This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Mesin JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Jurnal Veteriner JURNAL SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN JURNAL BISNIS STRATEGI JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA STUDI MANAJEMEN DAN ORGANISASI Jurnal Pendidikan Matematika SoLuSi ( Tersohor Luas dan Berisi ) JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDONESIA Animal Agricultural Journal Diponegoro Journal of Management Jurnal Pendidikan Sains Journal of Education and Learning Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Jurnal Dinamika Manajemen Sains Tanah Jurnal Inspirasi Pendidikan Jurnal Produksi Tanaman IQTISHADIA QUALITY QIJIS Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Journal of Mathematics and Mathematics Education Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika Journal of Research and Advances in Mathematics Education Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Jurnal Penelitian Sains AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer ANIMAL PRODUCTION JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Momentum: Physics Education Journal LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI), Indonesian Journal of Animal Science and Technology
Articles

PENGARUH BIROKRASI, INTERVENSI DAN DUKUNGAN TERHADAP KINERJA SALURAN DISTRIBUSI STUDI KASUS PADA PT. OSRAM INDONESIA CABANG SEMARANG Indra, Joni; Sutopo, Sutopo
STUDI MANAJEMEN DAN ORGANISASI Vol 1, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Economics and Business Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.204 KB)

Abstract

ABSTRACT Distribution activities (place) are one main problem that a company has to face, beside of price, promotion and product (4p), so the market (society) can accept the product. Company must place its product on the right place, and it means: The nearer the product to the market, the easier the consumer to find and consume it. For that reason, the company must keep a good relationship with the distribution channels because of their role as an intermediary between companies to its customers in all area. We cannot imagine, how difficult a company would be if the company must distribute its product directly by itself in all places. The major concentration of the company to produce good product will be disturbed because its interest was divided between production and distribution. To keep this relationship, the company must aware to see its distributor as a partner (mutual advantage) so that they will find it convenience to distribute the company product. This research adopted result of previous research which have done by Boyle et al., (1995) where he found out that Bureaucracy and Support from company are convenience factors, it means: it has influence in increasing distributors performance. On the other hand, Intervention from company is an inconvenience factor and has negatif impact to distributor performance. The technique of the analysis is using Structural Equation Model (SEM) that is used to examine 3 (three) hypothesis that has been developed. The numbers of sample taken in this research are 100 respondents. The result of the examination shows the positif impact between Bureaucracy and Support toward Distribution Performance and the negatif impact of Intervention toward Distribution Performance. Keywords: bureaucracy; support; intervention; distribution activities; time to market
PENGEMBANGAN DAN PENGUJIAN KINERJA TERMAL PENGERING LORONG HIBRID ENERGI SURYA-BIOMASSA TERPADU surachman, hadi; Fachrudin, Diding; sutopo, sutopo; Sumarsono, M.
Jurnal Sciene dan Teknologi Vol 10, No 3 (2008): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDONESIA
Publisher : Jurnal Sciene dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Traditional methods of drying of agricultural products in Indonesian are commonly done by farmers or smallholders. The product has poor quality because of insect infestation, contamination from dirt and filth. A prototype of integrated solar-biomass hybrid tunnel drier was installed and tested at Serpong, Tangerang. In this investigation was used 44 kg tilapia mossambica fish, meanwhile the full capacity of the drier was 150 kg. The fish was initially treated with brine salt and stacked for about 12 hours before drying. The salt treated fish was dried to average moisture contents 13.34% – 14.38% w.b. from 70% w.b. in 29 hours. The fish was completely protected from rain, insects and dust. The combination of solar energy and biomass stove at low solar irradiation was able to increase the drying air 8 oC above ambient temperature.
Persamaan Empiris Pertumbuhan Butir Austenit Baja HSLA-0,019% Nb pada Proses Pendinginan non-Isotermal Ariati, M.; Sulistio, T. W.; Manaf, A.; Sutopo, Sutopo
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2009): APRIL 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The strength of a final steel product is affected by its final austenite grain size. The applied model for austenite grain growth by Beck and Sellars actually based on the isothermal condition assumption, whilst most of the materials processing take place under non-isothermal condition. Hence, this situation results in deviation of product specification. This paper examines the austenite grain growth under non-isothermal condition of HSLA-0.019%Nb single composition after single pass hot-rolling process and predicts its final austenite grain size. The material was hot-rolled about 0.3-0.4 at a temperature of 900-1100 0C, cooling rate of 7-12 0K/s, in a time period of 25-50 second, and quenched by using water jetspray. The results show that austenite grain growth after hot-rolled can be illustrated as a function of cooling rate. Grain size decreases as the cooling rate increases. Non-isothermal austenite grain growth was obtained by modifying Beck and Sellar’s empirical model, in which the cooling rate is 1/Crm where m = 14 and an additional constant of B is 1014. Abstract in Bahasa Indonesia: Kekuatan akhir produk manufaktur baja antara lain ditentukan oleh besar butir austenit. Persamaan pertumbuhan butir austenit yang selama ini digunakan yaitu Persamaan Beck dan Sellars umumnya berasumsi bahwa proses berjalan pada kondisi isotermal, sementara hampir semua proses manufaktur berjalan dalam kondisi non-isotermal. Dengan demikian, persamaan yang ada tidak tepat untuk digunakan karena sering menyebabkan tidak tercapainya spesifikasi produk. Penelitian ini dilakukan pada baja paduan rendah HSLA-0.019%Nb, dengan mengamati pertumbuhan butir austenit pada kondisi non-isotermal setelah dilakukan proses deformasi canai panas satu pass. Pendekatan yang digunakan adalah memberikan regangan deformasi 0,3-0,4, dengan proses canai panas dan temperatur deformasi 900-1100 0C, kecepatan pendinginan 7-12 0K/detik, dalam rentang waktu 25-50 detik, dan pendinginan cepat menggunakan water jetspray. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pertumbuhan butir austenit baja setelah proses canai panas dapat digambarkan sebagai fungsi kecepatan pendinginan. Besar butir semakin menurun dengan meningkatnya kecepatan pendinginan. Pertumbuhan butir austenit non-isotermal didapat dengan melakukan iterasi antara hasil eksperimen dan persamaan pertumbuhan butir empiris Beck dan Sellars. Persamaan akhir yang didapat merupakan modifikasi persamaan pertumbuhan butir isothermal dengan adanya nilai berbanding terbalik kecepatan pendinginan berpangkat m (1/Crm), di mana m = 14 dan penambahan konstanta B sebesar 1014. Kata kunci: Pertumbuhan butir, Austenit, Non-isotermal, Canai panas.
Conceptual Understanding and Representation Quality through Multi-representation Learning on Newton Law Content Furwati, Suci; Sutopo, Sutopo; Zubaidah, Siti
Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 3: September 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.223 KB) | DOI: 10.17977/jps.v5i3.9035

Abstract

Abstract: Students who have good conceptual acquisition will be able to represent the concept by using multi representation. This study aims to determine the improvement of students understanding of the concept of Newtons Law material, and the quality of representation used in solving problems on Newtons Law material. The results showed that the concept acquisition of students increased from the average of 35.32 to 78.97 with an effect size of 2.66 (strong) and N-gain of 0.68 (medium). The quality of each type of student representation also increased from level 1 and level 2 up to level 3.Key Words: concept aquisition, represetation quality, multi representation learning, Newton’s LawAbstrak: Siswa yang memiliki penguasaan konsep yang baik akan mampu merepresentasikan konsep dengan menggunakan multi representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa SMP pada materi Hukum Newton, dan kualitas representasi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah pada materi Hukum Newton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa meningkat dari rata-rata 35,32 menjadi 78,97 dengan effect size sebesar 2,66 (kuat) dan N-gain sebesar 0,68 (sedang). Kualitas tiap jenis representasi siswa juga mengalami peningkatan dari level 1 dan level 2 naik menjadi level 3.Kata kunci: hukum Newton, kualitas representasi, pemahaman konsep, pembelajaran multi representasi
KERAGAMAN PROTEIN PLASMA DARAH KAMBING JAWARANDU DI KABUPATEN PEMALANG Brata, Galih Dewa; Sutopo, Sutopo; Kurnianto, Edy
Animal Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.397 KB)

Abstract

ABSTRACT The aim of this study was to evaluate the variability of blood proteins plasma from Jawarandu goat at six loci by simultaneously. A total of 24 samples of blood protein plasm of Jawarandu goat from Pemalang District was taken. Vertical polyacrylamide gel electrophoresis system used to analyze blood plasma samples. The parameters observed were pre-albumin, albumin, ceruloplasmin, transferrin, post-transferrin and amylase-1 based interpretation bands appear from the results of electrophoresis. The results showed that each of 6 loci observed are controlled by two alleles. Individual heterozygosity values of each locus as follow pre-albumin (0.444), albumin (0.492), ceruloplasmin (0.500), transferrin (0.444), post-transferrin (0.486) and amylase-1 (0.486). The average heterozygosity of Jawarandu goat at Pemalang District was 0.475.Keywords: genetic variability, jawarandu goat, heterozygosityABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi keragaman protein plasma darah dari kambing Jawarandu pada enam lokus secara simultan. Materi penelitian berupa 24 sampel plasma darah kambing Jawarandu yang terdapat di Kabupaten Pemalang. Teknik elektroforesis dengan gel poliakrilamid sistem vertikal digunakan untuk menganalisis sampel plasma darah. Parameter yang diamati meliputi pre-albumin, albumin, ceruloplasmin, transferin, post-transferin dan amylase-1 berdasarkan interpretasi pita-pita yang nampak dari hasil elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 lokus tersebut masing-masing dikontrol oleh 2 alel. Nilai heterozigositas individual masing-masing lokus adalah pre-albumin (0,444), albumin (0,492), ceruloplasmin (0,500), transferin (0,444), post-transferin (0,486) dan amylase-1 (0,486). Rata-rata heterozigositas kambing Jawarandu di Kabupaten Pemalang sebesar 0,475.Kata kunci : keragaman genetik, kambing Jawarandu, heterozigositas
EFEKTIVITAS PREFREEZING SEMEN SAPI JAWA SEBAGAI PARAMETER KEBERHASILAN PROCESSING SEMEN BEKU Purwaningsih, Rita; Ondho, Yon Soepri; Sutopo, Sutopo
Animal Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.175 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas prefreezing terhadap gerakan individu dan persentase hidup spermatozoa pada sapi Jawa. Materi yang digunakan adalah semen sapi Jawa yang berasal dari 6 kali ejakulasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (T0 tidak dilakukan prefreezing; T1 prefreezing 5 menit; T2 prefreezing 9 menit dan T3 prefreezing 13 menit) dengan enam kali ulangan. Parameter yang diamati gerakan individu dan persentase hidup spermatozoa. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa efektivitas prefreezing tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap gerakan individu dan persentase hidup spermatozoa sapi Jawa. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada parameter yang diamati. Disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut pada parameter yang lain, seperti pemeriksaan abnormalitas, evaluasi integritas membran plasma berupa keutuhan membran plasma ataupun keutuhan akrosom.Kata Kunci : sapi Jawa; prefreezing; gerakan individu; persentase hidupABSTRACT The objectives of this study were to determine the prefreezing effectiveness for motility and the percentage of live spermatozoa in cattle Java. The material used was semen of Java cattle originated from 6 times ejaculation. The Complete Randomized Design (CRD) was used with four treatments (T0 : control; T1 : prefreezing time of 5 minutes; T2 : prefreezing time of 9 minutes and T3 : prefreezing time of 13 minutes) and six replications at each treatment. Parameters observed were motility and percentage of live spermatozoa. The results showed that the difference in the length of time of prefreezing did not significant (P> 0.05) on sperm motility and percentage of live cattle Java. It was concluded that there was not significant different on parameters observed. It is recommended that further research should be done on other parameters, such as the semen abnormalities, evaluation of plasma membrane integrity both on plasma membrane and the acrosome integrities.Key words: Java cattle; prefreezing; motility; percentage of sperm live
EVALUASI KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI JAWA BREBES BERDASARKAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN Varasofiari, Lucy Nurika; Setiatin, Eny Tantini; Sutopo, Sutopo
Animal Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.542 KB)

Abstract

ABSTRACT The aim of this study was to determine the correlation between semen storageduration and fresh semen quality (sperm motility, mass movement, abnormality and live sperm percentage) of the Java cattle (n=5 ejaculates). This study was divided into three groups with interval observation on 15 minutes namely 15(T1); 30 (T2) and 45 (T3). Simple linear regression was applied to analyse correlation between semen storage duration (Xi) and fresh semen quality (Yi). The result showed that linear model of sperm motility was Ŷ = 69,90-0,76XL; r2 = 0,568, mass movement was Ŷ = 2,55-0,034X;r2 = 0,779, sperm abnormality was Ŷ = 9,41+0,291X; r2 = 0,821 and live sperm percentage was Ŷ = 81,88-0,603X; r2 = 0,836. It could be concluded that the longer of storage duration will decrease of fresh semen quality.Keywords : Java cattle; semen quality; storage durationABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara lama waktu penyimpanan dengan kualitas semen segar sapi Jawa Brebes (n= 5 ejakulat). Pengamatan dibagi dalam tiga grup dimulai sejak semen masuk ke laboratorium 0 menit, kemudian diikuti pengamatan dengan selang waktu 15 menit yaitu 15; 30 dan 45 menit. Analisis regresi linier sederhana digunakan dalam penelitian ini, yaitu hasil pengamatan terhadap lama waktu penyimpanan (Xi) dan nilai rata-rata motilitas, gerak massa, persentase abnormalitas dan persentase hidup spermatozoa (Yi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas spermatozoa membentuk persamaan regresiŶ = 69,90-0,76X dengan koefisien determinasi r2 = 0,568, gerak massa spermatozoa membentuk persamaan Ŷ = 2,55-0,034X dengan koefisien determinasi r2 = 0,779, abnormalitas spermatozoa membentuk persamaan Ŷ = 9,41+0,291X dengan koefisien determinasi r2 = 0,821, persentase hidup spermatozoa membentuk persamaan Ŷ = 81,88-0,603X dengan koefisien determinasi r2 = 0,836. Dapat diperoleh kesimpulan bahwa lama waktu penyimpanan akan menurunkan kualitas semen segar.Kata kunci: sapi jawa; kualitas semen; waktu penyimpanan.
KERAGAMAN PROTEIN PLASMA DARAH PADA KAMBING KEJOBONG DAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA Dewanti, Dyah Retno; Kurnianto, Edi; Sutopo, Sutopo
Animal Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.011 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaman protein plasma darah pada kambing Kejobong dan kambing Peranakan Ettawa (PE) dengan menggunakan metode elektroforesis gel poliakrilamida (PAGE). Materi yang digunakan adalah 24 sampel darah kambing Kejobong di Kabupaten Purbalingga dan 24 sampel darah kambing PE di Kabupaten Purworejo. Analisis data meliputi frekuensi gen, heterosigositas individual dan rataan heterosigositas pada enam lokus protein plasma darah. Analisis statistik menggunakan t-tes independent untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan frekuensi gen, jumlah genotip dan rataan heterosigositas enam lokus antara kambing Kejobong dan kambing PE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokus protein plasma darah yang meliputi pre albumin (P-alb), albumin (Alb), ceruloplasmin (Cp), transferrin (Tf), post transferrin (P-tf) dan amylase-I (Amy-I) pada kambing Kejobong dan kambing PE bersifat polimorfik. Hasil t-tes independent menunjukkan bahwa jumlah genotip, frekuensi gen dan rataan heterosigositas dari enam lokus protein plasma darah antara kambing Kejobong dan kambing Peranakan Ettawa tidak berbeda nyata. Rataan heterosigositas kambing Kejobong sebesar 0,423 dan kambing PE sebesar 0,435.Kata kunci : kambing, frekuensi gen, heterosigositasABSTRACTThe objective of this study was to evaluate the genotype variations of Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats based on the blood plasm protein using gel polyacrilamide electrophoresis (PAGE). Twenty four of blood samples taken from Kejobong goat in Purbalingga regency and twenty four of blood samples taken from Ettawa Grade (EG) goat in Purworejo regency were used as materials. Data were analyzed to calculate gene frequency, individual heterozygosity and average heterozygosity. The independent t-test was performed to analyzed the significance of gene frequency, total genotype and average heterozygosity from six locus of blood plasm protein between Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats. Result showed that locus of pre albumin (P-alb), albumin (Alb), ceruloplasmin (Cp), transferrin (Tf), post transferrin (P-tf) and amylase-I (Amy-I) on Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats were polymorphic. The total genotype, gene frequency and average heterozygosity of six locus blood plasm protein between Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats were not different. Average heterozygosity of Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats was 0.423 and 0.435, respectively.Key words : goat gene, frequency, heterozygosity
PERBANDINGAN PENGGUNAAN PENGENCER SEMEN SITRAT KUNING TELUR DAN TRIS KUNING TELUR TERHADAP PERSENTASE DAYA HIDUP SPERMATOZOA SAPI JAWA BREBES Hartanti, Dwi; Setiatin, Eny Tantini; Sutopo, Sutopo
Animal Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.921 KB)

Abstract

Masalah utama pada perkembangbiakan sapi Jawa Brebes adalah keterbatasan jumlah pejantan unggul dan terjadinya perkawinan silang dengan bangsa lain karena dipelihara secara umbaran. Guna mempertahankan kemurnian turunan dari sapi Jabres perlu dilakukan upaya manipulasi bioteknologi reproduksi, yaitu dengan Inseminasi Buatan (IB). Upaya optimalisasi pengolahan semen agar diperoleh kualitas semen yang optimal dapat dilakukan melalui pemilihan jenis pengencer semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer semen sitrat kuning telur dan tris kuning telur terhadap daya hidup spermatozoa sapi Jawa Brebes. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-September 2011 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Cikoneng Sejahtera di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu semen yang ditampung dari 5 ekor pejantan sapi Jawa Brebes. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 ekor sapi Jabres dengan 3 macam perlakuan (T1 = tanpa pengecer; T2 = pengencer sitrat kuning telur dan T3 = pengencer tris kuning telur). Parameter yang diamati yaitu persentase daya hidup spermatozoa dari lama spermatozoa mampu bertahan hidup sampai dengan tingkat daya hidup 0% pada pengamatan 0-9 jam dengan interval pengamatan 1 jam dan setiap sampel diamati oleh 3 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval jam ke-0 didapatkan T1 mempunyai perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap T2 dan T3. Pada interval jam ke-1 setelah diencerkan, persentase daya hidup spermatozoa T2 maupun T3 menunjukkan adanya relatif angka yang lebih tinggi dibandingkan T1. Pada interval jam ke-2, persentase daya hidup spermatozoa T1 berbeda nyata (P<0,05) dengan T2 maupun T3. Pada interval jam ke-3 setelah diencerkan, persentase daya hidup spermatozoa T2 maupun T3 menunjukkan adanya relatif angka yang lebih tinggi dibandingkan T1. Pada interval jam ke-4, T1 berbeda nyata (P<0,05) dengan T2 dan T3, sedangkan T2 dan T3 tidak berbeda. Berdasarkan pengamatan interval jam ke-1, ke-3, ke-5, ke-6, ke-7, ke-8 dan ke-9, perlakuan T1, T2 dan T3 tidak terdapat perbedaan (P>0,05) terhadap persentase daya hidup spermatozoa. Kesimpulan dari penelitian adalah pengencer sitrat kuning telur dan tris kuning telur mempunyai pengaruh yang sama terhadap kemampuan daya hidup spermatozoa pada berbagai interval pengamatan setelah pengenceran. Persentase daya hidup spermatozoa semakin menurun pada pengamatan interval pertama sampai sembilan jam setelah diencerkan.Kata kunci : interval pengamatan, daya hidup, pengencer semen, sapi Jawa Brebes
TIPOLOGI FERNING SAPI JAWA BREBES BETINA BERDASARKAN PERIODE BERAHI Silaban, Nelva Lestari; Setiatin, Enny Tantini; Sutopo, Sutopo
Animal Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.708 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi ferning sapi betina Jabres berdasarkan periode berahi di Desa Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 ekor sapi Jawa Brebes (Jabres) betina milik petani peternak yang dipelihara secara umbaran. Metode pengambilan lendir serviks dengan menggunakan metode ulas vagina, lendir diambil sebanyak 2-4 kali dalam sehari. Gambaran ferning diperoleh dengan cara mengoleskan lendir serviks yang menempel ada cotton bud di atas object glass, dikering udarakan kemudian diamati dengan bantuan mikroskop pada pembesaran 10 x 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 13 ekor sapi selama satu siklus estrus bervariasi antara 11-19 hari. Tipologi ferning sapi Jabres secara spesifik dapat menunjukkan tahapan siklus estrus. Gambaran tipologi ferning sapi Jabres betina diperoleh bervariasi, berupa garis-garis seperti jarum dan bercabang. Gambaran ferning mendekati puncak estrus terlihat jelas dan nyata membentuk daun pakis.Kata kunci: siklus berahi, lendir serviks, ferning, sapi jabres betinaABSTRACTThe research was conducted to learn about ferning typology based on estrous cycle period of javanese cattle breed in the Village District Malahayu Banjarharjo Brebes in Central Java. The material used in this study were 13 cows Java (Jabres) farmers breeder females reared umbaran. Cervical mucus method of making pillowcase using vaginal mucus taken 2-4 times a day. Ferning’s picture obtained by applying cervical mucus swab stick was above the glass object, aired dried and then observed with a microscope at a magnification of 10 x 10. The results showed that in 13 cows during the estrous cycle varies between 11-19 days. This could be can refer to typology ferning’s Jabres specifically showed estrus cycle stage. Preview typology Jabres female cow ferning obtained varied, such as lines such as needles and branches. Preview ferning pine approaching the peak estrus and tangible form frond.Keywords: estrus cycle, cervical mucus ferning, jabres female cow
Co-Authors A Setiaji, A A. Manaf Aan Ardian Ade Duana Pratiwi Ahmad Lu’lu’ Dhiyaun Nuha, Ahmad Lu’lu’ Dhiyaun Ahmad Taufiq Aji, Titistyas Gusti Al Maliki, Imam Maksum Andika Kusmuhernanda Angin, Siprianus L Anik Nurhanifah, Anik Ansori, Zidni Arief Hartono Arif Hidayat Arif Marwanto, Arif Asim Asim, Asim Aulia Hayu Nityasari, Aulia Hayu Azizah, Dewi Nur Bambang Pujiasmanto Barep Sutiyono Batlolona, John Rafafy Bisri Mustofa Budi Usodo Cahyaningrum, Retno Cari Cari Christina Kartika Sari, Christina Kartika Darmawan Darmawan Desella Inna Rahmatina, Desella Inna Dewi Adila, Agista Sintia Dian Gamma Pramudewa, Dian Gamma Diding Fachrudin Dinarti, Nindia Dwi Hartanti Dyah Ratri Aryuna Dyah Retno Dewanti E Kurnianto Eddy Ibrahim Edi Kurnianto Edy Kurnianto Enny Tantini Setiatin Eny Latifah, Eny Eny Tantini Setiatin Eri Ariyanti Etikamurni, Daniar Pangastiningasih F Noviani, F Farida Indriani Febrian Adiputra, Febrian Ferdian Assiddiq, Ferdian Fitria Agustini, Fitria Fitriana Lasmana, Fitriana Furwati, Suci Galih Dewa Brata hadi surachman Halim Oky Zulkarnaen Hapsari, Ria Mawar Hari Wisodo, Hari Hendhita Reski Wahyutea, Hendhita Reski Henny Ekana C, Henny Ekana Henny Ekana Chrisnawati Herawati Susilo I Made Sukresna Ibrohim Ibrohim Ida Bagus Rini Jayanti, Ida Bagus Rini Ika Pratama Kusumawati Ira Kurniawati Irene Rosa Lullulangi, Irene Rosa Ismi Laili Afwa, Ismi Laili Istijabatul Aliyah Joni Indra Jumadin, La Late, Maksem Niksoni Lia Yuliati, Lia Lucy Nurika Varasofiari Lusia Oktaviani, Lusia M. Ariati M. Sumarsono Markus Diantoro Misno Misno, Misno Mohammad Masykuri Muhammad Andie Hakim, Muhammad Andie Muhammad Ariefian Isnan, Muhammad Ariefian Muhammad Najmi Ridhani, Muhammad Najmi Muhammad Nur Hudha, Muhammad Nur Mulyanto Mulyanto Mulyastuti, Herlina N. Fatmarischa Nadhiif, Muchammad Akbar Nelva Lestari Silaban Netty Kurniawati, Netty Nila Erdiana, Nila Nor Khoiriyah Nugroho, Bagus Praditya Setyo Nuril Munfaridah, Nuril Palupi, Norry Eka Parno Parno Paryanto Paryanto Pebriana, Irvany Nurita Pragunadi, Nindita Gabriele Pramesthi, Getut Purwanti, Agustini Rahmawati Prabandan, Rahmawati Rekyan Regasari Mardi Putri, Rekyan Regasari Mardi Rita Purwaningsih Rizki Sappitu Hidayat, Rizki Sappitu S. Johari Said Muhammad Reza Ardiansyah, Said Muhammad Reza Seno Johari Sentot Kusairi Sisca Fajriani Siti Hidayah Siti Sailah, Siti Siti Zubaidah Siti Zulaikah Slamet Minardi Sofiuddin, Muhamad Bahar Sudaryanto, Agus Tri Sugara, Yeyehn Dwi Suhroni Suhroni, Suhroni Sulur, Sulur Suntoro Suntoro Suryanto, L. Suryanto Sutarja, Maria Chandra Sutono Sutono Suwarto Suwarto Suyono, Jaka Suyuti, Hafid T. W. Sulistio Taqwa, Muhammad Reyza Arief Tommy Sulthon Darmawan, Tommy Ulva, Varicha Wartono Wartono Wati, Asni Widijanto, Herry Yaumi, Mimi Rohazal Yemi Kuswardi, Yemi Yoga Ardian Yogi Sugito Yon Soepri Ondho Yon Supri Ondho