Secondary Analysis.
DESKRIPSI MISKONSEPSI SISWA TENTANG RUMUS-RUMUS FISIKA KELAS VII SMP KHATULISTIWA JUNGKAT F03109029, DIAN PUSPITA SARI; SUTRISNO, LEO; Oktavianty, ERWINA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 11 (2013): Nopember 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.172 KB)

Abstract

Abstract: Simple descriptive survey method was conducted to investigate the forms of  students’ misconceptions about the symbol of quantities and units of physics and physics formulas among grade VII  the Khatulistiwa Jungkat Junior Secondary School students. The multiple choices, matching and essay tests were adminitrated to 38 students. It is indicated that 68,35% of the students have misconception on writing the symbols of quantities, 16,23% of the students have misconception on writing the symbols of units. In addition, there are 86% of the students who are not able to write the correct equation, 40% of the students do the test unsystematically, and there are 36% who are can not to implement the units correctly. Keywords: Description, Misconception, Symbol, Physics Formulas Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk miskonsepsi siswa SMP Khatulistiwa Jungkat tentang lambang besaran dan satuan serta rumus-rumus fisika kelas VII dengan metode survai deskriptif sederhana. Seluruh siswa kelas VII A dan VII B menjadi sampel dalam penelitian ini, tetapi hanya 38  dari 44 siswa yang dapat ikut berpartisipasi. Alat pengumpul data tes objektif pilihan ganda dan menjodohkan serta tes essay. Ditemukan persentase siswa yang mengalami miskonsepsi dalam menuliskan lambang besaran (68,35 %), menuliskan lambang satuan (16,23 %). Disamping itu, juga ditemukan 86 % siswa tidak dapat menuliskan persamaan matematis fisika yang betul, 40% kurang sistematis dalam menyelesaikan soal, dan ada 36 % yang tidak dapat menerapkan satuan dengan betul.   Kata Kunci: Deskripsi, Miskonsepsi, Lambang, Rumus Fisika
SECONDARY ANALYSIS PELAKSANAAN REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA OLEH MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNTAN F03109034, FAJRI; Sutrisno, Leo; Oktavianty, Erwina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.819 KB)

Abstract

Absract: The purpose of this study was to describe the implementation of students’ misconception remediation activity by physics education students of Tanjungpura University period 2010-2012 using secondary analysis method. The samples are 8 from 35 studies chosen randomly in the library of Tanjungpura University. The focus of these review are the definition of remediation and the procedural of remediation. Data was collected by using a questionnaire. It is found that only 3 of 9 remediation characteristics fulfilled remediation activity properly. Based on the determining criteria, only 4 studies which have the definition of remediation conceptual and operational correctly. For the other result of studies conducted by the physics education students of Tanjungpura University period 2010-2012 was not based on the remediation procedure rightly. It is suggested, particularly for students who will conduct the remediation studies to learn and understand so that remediation results were better than now.   Keywords: Remediation, Secondary Analysis, Physics Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuat deskripsi pelaksanaan kegiatan remediasi miskonsepsi (siswa) oleh mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNTAN periode tahun 2010-2012 dalam bentuk secondary analysis. Delapan skripsi dipilih dari 35 skripsi yang tersedia di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Tanjungpura untuk direviu. Telaah difokuskan pada definisi remediasi dan prosedur remediasi. Data dikumpulkan menggunakan instrument lembar isian skripsi. Ditemukan bahwa pelaksanaan remediasi hanya memenuhi 3 dari 9 kriteria remediasi yang baik. Hanya 4 skripsi yang memiliki definisi remediasi secara konsepsional dan operasional dengan betul. Hasil yang lain adalah seluruh remediasi oleh mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNTAN periode 2010-2012 tidak sesuai dengan prosedur remediasi yang tepat. Disarankan sebelum melaksanakan kegiatan remediasi sebaiknya memahami lebih rinci karakteristik remediasi yang baik. Kata kunci: Remediasi, Secondary Analysis, Pendidikan Fisika
REMEDIASI MISKONSEPSI MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF GUIDED DISCOVERY PADA TEKANAN ZAT CAIR SISWA SMP F03109008, NOVIKA LESTARI; SUTRISNO, LEO; OKTAVIANTY, ERWINA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.388 KB)

Abstract

Abstract: This research was to investigate the effect of remediation activity using multimedia interactive based on guided discovery on the reduction of students’ misconceptions about fluid pressure. One group pre-test post-test design was conducted. Twenty seven students patricipated in this study. The result indicated that the reduction of students’ misconceptions were 44% in a concept and 42% at student. Pearson correlation coefficient was used to analyze the association between the reduction of students’ misconceptions and learning motivation, and also achievement motivation. The reduction of students’ misconceptions were positively correlated with a learning motivation (r = 0,306), and were negatively correlated with an achievement motivation (r = -0,047). It is believe that  multimedia interactive based guided discovery can be an alternative of remediation activity on fluid pressure.   Keyword: remediation, multimedia interactive, guided discovery Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh remediasi menggunakan multimedia interaktif berbasis “guided discovery” terhadap penurunan miskonsepsi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan “one group pre – test post – test group design”. Partisipan terdiri atas 27 siswa yang diambil dengan teknik “intact group”. Analisis menemukan rata – rata penurunan miskonsepsi siswa sebesar 44% (tiap konsep) dan 42,2% (tiap siswa). Uji korelasi menunjukan bahwa terdapat hubungan yang lemah dan positif antara penurunan miskonsepsi dan peningkatan motivasi belajar siswa (r = 0,306 dan r2 = 0,09). Uji korelasi juga menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara penurunan miskonsepsi dengan peningkatan motivasi berprestasi (r = -0,047 dan r2 = 0,0013). Jadi, multimedia interaktif berbasis ”guided discovery” dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran Fisika, khususnya materi tekanan zat cair.   Kata kunci: remediasi, multimedia interaktif, guided discovery
DESKRIPSI SIMBOL BESARAN DAN SATUAN FISIKA YANG SERING DITULIS KELIRU DI KELAS VIII SMP F03110036, Atika Sari; Sutrisno, Leo; Maria S, Haratua Tiur
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: The simple descriptive research method was conducted to investigate utilizing physical quantities and units symbols improprelly that are frequently (more than 10%) done by second grade students of middle school. Using intact group method, 167 students from two classes in three different middle schools were chosen to be the participants in this study. The participant schools were MTs Al-Mustaqim, SMPN 22 Pontianak and SMPN 2 Sungai Raya. Data was collected by using 50 multiple choice questions which consisted of 35 physical quantities questions and 15 units of measurement questions. It was found that 29,03% students were mistaken in writing symbols forphysical quantities and 16,16% students for units of measurement. It was also found that students were rarely (less than 10%) mistaken  in writing physical quantities symbols for time, length, area, density, period and wave length; and units of measurements symbols for kilogram, metre per second squared, kilogram per metre cubed, hertz, metre per second and metre cubic. Keywords: Symbols, Physical quantities and units Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk kekeliruan penulisan simbol besaran dan satuan fisika yang sering ditulis keliru (>10% siswa) pada materi fisika kelas VIII SMP/Sederajat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif sederhana. Penelitian dilaksanakan di tiga sekolah yaitu MTs Al-Mustaqim (kelas B, kelas C), SMPN 22 Pontianak (kelas C, kelas D), dan SMPN 2 Sungai Raya (kelas B, kelas C) dengan sampel 167 siswa. Pengumpulan data berdasarkan soal tes pilihan ganda yang terdiri dari 50  soal (35 soal tentang besaran, 15 soal tentang satuan). Persentase rata-rata kekeliruan siswa menuliskan simbol besaran fisika sebesar 29,03%, sedangkan persentase rata-rata kekeliruan siswa menuliskan simbol satuan fisika sebesar 16,16%. Terdapat 6 simbol besaran fisika (waktu, ketinggian, luas, massa jenis zat, periode, panjang gelombang) dan 6 simbol satuan fisika (kilogram, meter per sekon persegi, kilogram per meter kubik, hertz, meter per sekon, meter kubik) yang tidak termasuk kategori simbol yang sering ditulis keliru (<10% siswa). Kata Kunci: Simbol, Besaran dan Satuan Fisika
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI KELAS X SMA KEMALA BHAYANGKARI KABUPATEN KUBU RAYA F03110014, HARYADI; Sutrisno, Leo; Tiur Maria S, Haratua
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research’s purpose was describing the implementation of curriculum 2013 in Physics learning process in grade X Senior High School Kemala Bhayangkari, Kubu Raya Regency period 2013/2014 qualitatively. Teacher’s perception about Curriculum 2013, the lesson plan, the questionnaire result of student and teacher, and the interview result  with the principal also with teacher were analyzed. The analysis showed that the learning process conducted by the tenth grade Physics teacher was suitably good. Based on the interview, it was found that the principal would support the implementation of curriculum 2013. Hopefully, these findings could be used to maximize the implementation of curriculum 2013. Keywords: The Implementation of Curriculum 2013, Physics Learning Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi Kurikulum 2013 pada pembelajaran Fisika kelas X SMA Kemala Bhayangkari Kabupaten Kubu Raya tahun ajaran 2013/2014 secara kualitatif. Pengetahuan/persepsi guru tentang Kurikulum 2013, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hasil angket peserta didik dan guru, serta hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan oleh guru fisika kelas X SMA Kemala Bhayangkari telah sesuai dengan pembelajaran Kurikulum 2013 dengan kriteria baik. Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan ada dukungan kepala sekolah. Diharapkan, hasil dijadikan sarana yang memadai oleh guru dalam menerapkan Kurikulum 2013 menjadi maksimal.   Kata kunci : Implementasi Kurikulum 2013, Pembelajaran Fisika
REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA KELAS VIII SMP MENGGUNAKAN OPEN-ENDED QUESTION PADA MATERI HUKUM NEWTON Anggraini, Radhiah; Sutrisno, Leo; B. Arsyid, Syaiful
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2015): Pebruari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh remediasi menggunakan open-ended question terhadap persentase penurunan miskonsepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pontianak pada materi hukum Newton. Untuk itu digunakan metode berbentuk pre-experimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design yang melibatkan sampel sebanyak 31 siswa yang diambil dengan teknik intact grup. Data diperoleh menggunakan 6 buah soal essai dengan 3 buah indikator. Diperoleh persentase rata–rata penurunan miskonsepsi sebesar 44,84% pada tiap konsep dan 47,31% pada tiap siswa. Digunakan uji statistik McNemar dan binomial untuk melihat tingkat signifikansi penurunan miskonsepsi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kegiatan remediasi menggunakan open-ended question memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan miskonsepsi siswa pada materi hukum Newton (hukum I Newton (14,06) > (3,841) taraf signifikansi 5% dan dk = 1; hukum II Newton koefisien binomial (0,09) > taraf kesalahan 0,05  (α = 5%); hukum III Newton (7,56) > (3,841) taraf signifikansi 5% dan dk = 1). Remediasi miskonsepsi menggunakan open-ended question dapat menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan miskonsepsi siswa pada materi hukum Newton. Kata kunci: remediasi, open-ended question, hukum Newton Abstract: Pre-experimental method with one group pre-test post-test design was conducted to investigate the effect of remedial activity by using open-ended question to reduce the percentage of misconceptions about Newton’s Law in Junior High School Student. Using intact group method, 31 students were chosen to be the participants in this study. Data was collected by using 6 essay tests which represented 3 indicators and was given during the pre-test and post-test activity. It was found that the average percentage of minconception reduction was 44,84% on each concept and 47,31% on each student. Statistic Analysis results indicate that remediation using an open-ended question significantly influence students’ misconception reduction (Newton’s I law (14,06) > (3,841) significance level 5% with df = 1; Newton’s II law binomial coefficients (0,09) > error level 0,05  (α = 5%); Newton’s III law (7,56) > (3,841) significance level 5% with df = 1). It is suggested that an open-ended question can be used as an alternative remediation to reduce students misconceptions on Newtons laws.   Keywords: remediation, open-ended question, Newton’s law
PENERAPAN KAWASAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X Adrianus, .; Sutrisno, Leo; ., Thamrin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 8 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan profil penerapan lima (5) kawasan teknologi pembelajaran pada pelajaran Biologi di SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari data yang terkumpul dilakukan triangulasi untuk mencari konsistensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) guru Biologi dan kegiatan guru dan kegiatan pebelajar pada mata pelajaran Biologi di SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak telah menerapkan lima (5) kawasan teknologi pembelajaran yang meliputi kawasan desain, kawasan pengembangan, kawasan pemanfaatan, kawasan pengelolaan dan kawasan penilaian.   Kata Kunci : Kawasan Teknologi Pembelajaran, Mata Pelajaran Biologi Abstract: The research objective is to describe the application of five (5) Instructional Technology areas on Biology subject in SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak. The research methodology is descriptive kualitative approach. Collecting data technique is done through observation, interview and documentation. Then, the writer does triangulation to search for data consistency. The result shows that the lesson plan and the activities of Biology teachers in SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak have applied five (5) learning technology areas that include the area of ​​design, development, utilization, management and assessment. The conclusion that both of lesson plan as well as learning activities of Biology in SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak implement the areas of design, development, utilization, management and assessment.   Keywords: Instructional Technology Area, Biology Subject
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROSEDURAL UNTUK KECAKAPAN SIASAT KOGNITIF DALAM PELAKSANAAN KINERJA PRAKTIK DI LABORATORIUM Yuniar, Lily; ., Marzuki; Sutrisno, Leo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Dalam pekerjaannya, seorang perawat akan senantiasa dihadapkan pada pasien dengan berbagai macam kasus. Kecakapan siasat kognitif menjadi sangat penting untuk  menentukan keselamatan kelangsungan bagi hidup pasien dan menjadi dasar sistem penyelesaian masalah serta komponen esensial bagi kinerja seorang perawat di dalam memberikan asuhan keperawatan. Fokus penelitian ini mendeskripsikan tentang desain dan pengembangan produk pembelajaran model prosedural untuk meningkatkan kecakapan siasat kognitif mahasiswa-mahasiswi dalam melaksanakan praktik dan unjuk kerja di laboratorium keperawatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif naturalistik Dimana model  pengembangan dimodifikasi dan diupayakan dapat  menghasilkan produk sumber belajar untuk pemecahan masalah belajar mahasiswa-mahasiswi keperawatan di jurusan keperawatan Singkawang. Hasil penelitian yang ditemukan kecakapan siasat kognitif mahasiswa-mahasiswi  masih  rendah. Untuk itu diperlukan adanya pengembangan model pembelajaran yang dapat mencerminkan siasat kognitif yang teraplikasi dalam proses pembelajaran. Kata kunci : Model Pembelajaran Prosedural, Kecakapan Siasat Kognitif Abstract: Competence is a combination of knowledge, skills, values ​​and attitudes are reflected in the habit of thinking and acting. In his work, a nurse will always be faced with patients with a wide variety of cases. Finesse cognitive skills become very important to determine the safety of survival for a patients life and be basic problem-solving systems and components essential to the performance of the nurses in providing nursing care. The focus of this study describes the design and product development model learning procedural stratagem to improve cognitive skills the students in carrying out the practice and performance in the nursing lab. The research is a qualitative naturalistic Where modified and pursued development models can produce learning resources for problem solving learning university students majoring in nursing in nursing Singkawang. Results of the study found cognitive strategy skills the students are still low. It is necessary for the development of the learning model that can reflect cognitive strategy applied in the learning process. Keywords: Learning Model procedural, Cognitive Strategy